|
118 Dinkes Kab Defgh |
TINEA
UNGUINUM |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Tinea unguinum
adalah infeksi jamur dermatofita yang memiliki sifat mencernakan keratin di jaringan yang mengandung zat tanduk,
misalnya stratum korneum pada kuku jari tangan dan kaki. Penularan terjadi
melalui kontak langsung dengan agen penyebab. Sumber penularan dapat berasal
dari manusia (jamur antropofilik), binatang (jamur zoofilik) atau dari tanah
(jamur geofilik). |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan tinea unguinum |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan Pada sebagian besar infeksi dermatofita, pasien
datang dengan bercak merah bersisik yang gatal. Adanya riwayat kontak dengan
orang yang mengalami dermatofitosis. Faktor Risiko 1. Lingkungan
yang lembab dan panas 2.
Imunodefisiensi 3. Obesitas 4. Diabetes
Melitus Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective) Pemeriksaan Fisik Gambaran umum: Lesi berbentuk infiltrat eritematosa, berbatas
tegas, dengan bagian tepi yang lebih
aktif daripada bagian
tengah, dan konfigurasi polisiklik. Lesi
dapat dijumpai di
daerah kulit berambut terminal,
berambut velus (glabrosa) dan kuku. Pemeriksaan Penunjang Bila diperlukan, dapat dilakukan pemeriksaan
mikroskopis dengan KOH, akan ditemukan hifa panjang dan artrospora. Penegakan Diagnosis (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik. Bila diperlukan dilakukan pemeriksaan penunjang. Diagnosis Banding:- Komplikasi Jarang ditemukan, dapat berupa infeksi bakterial
sekunder. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1. Higiene
diri harus terjaga, dan pemakaian handuk/pakaian secara bersamaan harus
dihindari. 2. Untuk lesi
terbatas, diberikan pengobatan topikal, yaitu dengan: antifungal topikal
seperti krim klotrimazol, mikonazol, atau terbinafin yang diberikan hingga lesi
hilang dan dilanjutkan 1-2 minggu kemudian untuk mencegah rekurensi. 3. Untuk
penyakit yang tersebar luas atau resisten terhadap terapi topikal, dilakukan
pengobatan sistemik dengan: a. Griseofulvin
dapat diberikan dengan
dosis 0,5-1 g
per hari untuk orang dewasa dan
0,25 – 0,5 g per hari untuk anak- anak atau 10-25 mg/kgBB/hari, terbagi dalam
2 dosis. b. Golongan
azol, seperti Ketokonazol: 200 mg/hari; Itrakonazol: 100 mg/hari atau Terbinafin: 250 mg/hari Pengobatan diberikan selama 10-14 hari pada pagi
hari setelah makan. Konseling dan Edukasi Edukasi mengenai penyebab dan cara penularan
penyakit. Edukasi pasien dan keluarga juga untuk menjaga higiene tubuh, namun
penyakit ini bukan merupakan penyakit yang berbahaya. Kriteria rujukan Pasien dirujuk apabila: 1. Penyakit
tidak sembuh dalam 10-14 hari setelah terapi. 2. Terdapat
imunodefisiensi. 3. Terdapat
penyakit penyerta yang menggunakan multifarmaka. Peralatan 1. Lup 2. Peralatan
laboratorium untuk pemeriksaan KOH Prognosis Pasien dengan imunokompeten, prognosis umumnya
bonam, sedangkan pasien dengan imunokompromais, quo ad sanationamnya menjadi
dubia ad bonam. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment