Tuesday, March 3, 2026

KUMPULAN SOP GIZI LENGKAP

 

28 DAFTAR SOP GIZI

  1. Konseling Menyusui
  2. Bulan Penimbangan Balita
  3. Penatalaksanaan Menyusui
  4. Pengelolaan Sarana Dan Obat Pada Pelayanan Gizi
  5. Pojok Gizi ( Pozi )
  6. Tata Laksana Diet Gizi Buruk
  7. Distribusi Tablet Fe
  8. Infokes/Sosialisasi /Penyuluhan Program Gizi
  9. Pendataan Keluarga Mandiri Sadar Gizi ( Kadarzi)
  10. Monitoring Garam Beryodium
  11. Pengelolaan Program Gizi
  12. Pelacakan Kasus Gizi Buruk
  13. Distribusi Kapsul Vitamin A
  14. Diet Pada Penyakit Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
  15. Diet Pada Gizi Lebih ( Obesitas )
  16. Diet Pada Gizi  Kekurangan Energi Protein ( Kep )
  17. Diet Pada Penyakit Kencing Manis  ( Diabetes Mellitus / Dm )
  18. Pelayanan Gizi Pasien Rawat Inap
  19. Cara Memasang Regulator Gas Elpiji
  20. Persiapan  Bahan Makanan
  21. Pengolahan  Bahan Makanan
  22. Pendistribusian  Makanan
  23. Diet  Asam  Urat
  24. Diet  Rendah  Purin
  25. Diet  Komplikasi Kehamilan ( Diet Hiperemesis )
  26. Diet  Komplikasi Kehamilan ( Diet Preeklampsia )
  27. Distribusi Mp – Asi
  28. Pemantauan Pertumbuhan Balita

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS CILEUNGSI

Kab. Bogor

 

KONSELINGMENYUSUI

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

dr. DELLY MULYATI

NIP 196711282002122002

1. Pengertian

 

Konseling dalam upaya untuk memberikan informasi dan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi ibu dalam proses menyusui

2. Tujuan

 

1.     Sebagai kerangka acuan dalam melakukan konseling menyusui

2.     Meningkatkan pengetahuan ibu dalam proses menyusui

3.     Membantu menyelesaikan masalah menyusui pada ibu menyusui yang dihadapi

3. Kebijakan

 

1.     Undang-undang no. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

2.     Peraturan Pemerintah RI Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif

3.     Rencana Aksi Pembinaan Gizi Tahun 2014

4. Referensi

 

 

5. Alat dan Bahan

 

Paket Peragaan laktasi,botol untuk menampung susu

6.Prosedur/Langkah-langkah

 

1.     Petugas menerima pasien yang mempunyai masalah dalam menyusui yang dirujuk dari BP Umum, Poliklinik MTBS, Poliklinik KIA, Posyandu dan klien umum

2.     Petugas melakukan wawancara untuk mencari faktor penyebab masalah pasien

3.     Mengetahui dan menetapkan faktor-faktor penyebab masalah pasien dalam proses menyusui

4.     Bila diperlukan tindakan dan intervensi lebih lanjut pasien dapat dirujuk kembali ke poliklinik yang merujuk Rumah Sakit (apabila menolak dirujuk pasien dan atau keluarga pasien harus menandatangani Blangko Penolakan)

5.     Petugas memberikan penyuluhan terkait faktor gizi yang menjadi kemungkinan penyebab masalah pada pasien dengan metode Konsultasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)

6.     Memberikan brosur gizi terkait masalah pasien (bila perlu)

7.     Petugas bersama pasien menetapkan jadwal kunjungan rumah pasien (bila perlu)

8.     Data pasien dicatat dlam Buku Register Kunjungan Klinik Gizi

9.     Laporan Kunjungan Klinik Gizi dilaporkan secara rutin ke Dinas Kesehatan

7. Dokumen Pendukung

 

 

 

1.   Buku Pedoman Konseling Menyusui

2.   Modul WHO Konseling Menyusui

3.   Format Konseling Menyusui

4.   Buku Pedoman Klinik Gizi

5.   Buku Register Kunjungan Klinik Gizi

 

8..Unit Terkait

Poskesdes,Posyandu, Pustu,  BPA, BPU,KIA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

BULAN PENIMBANGAN BALITA

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

1. Pengertian

 

Bulan dimana dilakukan pengukuran antropometri (penimbangan berat badan,dan pengukuran tinggi badan/Panjang badan)terhadap seluruh balita yang ada di wilayah puskesmas

2. Tujuan

 

1. Memperoleh gambaran data status gizi seluruh balita di wilayah kerja secara berkala

2.Memperoleh data balita gizi buruk berdasarkan nama dan alamat,kelompok umur,jenis kelamin dan status ekonomi

3. Kebijakan

 

Peraturan Menkes no 741/Mekes/PER/VII/2008 tentang SPM Bidang Kesehatan di Kab/Kota

4. Referensi

 

Buku Juklak Perbaikan Gizi yang diterbitkan oleh seksi gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Tahun 2015

 

5. Alat dan Bahan

 

Pengukur tinggi Badan(Microtoice),Panjang Badan,Dacin,standar WHO 2005

6.Prosedur/Langkah-langkah

 

1.Persiapan

-membuat jadwal posyandu

-Sosialisasi lintas program dan Lintas sektor

-Menyiapkan form pencatatan dan pelaporan BPB

-Menyiapkan sarana dan prasarana di posyandu (dacin,microtoice,alat ukur panjang badan)

-Penyiapan standar WHO 2005

2.Pelaksanaan

-Memantau dan membina pelaksanaan penimbangan berat badan dan pengukuran panjang / tinggi badan pada hari buka posyandu

-Menentukan status balita berdasarkan standart WHO 2005

-Membuat rekap dan mengolah data hasil pengukuran

- merekap data balita gizi buruk

-Memvalidasi data balita gizi buruk

-Membuat laporan hasil

3.Evaluasi

-Tersedianya datastatus Gizi (BB/U,BB/PB/TB,TB/U Atau PB/U)

- Tersedianya data balita gizi buruk berdasarkan nama alamat,kelompok umur,jens kelamin dan status ekonomi

 

7. Dokumen Pendukung

 

 

 

Standar WHO 2005

Form Pencatatan & Pelaporan BPB

8..Unit Terkait

Kader,Bidan Desa,Ket,Penggerak PKK desa,Linsek

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

PENATALAKSANAAN MENYUSUI

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

1. Pengertian

 

Teknik menyusui yang benar adalah cara  memberi ASI kepada bayi dengan pelekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar

2. Tujuan

 

Persiapan ASI

Persiapan memberi asi dilakukan bersamaan dengan kehamilan.persiapan memperlancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan :

1.Membersihkan puting susu dengan air atau minyak sehingga epitel yang lepas tidak menumpuk

2.Puting susu ditarik-tarik setiap mandi,sehingga menonjol untuk memudahkan isapan bayi

3. Bila puting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu atau dengan jalan operasi

3. Kebijakan

 

1.     Undang-undang no. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

2.     Peraturan Pemerintah RI Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif

3.     Rencana Aksi Pembinaan Gizi Tahun 2014

4. Referensi

 

1.     Buku Pedoman Konseling Menyusui

2.     Modul WHO Konseling Menyusui

 

5. Alat dan Bahan

 

Lembar balik Menyusui

6.Prosedur/Langkah-langkah

 

1.Cuci tangan bersih dengan sabun

2.Atur posisi bayi

a Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi sanggah seluruh tubuh bayi

b. Lengan ibu pada belakang bahu bayi ,tidak pada dasar kepala,leher tidak menengadah

c.hadapkan bayi ke dada ibu,sehingga hidung bayi berhadapan dengan puting susu,sedangkan telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.

d.Dekatkan badan bayi ke badan ibu ( Menempel pada perut Ibu)

 3.Pegang payudara kanan dengan tangan kiri,dan sebaiknya.ibu jari pada ibu berada diatas puting,sedangkan empat jari lain di bawah puting.jangan menjepit puting dengan jari telunjuk dan jari tengah ,karena posisi puting dalam mulut bayi yg tidak benar mengakibatkan ASI yg keluar tidak lancar

4.Beri rangsangan bayi untuk membuka mulut dgn cara menyentuhkan puting susu pada pipi atau sudut mulut bayi terbuka lebar,cepat masukkan puting ke mulut bayi.usahakan aerola dapat masuk ke dalam mulut bayi .dagu bayi menempel payudara ,hidung dekat dengan payudara,tetapi lubang hidung jangan sampai tertutup payudara

5.Setelah selesai pada satu payudara.lepaskan dgn menggunakan jari kelingking ibu yg bersih.Jari dimasukkan dalam sudut mulut bayi,cara lain adalah dengan menekan dagu bayi ke bawah atau menutup lubang hidung bayi,jangan menarik puting untuk melepasnya.

6.Susui bayi dengan dua payudara secara bergantian

7,Sendawakan bayi dengan cara :

Menyandarkan bayi di pundak ibu lalu ditepuk –tepuk punggungnya pelan2.

Bayi ditengkurapkan di pangkuan ibu sambil di gosok2 punggungnya

7. Dokumen Pendukung

 

 

 

Buku Pedoman Konseling Menyusui

Modul WHO Konseling Menyusui

Format Konseling Menyusui

Buku Pedoman Klinik Gizi

Buku Register Kunjungan Klinik Gizi

 

8..Unit Terkait

Kader,Bidan Desa,Tenaga Pelaksana Gizi,Ket,Penggerak PKK desa,Linsek

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

PENGELOLAAN SARANA DAN OBAT PADA PELAYANAN GIZI

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

1. Pengertian

 

Sarana  dan obat gizi adalah alat dan bahan  penunjang dalam mengoptimalisasikan kegitan pelayanan gizi, terdiri dari :

1. Sarana / alat gizi :  Dacin, Timbangan ibu Hamil, Alat Ukur Panjang/Tinggi Badan, KMS, Iodina Test, Food Model,APE, balok SKDN, Poster, leaflet

2. Obat Gizi : Vitamin A 100.000 IU, Vitamin A 200.000 IU dan Tablet Tambah Darah,

 

2. Tujuan

 

Terpenuhinya kebutuhan sarana/obat gizi di tingkat puskesmas

 

3. Kebijakan

 

-Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

-Undang-undang no 23 tahun 2014 tentang Kesehatan

 

4. Referensi

 

Buku Juklak Perbaikan Gizi yang diterbitkan oleh seksi gizi Dias Kesehatan Kabupaten Bogor Tahun 2015

 

5. Alat dan Bahan

 

 

6.Prosedur/Langkah-langkah

 

TINGKAT PUSKESMAS

A. Persiapan/Perencanaan :

-    Menyiapkan data sasaran

-    Menghitung/menginventariskebutuhan memperhitungkan stok

-    Mengajukan surat permintaan kebutuhan ke seksi gizi dinas kesehatan

-    Menyiapkan tempat penyimpanan

B. Pelaksanaan

-    Sarana/obat diterima oleh bendahara barang/obat dan dicatat di buku penerimaan sarana dan kartu sarana

-    Sarana/obat dikeluarkan oleh bendahara barang/obat dan dicatat di buku pengeluaran sarana/obat dan kartu sarana

-    Pengelola gizi menerima sarana/obat dan dicatat  di kartu persediaan sesuai jenis saran/obat

-    Membuat alokasi sarana/obat sesuai permintaan/sasaran

C. Monitoring,Pelaporan dan Evaluasi

Sarana/obat dilaporkan secara berkala setiap 6 bulan sekali dengan menggunakan format laporan mutasi sarana

 

TINGKAT DESA

A. Persiapan/Perencanaan :

-    Menyiapkan data sasaran

-    Menghitung/menginventaris kebutuhan memperhitungkan stok

-    Mengajukan permintaan kebutuhan ke pengelola gizi puskesmas

B. Pelaksanaan

-    Sarana/obat diterima oleh bidan desa dan dicatat di buku penerimaan sarana dan kartu sarana

-    Sarana/obat dikeluarkan oleh bidan desa dan dicatat di buku pengeluaran sarana/obat

-    Bidan desa menerima sarana/obat dan dicatat di buku bantu

-    Membuat alokasi sarana/obat sesuai permintaan/sasaran dari kader

C. Monitoring,Pelaporan dan Evaluasi

  • Sarana/obat dilaporkan secara berkala setiap 6 bulan sekali dengan menggunakan format laporan mutasi sarana tk desa.

 

7Unsur Pelaksana

 

 

1.     Tenaga Pelaksana Gizi

2.     Pembina Desa

3.     Kader Posyandu

4.     Petugas terkait Bendahara barang, bendahara obat

 

8.Unit Terkait

Poskesdes,Posyandu, Pustu,  BPA, BPU,KIA,Farmasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

POJOK GIZI ( POZI )

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

1. Pengertian

 

Pojok gizi adalah pelayanan gizi profesional yang diberikan di puskesmas oleh tenaga terdidik/terlatih kepada setiap pengunjung puskesmas yang membutuhkan, bertujuan untuk pencegahan dan pemulihan penyakit yang berkaitan dengan gizi

 

2. Tujuan

 

Meningkatkan mutu pelayanan gizi di puskesmas dalam rangka upaya perbaikan gizi masyarakat, sebagai bagian dari quality assurance  pelayanan kesehatan dasar di puskesmas

 

3. Kebijakan

 

-Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

 

 

4. Referensi

 

Buku Juklak Perbaikan Gizi yang diterbitkan oleh seksi gizi Dias Kesehatan Kabupaten Bogor Tahun 2015

 

5. Alat dan Bahan

 

Hb meter, tensimeter, timbangan, alat ukur tinggi/panjang badan, pita lila, alat/reagen reduksi urin, alat tes gula darah, mikroskop dan filling kabinet

 

6.Prosedur/Langkah-langkah

 

Mekanisme Pelayanan Pojok Gizi

1. Adanya jadwal Pozi minimal satu minggu satu kali ( Setiap Kamis)

2. Adanya standar pelayanan gizi di puskesmas yang meliputi :

     - Bahan penyuluhan konseling gizi yang terdiri dari protap, brosur diit,   pedoman pemanfaatan ASI,pedoman MP ASI,Pedoman makanan ibu hamil

dan menyusui, pedomanmakanan Usila,KMS balita,Anak sekolah,Ibu hamil

dan usila, poster IMT, PUGS, pedoman penanggulan pelayanan gizi,AKG

daftar bahan makanan penukar, DKBM, food Model,Formulir kajian kebiasa

 an makan  dan asupan makan sehari, kartu status/formulir registrasi dan

 formulir rekapitulasi.

- Bahan paket pertolongan gizi meliputi kapsul yodium, kapsul vitamin A, tablet/sirop

besi, obat cacing, oralit dan pelayanan dietetik makanan khusus untuk pasien rawat inap

- Alat – alat meliputi Hb meter, tensimeter, timbangan, alat ukur tinggi/panjang badan, pita lila, alat/reagen reduksi urin, alat tes gula darah, mikroskop dan filling kabinet

3. Waktu Penyelesaian Pelayanan   : 15 Menit

4.  Pencatatan dan pelaporan meliputi:

      -  Kartu status yang terdiri dari no. Register, identitas pengunjung, rujukan, diagnosa Penyakit,assesmen,anamnesa dan terapi gizi

      - Catatan harian

      - Laporan triwulan

 

 

7.Diagram Alir

 

 

 

Rujuk RS

8.Unsur Pelaksana

 

1.     Dokter

2.     Tenaga Pelaksana Gizi

3.     Perawat

4.     Bidan

5.     Promkes

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

TATA LAKSANA DIET GIZI BURUK

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

1. Pengertian

 

Gizi buruk adalah Keadaan gizi anak yang ditandai dengan satu atau lebih tanda berikut:Sangat kurus,edema minimal pada kedua punggung kaki indeks BB menurut TB/PB

(BB/TB) <-3 SD,lingkar lengan atas < 11.4cm(ntuk anak usia 6 -59 bulan) dan atau dengan tanda klinis marasmus, kwasiorkor dan marasmuk-kwasiorkor.

2. Tujuan

 

Meningkatkan status gizi anak gizi buruk

3. Kebijakan

 

-Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

-PP MENKES RI NO 75 TH 2013.Ttg AKG yang dianjurkan bagi bangsa indonesia

- Kep Men Kes RI No 1995/Menkes/SK/XII/2010 Ttg Standar Antromometri penilaian Status Gizi Anak

 

4. Referensi

 

Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Th 2014

Pedoman Pelayanan Anak Gizi Buruk Th 2014

Buku Pedoman Tata laksana gizi buruk Jilid 1 & 2 Th 2014

Buku Pedoman Tata Laksana KEP pd anak di Puskesmas & Rumah Tangga Th 2014

Pedoman Gizi Seimbang Th 2014

 

5. Alat dan Bahan

 

Formula 75 & Formula 100

6.Prosedur/Langkah-langkah

 

TATALAKSANA DIET ANAK GIZI BURUK

I.  PRINSIP PEMBERIAN MAKAN

    1. Memenuhi energi, protein dan zat gizi lainnya

    2. Pemberian diberikan secara bertahap

    3. Tidak memberatkan usus dan organ tubuh lainnya

    4. Mencapai berat badan normal

    5. Porsi kecil dan sering

    6. Jenis makanan :  a. F 75

                                      b. F 100

                                      c. Makanan lumat

                                      d. Makanan lembek

                                      e. Makanan padat

II. INDIKASI PENGATURAN MAKANAN

    1. Tahap stabilitasi

a. Syarat diit :

- Energi : 80 – 100 kkal/kg BB/hari

- Protein : 1 – 1,5 gr/kg BB/hari

 - Cairan : 130 ml/kg BB/hari ( jika ada odema berat 100

                                    ml/kg BB/hari )

b. Jenis diit                  : Formula 75                

c. Waktu pemberian  :  Hari ke 1 -3 atau 7 ( tergantung kondisi anak )

d. Indikasi perubahan :

- Odema menghilang

- Nafsu makan meningkat ( dapat menghabiskan F 75 sesuai Porsi

yg dianjurkan / minimal ½ - ¾  Porsi

 

      2. Tahap rehabilitasi

          a. Syarat dii :     - Energi : 100 – 150 kkal/kg BB/hari

                                      - Protein 2 – 3 gr/kg BB/hari

                                      - Cairan : 150 ml/kg BB/hari

          b. Jenis diit :      - Formula 100

                                     - Makanan lumat ( bubur saring )

          c. Waktu pemberian :  - Minggu ke 2 sampai ke 6

          d. Indikasi perubahan

             - Kenaikan BB > 5gr/kg BB/hari dan arah grafik naik

             - Nafsu makan membaik

             - Anak tidak rewel dan ceria

                    - Aktifitas motorik bertambah

             - Keluhan sakit berkurang

        3. Tahap lanjutan

                  a. Syarat diit

                    - Energi : 150 – 220 kkal/gr BB/hari

                    - Protein : 3 -4 gr/kg BB/hari

                    - Cairan : 1150 – 200 ml/kg BB/hari

                   b. Jenis diit

                    - Dibedakan menurut kelompok umur ( < 2 tahun dan >= 2

                       Tahun )

                    - Berangsur menuju ke makanan anak balita sehat ( besar porsi

                       Macam makanan, frekuensi pemberian )

7.Diagram Alir

 

 

 

8.Unsur Pelaksana

 

 

1.     Dokter

2.     Tenaga Pelaksana Gizi

3.     Perawat

4.     Bidan

5.     Promkes

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

DISTRIBUSI TABLET FE

 

 

 

 

SOP

No dokumen

:

No revisi

:

Tanggal terbit

:

Halaman

: 1/1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dr. HJ. Dina Indriyanti

NIP. 197203162002122003

1. Pengertian

 

 

 

2. Tujuan

 

 

3. Kebijakan

 

 

4. Referensi

 

5.Alat & Bahan

Distribusi tablet Fe adalah pemberian tablet Fe untuk ibu hamil sebanyak minimal 90 tablet.

 

Semua ibu hamil mendapatkan tablet tambahan darah minimal 90 tablet.

 

 

Merupakan upaya pencegahan terhadap masalah gizi (anemia).

 

: Buku Pedoman Distribusi Tablet Fe.

 

: Buku KIA,Tablet FE

 

6. Prosedur1.   

I. Langkah-langkah

  • Melakukan registrasi untuk ibu hamil
  • Melakukan pengajuan/permintaan tablet fe dengan berkoordinasi dengan petugas obat melalui bon tambahan obat.
  • Menyiapkan tablet Fe
  • Mendistribusikan tablet Fe
  • Memantau jumlah tablet tambah darah yang diberikan
  • Mencatat dan melaporkan hasil distribusi tablet Fe
  • Mengevaluasi hasil pemberian tablet Fe (cakupannya)

7 Diagram Alir

 

Pengelola Obat

Petugas Gizi

 

 

 

 

 

 

 

 


Bidan Desa

8. Unit terkait

Bidan Desa ,Pengelola Obat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

INFOKES/SOSIALISASI /PENYULUHAN PROGRAM GIZI

 

 

SOP

No dokumen

:

No revisi

:

Tanggal terbit

:

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

dr. HJ. Dina Indriyanti

NIP. 197203162002122003

1. Pengertian

 

 

 

2. Tujuan

 

 

3. Kebijakan

 

 

 

4. Referensi

 

 

5. PROSEDUR/Langkah – langkah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. Ruang Lingkup

 

 

8. alat dan bahan

 

 

 

9. Dokumen Terkait

 

 

 

10. Formulir yang dipergunakan

 

 

11. Unit Terkait

 

 

: Infokes/sosialisasi gizi adalah suatu proses untuk menyamakan persepsi dalam menjelaskan informasi program gizi.

 

: Semua sasaran memperoleh kejelasan tentang informasi program-program gizi.

 

: Terselenggaranya tindaklanjut penyampaian informasi untuk menyamakan persepsi kegiatan program gizi.

 

 

: Hasil rapat/pertemuan di tingkat Kabupaten dan Buku Pedoman yang terbaru.

 

 

: I. Langkah-langkah

  1. Menyiapkan bahan rapat/sosialisasi
  2. Menjelaskan/sosialisasi program gizi
  3. Membuat kesepakatan dan tindak lanjut
  4. Membuat notulen
  5. Membuat hasil rapat
  6. Memberikan umpan balik

: Semua sasaran stakeholder baik lintas program maupun lintas sektor terkait.

 

 

: Materi, Handout,Referensi terkait dan terkini

 

 

 

: Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Program Rutin.

 

 

 

: Buku Pedoman SPM

 

 

 

: Lintas sektor dan lintas program.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

PENDATAAN KELUARGA MANDIRI SADAR GIZI ( KADARZI)

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

1. Pengertian

 

: Keluarga Mandiri Sadar Gizi (Kadarzi) adalah Keluarga yang telah mempraktekkan perilaku gizi yang baik dan benar sesuai kaidah ilmu gizi, dapat mengenali masalah gizi yang ada dalam keluarga, mampu mengidentifikasi potensi yang dimiliki keluarga/lingkungan, serta mampu melakukan tindak lanjut untuk mengatasi masalah gizi yang ada berdasarkan potensi yang dimilikinya.

 

2. Tujuan

 

 

: Untuk mendapatkan data kadarzi yang akurat dalam rangka peningkatan status gizi, pencegahan dan penanggulangan masalah gizi melalui wawancara dan pengamatan.

 

3. Kebijakan

 

-Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

 

4. Referensi

 

:Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Th 2014

: Buku Pedoman Keluarga Mandiri Sadar Gizi (Kadarzi).

: Pedoman Gizi Seimbang Th 2014

 

5. Alat dan Bahan

 

Kuesioner berisi indikator Kadarzi

 

6.Prosedur/Langkah-langkah

 

I.Langkah-langkah

  • Menentukan desa sampel.    
  • Menentukan kelurga sampel yang akan dikunjungi.    
  • Menyiapkan kuesioner Kadarzi.    
  • Melakukan kunjungan ke rumah – rumah yang dijadikan sampel.   
  • Menanyakan / melakukan wawancara tentang indikator Kadarzi.
  • Mencatat hasil wawancara di kuesoner Kadarzi.    
  • Menempel hasil wawancara di papan rumahnya.    
  • Merekap hasil kunjungan rumah.    
  • Membuat laporan.

