|
Pemerintah Kota Surakarta |
SOP |
FISIOTERAPI PADA
TENDINITIS SUPRASPINATUS |
UPTD Puskesmas Pajang |
|
|
No.
Dokumen |
: SOP.PJ.ADMEN. 001 |
|||
|
No.
Revisi |
:
00 |
|||
|
Tgl.
Terbit |
: |
|||
|
Halaman
|
: 1 / 3 |
|||
|
Ditetapkan Oleh |
Kepala UPTD Puskesmas Pajang
dr. Wahyu
Indianto NIP.
19681118 200003 1 004 |
|||
1. PENGERTIAN
1.1 Tendinitis supraspinatus merupakan nyeri peradangan
pada tendon supraspinatus akibat gesekan tendon terhadap sendi bahu secara
berulang ulang dalam jangka waktu yang lama.
2. TUJUAN
2.1 Prosedur ini dibuat sebagai acuan bagi petugas dalam penerapan langkah-langkah bagi fisioterapi untuk melaksanakan asuhan
fisioterapi secara tepat, efektif, efisien dengan hasil yang optimal pada
pasien tendinitis supraspinatus.
3. KEBIJAKAN
3.1 SK
4. REFERENSI
4.1 Guideline SPO Fisioterapi,
2001
4.2 Dokumen World Confederation
for Physical therapy (WCPT), 2007
5. LANGKAH-LANGKAH
PROSEDUR
5.1 Petugas melakukan anamnese apakah ditemukan nyeri pada
lengan atas bagian lateral,nyeri meningkat ketika angkat lengan.
5.2 Petugas melakukan
inspeksi yaitu melakukan tes cepat abduksi elevasi ditemuka nyeri,tes gerak
aktif gerak abduksi nyri gerak lain
negatif.
5.3 Petugas menentukan
diagnosis fisioterapi yaitu nyeri pada bahu lateral sampai lengan atas lateral
disebabkan oleh tendinitis supraspinatus.
5.4 Petugas menentukan
rencana fisioterapi yaitu memberikan penjelasan tentang diagnosis dan rencana
intervensi pada pasien.
5.5 Petugas meminta
kepada pasien atau keluarga untuk menandatangani informed/refusal concert.
5.6 Apabila pasien
atau kelurga telah menyetujui maka petugas melakukan tindakan intervensi
fisioterapi berupa pemberian ultasonik pada tendon supraspinatus dosis 0,5 watt
waktu 5 menit.
5.7 Petugas melakukan
tindakan intervensi fisioterapi berupa stretching pada m supraspinatus dengan
waktu 10 menit.
5.8 Petugas melakukan
tindakan intervensi fisioterapi berupa terapi latihan pada otot sekitar
punggung atas,kemudian petugas memberika edukasi kepada pasien agar rutin untuk
melakukan gerakan gerakan tersebut di rumah.
5.9 Petugas melakukan
evaluasi berupa nyeri,MMT dan ROM bahu.
5.10
Petugas
melakukan dokumentasi hasil tindakan fisioterapi ke rekam medik pasien.
6.
DIAGRAM ALIR
6.1 Diagram Alir
7. UNIT TERKAIT
7.1 Ruang pemeriksaan
Fisioterapi
8
REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN
|
No |
Yang dirubah |
Isi Perubahan |
Tgl.mulai diberlakukan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment