MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP FIXED DRUG ERUPTION

 

140

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

FIXED DRUG ERUPTION

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Fixed Drug Eruption (FDE) adalah salah satu jenis erupsi obat yang sering dijumpai. Darinamanya dapat disimpulkan bahwa kelainan akan terjadi berkali-kali pada tempat yang sama. Mempunyai tempat predileksi dan lesi yang khas berbeda dengan Exanthematous Drug Eruption. FDE merupakan reaksi alergi tipe 2 (sitotoksik).

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan fixed drug eruption

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis(Subjective)

 

Keluhan

 

Pasien  datang  keluhan  kemerahan  atau  luka  pada  sekitar  mulut, bibir, atau di alat kelamin, yang terasa panas. Keluhan timbul setelah mengkonsumsi obat-obat yang sering menjadi penyebab seperti Sulfonamid, Barbiturat, Trimetoprim, dan analgetik.

 

Anamnesis  yang  dilakukan  harus  mencakup  riwayat  penggunaan obat-obatan atau jamu. Kelainan timbul secara akut atau dapat juga beberapa hari setelah mengkonsumsi obat. Keluhan lain adalah rasa gatal yang dapat disertai dengan demam yang subfebril.

 

Faktor Risiko

1. Riwayat konsumsi obat (jumlah, jenis, dosis, cara pemberian, pengaruh pajanan sinar matahari, atau kontak obat pada kulit terbuka)

2.  Riwayat atopi diri dan keluarga

3.  Alergi terhadap alergen lain

4.  Riwayat alergi obat sebelumnya

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan penunjang sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik Tanda patognomonis Lesi khas:

1.  Vesikel, bercak

2.  Eritema

3.  Lesi target berbentuk bulat lonjong atau numular

4.  Kadang-kadang disertai erosi

5.  Bercak hiperpigmentasi dengan kemerahan di tepinya, terutama pada lesi berulang

 

Tempat predileksi:

1.  Sekitar mulut

2.  Daerah bibir

3.  Daerah penis atau vulva

 

Pemeriksaan penunjang

Biasanya tidak diperlukan

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan

 

Diagnosis Banding

Pemfigoid bulosa, Selulitis, Herpes simpleks, SJS (Steven JohnsonSyndrome)

 

Komplikasi

Infeksi sekunder

 

Penatalaksanaan komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

Prinsip   tatalaksana   adalah   menghentikan   obat   terduga.   Pada dasarnya erupsi obat akan menyembuh bila obat penyebabnya dapat diketahui dan segera disingkirkan.

 

Untuk mengatasi keluhan, farmakoterapi yang dapat diberikan, yaitu:

1.  Kortikosteroid  sistemik,  misalnya  prednison  tablet  30  mg/hari dibagi dalam 3 kali pemberian per hari

2. Antihistamin sistemik untuk mengurangi rasa gatal; misalnya Hidroksisin tablet 10 mg/hari 2 kali sehari selama 7 hari atau Loratadin tablet 1x10 mg/hari selama 7 hari

3.  Pengobatan topikal

a.  Pemberian topikal  tergantung  dari  keadaan lesi, bila terjadi erosi atau madidans dapat dilakukan kompres NaCl  0,9% atau Larutan Permanganas kalikus 1/10.000 dengan 3 lapis kasa selama 10-15 menit. Kompres dilakukan 3 kali sehari sampai lesi kering.

b. Terapi dilanjutkan dengan pemakaian topikal kortikosteroid potensi ringan-sedang, misalnya Hidrokortison krim 2,5% atau Mometason furoat krim 0,1%.

 

Konseling dan Edukasi

1.  Prinsipnya adalah eliminasi obat terduga.

2.  Pasien dan keluarga diberitahu untuk membuat catatan kecil di dompetnya tentang alergi obat yang dideritanya.

3.  Memberitahukan bahwa kemungkinan pasien bisa sembuh dengan adanya hiperpigmentasi pada lokasi lesi. Dan bila alergi berulang terjadi kelainan yang sama, pada lokasi yang sama.

 

Kriteria Rujukan

1. Lesi luas, hampir di seluruh tubuh, termasuk mukosa dan dikhawatirkanakan  berkembang   menjadi   Sindroma   Steven Johnson.

2.  Bila  diperlukan  untuk  membuktikan  jenis  obat  yang  diduga sebagai penyebab:

a.  Uji tempel tertutup, bila negatif lanjutkan dengan b.  Uji tusuk, bila negatif lanjutkan dengan

c.  Uji provokasi.

3.  Bila   tidak   ada   perbaikan   setelah   mendapatkan   pengobatan standar selama 7 hari dan menghindari obat.

4.  Lesi meluas.

 

Peralatan

Tidak  diperlukan  peralatan  khusus  untuk  mendiagnosis  penyakitFixed Drug Eruption.

 

Prognosis

Prognosis umumnya bonam, jika pasien tidak mengalami komplikasi atau tidak memenuhi kriteria rujukan.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment