MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Saturday, April 4, 2026

SOP FISIOTERAPI PADA OSTEO ATHRITIS (OA)

 

 

 

 

 

 


Pemerintah

Kota Surakarta

SOP

FISIOTERAPI PADA OSTEO ATHRITIS (OA)

 

 

 

 

UPTD Puskesmas

Pajang

No. Dokumen

: SOP.PJ.ADMEN. 001

No. Revisi

: 00

Tgl. Terbit

:

Halaman

: 1 / 3

Ditetapkan Oleh

Kepala UPTD Puskesmas Pajang

 

 

 

dr. Wahyu Indianto

NIP. 19681118 200003 1 004

1.  PENGERTIAN

1.1    Osteo Athritis (OA) merupakan kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi yang timbul karena gesekan ujung tulang penyusun sendi

2.  TUJUAN

2.1 Prosedur ini dibuat sebagai acuan bagi petugas dalam penerapan langkah-langkah bagi  fisioterapi untuk melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif, efisien dengan hasil yang optimal pada pasien OA.

 

3.  KEBIJAKAN

3.1 SK

 

4.  REFERENSI

4.1 Guideline SPO Fisioterapi, 2001

4.2 Dokumen World Confederation for Physical therapy (WCPT), 2007

 

5.  LANGKAH-LANGKAH PROSEDUR

5.1  Petugas melakukan anamnese apakah ditemukan nyeri pada sendi lutut pada gerakan fleksi ekstensi sendi lutut,keluhan nyeri pada saat aktivitas.

5.2  Petugas melakukan inspeksi yaitu kadang tampak genu valgus atau varus,tes gerak aktif yaitu nyeri pada saat hiper extensi knee joint atau fleksi penuh,tes gerak pasif yaitu nyri pada saat gerakan valgus dan varus.

5.3  Petugas menentukan diagnosis fisioterapi yaitu nyeri pada sendi lutut pada gerakan fleksi ekstensi lutut,nyeri pada saat aktivitas.

5.4  Petugas menentukan rencana fisioterapi yaitu memberikan penjelasan tentang diagnosis dan rencana intervensi pada pasien.

5.5  Petugas meminta kepada pasien atau keluarga untuk menandatangani informed/refusal concent.

5.6  Apabila pasien atau keluarga telah menyetujui maka petugas melakukan tindakan intervensi fisioterapi berupa infra red pada L5-S1 dengan waktu 10 menit.

5.7  Petugas melakukan tindakan intervensi fisioterapi berupa pemberian ultrasonik dengan dosis 0,5 watt dengan waktu 5 menit.

5.8  Petugas melakukan tindakan intervensi fisioterapi berupa terapi latihan pada lutut kemudian petugas memberikan edukasi kepada pasien agar gerakan gerakan tersebut rutin dilakukan di rumah.

5.9  Petugas melakukan evaluasi berupa nyeri,MMT dan ROM sendi lutut.

5.10                  Petugas melakukan dokumentasi hasil tindakan fisioterapi ke rekam medik pasien.

 

6.         DIAGRAM ALIR

 

 

6.1 Diagram Alir

CATATAN MUTU

ALUR PROSES

PENANGGUNG JAWAB

Mulai

Pengendalian dokumen

Sosialisasi dokumen

 

Penetapan dokumen

Penomoran Dokumen

 

Distribusi Dokumen

Pemusnahan  dokumen kadaluarsa

Selesai

Pengendalian dokumen kadaluarsa, ekternal,

 

 

 

 

Masterlist dokumen

 

 

 

Notulen/laporan hasil

 

 

Dokumen

 

 

 

Masterlist dokumen

 

 

 

Form distribusi dokumen

 

Dokumen

 

 

 

 

Berita acara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wakil managemen & tim akreditasi

 

 

Wakil managemen & tim akreditasi dan petugas ruang

 

 

Kepala Puskesmas

 

 

Wakil managemen & tim akreditasi

 

 

Wakil managemen & tim akreditasi

 

Wakil managemen & tim akreditasi dan petugas ruang

 

 

Wakil managemen & tim akreditasi dan petugas ruang

 

 

 

 

 

 

7.    UNIT TERKAIT

7.1  Ruang pemeriksaan Fisioterapi

 

8        REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

No

Yang dirubah

Isi Perubahan

Tgl.mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER