MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG
Showing posts with label 9504A3 DBD. Show all posts
Showing posts with label 9504A3 DBD. Show all posts

Monday, March 30, 2026

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PERTEMUAN POKJANAL DBD SEWILAYAH BINAAN

 

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PERTEMUAN POKJANAL DBD SEWILAYAH BINAAN

UPTD  PUSKESMAS PUCANGSAWIT

 

  1. Pendahuluan

Penyakit Demam Berdarah (DBD) merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian ekstra . Penyakit ini merupakan penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan kematian banyak orang. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk “aedes aegipty.”

Dalam upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue, pemerintah mempunyai 4 (empat) pilar strategi. Pertama, memperkuat pengamatan kasus/penderita dan pengamatan vektor didukung dengan laboratorium yang memadai; Kedua, memperkuat penatalaksanaan penderita di rumah sakit, puskesmas dan klinik; Ketiga, meningkatkan upaya pengendalian vektor secara terpadu; Keempat, memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD.

 

  1. Latar Belakang

Dalam penanggulangan DBD di suatu kelurahan, membutuhkan mitra di tingkat kelurahan diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, TP-PKK,  dan lain sebagainya. Kelompok Pokja Operasional (Pokjanal) DBD merupakan wadah koordinasi pengelolaan suatu program yang memerlukan pembinaan dari unsur pemerintah dan peran serta masyarakat terkait DBD. Pokjanal saat ini adalah suatu kelompok kerja operasional yang keanggotaannya terdiri dari berbagai unsur dinas/instansi pemerintah, LSM, swasta atau dunia usaha yang secara fungsional mempunyai tugas meningkatkan peran serta masyarakat dalam Pencegahan dan Penanggulangan DBD.

 

  1. Tujuan

a.    Umum

Menurunkan angka kejadian DBD

b.    Khusus.

-       Untuk mencegah kematian akibat DBD

-       Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD


 

4.    Tata Nilai

      Tata Nilai UPTD Puskesmas Pucangsawit, yaitu  :

            SALAM CARE

-     SALAM : salam, sopan, ramah

-     C  : Cermat

-     A  : Akurat

-     R  : Responsif

-     E  : Efektif

 

  1. Peran lintas sektor dan lintas program

a.  Kelurahan

Mendukung pelaksanaan kegiatan dengan menggerakkan  masyarakat di wilayah kerja kelurahan masing-masing

b.  TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)

-      Sebagai penggerak dan motivator serta contoh dalam berperilaku hidup  sehat di masyarakat

-      Membantu puskesmas dalam mensosialisasikan kegiatan

c.   FKK (Forum Kesehatan Kelurahan)

    Mendukung pelaksanaan kegiatan di wilayah kelurahan masing-masing

d.  Program Kesehatan Lingkungan

Menyediakan data terkait kesehatan lingkungan

 

  1. Kegiatan

a.    Pokok

Pertemuan Pokjanal DBD

b.    Rincian Kegiatan

Pertemuan Pokjanal DBD dilaksanakan diawali dengan melakukan rekapitulasi data kasus DBD, hasil PJB dan data pendukung lainnya. Selanjutnya data tersebut dijadikan bahan yang akan dipaparkan dalam pertemuan untuk didiskusikan pada pertemuan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut.

 

  1. Cara melaksanakan kegiatan.

Pertemuan

 

  1. Sasaran

Anggota Pokjanal DBD

 

  1. Jadwal pelaksanaan kegiatan

Kegiatan

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Jan

Feb

Mrt

Apr

Mei

Jun

Jul

Agt

Sep

Okt

Nov

Des

Pertemuan Pokjanal DBD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan

Evaluasi dilakukan oleh Penanggungjawab Program dan Penanggungjawab UKM terhadap ketepatan pelaksanaan kegiatan. Hasil evaluasi disusun pada tiap akhir kegiatan dan dilaporkan setelah pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Puskesmas.

 

  1. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan

Petugas harus membuat laporan kepada kepada Penanggungjawab UKM dan Kepala Puskesmas setelah pelaksanaan kegiatan. Petugas harus melakukan evaluasi keseluruhan kegiatan pada setiap tahapan kegiatan dan melaporkannya setelah pelaksanaan kegiatan.