 

7.Diagram Alir

 

 

 

Petugas Kesehatan Promkes,TPG

 

 

 

 

 

 


                                                         * Membagikan Format Pendataan Kadarzi

 

Bidan Desa

 

 

 

 

 

 


                                                           * Membagikan Format Pendataan Kadarzi

                                                          *  1 Kader Mendata 10 = 20 RT

Kader Dasa Wisma/Kadarzi

Rumah Tangga yg didata

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


8.Unsur Pelaksana

 

 

: Bidan Desa,Kader kadarzi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

MONITORING GARAM BERYODIUM

 

 

SOP

No dokumen

:

No revisi

:

Tanggal terbit

:

Halaman

:

 

 

 

Dr. HJ. Dina Indriyanti

 

1. Pengertian

 

 

 

 

2. Tujuan

 

 

3. Kebijakan

 

 

 

 

 

4. Referensi

 

 

 

 

5.PROSEDUR/Langkah – langkah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6.Alat dan bahan

 

 

 

7.Dokumen Terkait

 

 

 

 

8Formulir yang dipergunakan

 

 

 

9.Unit Terkait

.

: Monitoring garam adalah kegiatan yang dilakukan secara berkala minimal setiap tahun sekali melalui pemeriksaan garam (NaCl) baik jenis maupun mutu yang dikonsumsi oleh rumah tangga.

 

: Sebagai acuan petugas gizi Puskesmas dalam melaksanakan monitoring garam tingkat rumah tangga di wilayahnya minimal sekali setahun.

 

:Monitoring garam adalah proses kegiatan yang dilakukan secara berkala pada keadaan (baik jenis maupun mutu,dll ) garam (NaCl) yang dikonsumsi oleh rumah tangga.

 

: Buku Petunjuk Monitoring Garam Tingkat Rumah Tangga.

 

 

 

 

 

A Persiapan :

1.     Metode pemantauan dilakukan dengan cara Survey Cepat dan pengambilan sampelnya dilakukan dengan metode sampel kluster

2.     Wawancara dilakukan kepada ibu rumah tangga

B Pelaksanaan :

1.     Petugas  memeriksa garam kepada ibu rumah tangga yg menjadi sampel

Dgn cara meneteskan 2 tetes yodium tes pada garam

2.     Perubahan warna garam setelah ditetesin yodium tes

             Ungu Pekat : Garam mengandung cukup yodium

            Ungu Pucat :Garam tidak mengandung cukup yodium

            Putih Tidak Berubah : garam tidak mengandung yodium

          3.Penentuan warna pada pemetaan :

                  - Warna Hitam : Apabila hasil pengujian garam yg kurang dan tidak

                     Beryodium > 30 %

                  - warna Merah : Apabila hasil pengujian garam yang kurang dan tidak

                     Beryodium 20 – 29,9 %

                  - Warna Kuning : Apabila hasil pengujian garam yang kurang dan tidak

                     Beryodium 5 19,9 %

                  - Warna Hijau :  Apabila hasil pengujian garam yang kurang dan tidak

                      Beryodium < 5 %

C. Waktu pelaksanaan Kegiatan Pemantauan Garam Yodium : Bulan Februari dan Agustus 2013

D.Monitoring & Evaluasi

1.     Monitoring  Dan Evaluasi

2.     Pencatatan dan Pelaporan

Pemetaan: Rumah tangga dari populasi posyandu terpilih.

 

: Garam dapur, Iodina tes

 

  • Register sasaran
  • Laporan hasil monitoring garam tingkat rumah tangga
  • Leaflet, poster

: Formulir Laporan Hasil Monitoring Garam Tingkat Rumah Tangga.

 

: Bidan Desa,Kader  Posyandu

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

PENGELOLAAN PROGRAM GIZI

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Suatu Kegiatan Pengumpulan,Pengelolaan,Analisa data, Merumuskan Masalah, Mengidentifikasi  Sasaran dan merumuskan tujuan serta Target Kegiatan dalam rangka menentukan kegiatan gizi sesuai dengan masalah yg ada. tenaga dan sarana untuk mencapai tujuan yang ditentukan

 

Tujuan

Tersusunnya kegiatan berdasarkan hasil,analisa masalah disesuaikandengan sumber daya yang ada

 

3. Kebijakan

 

 

 

 

4. Referensi

 

 

 

5.Prosedur/Langkah-langkah

 

A Persiapan :

1.     Mengidentifikasi masalah (Mengumpulkan,Mengolah,Menganalisa data)

2.     Menganalisis Masalah ( Membuat Peringkat Membandingkan dengan Target,Melihat Kecenderungan

3.     Menentukan Kegiatan

B  Pelaksanaan

1.     Menyusun Rencana Usulan Kegiatan (RUK)

2.     Menyusun Plan of Action (POA)Atau Rencana Pelaksanaan Kegiatan(RPK)

C Monitoring & Evaluasi :

1.     Tersusunnya  RUK  dan POA

 

6.Unsur Pelaksana

 

 

: Bidan Desa,Kader kadarzi

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

PELACAKAN KASUS GIZI BURUK

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

·       Inap Balita Gizi Buruk (BB/TB atau BB/PB<- 3 SD ) dengan atau tanpa gejala klinis.

·       Balita gizi buruk (BB/U <-3 SD dengan tanda klinis

·       Balita Gizi buruk Pasca Rawat

Tujuan

Meningkatkan berat badan dan status gizi balita melalui tata laksana Gizi Buruk

 

3. Kebijakan

 

-1. Buku Penanganan SKD/KLB Gizi Buruk Depkes RI tahun 2008

2. Buku WHO Antropometri tahun 2005 Depkes RI tahun 2010

3. Balita Gizi Buruk Pasca Rawat Inap

 

4. Referensi

 

Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Th 2014

Petunjuk teknis kegiatan Gizi tahun2015

Pedoman Gizi Seimbang Th 2014

 

5. Alat dan Bahan

Format W1

 

6.Prosedur/Langkah-langkah

 

A Persiapan :

1.      Mempersiapkan data gizi buruk yang ada dan ditangani (berdasarkan laporan kronologis,LSM,Media ,Desa )

2.     Lead

B Pelaksanaan :

1.     Validasi Hasil Berat Badan danTinggi Badan Balita Gizi Buruk untuk penentuan kasus

2.     Mengunjungi Rumah Kasus

3.     Wawancara dan Mengisi format kronologis temuan kasus dengan melakukan pengukuran antropometri,wawancara identitas kasus sesuai dengan format kronologis dengan konseling.

4.     Pemberian PMT sesuai dengan tatalaksana gizi buruk /sesuai tahapan.

C Monitoring & Evaluasi

1.     Pencatatan & Pelaporan /Memantau hasil pertumbuhan & Perkembangan TB/BB kasus dengan melaporkan perkembangan BB dan status Gizi

2.     Merujuk kasus dengan kegawat darurstan medis atau dengan penyakit yang beresiko ke RS/Membuat surat Pernyataan untuk kasus yang tidak mau dirujuk.

7.Unsur Pelaksana

 

 

: Dokter,TPG,Promkes,Surveilen,Kesling,Tokoh Masyarakat,PKK desa,Kader,LSM,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

SOP

DISTRIBUSI KAPSUL VITAMIN A

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

2.  PENGERTIAN

Vitamin A merupakan zat gizi yg penting (asensial) bagi manusia tentang zat gizi ini tidak dapat dibuat oleh tubuh.sehingga harus dipenuhi dari luar tubuh .prinsip dasar untuk mencegah dan menanggulangi masalah KVA adalah menyediakan vit A yg cukup untuk tubuh

3.  TUJUAN

Menurunkan prevalensi dan mencegah kekurangan vitamin A pada anak balita

3. Kebijakan

 

-Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

 

4. Referensi

 

Buku Pedoman Distribusi Vitamin A.

 

Petunjuk teknis kegiatan Gizi tahun2015

 

5. Alat dan Bahan

Kapsul Vit A 100.000 IU

Kapsul Vitamin A 200.000 IU

 

6.Prosedur/Langkah-langkah

 

1. Penentuan jumlah sasaran

A. Tingkat posyandu

- Anak balita dasar penentuan jumlah sasaran adalah registrasi di seluruh wilayah kerja posyandu.Registrasi dilakukan sebulan memjelang bulan kapsul vitamin A olek kader posyandu /PKK

Ibu nifas Jumlah sasaran ditentukan berdasarkan jumlah ibu bersalin .Angka tersebut dapat diperoleh dari registrasi sasaran dan laporan persalinan oleh tenaga kesehatan dan dukun bayi.

B. Tingkat Puskesmas

- Anak balita : Petugas puskesmas dibantu oleh kader dan bidan desa mengumpulkan hasil registrasi di posyandu hasil registrasi tersebut dijumlahkan hasil yang diperoleh merupakan jumlah sasatanuntuk tingkat puskesmas atau kecamatanyang kemudian dikirim di tingkat kabupaten

- Ibu nifas : petugas puskesmas mengumpulkan hasil registrasi sasaran KIA tiap desa ,laporan persalinan oleh nakes dan dukun bayiserta kohor ibu yg ada di puskesmas hasil perolehan merupakan jumlah sasaran untuk puskesmas.

2. Pengadaanm kapssul vitsmin A

Di posyandu/tempat lain yg sudah disepakati.Kapsul vitamin A sudahharus tersedia dalam jumlah yang cukup sebelum bulan pembagian kapsul

a.     Jumlah sasaran ,ditentukan berdasarkan registrasi ditingkat posyandu

b.     Stok kapsul dan penggunaannya dalam memesan kapsul harus memperhatikan stok yg masih ada.dalam penggunaannya hendaknya menggunakan sistim fifo

c.     Kemasan untuk pengiriman ke posyandu hendaknya tetap dalam kemasan botol ( jangan dibuka) dan sisanya tetap disimpan dalam botol di posyandu/tempat yg disepakati

d.     D jalur pengiriman pengiriman ke posyandu/tempat lain yg disepakati dilakukan menjelang bulan kapsul vitamin dilakukan oleh tenaga puskesmas dibantu bidan desa dan kader

e.     Penyimpanan kapsul agar tidak cepat rusak penyimpanan harus tetap dalam botol kemasan yang ditutup rapat dan disimpan di tempat teduh

 

7.Unsur Pelaksana

 

 

: Kader,Bidan desa

 

8.DOKUMEN PENDUKUNG

 

Laporan Vitamin A di Posyandu

Laporan Vitamin A di puskesmas

Laporan Vitamin A di tk Dinas kesehatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

DIET PADA PENYAKIT TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)

 

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Petugas gizi melakukan konsultasi gizi dan memberikan diet rendah garam kepada pasien hipertensi

 

Tujuan

Memberikan kosultasi gizi pada pasien hipertensi

 

Kebijakan

Pasien memperoleh pelayanan gizi sesuai dengan protap gizi sebagai standar pelayanan gizi

 

Prosedur

PROTAP DIET PADA PENYAKIT TEKANAN DARAH TINGGI ( HIPERTENSI )

 

1. Baca catatan medik pengunjung

2. Lakukan riwayat gizi dan Anamnesa Diet

3. Buat rencana diet sehari sesuai dengan hasil anamnesis diet dan pola kebiasaan makan

     Pasien

4. Jika dokter tidak menentukan diet, maka pasien untuk sementara diberikan diet rendah

     Garam III ( RG III )

5. Isilah leaflet Rg

6. Berikan penjelasan diet  ;

     a. Jika  diet RG III ( 2 gr garam dapur = ½ sendok teh ). Beri penjelasan bahwa 2 jenis 

        masakan dapat diberikan garam , yaitu 1 Jenis Masakan siang hari dan 1 Jenis masakan

 malam hari sedangkan yang lainnya tidak boleh.

    b. Bila  diet RG II ( 1 gr garam dapur = ¼ gram teh ) hanya 1 jenis masakan yg diberi garam

        untuk siang atau malam .

 c. Bila  diet RG I , semua hidangan tidak boleh diberikan garam dapur

7. Tunjukan dan berikan leafet diet RG, jelaskan kelompok bahan makanan yg rendah garam , bahan makanan yang boleh dimakan dan yg tidak boleh dimakan dan makanan yg dibatasi

8. Beri kesempatan pasien untuk bertanya

9. Buat kesepakatan dengan pasien untuk berkunjung 2 minggu kemudian untuk evaluasi asupan makan, BB dan tekanan darah

10. Catat pada kartu status jenis diet dan hasil konseling

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

DIET PADA GIZI LEBIH ( OBESITAS )

 

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Petugas gizi melakukan konsultasi gizi dan memberikan diet RENDAH ENERGI kepada pasien OBERITAS ( KEGEMUKAN )

 

Tujuan

Memberikan kosultasi gizi pada pasien OBESITAS

 

Kebijakan

Pasien memperoleh pelayanan gizi sesuai dengan protap gizi sebagai standar pelayanan gizi

 

Prosedur

PROTAP DIET PADA GIZI LEBIH ( OBESITAS )

 

1. Baca catatan medik pengunjung , Timbang BB pengunjung

2. Lakukan riwayat gizi, Anamnesa Diet dan pola makan

3. Buat rencana diet sehari sesuai dengan hasil anamnesis diet dan pola kebiasaan makan pasien

4. Jika dokter tidak mementukan diet, maka pasien untuk sementara diberikan diet rendah Kalori dengan energi yg di berikan 85 % - 90 % dari hasil anamnesis diet.

5. Bila diet permintaan dokter adalah

    a. Diet Rendah Enrgi I artinya energi yang diberikan adalah 1200 kal

    b  Diet Rendah Enrgi II artinya energi yang diberikan adalah 1500 kal

.   C. Diet Rendah Enrgi III artinya energi yang diberikan adalah 1700 kal

6. Tulis perencanaan diet yang diminta pada leafet

7. Jelaskan diet sesuai dengan permintaan , pembagian makan dalam sehari, daftar penukar dan food model

8. Diskusikan dengan pasien pengganti bahan makanan samapai pasien dapat memahami termasuk penjelasan makanan yg dapat dimakan

9. Anjurkan banyak maknan yg dapat memberikan rasa kenyang serti sayuran dan buah buahan

10. Sarankan untuk mencatat makanan sehari hari baik jenis maupun jumlahnya

11. untuk mempercepat penurunan BB, disarankan untul melakukan olah raga sacara teratur 3 kali seminggu salama 30 menit1

12.. Beri kesempatan pasien untuk bertanya

13 Buat kesepakatan dengan pasien untuk berkunjung 2 minggu kemudian untuk/ evaluasi asupan makan, BB

10. Catat pada kartu status jenis diet dan hasil konseling

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

DIET PADA GIZI  KEKURANGAN ENERGI PROTEIN ( KEP )

 

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Petugas gizi melakukan konsultasi gizi dan memberikan diet TETP kepada pasien  KEKURANGAN ENERGI PROTEIN ( KEP )

 

Tujuan

Memberikan kosultasi gizi pada pasien  KEP

 

Kebijakan

Pasien memperoleh pelayanan gizi sesuai dengan protap gizi sebagai standar pelayanan gizi

 

Prosedur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROTAP DIET TETP PADA KEP

 

1. Kaji hasil pengukuran BB dan Umur berdasarkan KMS

2. Amati keadaan kesehatan balita

    a. Bila balita mempunyai penyakit penyerta atau komplikasi, balita

        Dirujuk Ke dokter

    b. Bila balita BB nya pada KMS berada di diatas  garis merah dan

         dibawah pita kuning berilah penyuluhan gizi

         yg ditekankan pada jumlah porsi, frekuensi atau variasi makana

          nan dan anjurkan rajin ke Posyandu.

3. Bila tidak sakit dan pada KMS anak berada di bawah garis merah, maka pelayanan gizi

     Mengikuti  :

     a. Lakukan anamnesis dan riwayat gizi balita, amati jumlah porsi, frekuensi dan jenis

          makanan yg diberikan

    b.  Siapkan diet lunak/ Lumat untuk anak balita berdasarkan macam jumlah gizi sesuai

         umur ( AKG )

4. Bila balita sakit dan KMS berada di bawah garis merah , maka langkah-langkahnya :

    a. Lakukan anamnesis dan riwayat gizi balita

    b. Tentukan status gizinya jika masuk dalam giizi buruk berat lakukan rujukan ke rumah

        sakit, tetapi jika ringan layani di POZI

    c. Tentukan kebutuhan kalori dan protein anak KEP ringan dengan memberikan

         diet TETP ( Tinggi Eniergi Tinggi Protein ) yaitu Kalori : 100-150 Kal/Kg BB dan

         protein 2-3 gr/ kg BB.

5. Tulis diet anak pada leaflet maknanan anak, dengan memperhatikan frekuensi, jumlah

    Dan jenis

6. Jelaskan makanan anak saat ini perlu ditambah dengan cara meningkatkan jumlah

    Porsi, frekwensi dan menambah variasi bahan makanan.

7. Anjurkan diet anak selalu terdiri dari aneka ragam bahan makanan tetapi disiapkan dalam

   Bentuk lumat atau lunak.

8. Sarankan ibu menyiapkan makanan dalam porsi kecil yaitu 3 kali makanan untuk bayi

    Umur  sampai 9 bulan dan ditambah 2 kali makanan selingan untu umur 9-24 bulan.

     ASI tetap diberikan

9. Beri kesempatan pasien untuk bertanya

10.  Buat kesepakatan dengan pasien untuk berkunjung 2 minggu kemudian untuk evaluasi  

       Asupan makanan,BB

11.  Catat pada kartu status jenis diet dan hasil konseling

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

DIET PADA PENYAKIT KENCING MANIS

( DIABETES MELLITUS / DM )

 

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Petugas gizi melakukan konsultasi gizi dan memberikan diet DM  kepada pasien  KENCING MANIS

 

Tujuan

Memberikan kosultasi gizi pada pasien  DM

 

Kebijakan

Pasien memperoleh pelayanan gizi sesuai dengan protap gizi sebagai standar pelayanan gizi

 

Prosedur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROTAP DIET PADA PENYAKIT DM

1. Baca catatan medik pengunjung , Timbang BB pengunjung

2.Tentukan kategori BB pada kurus/normal/gemuk dan hitung kebutuhan kalori sesuai dengan jenis kelamin dan aktivitas

3. Lakukan riwayat gizi, Anamnesa Diet dan pola makan

4. Jika dokter tidak menentukan jenis Diet DM maka gunakan patokan sebagai berikut ;

     a. BB Kurus diberikan diet 2300-2500 kalori

     b. BB normal diberikan 1700- 2100 kalori

     c. Gemuk diberikan 1300-1500 kalori

5. Pengunjung yg diberikan pelayanan gizi adalah pengunjung dengan kriteria berikut ;

    a. Reduksi urine positif 1 ( + ) dan 2 ( ++ )

    b. Tidak ada komplikasi

6. Jika dijumpai pengunjung diluar kriteria ini langsung rujuk ke RS

7. Rencanakan diet pengunjung sesuai permintaan dokter perhitungkan kebutuhan kalori dan pola makan pengunjung

8. Siapkan laflet diet DM ( yg sesuai ) dan standar diet DM( I,II,II,IV,V,VI,VII,VIII) kemudian tulis susun menu sehari dalam daftar diet DM sesuai standar diet DM

9. Siapkan daftar pengganti bahan makanan, food model dan laeflet  yg telah diisi

10. jelaskan diet DM sesuai permintaan dokter dan porsi makan sesuai dengan pembagian makan sehari, dengan menggunakan food model

11. jelaskan kelompok bahan makanan yang boleh, tidak boleh dan yg dibatasi

12. Anjurkan untuk mencatat makanan yg dimakan  baik jenis maupun jumlahnya  setiap hari

13 . Jika memungkinkan timbang makanan yg dimakan

14.  Buat kesepakatan dengan pasien untuk berkunjung 2 minggu kemudian untuk evaluasi asupan makan, BB

15 .  Catat pada kartu status jenis diet dan hasil konseling

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

PROSEDUR TETAP

PELAYANAN GIZI PASIEN RAWAT INAP

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

2.  PENGERTIAN

Pelayanan gizi rawat inap  merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari kegiatan asuhan gizi pasien ranap yg meliputi kegiatan pengelolaan makanan ranap dan konsultasi gizi  serta kegiatan  penyuluhan kelompok /missal pasien ranap sebagai tindak lanjut fungsi kegiatan pengadaan atau penyediaan makanan pasien guna mencapai tujuan pelayanan gizi

3.  TUJUAN

Mewujudkan fungsi pelayanan gizi untuk mempercepat penyembuhan melalui pemenuhan asupan gizi,upaya edukasi (Perubahan sikap terhadap gizi)selama perawatan.dan Upaya preventif/pecegahan penyakit dengan gizi seimbang

4.  KEBIJAKAN

Dokter,Perawat,Ahli Gizi

5.  PROSEDUR

5.1 Pengkajian Status Gizi

 - Antropometri :

          * Untuk pasien aktif diukur BB dan TB

          * Untuk Pasien Pasif diukur LLA dan TB

 

- KLINIS

- BIOKIMIA

- - PENGKAJIAN DIET

          *Anamnesis Gizi

          * Analisa diet

5.2 INTERVENSI

- Penentuan preskripsi diet awal/sementara

- Penentuan preskripsi diet definitif

- Perubahan preskripsi diet

5.3 Penyuluhan pada pasien dan keluarganya ttg diet pasien selama dirawat

5.4 Pemantauan Konsumsi Makanan

5.5 Pemantauan Status Gizi :

           * Berat badan dewasa

           * Berat badan anak dan bayi

           * Tinggi badan

           * Lingkar lengan atas

           * Pemeriksaan Klinis

           * Kunjungan

           * Pemeriksaan Biokimia Apabila diperlukan

5.6 Penyuluhan gizi pada pasien dan keluarga saat akan pulang

 

6.  RUANG LINGKUP

BPU,BPA,VK ,RAWAT INAP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

CARA MEMASANG REGULATOR GAS ELPIJI

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Cara Memasang Regulator gas elpiji

 

Tujuan

Untuk  Keamanan & menghindari kebocoran gas

 

Sasaran

Langsung :

Tidak Langsung :

 

Prosedur

A.    Cara memasang regulator elpiji pada kompor gas :

Siapkan obeng untuk pengencangan dancairansabununtuk memeriksa kebocoran.

Siapkan regulator,selang (usahakan yg berpelindung baja,klem (2 biji).

Masukkan Selang kedalam klem

Klem dalam keadaan kendor

Masukan Pipa yang ada pada Kompor Gas kedalam lubang salah satu ujung selang.

Kencangkan klem menggunakan obeng secukupnya

Masukkan klem satunya ke ujung selang satunya dan masukkan pipa(lubang keluaran regulator)kedalam lubang selang dan kencangkan klemnya.pastikan pemasangan sdah benar.

B.    Cara memasang regulator elpiji pada tabung gas :

Buka pelindung katup elpiji yang ada pada tabung gas.Periksa seal gasket dan pastikan ada dan bagus.selanjutnya pasangkan regulator dengan menekan menggunakan tangan kiri dan putar Knob regulator searah jarum sejauh ¼ putaran,lanjutkan ¼ putaran lagi ke posisi “ON”

Kalau menggunakan regulator yang ada meterannya pastikan meteran menunjukkan bahwa tabung ada gasnya.Periksa kebocoran pada sambungan regulator dengan tabung gas,jika bocor ganti seal gasket yang ada pada katup tabung gasnya dan pastikan tidak ada kebocoran indikasi kebocoran adalah bau yang terus menerus atau ada suara desisan

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

PERSIAPAN  BAHAN MAKANAN

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Serangkaian kegiatan dalam penanganan bahan makanan yaitu meliputi berbagai proses antara lain membersihkan,memotong,mengupas,mengocok,merendam dll.

 

Tujuan

Mempersiapkan bahan-bahan makanan serta bumbu-bumbu sebelum dilakukan pemasakan

 

Sasaran

Langsung :

Tidak Langsung :

Prosedur

Prasyarat dari penerimaan bahan makanan :

1.     Tersediannya bahan makanan yang akan disiapkan

2.     TersedianyaPeralatan persiapan

3.     Tersediannya protap persiapan

4.     Tersediannya aturan proses-proses persiapan

6.1 Persiapan bahan makanan ada 3 macam yaitu :

1.     Persiapan makanan pokok ( beras )

2.     Persiapan Lauk hewani

3.     Persiapan Sayuran

Makanan pokok disiapkan berdasarkan standar beras dikali dengan standar porsi makanan pokok

STANDAR PORSI MAKANAN POKOK :

Makanan pokok

siang

sore

sarapan

Nasi (gram)

110

100

75

Tim (gram)

65

65

65

Bubur (gram)

50

50

50

6.2 Persiapan lauk hewani berdasarkan standar porsi yang ditetapkan

6.3 Persiapan Sayur klas III .

      - Sayur disiapkan sesuai dgn jenis dan Jumlah yang dibutuhkan.

      - Daftar jenis dan jumlah yang harus disiapkan dicantumkan pada

         Papan persiapan.

      -Pemotongan bentuk sayuran berdasarkan standar resep

6.  RUANG LINGKUP

VK ,RAWAT INAP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

PENGOLAHAN  BAHAN MAKANAN

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Serangkaian kegiatan Mengubah ( Memasak) bahan makanan mentah menjadi makanan yang siap dimakan,berkualitas dan aman untuk dikonsumsi

 

Tujuan

Mengurangi resiko kehilangan zat-zat gizi bahan makanan,meningkatkan nilai cerna,meningkatkan dan mempertahankan warna,rasa,keempukan,danpenampilan makanan,Bebas dari organism dan zat yang berbahaya untuk tubuh.

 

Prosedur

Prasyarat

1.     Tersediannya Siklus Menu

2.     Tersediannya peraturan penggunaan bahan Tambahan Pangan( BTP )

3.     Tersediannya bahan makanan yg akan diolah

4.     Tersediannya peralatan pengolahan bahan makanan

5.     Tersedia aturan penilaian

6.     Tersedianya Protap Pengolahan

Pengolahan makanan di DTP Jonggol

-          Tenaga Pengolahan hanya 1 org dimulai dari pengolahan makanan pokok,lauk & sayur,pengolahan snack berkuah

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

PENDISTRIBUSIAN  MAKANAN

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Serangkaian kegiatan penyaluran makanan sesuai dengan jumlah porsi dan jenis makanan Konsumen yang dilayani,khususnya pasien tergantung jenis diitnya.

 

Tujuan

Penampilan menarik mengguggah selera makan pasien

Prosedur

Syarat distribusi /penyaluran makanan:

-          Tersedianya standar pemberian makanan rumah sakit yang menyangkut standar penyediaan energy dan zat gizi lainnya sesuai dietetika

-          Tersedianya standar porsi yang ditetapkan Puskesmas

-          Adanya peraturan pengambilan makanan

-          Adanya bon permintaan makanan

-          Tersediannya makanan sesuai ketentuan diet pasien

-          Tersediannya peralatan makanan

-          Tersediannya sarana pendistribusian makanan

-          Adanya jadwal pendistribusian makanan di dapur utama

Puskesmas Jonggol Memakai Sistim Distribusi/Penyaluran makanan yang dipusatkan ( SENTRALISASI)Dimana makanan pasien dibagi dan disajikan dalam alat  makan sekaligusdi tempat pengolahan makanan.

Keuntungan : Menggunakan sistim distribusi SENTRALISASI diantaranya adalah menghemat tenaga dan biaya,pengawasan dapat dilakukan dengan mudah dan teliti,ruangan pasien terhindar dari keributan dan bau masakan yang menyebar saat pembagian makanan dan pekerjaan dilakukan lebih cepat.

Kelemahannya : Butuh tempat (troli) yang lebih luas/besar, tambahan biaya untuk peralatan,perlengkapan serta pemeliharaan,makanan sdh dingin saat sampai ke tangan konsumen,makanan mungkin sudah tercampur sehingga tampilan kurang menarik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

DIET  ASAM  URAT

 

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Petugas gizi memberikan konsultasi dan memberikan Diet Asam Urat kepada pasien dengan kadar asam urat tinggi

 

Tujuan

Memberikan konsultasi gizi pada pasien dengan kadar asam urat tinggi

 

Prosedur

PROTAP DIET ASAM URAT

1.   Baca catatan medik pasien, timbang BB, ukur TB pasien

2.   Tentukan kategori BB pada sangat kurus/kurus/normal/gemuk/obesitas dan hitung kebutuhan kalori sesuai dengan jenis kelamin dan aktivitasnya.

3.   Lakukan anamnesa riwayat gizi, anamnesa diet dan pola makan

4.   Syarat – syarat Diet Asam Urat :

a.   Energi sesuai dengan kebutuhan tubuh

b.   Protein cukup, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total

c.   Lemak sedang, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total

d.   Karbohidrat, sisa dari kebutuhan energi total

e.   Hindari bahan makanan sumber protein yang mengandung purin           > 100 mg/ 100 g bahan makanan

f.    Makanan yang menghasilkan sisa basa tinggi diutamakan, dan yang menghasilkan sisa asam tinggi dibatasi

g.   Cairan tinggi, yaitu 2,5 – 3 liter / hari, separonya berasal dari air putih

h.   Mineral dan vitamin cukup

5.   Siapkan leaflet Diet Asam Urat yang sudah diisi, Daftar Pengganti Bahan Makanan dan Food Model.

6.   Jelaskan Diet Asam Urat, porsi makan dan makanan pengganti dengan food model

7.   Jelaskan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan serta makanan yang dibatasi

8.   Anjurkan untuk mencatat makanan yang dimakan baik jenis maupun jumlahnya setiap hari

9.   Catat hasil konsultasi gizi pada kartu status pasien

10.   Buat kesepakatan dengan pasien untuk berkunjung 2 minggu kemudian untuk evaluasi asupan makanan, BB dan kadar asam urat

11.   Pasien yang diberikan pelayanan gizi adalah pasien dengan kadar asam urat melebihi batas normal dan tanpa komplikasi, apabila ada komplikasi langsung dirujuk ke rumah sakit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

DIET  RENDAH  PURIN

 

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Petugas gizi memberikan konsultasi dan memberikan Diet Asam Urat kepada pasien dengan kadar asam urat tinggi ( > 7,5 mg/dl )

 

Tujuan

Memberikan konsultasi gizi pada pasien dengan kadar asam urat tinggi           ( > 7,5 mg/dl )

 

Prosedur

PROTAP DIET RENDAH PURIN

1.   Baca catatan medik pasien, timbang BB, ukur TB pasien

2.   Tentukan kategori BB pada sangat kurus/kurus/normal/gemuk/obesitas dan hitung kebutuhan kalori sesuai dengan jenis kelamin dan aktivitasnya.

3.   Lakukan anamnesa riwayat gizi, anamnesa diet dan pola makan

4.   Syarat – syarat Diet Rendah Purin :

a.   Energi sesuai dengan kebutuhan tubuh

b.   Protein cukup, yaitu 1,0-1,2 g/kg BB atau 10-15% dari kebutuhan energi total

c.   Lemak sedang, yaitu 10-20% dari kebutuhan energi total

d.   Karbohidrat dapat diberikan lebih banyak, yaitu 65 – 75% dari kebutuhan energi

e.   Hindari bahan makanan sumber protein yang mengandung purin           > 150 mg/ 100 g bahan makanan

f.    Cairan disesuaikan dengan urine yang dikeluarkan setiap hari. Rata – rata cairan yang dianjurkan adalah 2 -  2,5 liter / hari

g.   Mineral dan vitamin cukup

5.   Siapkan leaflet Diet Rendah Purin yang sudah diisi, Daftar Pengganti Bahan Makanan dan Food Model.

6.   Jelaskan Diet Asam Urat, porsi makan dan makanan pengganti dengan food model

7.   Jelaskan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan serta makanan yang dibatasi

8.   Anjurkan untuk mencatat makanan yang dimakan baik jenis maupun jumlahnya setiap hari

9.   Catat hasil konsultasi gizi pada kartu status pasien

10.   Buat kesepakatan dengan pasien untuk berkunjung 2 minggu kemudian untuk evaluasi asupan makanan, BB dan kadar asam urat.

11.   Pasien yang diberikan pelayanan gizi adalah pasien dengan kadar asam urat > 7,5 mg/dl dan tanpa komplikasi, apabila ada komplikasi langsung dirujuk ke rumah sakit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

DIET  KOMPLIKASI KEHAMILAN

( DIET HIPEREMESIS )

 

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Petugas gizi memberikan konsultasi dan memberikan Diet Hiperemesis kepada pasien / ibu hamil yang mengalami rasa mual dan muntah yang berlebihan dalam waktu  relatife lama ( sampai trimester II )

 

Tujuan

Memberikan konsultasi gizi pada pasien / ibu hamil yang  mengalami tanda dan gejala hiperemesis

 

Prosedur

PROTAP DIET HIPEREMESIS

1.   Baca catatan medik pasien, timbang BB  pasien, ukur LiLA

2.   Tentukan kategori BB pada sangat kurus/kurus/normal/gemuk/obesitas dan hitung kebutuhan kalori

3.   Lakukan anamnesa riwayat gizi, anamnesa diet dan pola makan

4.   Syarat – syarat Diet Hiperemesis :

a.   Karbohidrat tinggi, yaitu 75 – 80% dari kebutuhan energy total

b.   Protein sedang, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total

c.   Lemak rendah, yaitu ≤ 10% dari kebutuhan energi total

d.   Makanan diberikan dalam bentuk kering

e.   Pemberian cairan disesuaikan dengan keadaan pasien, yaitu 7 – 10 gelas per hari

f.    Makanan mudah cerna dan tidak merangsang saluran cerna

g.   Makanan diberikan dalam porsi kecil dan ditingkatkan sesuai keadaan dan kebutuhan pasien

5.    Siapkan leaflet Diet Hiperemesis yang sudah diisi, Daftar Pengganti Bahan Makanan dan Food Model.

6.   Jelaskan Diet Hiperemesis, porsi makan dan makanan pengganti dengan food model

7.   Jelaskan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan

8.   Anjurkan untuk mencatat makanan yang dimakan baik jenis maupun jumlahnya setiap hari

9.   Catat hasil konsultasi gizi pada kartu status pasien

10.   Buat kesepakatan dengan pasien untuk berkunjung kembali untuk evaluasi asupan makanan, BB dan LiLA

11.   Pasien yang diberikan pelayanan gizi adalah pasien / ibu hamil yang mengalami  tanda dan gejala hiperemesis

12.   Apabila keadaan pasien tidak membaik, dirujuk ke rumah sakit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

DIET  KOMPLIKASI KEHAMILAN

( DIET PREEKLAMPSIA )

 

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Petugas gizi memberikan konsultasi dan memberikan Diet Peeklampsia kepada pasien / ibu hamil yang mengalami tanda dan gejala hipertensi, proteinuria, oedema, mudah timbul kemerah – merahan, mual, muntah, pusing, nyeri lambung, oliguria, gelisah dan kesadaran menurun pada saat  usia kehamilan masuk minggu ke dua puluh

Tujuan

Memberikan konsultasi gizi pada pasien / ibu hamil yang  mengalami tanda dan gejala preeklampsia

 

Prosedur

PROTAP DIET PREEKLAMPSIA

1.   Baca catatan medik pasien, timbang BB  pasien, ukur LiLA

2.   Tentukan kategori BB pada sangat kurus/kurus/normal/gemuk/obesitas dan hitung kebutuhan kalori

3.   Lakukan anamnesa riwayat gizi, anamnesa diet dan pola makan

4.   Syarat – syarat Diet Preeklampsia :

a.   Energi dan semua zat gizi cukup.

b.   Protein tinggi, yaitu 1,5 – 2 g/kg BB

c.   Lemak sedang

d.   Vitamin cukup; vitamin C dan B6 diberikan sedikit lebih tinggi

e.   Mineral cukup terutama kalsium dan kalium

f.    Garam diberikan rendah sesuai dengan berat ringannya retensi garam /air.

g.   Penambahan berat badan diusahakan dibawah 3 kg/bulan atau dibawah      1 kg/ minggu

h.   Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan makan pasien

i.     Cairan diberikan 2500 ml sehari. Pada keadaan oliguria, cairan dibatasi dan disesuaikan dengan cairan yang keluar melalui urine, muntah, keringat, dan pernapasan.

5.   Siapkan leaflet Diet Preeklampsia yang sudah diisi, Daftar Pengganti Bahan Makanan dan Food Model.

6.   Jelaskan Diet Preeklampsia,  porsi makan dan makanan pengganti dengan food model

7.   Jelaskan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan

8.   Anjurkan untuk mencatat makanan yang dimakan baik jenis maupun jumlahnya setiap hari

9.   Catat hasil konsultasi gizi pada kartu status pasien

10.   Buat kesepakatan dengan pasien untuk berkunjung kembali untuk evaluasi asupan makanan, BB dan LiLA

11.   Pasien yang diberikan pelayanan gizi adalah pasien / ibu hamil yang mengalami tanda dan gejala preeclampsia

12.   Apabila keadaan pasien tidak membaik, dirujuk ke rumah sakit

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

DISTRIBUSI MP - ASI

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Serangkaian kegiatan yang terdiri dari :

1.Pemberian makanan bergizi di samping Air Susu Ibu ( ASI ) kepada bayi umur 6 -11 bulan dalam bentuk MP ASI bubuk atau tepung

2.Pemberian makanan bergizi disamping ASI (ASI) kepada bayi usia 12-24 bulan dalam bentuk MP-ASI padat

3. Pemberian makanan bergizi Kepada ibu hamil dgn KEK Lila < 23,5 Usia Kehamilan Trimester IV.

Tujuan

Untuk Menanggulangi dan mencegah terjadinya gizi buruk dan gizi kurang sekaligus mempertahankan status gizi baik pada bayi ( 6-11 bulan) dan anak (12-24 bulan )

 

Prosedur

1.     Menyiapkan data jumlah sarana ,membuat rencana kebutuhan serta rencana distribusi MP-ASI kepada sasaran.

2.     Mendistribusikan MP-ASI Kepada sasaran melalui bantuan kader posyandu atau bidan desa.

3.     Melakukan Pemantauan BB dan TB/PB sasaran di posyandu setiap bulannya selama 3 bulan berturut-turut.

4.     Melakukan penentuan status gizi sasaran setelah dilaksanakan pemberian MP – ASI Selama 90 hari.

5.     Memperoleh hasil status gizi sasaran berdasarkan standar

6.     Membuat pencatatan berupa hasil komunikasi selama 90 hari perkembangan BB,Penilaian status gizi awal dan akhir sasaran serta format laporan tingkat puskesmas..

7.     Pelaporan Kegiatan MP-ASI Tingkat Puskesmas Ke Dinas Kesehatan.

Unsur Pelaksana

Bidan Desa dan kader Posyandu

 

Dokumen Pendukung

Pedoman Pelaksanaan pendistribusian dan pengelolaan MP ASI

 

 

 

UPT PUSKESMAS JONGGOL

Kab. Bogor

 

PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA

 

 

SOP

No dokumen

:

 

No revisi

:

 

Tanggal terbit

:

 

Halaman

:

 

 

 

 

 

 

Dr.Hj. Dina Indriyanti

NIP 197203162002122003

Pengertian

Serangkaian kegiatan pemantauan dan Pembinaan proses kegiatan penimbangan balita di posyandu yang terdiri dari :

·       1. Penilaian pertumbuhan anak secara teratur melalui penimbangan berat badan setiap bulan,pengisian KMS menentukan status pertumbuhan berdasarkan hasil penimbangan berat badan dibandingkan dengan umur.

·       2.Menindak lanjuti setiap kasus gangguan pertumbuhan

Tujuan

Mencegah memburuknya keadaan gizi sebagai upaya meningkatkan keadaan gizi dan mempertahankan keadaan gizi yang baik

 

3. Kebijakan

 

Buku Pemantauan Pertumbuhan balita Depkes RI

Kartu Menuju Sehat ,Depkes RI Tahun 2009

Buku WHO Antropometri tahun 2005 Depkes RI tahun 2008

 

4. Referensi

 

Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas

Petunjuk teknis kegiatan Gizi tahun2015

 

 

5. Alat dan Bahan

KMS,Dacin,Microtoice,Pengukur  Panjang Badan

 

6.Prosedur/Langkah-langkah

 

1.Membuat jadwal posyandu

2. Mengikuti proses pelaksanaan pemantauan pertumbuhan di Posyandu

3.Mengecek kelengkapan sarana ,peralatan,dan form pencatatan pelaporan di posyandu.

4.Mengecek Pemasangan dacin dan microtoice

5. Mengecek cara kader menimbang dan mengukur balita

6. Mengecek cara pengisian KMS dan cara penentuan status pertumbuhan balita

7.Mengecek cara pencatatan dan pelapran hasil pemantauan pertumbuhan  pada buku SIP dan F1 Gizi

8.Bersama kader merekap balita BGM,2T dan gizi buruk

9.Memvalidasi balita BGM,2T dan gizi Buruk

10.Mendata balita 2 T dan Gizi Buruk

11.Merujuk balita 2 T dan Gizi Buruk

12.Mengevaluasi hasil  pemantauan pertumbuhan (N,T,O,B,K/S,D/S,N/S,N/D)

13.Memberi masukan dan saran kepada kader tentang hal-hal yang berkaitan dengan Proses Pelaksanaan Pemantauan di Posyandu

7.Unsur Pelaksana

 

 

: Kader,Bidan desa,Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas

 

Dokumen Pendukung

Buku SIP,KMS,F1 Gizi,Form Rujukan Balita 2T atau Gizi Buruk,Standar WHO 2005

 

 

No comments:

Post a Comment