MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP VULNUS LACERATUM, VULNUS PUNCTUM

 

141

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

VULNUS LACERATUM,

VULNUS PUNCTUM

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Kulit merupakan bagian tubuh yang paling luar yang berguna melindungi diri dari trauma luar serta masuknya benda asing.Apabila kulit terkena trauma, maka dapat menyebabkan luka/vulnus.Luka tersebut dapat merusak jaringan, sehingga terganggunya fungsi tubuh serta dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.

Keadaan terjadinya diskontinuitas jaringan, dapat ditimbulkan oleh berbagai macam akibat yaitu trauma, meliputi luka robek (laserasi), luka akibat gesekan (abrasi), luka akibat tarikan (avulsi), luka tembus (penetrasi), gigitan, luka bakar, dan pembedahan.

Vulnus Laceratum (Laserasi/Robek) merupakan jenis luka disebabkan oleh karena benturan dengan benda tumpul, dengan ciri luka tepi luka tidak rata dan perdarahan sedikit luka dan meningkatkan resiko infeksi.

Vulnus Punctum (Luka Tusuk) merupakan jenis luka yang penyebabnya adalah benda runcing tajam atau sesuatu yang masuk ke dalam kulit, merupakan luka terbuka dari luar tampak kecil tapi didalam mungkin rusak berat, jika yang mengenai abdomen/thorax disebut vulnus penetrosum(luka tembus).

Vulnus terjadi apabila ada suatu trauma yang mengenai tubuh yang bisa disebabkan  oleh  trauma  mekanis  dan perubahan suhu (luka bakar). Vulnus yang terjadi dapat menimbulkan beberapa tanda dan gejala seperti bengkak, krepitasi, shock, nyeri, dan deformitas atau bisa juga menimbulkan kondisi yang lebih serius. Tanda dan gejala yang timbul tergantung pada penyebab dan tipe vulnus.

Macam-macam Luka

Menurut tipenya luka dibedakan menjadi 4 tipe luka yaitu :

1. Luka bersih (Clean wound)

Luka bersih adalah luka karena tindakan operasi dengan tehnik steril, misalnya pada daerah dinding perut, dan jaringan lain yang letaknya lebih dalam (non contaminated deep tissue), misalnya tiroid, kelenjar, pembuluh darah, otak, tulang.

2. Luka bersih-kontaminasi (Clean contaminated wound)

Merupakan luka yang terjadi karena benda tajam, bersih dan rapi, lingkungan tidak steril atau operasi yang mengenai daerah usus halus dan bronchial.

3. Luka kontaminasi (Contaminated wound)

Luka ini tidak rapi, terkontaminasi oleh lingkungan kotor, operasi pada saluran terinfeksi (usus besar, rektum, infeksi bronkhial, saluran kemih)

4. Luka infeksi (Infected wound)

Jenis  luka  ini  diikuti  oleh  adanya  infeksi,  kerusakan  jaringan, serta kurangnya vaskularisasi pada jaringan luka.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan vulnus laceratum dan vulnus punctum

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

Terjadi  trauma,  ada  jejas,  memar,  bengkak,  nyeri,  rasa  panas didaerah trauma.

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Inspeksi: adanya kerusakan jaringan didaerah trauma, ada perdarahan, edema sekitar area trauma, melepuh, kulit warna kemerahan sampai kehitaman.

Palpasi: nyeri tekan, atau anestesi.

 

Pemeriksaan Penunjang : -

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

1.  Gejala Lokal

a. Nyeri  terjadi  karena  kerusakan  ujung-ujung  saraf  sensoris.

Intensitas  atau  derajat  rasa  nyeri  berbeda-beda  tergantung pada berat/luas kerusakan ujung-ujung saraf, etiologi dan lokasi luka.

b. Perdarahan, hebatnya perdarahan tergantung pada lokasi luka, jenis pembuluh darah yang rusak.

c.  Diastase yaitu luka yang menganga atau tepinya saling melebar d. Gangguan fungsi, fungsi anggota badan akan terganggu baik

oleh karena rasa nyeri atau kerusakan tendon.

2.  Gejala umum

Gejala/tanda umum pada perlukaan dapat terjadi akibat penyulit/komplikasi  yang  terjadi  seperti  syok  akibat  nyeri  dan atau perdarahan yang hebat.

Pada kasus vulnus diagnosis pertama dilakukan secara teliti untuk memastikan apakah ada pendarahan yang harus dihentikan. Kemudian ditentukan jenis trauma apakah trauma tajam atau trauma tumpul, banyaknya kematian jaringan, besarnya kontaminasi dan berat jaringan luka.

 

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan.

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

1. Pertama  dilakukan  anestesi  setempat  atau  umum,  tergantung berat dan letak luka, serta keadaan penderita, luka dan sekitar luka dibersihkan dengan antiseptik. Bahan yang dapat dipakai adalah larutan yodium povidon 1% dan larutan klorheksidin ½%, larutan yodium 3% atau alkohol 70% hanya digunakan untuk membersih kulit disekitar luka.

2. Kemudian daerah disekitar lapangan kerja ditutup dengan kain steril dan secara steril dilakukan kembali pembersihan luka dari kontaminasi secara mekanis, misalnya pembuangan jaringan mati dengan gunting atau pisau dan dibersihkan dengan bilasan, atau guyuran NaCl.

3. Akhirnya  dilakukan  penjahitan  bila  memungkinkan,  dan  luka ditutup dengan bahan yang dapat mencegah lengketnya kasa, misalnya kasa yang mengandung vaselin ditambah dengan kasa penyerap dan dibalut dengan pembalut elastis.

 

Komplikasi Luka

1. Penyulit dini seperti : hematoma, seroma, infeksi

2. Penyulit lanjut seperti : keloid dan parut hipertrofik dan kontraktur

 

Peralatan

Alat Bedah Minor : gunting jaringan, pinset anatomis, pinset sirurgis, gunting benang, needle holder, klem arteri, scalpel blade & handle.

 

 

Prognosis

Tergantung dari luas, kedalaman dan penyebab dari trauma.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment