PEDOMAN DBD

 PEDOMAN DBD

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A. Latar Belakang

    Demam berdarah adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang

Ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis, dan menjangkit luas di banyak negara di Asia Tenggara. Terdapat empat jenis virus dengue ,masing-masing dapat menyebabkan demam berdarah, baik ringan maupun Fatal .Demam berdarah yang lebih parah ditandai dengan demam tinggi yang bias mencapai suhu 40-41◦C selama dua sampai tujuh hari, wajah kemerahan, dan gelaja lainya yang menyertai demam berdarah ringan .Berikutnya dapat muncul kecenderungan pendarahan,seperti memar, hidung dan gusi berdarah, dan juga pendarahan dalam tubuh.Pada kasus yang sangat parah, mungkin berlanjut pada  kegagalan saluran pernapasan, shock dan kematian. (Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1193/Menkes/SK/X/2004)

Demam berdarah dengue merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Dengan demikian, upaya promosi kesehatan pada prinsipnya terarah pada proses perubahan perilaku individu, keluarga, kelompok serta masyarakat umum, agar mau dan mampu berperilaku hidup bersih dan sehat.

Oleh sebab itu, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan upaya pemberantasan penyakit demam berdarah di puskesmas,melakukan pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah hal ini dimaksudkan sebagai strategi acuan bagi pengelola program DBD dalam melakukan peningkatan kualitas dan pengembangan pelayanan puskesmas.

 

B. Tujuan Pedoman

1.     Sebagai pedoman petugas dalam merencanakan dan melaksanakan upaya pemberantasan penyakit DBD di Puskesmas

2.     Sebagai pedoman petugas dalam membangun tim dan menetapkan strategi

upaya pemberantasan penyakit DBD

 

C. Sasaran Pelayanan Upaya pemberantasan penyakit DBD

1.       Seluruh masyarakat yang menderita DBD

2.       Penanggung jawab program dan pelaksana program

3.       Lintas program dan lintas sektor

    

 

 

 

D. Ruang Lingkup Pelayanan Pemberantasan penyakit DBD Pelayanan   Pemberantasan Penyakit  Demam berdarag dengue meliputi :

1.     Kegiatan Pemberantasan Penyakit  DBD di dalam gedung Puskesmas adalah:

·       Melakukan pemeriksaan fisik pasien dan pemeriksaan laboratorium.

·       Membuat surat rujukan.

·       Pencatatan dan pelaporan

2.     Kegiatan Pemberantasan Penyakit  Demam berdarah dengue di luar gedung Puskesmas

Adalah:

·       Deteksi dini/ pemeriksaan epidemologi (PE)

·       Penyuluhan kepada masyarakat dan Anak sekolah melalui kegiatan yang ada didesa/ kelurahan/sekolah setempat

·       Fogging focus

 

E. Batasan Operasional

     Batasan operasional Upaya pemberantasan penyakit DBD di puskesmas adalah :

a.    Penemuan kasus secara dini/pelacakan kasus di masyarakat adalah pemeriksaan epidemologi ( PE ) untuk memeriksa jentik  nyamuk  DBD dirumah  penderita DBD dan di tempat penampungan air /tempat umum

b.     Penyuluhan kesehatan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Dikenal dengan istilah lain pendidikan kesehatan atau sekarang sering disebut KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Penyuluhan kesehatan dapat dilaksanakan secara individu, kelompok dan massal.

 

                                         DEFINISI OPERASIONALNYA

                          VARIABEL PROGRAM INOVATIF/PENGEMBANGAN

                                      PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

 

 

     Pemberdayaan Masyarakat DalamPemberantasan penyakit demam berdarah

1)    Jumlah rumah yang dilakukan pemeriksaan jentik berkala (PJB) adalah jumlah rumah yang dilakukan pemerikasaan jentiknya secara  acak dan berkala dalam kurun waktu tertentu ( 3 bulanan ) di wilayah kerjanya.

 

Cara Perhitungan/rumus :

x 100%

                         

2)    Angka Bebas Jentik (ABJ) adalah jumlah yang bebes jentik dibandingkan dengan jumlah rumah yang diperiksa jentiknya dalam periode yang sama wilayah kerja puskesmas

 

 

Cara Perhitungan/rumus :

x100%

 

3)    Penderita DBD ditangani : adalah jumlah kasus DBD yang ditemukan berdasarkan kriteria WHO dan ditangani sesuai standart tatalaksanna

Target : 2015  100 %

4)    Cakupan penyelidikan Epidemiologi ( PE ) kasus DBD adalah kegiatan penyelidikan epidemiologi yang dilakukan terhadap setiap kasus DBD di wilayah kerja puskesmas, meliputi kegiatan pemeriksaan jentik , pencarian kasus DBD yang lain serta  menentukan tindakan penanggulangan focus selanjutnya.

Target : 2015  100 %

5)    Pelaksanaan penanggulangan focus ( FC ) adalah pelaksanaan kegiataan penanggulangan focus dilokasi penderita DBD untuk mencegah penularan lebih lanjut. Meliputi kegiatan penyuluhan pemberantasan sarang nyamuk dan bila perlu foging focus.

Target : 2015  100 %

 

2 . INDIKATOR DAN TARGET

NO

INDIKATOR KINERJA

TARGET PKP/SPM

ANGKA RIIL

TARGET PUSKESMAS

 ANGKA   RIIL

1.

Iinsidens kasus DBD

100%

     5

     100%

5

2.

Prosentase penderita DBD di tangani

                            100%

     5

     100%

5

3.

Case fatality rate kasus (CDR )

0

0

0

0

4.

Angka bebas jentik (ABJ)

≥95%

90.89%

≥95%

90.89%

5.

Jumlah wilayah KLB DBD

0

0

0

0

 

 

 

 

3. indikator mutu

NO

INDIKATOR

TARGET

CAPAIAN

KESENJANGAN

1

Case fatality rate kasus (CDR )

0

0

0%

 

 

 

F. Landasan Hukum

1.          Undang-undang Republik Indonesia No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

2.          Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1114/Menkes/SK/VII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah

3.          Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 585/Menkes/SK/V/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KETENAGAAN

 

A.  Kualifikasi Sumber Daya Manusia

Seorang tenaga program DBD yang profesional memiliki ciri :

1.      Fisik, mental, dan spiritual optimal

2.      Hikmat

3.      Berpengetahuan luas

4.      Mendengarkan dengan nalar dan hati

5.      Memelihara dan menjaga reputasi profesi

6.      Memberikan pelayanan yang terbaik

 

Kompetensi seorang tenaga pemberantasan penyakit DBD di Puskesmas yaitu memiliki kemampuan dalam :

1.      Perencanaan upaya pemberantasan penyakit DBD

2.      Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) antar pribadi, kelompok, publik via media massa termasuk publikasi poster, brosur, profil puskesmas dan program puskesmas, mengisi acara kesehatan di radio dan televisi lokal

3.      Perluasan jejaring kemitraan dan jejaring koalisi

4.      Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan

5.      Pemantauan dan penilaian upaya Pemberantasan penyakit DBD

 

Pemantauan dan penilaian upaya Pemberantasan penyakit DBD Penanggung jawab upaya dan pelaksanan upaya pemberantasan penyakit DBD merupakan tenaga kesehatan yang memiliki persyaratan kompetensi sebagai berikut:

No

SDM

Kompetensi ijazah

Kompetensi tambahan

 

1

 

Penanggung Jawab Upaya Pemberantasan penyakit DBD

 

 

 

 

DIII Keperawatan

 

                 --

 

 

 

 

 

B.  Distribusi Ketenagaan

              Semua karyawan puskesmas wajib berpartisipasi dalam kegiatan pemberantasan penyakit DBD mulai di Kepala puskesmas, penanggung jawab UKP, penanggung jawab UKM, dan seluruh karyawan. Sebagai koordinator dalam penyelenggaraan kegiatan promosi kesehatan di Puskesmas adalah petugas DBD

              Pengaturan dan penjadualan tenaga puskesmas dalam  upaya pemberantasan penyakit DBD dikoordinir oleh Petugas DBD  sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan

 

C.  Jadwal Kegiatan.

Jadwal pelaksanaan kegiatan pemberantasan penyakit DBD disepakati dan disusun bersama dengan lintas program dan lintas sektor terkait.

 

NO

KEGIATAN

                                             2016

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEPT

OKT

NOV

DES

1

 

Penyuluhan kepada masyarakat

 

 

 

 

ü   

 

ü   

 

 

P

U

A

S

A

ü   

ü   

ü   

ü   

ü   

 

2

 

Penyuluhan kepada Anak Sekolah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ü   

ü   

 

3

Melakukan pencarian kasus / Pelacakan  PE

 

 

ü   

ü   

ü   

ü   

ü   

 

 

 

 

 

4.

Fogging Focus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 BAB III     

STANDAR  FASILITAS

A.  Denah Ruang:

              Koordinasi pelaksanaan kegiatan Upaya pemberantasan penyakit DBD dilakukan oleh Penanggung jawab UKM DBD yang menempati ruang Poli lansia  dari gedung Puskesmas. Pelaksanaan rapat koordinasi dilakukan di aula Puskesmas Sugio.

 

 

 

 


                                                                                                         

 

 

 

 

 

 

 

B.  Standar Fasilitas Ruang Upaya Peberantasa penyakit Demam Derdah

a.     Set alat kesehatan

§  Tensimenter & stetoskop

§  Thermometer

§  Timbangan

§   Tinggi Badan

§  Senter

1.          

b.    Set Alat perlengkapan fogging

1)       Alat fogging

2)       abatesasi                                 :                                         

c.     Perlengkapan kantor

1)      Computer dan printer                                                    : 1 unit

2)      Leaflet-leaflet                                                                 : sesuai kebutuhan

3)      Poster-poster                                                               :  sesuai kebutuhan

4)      Kursi kerja                                                                    :    buah

5)      Lemari arsip                                                                 :    buah         

d.    Pencatatan dan Pelaporan

1)      Buku register  DBD                                                    : Sesuai Kebutuhan

2)      Formulir dan Surat Keterangan lain sesuai kebutuhan pelayanan yang diberikan                                                       : Sesuai Kebutuhan

3)      Kartu Status Pasien                                                    : Sesuai Kebutuhan

 

BAB IV

  TATALAKSANA PELAYANAN

 

A.  Lingkup Kegiatan Upaya pemberantasan penyakit DBD

                 Puskesmas  Sugio berdasarkan Permenkes No.75 tahun 2014 tentang Puskesmas, termasuk  Puskesmas Kawasan Pedesaan sehingga kegiatan dalam Upaya Pengendalian Penyakit  DBD  yang dilaksanakan meliputi :

 

            Kegiatan upaya pencegahan penyakit DBD di dalam Gedung.

No.

Upaya Pemberantasan penyakit DBD

                                               Kegiatan                        

1.

Pemeriksaan kesehatan

·       Anamnesa keluhan pasien

·       Pemeriksaan fisik/tanda & gejala

·       Pemeriksaan laboratorium

·       Tatalaksana ( pengobatan & perwatan)

 

2.

Melakukan rujukan

Kasus DBD yang tidak bisaditangani di puskesmas

 

·       Mempersiapkan surat rujukan dan pasien yang akan dirujuk

·       Menentukan tempat rujukan yang akan dituju

·       Mensiapkan transportasi untuk rujukan

·       Petugas kesehatan yang akan merujuk

 

3.

Pelayanan konseling

·       .Memberikan konseling kepada keluarga tentang penyebab penyakit DBD dan cara pencegahanya

 

 

4

Melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan

 

·       Melakukan pencatatan dan pelaporan dan seluruh kasus DBD yang ditemukan diwilayah kerja puskesmas Sugio setiap bulan dan dilaporkan ke Dinas kesehatan lamongan

 

 

 

            Kegiatan upaya pencegahan penyakit DBD di luar Gedung.

No.

Upaya Pemberantasan penyakit DBD

Kegiatan

1.

Melakukan pelacakan kasus

 

1.     Pengumpulan Data

2.     Mendeteksi/ kunjungan rumah

3.     Melakukan pemeriksaan epidemologi di rumah penderita DBD dan rumah sekitarnya dalam radius sekurang –kurangnya 100 meter serta disekolah jika kasus DBD adalah anak sekolah

 4.. Mendokumentasikan semua kegiatan

 

2.

Penyuluhan pada masyarakat

a)    Merencanakan waktu dan tempat pelaksanaan

b)    Mengundang kader atau tokoh masyarakat

c)     Melaksanakan penyuluhan tentang Kesehatan jiwa

d)    Diskusi dan tanya jawab

e)    Evaluasi, dan rencana tindak lanjut

 f.) Pencatatan dan pelapor

 

 

3.

Penyuluhan pada anak sekolah

a.     Merencanakan waktu dan tempat pelaksanaan

b.     Mengundang kader atau tokoh masyarakat

c.     Melaksanakan penyuluhan tentang Kesehatan jiwa

d.     Diskusi dan tanya jawab

e.     Evaluasi, dan renncana tindak lanjut

  f. pencatatan dan pelaporan

 

4.

Fogging Focus

1.     Petugas membuat surat pemberitahuan kegiatan  fogging

2.     Petugas meminta persetujuan surat pemberitahuan kegiatan fogging pada Kepala Puskesmas.

3.     Petugas mendistribusikan surat pemberitahuan kegiatan fogging Kepala Desa/Lurah

4.     Petugas menghubungi narasumber.

5.     Petugas melakukan persiapan pelaksanaan kegiatan fogging

 

 

 

 

B. Strategi Upaya pemberantasan penyakit DBD

       Merupakan cara bagaimana dalam melaksanakan upaya kesehatan DBD Secara utuh yang meliputi :

1. Profesional

2. Transparansi

3. Disiplin dan Tanggung Jawab

4. Kerjasama

 

C.     Langkah Kegiatan Upaya pemberantasan penyakit DBD

  1. Perencanaan

Secara terinci uraian ruang lingkup kegiatan perencanaan penyakit DBD  yaitu :

a.     Kajian perilaku tentang masalah kesehatan yang dilakukan oleh lintas program di puskesmas

b.     Kajian kebujakan publik berwawasan kesehatan yang sudah ada maupun yang perlu dibuat dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada di wilayah kerja puskesmas.

c.     Lokakaryamini di puskesmas yang membahas DBD yang terintegrasi secara lintas program maupun lintas sektor.

d.     Komunikasi, informasi dan edukasi tentang kesehatan di masyarakat, melalui kegiatan di dalam gedung dan di luar gedung puskesmas dalam upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan serta meningkatkan status kesehatannya.

e.     Advokasi kesehatan pada pengambil keputusan di tingkat desa dan kecamatan untuk mendapatkan dukungan kebijakan publik berwawaskan kesehatan dalam mengatasi masalah kesehatan termasuk penanganan kejadian luar biasa, dengan mengoptimalkan potensi dan peran jejaring kemitraan.

d. Pengembangan dan pembinaan berbagai jenis upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) di tingkat desa dalam mengatasi masalah kesehatan serta meningkatkan status kesehatan masyarakat.