 

 

 

KEPALA UPTD PUSKESMAS PUCANGSAWIT

DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA

 

 

BINTANG SETYA NUSANTARA

 

 

 

KERANGKA ACUAN KEGIATAN ANALISA HASIL DAN PENYUSUNAN RTL P2 DBD

 

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

ANALISA HASIL DAN PENYUSUNAN RTL P2 DBD

UPTD  PUSKESMAS GANTIPUSKESMAS

 

  1. Pendahuluan

Penyakit Demam Berdarah (DBD) merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian ekstra . Penyakit ini merupakan penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan kematian banyak orang. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk “aedes aegipty.”

Dalam upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue, pemerintah mempunyai 4 (empat) pilar strategi. Pertama, memperkuat pengamatan kasus/penderita dan pengamatan vektor didukung dengan laboratorium yang memadai; Kedua, memperkuat penatalaksanaan penderita di rumah sakit, puskesmas dan klinik; Ketiga, meningkatkan upaya pengendalian vektor secara terpadu; Keempat, memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD.

 

  1. Latar Belakang

Untuk mengetahui angka jentik nyamuk di rumah warga sebagai salah satu parameter dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD, perlu menjalin kemitraan dengan kader kesehatan yang sangat mengetahui wilayahnya masing-masing. Setelah didapat data terkait angka jentik nyamuk diperlukan analisa hasil untuk mengetahui besaran masalah yang ada kemudian menyusun rencana tindak lanjutnya.

 

  1. Tujuan

a.    Umum

Menurunkan angka kejadian DBD

b.    Khusus.

-       Untuk mencegah kematian akibat DBD

-       Untuk mengetahui angka kepadatan nyamuk.


 

4.    Tata Nilai

      Tata Nilai UPTD Puskesmas Gantipuskesmas, yaitu  :

            SALAM CARE

-     SALAM : salam, sopan, ramah

-     C  : Cermat

-     A  : Akurat

-     R  : Responsif

-     E  : Efektif

 

  1. Peran lintas sektor dan lintas program

a.  Kelurahan

Mendukung pelaksanaan kegiatan dengan menggerakkan  masyarakat di wilayah kerja kelurahan masing-masing

b.  TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)

-      Sebagai penggerak dan motivator serta contoh dalam berperilaku hidup  sehat di masyarakat

-      Membantu puskesmas dalam mensosialisasikan kegiatan

c.   FKK (Forum Kesehatan Kelurahan)

    Mendukung pelaksanaan kegiatan di wilayah kelurahan masing-masing

d.  Program Promosi Kesehatan

Menjadi tim penyusun RTL

 

  1. Kegiatan

a.    Pokok

Analisa hasil dan penyusunan RTL P2 DBD

b.    Rincian Kegiatan

Analisa hasil dan penyusunan RTL P2 DBD diawali dengan mempersiapkan data hasil PJB oleh kader dan data pendukung lainnya. Selanjutnya menyelenggarakan pertemuan untuk analisa hasil dan penyusunan RTL.

 

  1. Cara melaksanakan kegiatan.

Pertemuan

 

  1. Sasaran

Petugas Puskesmas


 

  1. Jadwal pelaksanaan kegiatan

Kegiatan

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Jan

Feb

Mrt

Apr

Mei

Jun

Jul

Agt

Sep

Okt

Nov

Des

Analisa hasil dan penyusunan RTL P2 DBD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan

Evaluasi dilakukan oleh Penanggungjawab Program dan Penanggungjawab UKM terhadap ketepatan pelaksanaan kegiatan. Hasil evaluasi disusun pada tiap akhir kegiatan dan dilaporkan setelah pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Puskesmas.

 

  1. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan

Petugas harus membuat laporan kepada kepada Penanggungjawab UKM dan Kepala Puskesmas setelah pelaksanaan kegiatan. Petugas harus melakukan evaluasi keseluruhan kegiatan pada setiap tahapan kegiatan dan melaporkannya setelah pelaksanaan kegiatan.

 

 

KEPALA UPTD PUSKESMAS GANTIPUSKESMAS

DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA

 

 

BINTANG SETYA NUSANTARA

 

 

 

 

 

 

 

 

KERANGKA ACUAN KEGIATAN FOGGING DI WILAYAH ENDEMIS

 

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

FOGGING DI WILAYAH ENDEMIS

UPTD  PUSKESMAS PUCANGSAWIT

 

  1. Pendahuluan

Penyakit Demam Berdarah (DBD) merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian ekstra . Penyakit ini merupakan penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan kematian banyak orang. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk “aedes aegipty.”

Dalam upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue, pemerintah mempunyai 4 (empat) pilar strategi. Pertama, memperkuat pengamatan kasus/penderita dan pengamatan vektor didukung dengan laboratorium yang memadai; Kedua, memperkuat penatalaksanaan penderita di rumah sakit, puskesmas dan klinik; Ketiga, meningkatkan upaya pengendalian vektor secara terpadu; Keempat, memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD.

 

  1. Latar Belakang

Dalam pengendalian vektor, terutama ketika terjadi kasus dalam jumlahg dan sebaran tertentu, dapat dilakukan penyemprotan (fogging). Fogging adalah upaya untuk membunuh vektor secara kimiawi dengan cepat, sehingga rantai penularan dapat segera diputuskan. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk menekan kepadatan vektor.

 

  1. Tujuan

a.    Umum

Menurunkan angka kejadian DBD

b.    Khusus.

-       Untuk mencegah kematian akibat DBD

-       Untuk menurunkan kepadatan nyamuk.


 

4.    Tata Nilai

      Tata Nilai UPTD Puskesmas Pucangsawit, yaitu  :

            SALAM CARE

-     SALAM : salam, sopan, ramah

-     C  : Cermat

-     A  : Akurat

-     R  : Responsif

-     E  : Efektif

 

  1. Peran lintas sektor dan lintas program

a.  Kelurahan

Mendukung pelaksanaan kegiatan dengan menggerakkan  masyarakat di wilayah kerja kelurahan masing-masing

b.  TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)

-      Sebagai penggerak dan motivator serta contoh dalam berperilaku hidup  sehat di masyarakat

-      Membantu puskesmas dalam mensosialisasikan kegiatan

c.   FKK (Forum Kesehatan Kelurahan)

    Mendukung pelaksanaan kegiatan di wilayah kelurahan masing-masing

d.  Program Promosi Kesehatan

Memberikan penyuluhan kepada warga

 

  1. Kegiatan

a.    Pokok

Fogging di wilayah endemis

b.    Rincian Kegiatan

Pelaksanaan Fogging di wilayah endemis diawali dengan melakukan koordinasi dengan pengurus RW dan RT terkait untuk mengkondisikan rumah warga agar siap untuk difogging. Selanjutnya melakukan survei lapangan untuk menentukan rute fogging dan memperkirakan bahan bakar untuk fogging. Setelah itu dilakukan fogging sebanyak 2 siklus dengan rentang satu minggu.

 

  1. Cara melaksanakan kegiatan.

Kunjungan lapangan

 

  1. Sasaran

Rumah warga endemis DBD

 

  1. Jadwal pelaksanaan kegiatan

Jika ada kasus yang memenuhi kriteria fogging

 

  1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan

Evaluasi dilakukan oleh Penanggungjawab Program dan Penanggungjawab UKM terhadap ketepatan pelaksanaan kegiatan. Hasil evaluasi disusun pada tiap akhir kegiatan dan dilaporkan setelah pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Puskesmas.

 

  1. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan

Petugas harus membuat laporan kepada kepada Penanggungjawab UKM dan Kepala Puskesmas setelah pelaksanaan kegiatan. Petugas harus melakukan evaluasi keseluruhan kegiatan pada setiap tahapan kegiatan dan melaporkannya setelah pelaksanaan kegiatan.

 

 

KEPALA UPTD PUSKESMAS PUCANGSAWIT

DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA

 

 

BINTANG SETYA NUSANTARA

 

 

 

 

 

 

 

 

POSTINGAN POPULER