|
|
|||
|
Transient Ischemic Attack (TIA) |
|
||
|
SOP |
No. Documen : |
||
|
No. Revisi : |
|||
|
Tgl. Terbit : |
|||
|
Halaman : |
|||
|
PUSKESMAS II ...... |
|
|
|
Pengertian
|
Penurunanalirandarah
yang berlangsungsepintas (tidakmenetapatautidakpermanen) ke area
tertentudariotak, sehinggamengakibatkandisfungsineurologis yang
berlangsungsingkat (kurangdari 24 jam).Serangan TIA terjadisecaratiba-tiba
(akut), danbiasanyaberlangsungsingkat (beberapamenit), jarangsampailebihdari
1-2 jam, diikutikesembuhan total tanpagejalasisa. |
|
KodePenyakit |
No. ICPC-2 : K89 Transient cerebral
ischaemia No.ICD-10 : G45.9 Transient cerebral
ischaemic attack, unspecified |
|
Tujuan |
Dapat melakukan pengelolaan penyakit yang
meliputi: 1. Anamnesa (Subjective) 2. Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Sederhana (Objective) 3. Penegakkan Diagnosa (Assessment) 4. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) |
|
Alat&Bahan |
Alat : Tempattidur,Stetoskop, Arloji, Thermometer, Tensimeter, Palu reflex Bahan :Oksigen, Kainkasa, Infus
set |
|
SOP |
1. Melakukan Anamnesa(Subjective) Keluhan Secara umum, gejala neurologis yang
diakibatkan oleh TIA tergantung pada pembuluh darah otak yang mengalami
gangguan, yaitu sistem karotis atau vertebrobasilaris. 1. Disfungsi neurologis fokal yang
sering ditemukan berupa: a. Kelemahan atau kelumpuhan salah satu
sisi wajah, lengan, dan tungkai (hemiparesis, hemiplegi) b. Gangguan sensorik pada salah satu
sisi wajah, lengan, dan tungkai (hemihipestesi, hemi-anesthesi) c. Gangguan bicara d. Gangguan berbahasa e. Gejala neurologik lainnya: ·
Jalan
sempoyongan ·
Rasa
berputar ·
Kesulitan
menelan ·
Melihat
ganda ·
Penyempitan
lapang penglihatan (hemianopsia, kwadran-anopsia) 2. Gangguan tersebut terjadi mendadak,
dan biasanya berlangsung dalam waktu yang singkat (beberapa menit), jarang
sampai lebih dari 1-2 jam, diikuti kesembuhan total tanpa gejala sisa. 3. Diperlukan anamnesis yang teliti
tentang faktor risiko TIA/stroke 2. Melakukan PemeriksaanFisikdanPemeriksaanPenunjangSederhana(Objective) Pemeriksaan Fisik Meliputi pemeriksaan umum dan
neurologis. Pemeriksaan Umum Terutama pemeriksaan tekanan darah,
frekuensi nadi dan pernafasan, jantung, bising karotis/subklavia, dan tanda
vital lainnya. Pemeriksaan neurologis Terutama untuk menemukan adanya tanda
defisit neurologis berupa status mental, motorik, sensorik sederhana dan
kortikal luhur, fungsi serebelar, dan otonomik Pemeriksaan Penunjang : Gula darah
Sewaktu 3. PenegakanDiagnosa(Assessment) Diagnosis ditegakkan berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik neurologis dan CT scan kepala (bila diperlukan) Diagnosis Banding: 1. Stroke iskemik (infark) 2. Stroke hemoragik 3. Gangguan fungsi otak yang menyerupai
TIA/stroke, misalnya: a. Cedera otak traumatik: hematoma
epidural/subdural b. Tumor otak c. Infeksi otak: abses, tuberkuloma d. Todd’s paralysis (hemiparesis pasca
serangan kejang) e. Gangguan metabolik:
hipo/hiperglikemia 4. PenatalaksanaanKomprehensif(Plan)
Penatalaksanaan dapat dilakukan dengan: Bila mendapat serangan TIA, pasien harus
segera dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan pemeriksaan untuk menemukan
penyebab dan penanganan lebih lanjut. Tekanan darah tinggi, penyakit jantung,
diabetes dan penyakit gangguan darah harus segera diterapi. Untuk mencegah
berulangnya TIA dan serangan stroke, perlu diberikan obat antiplatelet,
misalnya asetosal, clopidogrel, dipyridamole, cilostazol. Kriteria Rujukan Pasien segera dirujuk ke RS untuk
penanganan lebih lanjut. |
|
Unit Terkait |
Laboratorium, Apotek, Rumah Sakit |
No comments:
Post a Comment