|
|
STROKE |
|
|||||||||
|
SOP |
No. Dokumen : SOP/VII/ UKP/ /16 |
||||||||||
|
No. Revisi : - |
|||||||||||
|
Tanggal Terbit : 4
April 2016 |
|||||||||||
|
Halaman : 1/5 |
|||||||||||
|
Puskesmas ..... |
|
KAPUS |
|||||||||
|
1.
Pengertian |
No. ICPC-2 : K90 Stroke/cerebrovascular accident No. ICD-10 : I63.9 Cerebral infarction, unspecified Tingkat Kemampuan 3B Masalah Kesehatan Stroke adalah defisit neurologis fokal (atau global) yang
terjadi mendadak, berlangsung lebih dari 24 jam dan disebabkan oleh faktor
vaskuler. Secara global, saat ini stroke merupakan salah satu penyebab
kematian utama, dan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Dari laporan
Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) Departemen Kesehatan Republik Indonesia
tahun 2007, stroke merupakan penyebab kematian utama di Indonesia |
||||||||||
|
2.
Tujuan |
Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas
mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur |
||||||||||
|
3.
Kebijakan |
Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor
068/C.VII/01/16/006 tentang kebijakan pelayanan klinis Puskesmas Banyumas |
||||||||||
|
4.
Referensi |
Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||||||
|
5.
Prosedur |
Petugas Melakukan Anamnesa (Subjective) Keluhan Gejala awal serangan stroke terjadi mendadak (tiba-tiba),
yang sering dijumpai adalah 1. Kelemahan
atau kelumpuhan salah satu sisi wajah, lengan, dan tungkai (hemiparesis,
hemiplegi) 2. Gangguan
sensorik pada salah satu sisi wajah, lengan, dan tungkai (hemihipestesi,
hemianesthesi) 3. Gangguan
bicara (disartria) 4. Gangguan
berbahasa (afasia) 5. Gejala
neurologik lainnya seperti jalan sempoyongan (ataksia), rasa berputar
(vertigo), kesulitan menelan (disfagia), melihat ganda (diplopia),
penyempitan lapang penglihatan (hemianopsia, kwadran-anopsia) Catatan: Kebanyakan penderita stroke mengalami lebih dari satu
macam gejala diatas. Pada beberapa penderita dapat pula dijumpai nyeri
kepala, mual, muntah, penurunan kesadaran, dan kejang pada saat terjadi
serangan stroke. Untuk memudahkan pengenalan gejala stroke bagi masyarakat
awam, digunakan istilah FAST (Facial movement, Arm Movement, Speech, Time:
acute onset). Maksudnya, bila seseorang mengalami kelemahan otot wajah
dan anggota gerak satu sisi, serta gangguan bicara, yang terjadi mendadak,
patut diduga mengalami serangan stroke. pada stroke diperlukan anamnesis yang
teliti tentang faktor risiko Petugas Melakukan Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan
Penunjang Sederhana (Objective) 1.
Pemeriksaan tanda vital: pernapasan, nadi, suhu, tekanan darah harus diukur
kanan dan kiri 2.
Pemeriksaaan jantung paru 3.
Pemeriksaan bruit karotis dan subklavia 4.
Pemeriksaan abdomen 5.
Pemeriksaan ekstremitas 6.
Pemeriksaan neurologis a.
Kesadaran: tingkat kesadaran diukur dengan menggunakan Glassgow Coma Scale
(GCS) b.
Tanda rangsang meningeal: kaku kuduk, tanda Laseque, Kernig, dan Brudzinski c.
Saraf kranialis: terutama Nn. VII, XII, IX/X, dan saraf kranialis lainnya d.
Motorik: kekuatan, tonus, refleks fisiologis, refleks patologis e.
Sensorik
2/5 g.
Pemeriksaan fungsi luhur, terutama fungsi kognitif (bahasa, memori dll) h.
Pada pasien dengan kesadaran menurun, perlu dilakukan pemeriksaan refleks
batang otak: ·
Pola pernafasan:
Cheyne-Stokes, hiperventilasi neurogenik sentral, apneustik, ataksik ·
Refleks cahaya (pupil) ·
Refleks kornea ·
Refleks muntah ·
Refleks okulo-sefalik (doll’s
eyes phenomenon) Pemeriksaan
Penunjang: Gula darah Sewaktu 3. Petugas Melakukan Penegakan Diagnosa (Assessment) Diagnosis
klinis Diagnosis
awal ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Klasifikasi
Stroke
dibedakan menjadi: 1. Stroke
hemoragik biasanya disertai dengan sakit kepala hebat, muntah, penurunan
kesadaran, tekanan darah tinggi. 2. Stroke
iskemik biasanya tidak disertai dengan sakit kepala hebat, muntah, penurunan
kesadaran dan tekanan darah tidak tinggi. Diagnosis
Banding Membedakan
stroke iskemik dan stroke hemoragik sangat penting untuk penatalaksanaan
pasien. Komplikasi
3/5 Petugas Melakukan Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Pertolongan
pertama pada pasien stroke akut. 1.
Menilai jalan nafas, pernafasan, dan sirkulasi 2.
Menjaga jalan nafas agar tetap adekuat 3.
Memberikan oksigen bila diperlukan 4.
Memposisikan badan dan kepala lebih tinggi (head-and-trunk up) 20-30
derajat 5.
Memantau irama jantung 6.
Memasang cairan infus salin normal atau ringer laktat (500 ml/12 jam) 7.
Mengukur kadar gula darah (finger stick) 8.
Memberikan Dekstrose 50% 25 gram intravena (bila hipoglikemia berat) 9.
Menilai perkembangan gejala stroke selama perjalanan ke rumah sakit layanan
sekunder 10.
Menenangkan penderita Rencana
Tindak Lanjut 1.
Memodifikasi gaya hidup sehat a.
Memberi nasehat untuk tidak merokok atau menghindari lingkungan perokok b.
Menghentikan atau mengurangi konsumsi alkohol c.
Mengurangi berat badan pada penderita stroke yang obes d.
Melakukan aktivitas fisik sedang pada pasien stroke iskemik atau TIA.
Intensitas sedang dapat didefinisikan sebagai aktivitas fisik yang cukup
berarti hingga berkeringat atau meningkatkan denyut jantung 1-3 kali
perminggu. 2.
Mengontrol faktor risiko a.
Tekanan darah b.
Gula darah pada pasien DM c.
Kolesterol d.
Trigliserida e.
Jantung
4/5 Konseling
dan Edukasi 1.
Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya agar tidak terjadi
kekambuhan atau serangan stroke ulang 2.
Jika terjadi serangan stroke ulang, harus segera mendapat pertolongan segera 3.
Mengawasi agar pasien teratur minum obat. 4.
Membantu pasien menghindari faktor risiko. Kriteria
Rujukan Semua
pasien stroke setelah ditegakkan diagnosis secara klinis dan diberikan
penanganan awal, segera mungkin harus dirujuk ke fasilitas pelayanan
kesehatan sekunder yang memiliki dokter spesialis saraf, terkait dengan angka
kecacatan dan kematian yang tinggi. Dalam hal ini, perhatian terhadap therapeutic
window untuk penatalaksanaan stroke akut sangat diutamakan. |
||||||||||
|
6.
Unit Terkait |
Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi, R.
Persalinan |
||||||||||
|
7.
Rekaman Historis Perubahan |
|
||||||||||
No comments:
Post a Comment