|
|
PENATALAKSANAAN OTITIS MEDIA
SUPURATIF KRONIK |
|
|||||||||
|
SOP |
No.
Dokumen : |
||||||||||
|
No.
Revisi : |
|||||||||||
|
Tanggal
Terbit : |
|||||||||||
|
Halaman : |
|||||||||||
|
Puskesmas
. |
|
. . |
|||||||||
|
1. Pengertian |
Survei Nasional
Kesehatan Indra Penglihatan dan Pendengaran (1993- 1996) di 8 provinsi
Indonesia menunjukkan angka morbiditas THT sebesar 38,6%. Otitis media
supuratif kronik merupakan penyebab utama gangguan pendengaran yang didapat
pada anak-anak terutama pada negara berkembang. Pada tahun 1990, sekitar
28.000 kematiandi seluruh dunia disebabkan oleh komplikasi otitis media. Otitis media
supuratif kronik (OMSK) adalah peradangan kronik telinga tengah dengan
perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari telinga lebih
dari 2 bulan, baik terus menerus maupun hilang timbul. Terdapat dua tipe
OMSK, yaitu OMSK tipe aman (tanpa kolesteatoma) dan tipe bahaya (dengan
kolesteatoma). Hasil |
||||||||||
|
2. Tujuan |
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Otitis
Media Supuratif Kronik |
||||||||||
|
3. Kebijakan |
KMK 514 tahun 2015 |
||||||||||
|
4. Referensi |
Referensi 1. Acuin J. Chronic
suppurative otitis media: Burden of Illness and Management Options. WHO
Library Cataloguing in publication data. 2004. (J, 2004) 2. Verhoeff M, Van
der Veen EL, Rovers MM, Sanders EAM, Schilder AGM. Chronic suppurative otitis
media: A review. International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology
(2006) 70, 1-12. (Verhoeff, et al., 2006) 3. Buku Ajar Ilmu
Kesehatan Telinga-Hidung-Tenggorok Kepala Leher. FKUI. 2001 -
|
||||||||||
|
5. Prosedur |
Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) 1. Non-Medikamentos Membersihkan dan
mengeringkan saluran telinga dengan kapas lidi atau cotton bud. Obat
cuci telinga dapat berupa NaCl 0,9%, Asam Asetat 2%, atau Hidrogen Peroksida
3%. 2. Medikamentosa a. Antibiotik topikal
golongan Ofloxacin, 2 x 4 tetes per hari di telinga yang sakit b. Antibiotik oral: •
Dewasa: - Lini pertama : Amoxicillin 3 x 500 mg per hariselama 7 hari, atau Amoxicillin-Asam clavulanat 3 x 500 mg per
hari selama 7 hari, atau Ciprofloxacin
2 x 500 mg selama 7 hari. - Lini kedua : Levofloxacin 1 x 500 mg per hari selama 7 hari,atau Cefadroxil 2 x 500 – 100 mg per hari selama
7 hari. • Anak: - Amoxicillin – Asam
clavulanat 25 – 50 mg/kgBB/hari, dibagi menjadi 3 dosis per hari, atau - Cefadroxil 25 – 50
mg/kgBB/hari, dibagi menjadi 2 dosis per hari. Rencana Tindak Lanjut Respon atas terapi dievaluasi setelah pengobatan selama 7 hari. Konseling dan Edukasi 1. Menjaga kebersihan telinga dan tidak mengorek-ngorek telinga
dengan benda tajam. 2. Menjaga agar telinga tidak kemasukan air. 3. Menjelaskan bahwa penyakit ini merupakan penyakit infeksi
sehingga dengan penanganan yang tepat dapat disembuhkan tetapi bila dibiarkan
dapat mengakibatkan hilangnya pendengaran serta komplikasi lainnya. Kriteria Rujukan 1. OMSK tipe bahaya 2. Tidak ada perbaikan atas terapi yang dilakukan 3. Terdapat komplikasi ekstrakranial maupun intrakranial 4. Perforasi menetap setelah 2 bulan telinga kering Peralatan 1. Lampu kepala 2. Spekulum telinga 3. Otoskop 4. Aplikator kapas 5. Kapas 6. Cairan irigasi
telinga 7. Suction 8. Wadah ginjal (nierbekken)
9. Irigator telinga
(spuit 20 - 50 cc + cateter wing needle) 10. Garputala
frekuensi 512 – 1024 Hz Prognosis 1. Ad Vitam : Bonam
2. Ad functionam :
Bonam 3. Ad sanationam :
Bonam |
||||||||||
|
6. BaganAlir |
|
||||||||||
|
7.
Unit Terkait |
|
||||||||||
|
8.
Rekaman Historis Perubahan |
|
||||||||||

No comments:
Post a Comment