MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP Transient Ischemic Attack (TIA)

 

Transient Ischemic Attack (TIA)

 

 

 

 

SOP

No. Documen    :

No. Revisi         :  

Tgl. Terbit         :

Halaman            :          

PUSKESMAS II ......

 

 

Pengertian

Penurunanalirandarah yang berlangsungsepintas (tidakmenetapatautidakpermanen) ke area tertentudariotak, sehinggamengakibatkandisfungsineurologis yang berlangsungsingkat (kurangdari 24 jam).Serangan TIA terjadisecaratiba-tiba (akut), danbiasanyaberlangsungsingkat (beberapamenit), jarangsampailebihdari 1-2 jam, diikutikesembuhan total tanpagejalasisa.

KodePenyakit

No. ICPC-2 : K89 Transient cerebral ischaemia

No.ICD-10 : G45.9 Transient cerebral ischaemic attack, unspecified

Tujuan

Dapat melakukan pengelolaan penyakit yang meliputi:

1. Anamnesa (Subjective)

2. Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana (Objective)

3. Penegakkan Diagnosa (Assessment)

4. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Alat&Bahan

Alat : Tempattidur,Stetoskop, Arloji, Thermometer, Tensimeter, Palu reflex

Bahan :Oksigen, Kainkasa, Infus set

 

SOP

1.  Melakukan Anamnesa(Subjective)

Keluhan

Secara umum, gejala neurologis yang diakibatkan oleh TIA tergantung pada pembuluh darah otak yang mengalami gangguan, yaitu sistem karotis atau vertebrobasilaris.

1. Disfungsi neurologis fokal yang sering ditemukan berupa:

a. Kelemahan atau kelumpuhan salah satu sisi wajah, lengan, dan tungkai (hemiparesis, hemiplegi)

b. Gangguan sensorik pada salah satu sisi wajah, lengan, dan tungkai (hemihipestesi, hemi-anesthesi)

c. Gangguan bicara

d. Gangguan berbahasa

e. Gejala neurologik lainnya:

·       Jalan sempoyongan

·       Rasa berputar

·       Kesulitan menelan

·       Melihat ganda

·       Penyempitan lapang penglihatan (hemianopsia, kwadran-anopsia)

2. Gangguan tersebut terjadi mendadak, dan biasanya berlangsung dalam waktu yang singkat (beberapa menit), jarang sampai lebih dari 1-2 jam, diikuti kesembuhan total tanpa gejala sisa.

3. Diperlukan anamnesis yang teliti tentang faktor risiko TIA/stroke

 

2. Melakukan PemeriksaanFisikdanPemeriksaanPenunjangSederhana(Objective)

Pemeriksaan Fisik

Meliputi pemeriksaan umum dan neurologis.

Pemeriksaan Umum

Terutama pemeriksaan tekanan darah, frekuensi nadi dan pernafasan, jantung, bising karotis/subklavia, dan tanda vital lainnya.

Pemeriksaan neurologis

Terutama untuk menemukan adanya tanda defisit neurologis berupa status mental, motorik, sensorik sederhana dan kortikal luhur, fungsi serebelar, dan otonomik

Pemeriksaan Penunjang : Gula darah Sewaktu

 

3.  PenegakanDiagnosa(Assessment)

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik neurologis dan CT scan kepala (bila diperlukan)

 

Diagnosis Banding:

1. Stroke iskemik (infark)

2. Stroke hemoragik

3. Gangguan fungsi otak yang menyerupai TIA/stroke, misalnya:

a. Cedera otak traumatik: hematoma epidural/subdural

b. Tumor otak

c. Infeksi otak: abses, tuberkuloma

d. Todd’s paralysis (hemiparesis pasca serangan kejang)

e. Gangguan metabolik: hipo/hiperglikemia

 

4.  PenatalaksanaanKomprehensif(Plan)

Penatalaksanaan dapat dilakukan dengan:

Bila mendapat serangan TIA, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan pemeriksaan untuk menemukan penyebab dan penanganan lebih lanjut. Tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan penyakit gangguan darah harus segera diterapi. Untuk mencegah berulangnya TIA dan serangan stroke, perlu diberikan obat antiplatelet, misalnya asetosal, clopidogrel, dipyridamole, cilostazol.

 

Kriteria Rujukan

Pasien segera dirujuk ke RS untuk penanganan lebih lanjut.

 

 

Unit Terkait

Laboratorium, Apotek, Rumah Sakit


No comments:

Post a Comment