MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 13, 2026

SOP Malabsorbsi Makanan

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas

 

 

Malabsorbsi Makanan

 

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Patikraja

SPO

No. Kode                  :  6/ 13/   013

 

Ditetapkan  Oleh Kepala Puskesmas Patikraja

 

 

 

 

 

 

 

Priyono,SKM.MM

NIP: 19590215 198012 1 007

Terbitan                    :01

No. Revisi                : 0        

Tgl. Mulai Berlaku  :1 Februari 2013.

Halaman                   : 1- 2                 

No. Kode                  : B/ VI/ BPU/ SPO/ 6/ 13/013.

 

1.      

Ruang Lingkup

Protap ini mencakup diagnosis dan tata laksana Malabsorbsi Makanan

2.      

Tujuan

Memberikan tata laksana yang tepat pada pasien Malabsorbsi Makanan.

3.      

Kebijakan

Berlaku untuk semua pasien.

4.      

Referensi

Syam, Ari Fachrial. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III. Edisi ke 4. Jakarta: FK UI. 2006. hal 312-3. (Sudoyo, et al., 2006)

5.      

Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

Pasien dengan malabsorbsi biasanya datang dengan keluhan diare kronis, biasanya bentuk feses cair mengingat gangguan pada usus halus tidak ada zat nutrisi yang terabsorbsi sehingga feses tak berbentuk. Jika masalah pasienkarena malabsorbsi lemak maka pasien akan mengeluh fesesnya berminyak (steatore).

 

Anamnesis yang tepat tentang kemungkinan penyebab dan perjalanan penyakit merupakan hal yang penting untuk menentukan apa terjadi malabsorbsi.

Faktor Risiko: -

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda anemia (karena defisiensi besi, asam folat, dan B12): konjungtiva anemis, kulit pucat, status gizi kurang. Dicari tanda dan gejala spesifik tergantung dari penyebabnya.

Pemeriksaan Penunjang

1. Darah perifer lengkap: anemia mikrositik hipokrom karena defisiensi besi atau anemia makrositik karena defisiensi asam folat dan vitamin B12.

2. Radiologi: foto polos abdomen

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang.

Diagnosis Banding

1. Pankreatititis

2. Penyakit Chrons pada illeum terminalis

3. Sprue Celiac

4. Penyakit whipple

5. Amiloidosis

6. Defisiensi laktase

7. Sindrom Zollinger-Ellison

8. Gangguan paska gasterektomi, reseksi usus halus atau kolon

 

Komplikasi

Dehidrasi

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

Perlu dilakukan konsultasi ke spesialis penyakit dalam untuk mencari penyebab malabsorbsi kemudian ditatalaksana sesuai penyebabnya.

1. Tatalaksana tergantung dari penyebab malabsorbsi

2. Pembatasan nutrisi tertentu

3. Suplemen vitamin dan mineral

4. Suplemen enzim pencernaan

5. Tata laksana farmakologi: Antibiotik diberikan jika malabsorbsi disebakan oleh overgrowth bakteri enterotoksigenik: E. colli, K. Pneumoniae dan Enterrobacter cloacae.

 

1.      

Distribusi

 

2.      

Dokumen Terkait

1.   Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas

2.   Kepala Puskesmas

 

 

8.   Rekaman Historis

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tgl.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER