|
|
OSTEOARTRITIS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
:440/C/VII/SOP/7/2018/00... |
|||
|
Terbitke |
:01 |
||||
|
No.Revisi |
:00 |
||||
|
Tgl.Terbit |
:01/07/ 2018 |
||||
|
Halaman |
:1-1 |
||||
|
DitetapkanKepalaPuskesmasAbcde |
|
|
|||
|
1.Pengertian |
Osteoartritis adalah
penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi.
Di tandai dengan kehilangan kartilago sendi progesif dan terbentuknya tulang
baru pada trabecula subkondrial dan tepi tulang (osteofit). |
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
2.Tujuan |
Sebagaiacuanuntuk menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan osteoartritis. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
3.Kebijakan |
SuratKeputusanKepalaPuskesmas Abcde Nomor ............. tentang
Pemberian Layanan Klinis . |
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
4.Referensi |
Permenkes No. 5
tahun 2014 tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
5.Alat dan
Bahan |
1.)
Kartu
rekam medis 2.)
Alat
tulis 3.)
Tensimeter 4.)
Stetoskop |
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
6.Prosedur |
1.Petugas
memanggil pasien sesuai dengan nomor antrian. 2.Petugas
mengecek identitas pasien sesuai dengan kartu rekam medis pasien. 3.Petugas
menjaga privasi pasien. 4.Petugas
melakukan anamnesis (keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat
penyakit dahulu, riwayat alergi dan riwayat penyakit keluarga). 5.Petugas melakukan
pemeriksaan vital sign yang diperlukan. 6.Petugas
melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan/ yang sesuai. 7.Jika
diperlukan petugas melakukan pemeriksaan penunjang. 8.Petugas
menegakkan diagnosa dan atau differential diagnosa berdasarkan hasil
anamnese, pemeriksaan vital sign, pemeriksaan fisik . 9.Jika
diperlukan petugas memberikan terapi :
10.Petugas memberikan
edukasi kepada pasien dan atau keluarganya untuk tetap menggunakan sendinya
dan melindungi sendi yang sakit. 11.Jika pasien
mempunyai kelebihan berat badan, petugas memberikan edukasi untuk menurunkan
berat badan. 12.Jika ada
indikasi petugas melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi (
Rumah Sakit ) jika ada komplikasi ( deformitas permanen) atau komplikasi
terapi COX I. 13.Petugas
memberikan resep kepada pasien untuk diserahkan ke sub unit farmasi. 14.Petugas
mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan,diagnosa, terapi,
rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien. 15.Petugas
menyerahkan rekam medis ke petugas simpus untuk dientry. 16.Petugas
mendokumentasikan hasil pemeriksaan, diagnosa dan terapi yang sudah tercatat
dalam rekam medis kedata simpus. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
7.Diagram Alir |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
8.Hal-hal yang
perlu dipehatikan |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
9.Unit Terkait |
Ruang
Pemeriksaan Umum |
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
10.Dokumen
terkait |
1.Kartu Rekam
Medis 2.Buku Register
3. Formulir
Rujukan |

No comments:
Post a Comment