|
141 Dinkes Kab Defgh |
VULNUS
LACERATUM, VULNUS
PUNCTUM |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Kulit merupakan bagian tubuh yang paling luar yang berguna melindungi
diri dari trauma luar serta masuknya benda asing.Apabila kulit terkena
trauma, maka dapat menyebabkan luka/vulnus.Luka tersebut dapat merusak
jaringan, sehingga terganggunya fungsi tubuh serta dapat mengganggu aktifitas
sehari-hari. Keadaan terjadinya diskontinuitas jaringan, dapat ditimbulkan oleh
berbagai macam akibat yaitu trauma, meliputi luka robek (laserasi), luka
akibat gesekan (abrasi), luka akibat tarikan (avulsi), luka tembus
(penetrasi), gigitan, luka bakar, dan pembedahan. Vulnus Laceratum (Laserasi/Robek) merupakan jenis luka disebabkan oleh
karena benturan dengan benda tumpul, dengan ciri luka tepi luka tidak rata
dan perdarahan sedikit luka dan meningkatkan resiko infeksi. Vulnus Punctum (Luka Tusuk) merupakan jenis luka yang penyebabnya adalah
benda runcing tajam atau sesuatu yang masuk ke dalam kulit, merupakan luka
terbuka dari luar tampak kecil tapi didalam mungkin rusak berat, jika yang
mengenai abdomen/thorax disebut vulnus penetrosum(luka tembus). Vulnus terjadi apabila ada suatu trauma yang mengenai tubuh yang bisa
disebabkan oleh trauma
mekanis dan perubahan suhu
(luka bakar). Vulnus yang terjadi dapat menimbulkan beberapa tanda dan gejala
seperti bengkak, krepitasi, shock, nyeri, dan deformitas atau bisa juga
menimbulkan kondisi yang lebih serius. Tanda dan gejala yang timbul tergantung
pada penyebab dan tipe vulnus. Macam-macam Luka Menurut tipenya luka dibedakan menjadi 4 tipe luka yaitu : 1. Luka bersih (Clean wound) Luka bersih adalah luka karena tindakan operasi dengan tehnik steril,
misalnya pada daerah dinding perut, dan jaringan lain yang letaknya lebih
dalam (non contaminated deep tissue), misalnya tiroid, kelenjar, pembuluh
darah, otak, tulang. 2. Luka bersih-kontaminasi (Clean contaminated wound) Merupakan luka yang terjadi karena benda tajam, bersih dan rapi,
lingkungan tidak steril atau operasi yang mengenai daerah usus halus dan
bronchial. 3. Luka kontaminasi (Contaminated wound) Luka ini tidak rapi, terkontaminasi oleh lingkungan kotor, operasi pada
saluran terinfeksi (usus besar, rektum, infeksi bronkhial, saluran kemih) 4. Luka infeksi (Infected wound) Jenis luka ini
diikuti oleh adanya
infeksi, kerusakan jaringan, serta kurangnya vaskularisasi
pada jaringan luka. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan vulnus laceratum dan vulnus punctum |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Terjadi
trauma, ada jejas,
memar, bengkak, nyeri,
rasa panas didaerah trauma. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective) Inspeksi: adanya kerusakan jaringan didaerah trauma,
ada perdarahan, edema sekitar area trauma, melepuh, kulit warna kemerahan
sampai kehitaman. Palpasi: nyeri tekan, atau anestesi. Pemeriksaan Penunjang : - Penegakan Diagnostik (Assessment) 1. Gejala
Lokal a. Nyeri
terjadi karena kerusakan
ujung-ujung saraf sensoris. Intensitas
atau derajat rasa
nyeri berbeda-beda tergantung pada berat/luas kerusakan
ujung-ujung saraf, etiologi dan lokasi luka. b. Perdarahan, hebatnya perdarahan tergantung pada
lokasi luka, jenis pembuluh darah yang rusak. c. Diastase
yaitu luka yang menganga atau tepinya saling melebar d. Gangguan fungsi,
fungsi anggota badan akan terganggu baik oleh karena rasa nyeri atau kerusakan tendon. 2. Gejala
umum Gejala/tanda umum pada perlukaan dapat terjadi
akibat penyulit/komplikasi yang terjadi
seperti syok akibat
nyeri dan atau perdarahan yang
hebat. Pada kasus vulnus diagnosis pertama dilakukan secara
teliti untuk memastikan apakah ada pendarahan yang harus dihentikan. Kemudian
ditentukan jenis trauma apakah trauma tajam atau trauma tumpul, banyaknya
kematian jaringan, besarnya kontaminasi dan berat jaringan luka. Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) 1. Pertama
dilakukan anestesi setempat
atau umum, tergantung berat dan letak luka, serta
keadaan penderita, luka dan sekitar luka dibersihkan dengan antiseptik. Bahan
yang dapat dipakai adalah larutan yodium povidon 1% dan larutan klorheksidin
½%, larutan yodium 3% atau alkohol 70% hanya digunakan untuk membersih kulit
disekitar luka. 2. Kemudian daerah disekitar lapangan kerja ditutup
dengan kain steril dan secara steril dilakukan kembali pembersihan luka dari
kontaminasi secara mekanis, misalnya pembuangan jaringan mati dengan gunting
atau pisau dan dibersihkan dengan bilasan, atau guyuran NaCl. 3. Akhirnya
dilakukan penjahitan bila
memungkinkan, dan luka ditutup dengan bahan yang dapat
mencegah lengketnya kasa, misalnya kasa yang mengandung vaselin ditambah
dengan kasa penyerap dan dibalut dengan pembalut elastis. Komplikasi Luka 1. Penyulit dini seperti : hematoma, seroma, infeksi 2. Penyulit lanjut seperti : keloid dan parut
hipertrofik dan kontraktur Peralatan Alat Bedah Minor : gunting jaringan, pinset
anatomis, pinset sirurgis, gunting benang, needle holder, klem arteri,
scalpel blade & handle. Prognosis Tergantung dari luas, kedalaman dan penyebab dari
trauma. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment