FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA)
UNIT PELAYANAN LOKET PENDAFTARAN
UPTD PUSKESMAS SEPAUK
|
Unit Kerja |
Loket
Pendaftaran |
|
|
Proses yang dianalisis |
SOP
Alur Pendaftaran Pasien |
|
|
TIM FMEA |
Nama |
Peran |
|
Ketua |
dr.
March F.J.L Tobing |
Melakukan
koordinasi dalam pelaksanaan FMEA |
|
Anggota |
dr.
Rahendra Wijaya |
Melakukan
FMEA |
|
|
drg.
Rizkia Kurnianingrum |
Melakukan
FMEA |
|
|
Karolina |
Melakukan
FMEA |
|
|
Emi
J, Amd. Kep |
Melakukan
FMEA |
|
Notulen |
Erningtyas
V.G, Amd. Kep |
Mencatat
proses FMEA |
|
|
|
|
I.
Alur
Proses yang akan dianalisis:
|
A.
Kunjungan baru 1.
Petugas menyapa pasien dengan mengucapkan salam 2.
Petugas menanyakan kepada pasien apakah membawa kartu identitas berupa kartu keluarga,KTP, atau SIM, dan
kartu asuransi ASKES,BPJS, atau kartu KIS. 3.
Petugas mencatat identitas pasien di buku register pendaftaran pasien, menginput
data ke computer, dan membuat kartu
indeks pasien. 4.
Petugas membuat kartu berobat sesuai no urut. 5.
Petugas mencatat identitas pasien di form Rekam Medis. 6.
Petugas mengecap tanggal di form Rekam Medis. 7.
Petugas mengecap poli tujuan pasien. 8.
Petugas menyerahkan kartu tanda berobat kepada pasien. 9.
Petugas memberi tahu kepada pasien setiap berobat kartu harus dibawa dan kartu berobat hanya berlaku untuk satu orang, kartu berobat tidak boleh sampai hilang. Bila berobat kembali kartu harus di bawa jika tidak membawa kartu berobat akan dilayani 1 jam kemudian. 10. Petugas mempersilakan
pasien untuk membayar uang pendaftaran di kasir lalu mempersilakan pasien
menunggu di ruang tunggu. B.
Kunjungan lama 1.
Petugas menyapa pasien dengan mengucapkan salam. 2.
Petugas menanyakan kartu berobat pasien. 3.
Petugas mencatat identitas pasien di buku register pendaftaran. 4.
Petugas mengambil Rekam Medis pasien sesuai dengan nomor kartu berobat. 5.
Petugas
mengisi buku ekspedisi Rekam Medis. 6.
Petugas mengecap tanggal di form Rekam Medis. 7.
Petugas menanyakan poli tujuan pasien. 8.
Petugas menyerahkan kartu tanda berobat kepada pasien. 9.
Petugas mempersilakan pasien untuk membayar uang pendaftaran di
kasir lalu mempersilakan pasien menunggu di ruang tunggu. |
II.
Identifikasi
Failure Mode:
|
No. |
Tahapan
Proses |
Failure
modes |
|
1 |
Petugas menyapa pasien dengan mengucapkan salam |
- |
|
2 |
Petugas menanyakan kepada pasien apakah membawa kartu identitas berupa kartu keluarga,KTP, atau
SIM, dan kartu asuransi ASKES,BPJS, atau kartu KIS. |
Waktu
tunggu pendaftaran lebih lama jika pasien tidak membawa identitas Pasien
lansia menunggu lama di loket Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
|
3 |
Petugas mencatat identitas pasien di buku
register pendaftaran pasien, menginput data ke computer, dan membuat kartu indeks pasien |
Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
|
4 |
Petugas membuat kartu berobat sesuai no urut. |
Kesalahan
pemberian no. RM |
|
5 |
Petugas mencatat identitas pasien di form Rekam Medis. |
Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
|
6 |
Petugas membubuhkan
stempel tanggal di form Rekam Medis. |
Tanggal
tidak sesuai dengan tanggal waktu berobat |
|
7 |
Petugas membubuhkan
stempel poli
tujuan pasien. |
Kesalahan
poli tujuan |
|
8 |
Petugas menyerahkan kartu tanda berobat kepada pasien. |
Kartu
berobat tertukar dengan pasien lain Kartu
berobat tertinggal di meja pendaftaran |
|
9 |
Petugas memberi
tahu kepada pasien setiap berobat kartu harus
dibawa dan
kartu berobat hanya berlaku untuk
satu orang, kartu berobat tidak
boleh sampai hilang. Bila berobat kembali kartu harus di bawa jika tidak
membawa kartu
berobat akan dilayani
1 jam kemudian. |
- |
|
10 |
Petugas mempersilakan pasien untuk membayar uang pendaftaran di kasir
lalu mempersilakan pasien menunggu di ruang tunggu. |
Pasien
tidak membayar uang pendaftaran |
III.
Tujuan
Melakukan analisis FMEA:
|
1. Untuk
membuat SOP 2. Untuk
memperbaiki prosedur 3. Untuk
merubah desain |
IV.
Identifikasi
akibat jika terjadi failure mode untuk tiap-tiap failure mode:
|
No. |
Tahapan Proses |
Failure Mode |
Akibat |
|
1 |
Petugas menyapa pasien dengan mengucapkan salam |
- |
- |
|
2 |
Petugas menanyakan kepada pasien apakah membawa kartu identitas berupa kartu keluarga,KTP, atau SIM, dan kartu asuransi ASKES,BPJS, atau
kartu KIS. |
Waktu
tunggu pendaftaran lebih lama jika pasien tidak membawa identitas Pasien
lansia menunggu lma di loket Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
Kepuasan pelanggan berkurang Kepuasan pelanggan berkurang Salah identifikasi |
|
3 |
Petugas mencatat identitas pasien di buku register pendaftaran pasien, menginput
data ke computer, dan membuat kartu
indeks pasien |
Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
Salah identifikasi |
|
4 |
Petugas membuat kartu berobat sesuai no urut. |
Kesalahan
pemberian no. RM |
- No.
RM double - No.
RM tidak berurutan - Salah
identifikasi |
|
5 |
Petugas mencatat identitas pasien di form Rekam Medis. |
Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
Salah identifikasi |
|
6 |
Petugas membubuhkan
stempel tanggal di form Rekam Medis. |
Tanggal
tidak sesuai dengan tanggal waktu berobat |
Salah saat mencatat laporan |
|
7 |
Petugas membubuhkan
stempel poli tujuan pasien. |
Kesalahan
poli tujuan |
RM tidak tepat sasaran |
|
8 |
Petugas menyerahkan kartu tanda berobat kepada pasien. |
Kartu
berobat tertukar dengan pasien lain Kartu
berobat tertinggal di meja pendaftaran |
Kesulitan saat akan berobat lagi |
|
9 |
Petugas memberi tahu kepada pasien setiap berobat kartu harus dibawa dan kartu berobat hanya berlaku untuk satu orang, kartu berobat tidak boleh sampai hilang. Bila berobat kembali kartu harus di bawa jika tidak membawa kartu berobat akan dilayani 1 jam kemudian. |
- |
- |
|
10 |
Petugas mempersilakan
pasien untuk membayar uang pendaftaran di kasir lalu mempersilakan pasien
menunggu di ruang tunggu. |
Pasien
tidak membayar uang pendaftaran |
Pendapatan puskesmas berkurang |
V.
Identifikasi
kemungkinan penyebab dari tiap failure mode, dan upaya-upaya yang sudah
dilakukan untuk mengatasi failure mode:
|
No. |
Tahapan proses |
Failure Mode |
Akibat |
Penyebab |
Upaya
yang telah dilakukan |
|
1 |
Petugas menyapa pasien dengan mengucapkan salam |
- |
- |
- |
- |
|
2 |
Petugas menanyakan kepada pasien apakah membawa kartu identitas berupa kartu keluarga,KTP, atau SIM, dan kartu asuransi ASKES,BPJS, atau
kartu KIS. |
Waktu
tunggu pendaftaran lebih lama jika pasien tidak membawa identitas Pasien
lansia menunggu lam di loket Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
Kepuasan pelanggan berkurang Kepuasan pelanggan berkurang Salah identifikasi |
Pasien tidak membawa identitas |
Pasien menuliskan identitasnya pada
secarik kertas |
|
3 |
Petugas mencatat identitas pasien di buku register pendaftaran pasien, menginput
data ke computer, dan membuat kartu
indeks pasien |
Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
Salah identifikasi |
Petugas kurang teliti |
Konfirmasi ulang kepada pasien |
|
4 |
Petugas membuat kartu berobat sesuai no urut. |
Kesalahan
pemberian no. RM |
Salah
identifikasi |
- No.
RM double - No.
RM tidak berurutan |
Mengecek no.urut RM |
|
5 |
Petugas mencatat identitas pasien di form Rekam Medis. |
Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
Salah identifikasi |
Petugas kurang teliti Kartu identitas pasien tertukar |
Konfirmasi ulang kepada pasien |
|
6 |
Petugas membubuhkan
stempel tanggal di form Rekam Medis. |
Tanggal
tidak sesuai dengan tanggal waktu berobat |
Salah saat mencatat laporan |
Petugas kurang teliti |
Petugas bekerja dengan teliti |
|
7 |
Petugas membubuhkan
stempel poli tujuan pasien. |
Kesalahan
poli tujuan |
RM tidak tepat sasaran Waktu tunggu pelayanan jadi lebih lama |
-Petugas kurang teliti -Pasien tidak menyebutkan poli tujuan |
Konfirmasi ulang kepada pasien |
|
8 |
Petugas menyerahkan kartu tanda berobat kepada pasien. |
Kartu
berobat tertukar dengan pasien lain Kartu
berobat tertinggal di meja pendaftaran |
Kesulitan saat akan berobat lagi |
Pasien banyak yang mengantri di depan
loket |
Mengingatkan kepada pasien, meminta
pasien duduk dulu |
|
9 |
Petugas memberi tahu kepada pasien setiap berobat kartu harus dibawa dan kartu berobat hanya berlaku untuk satu orang, kartu berobat tidak boleh sampai hilang. Bila berobat kembali kartu harus di bawa jika tidak membawa kartu berobat akan dilayani 1 jam kemudian. |
- |
- |
- |
- |
|
10 |
Petugas mempersilakan
pasien untuk membayar uang pendaftaran di kasir lalu mempersilakan pasien
menunggu di ruang tunggu. |
Pasien
tidak membayar uang pendaftaran |
Pendapatan puskesmas berkurang |
Pasien tidak mengetahui alur pelayanan |
Mengingatkan pasien |
VI.
Lakukan
perhitungan RPN (Risk Priority Number), dengan menggunakan matriks sebagai
berikut:
|
Tahapan Proses |
Failure mode |
Akibat |
S (Severity) |
Kemungkinan sebab |
O (Occurrence) |
Upaya kendali yang sudah dilakukan |
D (Detectability) |
RPN |
|
Petugas menyapa pasien dengan mengucapkan salam |
- |
- |
0 |
- |
0 |
- |
0 |
0 |
|
Petugas menanyakan kepada pasien apakah membawa kartu identitas berupa kartu keluarga,KTP, atau SIM, dan kartu asuransi ASKES,BPJS, atau
kartu KIS. |
Waktu
tunggu pendaftaran lebih lama jika pasien tidak membawa identitas Pasien
lansia menunggu lama di loket Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
Kepuasan pelanggan berkurang Salah identifikasi |
1 |
Pasien tidak membawa identitas |
9 |
Pasien menuliskan identitasnya pada
secarik kertas |
2 |
18 |
|
Petugas mencatat identitas pasien di buku register pendaftaran pasien, menginput
data ke computer, dan membuat kartu
indeks pasien |
Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
Salah identifikasi |
3 |
Petugas kurang teliti |
4 |
Konfirmasi ulang kepada pasien |
2 |
24 |
|
Petugas membuat kartu berobat sesuai no urut. |
Kesalahan
pemberian no. RM |
Salah
identifikasi |
3 |
- No.
RM double - No.
RM tidak berurutan |
4 |
Mengecek no.urut RM |
2 |
24 |
|
Petugas mencatat identitas pasien di form Rekam Medis. |
Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
Salah identifikasi |
1 |
Petugas kurang teliti Kartu identitas pasien tertukar |
3 |
Konfirmasi ulang kepada pasien |
3 |
9 |
|
Petugas membubuhkan
stempel tanggal di form Rekam Medis. |
Tanggal
tidak sesuai dengan tanggal waktu berobat |
Salah saat mencatat laporan |
1 |
Petugas kurang teliti |
1 |
Petugas bekerja dengan teliti |
1 |
1 |
|
Petugas membubuhkan
stempel poli tujuan pasien. |
Kesalahan
poli tujuan |
RM tidak tepat sasaran Waktu tunggu pelayanan jadi lebih lama |
2 |
-Petugas kurang teliti -Pasien tidak menyebutkan poli tujuan |
7 |
Konfirmasi ulang kepada pasien |
1 |
14 |
|
Petugas menyerahkan kartu tanda berobat kepada pasien. |
Kartu
berobat tertukar dengan pasien lain Kartu
berobat tertinggal di meja pendaftaran |
Kesulitan saat akan berobat lagi |
5 |
Pasien banyak yang mengantri di depan
loket |
3 |
Mengingatkan kepada pasien, meminta
pasien duduk dulu |
4 |
60 |
|
Petugas memberi tahu kepada pasien setiap berobat kartu harus dibawa dan kartu berobat hanya berlaku untuk satu orang, kartu berobat tidak boleh sampai hilang. Bila berobat kembali kartu harus di bawa jika tidak membawa kartu berobat akan dilayani 1 jam kemudian. |
- |
- |
0 |
- |
0 |
- |
0 |
0 |
|
Petugas mempersilakan
pasien untuk membayar uang pendaftaran di kasir lalu mempersilakan pasien
menunggu di ruang tunggu. |
Pasien
tidak membayar uang pendaftaran |
Pendapatan puskesmas berkurang |
2 |
Pasien tidak mengetahui alur pelayanan |
3 |
Mengingatkan pasien / |
6 |
36 |
VII.
Tetapkan
threshold untuk memilih failure mode yang akan diselesaikan, dan tetapkan
failure mode apa saja yang akan diselesaikan. (Gunakan Diagram Pareto)
|
No. |
Failure Modes (urutkan dari RPN tertinggi ke
terendah) |
RPN |
Kumulatif |
Persentase kumulatif |
Keterangan |
|
1 |
Kartu
berobat tertukar dengan pasien lain Kartu berobat tertinggal di meja
pendaftaran |
60 |
60 |
31,9 % |
|
|
2 |
Pasien tidak membayar uang pendaftaran |
36 |
96 |
51 % |
|
|
3 |
Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
24 |
120 |
63,8 % |
|
|
4 |
Kesalahan
pemberian no. RM |
24 |
144 |
76,6 % |
|
|
5 |
Waktu tunggu
pendaftaran lebih lama jika pasien tidak membawa identitas Kesalahan
pencatatan identitas pasien Pasien
lansi menungg lama d loket Antrian menjadi kacau |
18 |
162 |
86
% |
Titik
potong pada persentase kumulatif 80 % |
|
6 |
Kesalahan poli tujuan |
14 |
178 |
94 % |
|
|
7 |
Kesalahan pencatatan identitas pasien |
9 |
187 |
99, % |
|
|
8 |
Tanggal tidak sesuai dengan tanggal
waktu berobat |
1 |
188 |
100 % |
|
VIII.
Rencana
kegiatan/tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi failure mode
|
Tahapan
Proses |
Failure
modes |
Akibat |
S |
Kemungkinan
sebab |
O |
Upaya
kendali yang sudah dilakukan |
D |
RPN |
Kegiatan
yang direkomendasikan |
Penaggung
jawab |
Waktu |
|
Petugas menyerahkan kartu tanda berobat kepada pasien. |
Kartu
berobat tertukar dengan pasien lain Kartu
berobat tertinggal di meja pendaftaran |
Kesulitan
saat akan berobat lagi |
5 |
Pasien banyak yang mengantri di depan
loket |
3 |
Mengingatkan
kepada pasien, meminta pasien duduk dulu |
4 |
60 |
Meminta
pasien bersabar menunggu Membuat
nomor antrian |
Karolina |
Sept
2017 |
|
Petugas mempersilakan
pasien untuk membayar uang pendaftaran di kasir lalu mempersilakan pasien
menunggu di ruang tunggu. |
Pasien
tidak membayar uang pendaftaran |
Pendapatan
puskesmas berkurang |
2 |
Pasien
tidak mengetahui alur pelayanan |
3 |
Memasang
Alur pelayanan |
6 |
36 |
Membuat
meja informasi |
Erningtyas.
VG., Amd.Kep |
Sept
2017 |
|
Petugas mencatat identitas pasien di buku
register pendaftaran pasien, menginput data ke computer, dan membuat kartu indeks pasien |
Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
Salah
identifikasi |
3 |
Petugas
kurang teliti |
4 |
Konfirmasi
ulang kepada pasien |
2 |
24 |
|
Karolina |
Sept
2017 |
|
Petugas membuat kartu berobat sesuai no urut |
Kesalahan
pemberian no. RM |
Salah
identifikasi |
3 |
- No.
RM double No. RM
tidak berurutan |
4 |
Mengecek
no. Urut RM apakah sudah sesuai atau belum |
2 |
24 |
Entry
data harus selalu dengan komputer |
Emi
J., Amd.Kep |
Sept
2017 |
|
Petugas menanyakan kepada pasien apakah membawa kartu identitas berupa kartu keluarga,KTP, atau
SIM, dan kartu
asuransi ASKES,BPJS, atau
kartu KIS. |
Waktu
tunggu pendaftaran lebih lama jika pasien tidak membawa identitas Pasien
lansia menunggu lama di loket Kesalahan
pencatatan identitas pasien Antrian
menjadi kacau |
Kepuasan pelanggan berkurang Salah
identifikasi |
1 |
Kepuasan pelanggan berkurang Salah
identifikasi |
9 |
Pasien
tidak membawa identitas |
2 |
18 |
Memberikan
blanko identitas untuk diisi oleh pasien |
Karolina |
Sept
2017 |
IX.
Pelaksanaan
kegiatan dan evaluasi
Laksanakan kegiatan dan lakukan evaluasi
dengan menghitung ulang RPN
|
Tahapan Proses |
Failure modes |
Akibat |
S |
Kemungkinan sebab |
O |
Upaya kendali yang sudah dilakukan |
D |
RPN |
Kegiatan yang direkomendasikan |
Penaggung jawab |
Kegiatan yang dilakukan |
S |
O |
D |
RPN |
|
Petugas menyerahkan kartu tanda berobat kepada pasien. |
Kartu
berobat tertukar dengan pasien lain Kartu
berobat tertinggal di meja pendaftaran |
Kesulitan
saat akan berobat lagi |
5 |
Pasien banyak yang mengantri di depan
loket |
3 |
Mengingatkan
kepada pasien, meminta pasien duduk dulu |
4 |
60 |
Meminta
pasien bersabar menunggu Membuat
nomor antrian |
Karolina |
Membuat nomor antrian |
3 |
2 |
2 |
12 |
|
Petugas mempersilakan pasien untuk membayar uang pendaftaran di
kasir lalu mempersilakan pasien menunggu di ruang tunggu. |
Pasien
tidak membayar uang pendaftaran |
Pendapatan
puskesmas berkurang |
2 |
Pasien
tidak mengetahui alur pelayanan |
3 |
Memasang
Alur pelayanan |
6 |
36 |
Membuat
meja informasi |
Erningtyas.
VG., Amd.Kep |
Memasang alur pelayanan |
1 |
2 |
4 |
8 |
|
Petugas mencatat identitas pasien di buku register pendaftaran pasien, menginput
data ke computer, dan membuat kartu
indeks pasien |
Kesalahan
pencatatan identitas pasien |
Salah
identifikasi |
3 |
Petugas
kurang teliti |
4 |
Konfirmasi
ulang kepada pasien |
2 |
24 |
Penulisan
identitas tidak di singkat |
Karolina |
Konfirmasi ulang dan penulisan identitas
tidak disingkat |
2 |
3 |
1 |
6 |
|
Petugas membuat kartu berobat sesuai no urut |
Kesalahan
pemberian no. RM |
Salah
identifikasi |
3 |
- No.
RM double No. RM
tidak berurutan |
4 |
Mengecek
no. Urut RM apakah sudah sesuai atau belum |
2 |
24 |
Entry
data harus selalu dengan komputer |
Emi
J., Amd.Kep |
Mengecek no. Urut RM apakah sudah sesuai
atau belum |
2 |
3 |
1 |
6 |
|
Petugas menanyakan kepada pasien apakah membawa kartu identitas berupa kartu keluarga,KTP, atau SIM, dan kartu asuransi ASKES,BPJS, atau
kartu KIS. |
Waktu
tunggu pendaftaran lebih lama jika pasien tidak membawa identitas Pasien
lansia menunggu lama di loket Kesalahan
pencatatan identitas pasien Antrian
menjadi kacau |
Kepuasan pelanggan berkurang Salah
identifikasi |
1 |
Kepuasan pelanggan berkurang Salah
identifikasi |
9 |
Pasien
tidak membawa identitas |
2 |
18 |
Memberikan
blanko identitas untuk diisi oleh pasien |
Karolina |
Memberikan blanko identitas untuk diisi
oleh pasien |
1 |
5 |
1 |
5 |
X.
SOP
baru sesuai dengan hasil analisis dan pelaksanaan FMEA
|
A.
Kunjungan baru 1.
Petugas menyapa pasien dengan mengucapkan salam 2.
Petugas
mempersilakan pasien mengambil no.antrian, pasien umum mengambil no.antrian
warna putih, pasien prioritas (lansia) mengambil antrian warna biru. 3.
Petugas
memanggil pasien sesuai nomor antrian, dimulai dari no. Antrian warna biru
terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan nomor antriam warna putih setelah
antrian biru habis. 4.
Petugas menanyakan kepada pasien apakah membawa kartu identitas berupa kartu keluarga,KTP, atau SIM, dan
kartu asuransi ASKES,BPJS, atau kartu KIS. 5.
Petugas mencatat identitas pasien di buku register pendaftaran pasien, menginput
data ke computer, dan membuat kartu
indeks pasien. 6.
Petugas membuat kartu berobat sesuai no urut. 7.
Petugas mencatat identitas pasien di form Rekam Medis. 8.
Petugas mengecap tanggal di form Rekam Medis. 9.
Petugas mengecap poli tujuan pasien. 10.
Petugas menyerahkan kartu tanda berobat kepada pasien. 11.
Petugas memberi tahu kepada pasien setiap berobat kartu harus dibawa dan kartu berobat hanya berlaku untuk satu orang, kartu berobat tidak boleh sampai hilang. Bila berobat kembali kartu harus di bawa jika tidak membawa kartu berobat akan dilayani 1 jam kemudian. 12.
Petugas mempersilakan pasien untuk membayar uang pendaftaran di
kasir lalu mempersilakan pasien menunggu di ruang tunggu. B.
Kunjungan lama 1.
Petugas menyapa pasien dengan mengucapkan salam 2.
Petugas
mempersilakan pasien mengambil no.antrian, pasien umum mengambil no.antrian
warna putih, pasien prioritas (lansia) mengambil antrian warna biru. 3.
Petugas
memanggil pasien sesuai nomor antrian, dimulai dari no. Antrian warna biru
terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan nomor antriam warna putih setelah
antrian biru habisPetugas menanyakan kartu berobat pasien. 4.
Petugas mencatat identitas pasien di buku register pendaftaran. 5.
Petugas mengambil Rekam Medis pasien sesuai dengan nomor kartu berobat. 6.
Petugas
mengisi buku ekspedisi Rekam Medis. 7.
Petugas mengecap tanggal di form Rekam Medis. 8.
Petugas menanyakan poli tujuan pasien. 9.
Petugas menyerahkan kartu tanda berobat kepada pasien. 10.
Petugas mempersilakan pasien untuk membayar uang pendaftaran di
kasir lalu mempersilakan pasien menunggu di ruang tunggu |
No comments:
Post a Comment