 

2.  Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK)

Dilaksanakan dengan memperhatikan :

a.      Bertujuan untuk mempertahankan kegiatan yang sudah ada pada periode sebulumnya dan memperbaiki program yang masih bermasalah

b.      Menyusun rencana kegiatan baru yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan di wilayah tersebut dan kemampuan puskesmas

 

 

 

 

Contoh matrik :

No

Upaya Kesehatan

Kegiatan

Tujuan

Sasaran

Target

Kebutuhan Sumber Daya

Indikator Keberhasilan

Sumber Biaya

 

 

 

 

 

 

Dana

Alat

Tenaga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK)

Merupakan penetapan rincian rencana pelaksanaan kegiatan Demam berdarah dengue berdasarkan RUK

 

Contoh matrik :

No

Upaya Kesehatan

Kegiatan

Sasaran

Target

Vol.Keg

Rincian Pelaksanaan

Lokasi

Tenaga

Jadwal

Total Anggaran

Sumber Biaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.     Pelaksanaan

Melaksanaan kegiatann Demam berdarah dengue  sesuai dengan jadwal yang telah disusun bersama.

Melakukan pencatatan dan pelaporan pelaksanaan kegiatan DBD

2.     Pemantauan

Tindakan pengamatan yang dilakukan secara terus-menerus terhadap pelaksanaan program DBD dengan tujuan memberikan umpan balik pada pengelolaan upaya pemberantasan penyakit DBD untuk perbaikan dan optimalisasi pelaksanaan upaya pemberantasan penyakit DBD. Dilakukan untuk :

a.     Menetapkan masalah dan situasi

b.     Menganalisis penyebab dan faktor yang mempengaruhi

c.     Merumuskan dan merevisi upaya solusi

3.     Penilaian dan Evaluasi

Merupakan proses sistematis yang mempelajari pengalaman pembelajaran upaya pemberantasan penyakit DBD sebagai upaya meningkatkan kualitas rancangan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan upaya pemberantasan penyakit DBD yang baru.

 

Rentang waktu :

a.     Evaluasi pra kegiatan pemberantasan penyakit DBD

b.     Evaluasi sewaktu pelaksanaan pemberantasan penyakit DBD sedang  berlangsung

c.     Evaluasi setelah upaya pemberantasan penyakit DBD  dilakukan          

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

LOGISTIK

 

 

A.      Manajemen Logistik

                Penanggung jawab upaya merencanakan logistik kebutuhan kegiatan meliputi jenis dan jumlah yang diperlukan. Di dalam merencanakan logistik penanggung jawab bisa merencanakan bersama  sama dengan pelaksana upaya dan diusulkan pada tim perencana puskesmas.

B.      Jenis-Jenis Logistik

1.          Alat tulis

2.          Alat kesehatan

3.          Bahan habis pakai

4.          Materi kegiatan  : brosur, liflet, lembar balik, lembar kuesioner dan handout

5.          LCD dan Laptop

6.          Makan minum untuk kegiatan kelas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

KESELAMATAN SASARAN/PASIEN

 

A.      Keselamatan Sasaran Program/ Pasien

Pelaksanaan pelayanan UKM diselenggarakan dengan senantiasa memperhatikan keselamatan pasien/ sasaran program melalui mekanisme pelaporan sesuai dengan Indeks Keselamatan Pasien (IKP) yang telah ditetapkan.

Mutu pelayanan kesehatan adalah kinerja yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, yang disatu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta dipihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan

 

B.      Risiko yang mungkin terjadi pada sarana pelayanan upaya Pemberantasan penyakit  DBD adalah:

1.   Risiko yang terkait dengan pelayanan sasaran/ pasien

2.   Risiko yang terkait dengan sarana dan prasarana

3.   Risiko financial

4.   Risiko lain (yang lain, misalnya yang terkait dengan penggunaan kendaraan/alat transportasi, misalnya ambulans, vans, sepeda motor dsb)

 

Untuk mencegah terjadinya kasus diatas maka pelayanan puskesmas dalam melaksanakan pelayanannya harus senantiasa memperhatikan Keselamatan pasien (patient safety). Upaya Keselamatan Pasien adalah  reduksi dan meminimalkan tindakan yang tidak aman dalam sistem pelayanan kesehatan sebisa mungkin melalui pratik yang terbaik untuk mencapai luaran klinis yang optimum.

 

C.      Sasaran Keselamatan Sasaran/ Pasien meliputi :

1.   Ketepatan identifikasi sasaran/ pasien;

2.   Peningkatan komunikasi yang efektif;

3.   Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai;

4.   Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat sasaran/ pasien

5.   Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan;

6.   Pengurangan risiko pasien jatuh

 

 

 

 

 

BAB VII

KESELAMATAN KERJA

 

A.      Keselamatan Kerja

Puskesmas merupakan tempat kerja yang mempunyai resiko kesehatan maupun penyakit akibat kecelakaan kerja. Oleh karena itu petuga puskesmas tersebut mempunyai resiko tinggi karena sering kontak dengan agent penyakit menular, dengan darah dan cairan tubuh maupun tertusuk jarum suntik bekas yang mungkin dapat berperan sebagai transmisi beberapa penyakit seperti hepatitis B, HIV AIDS dan juga potensial sebagai media penularan penyakit yang lain.

 

B.      Tujuan Keselamatan Kerja

1)         Meningkatnya kemampuan tenaga puskesmas memecahkan masalah sekehatan kerja diwilayah kerja puskesmas. Teridentifikasinya permasalahan kesehatan kerja dilingkungan Puskesmas

2)         Teridentifikasi potensi masyarakat diwilayah kerja puskesmas kawasan

3)         Terlaksananya pelayanan kesehatan kerja yang berkualitas.

4)         Terselenggaranya kemitraan dengan para pengandil dalam pelayanan

5)         Terselenggaranya koordinasi lintas program dan lintas sector

 

C.      Strategi Keselamatan Kerja

1)         Melindungi petugas dari setiap kecelakaan kerja yang mungkin timbul dari pekerjaan dan lingkungan kerja.

2)         Membantu petugas menyesuaikan diri dengan pekerjaannya.

3)         Memelihara atau memperbaiki keadaan fisik, mental, maupun sosial

4)         Pakai APD pada tindakan tertentu

5)         Senantiasa melaksanakan pelayanan sesuai dengan SOP

 

D.      Pengelolaan Kesehatan Petugas

Pelaksanaan pelayanan UKM  di Puskesmas Sugio  diselenggarakan dengan  senantiasa memperhatikan keselamatan kerja tenaga kesehatan.

 

E.      Pencatatan dan Pelaporan

Semua kejadian yang berkaitan dengan keselamatan kerja di catat dan dilaporkan    kepada pimpinan

 

 

 

 

 

BAB VIII

PENGENDALIAN  MUTU

 

A.      Pengendalian  Mutu Upaya Pemberantasan penyakit DBD

Pengendalian mutu dilaksanakan dengan cara menentukan Indikator  mutu yang ditetapkan berdasarkan standart kinerja/ standart pelayanan minimal yang meliputi indikator penyelenggaraan upaya puskesmas.

Perencanaan disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan sasaran, hak dan kewajiban sasaran, serta upaya untuk mencapai sasaran kinerja yang ditetapkan.

 

B.      Tujuan Pengendalian Mutu Upaya Pemberantasan penyakit DBD

1)      Terwujudnya pelayanan berkualitas

2)      Untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan di puskesmas

3)      Untuk meningkatkan cakupan pelayanan

 

C.      Jenis Kegiatan Pengendalin Mutu Upaya Pemberantasan penyakit DBD

1)      Melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan program upaya pemberantsan penyaki DBD

2)      Pelaksanaan kegiatan berdasarkan SOP

3)      Menentukan Indikator Mutu upaya pemberantasan penyakit DBD

4)      Audit Internal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IX

PENUTUP

 

Pedoman ini sebagai acuan bagi karyawan puskesmas dan lintas sektor terkait dalam pelaksanaan upaya pemberantasan penyakit DBD dengan tetap memperhatikan prinsip proses pembelajaran dan manfaat.

 

Keberhasilan kegiatan upaya pemberantasan penyakit DBD tergantung pada komitmen yang kuat dari semua pihak terkait dalam upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dan peran serta aktif masyarakat dalam bidang kesehatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment