|
122 Dinkes Kab Defgh |
KANDIDIASIS
MULUT |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Kandidiasis mulut adalah penyakit infeksi
jamur Candida albicans yang
menyerang mukosa mulut Infeksi Candida albicans ini menyerang kulit, mukosa maupun organ dalam,
sedangkan pada bayi dapat terinfeksi melalui vagina saat dilahirkan, atau
karena dot yang tidak steril |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan kandidiasis mulut |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan: Rasa gatal dan perih di mukosa mulut, rasa metal,
dan daya kecap penderita yang berkurang Faktor Risiko: imunodefisiensi Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective) Pemeriksaan Fisik 1. Bercak
merah, dengan maserasi di daerah sekitar mulut, di lipatan (intertriginosa)
disertai bercak merah yang terpisah di
sekitarnya (satelit). 2. Guam atau oral thrush yang diselaputi
pseudomembran pada mukosa mulut. Pemeriksaan Penunjang Sel ragi dapat dilihat di bawah mikroskop dalam
pelarut KOH 10% atau
pewarnaan Gram. Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan penunjang. Diagnosis Banding Peradangan mukosa mulut yang disebabkan oleh bakteri
atau virus. Komplikasi Diare karena kandidiasis saluran cerna. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1.
Memperbaiki status gizi dan menjaga kebersihan oral 2. Kontrol
penyakit predisposisinya 3.
Gentian violet 1%
(dibuat segar/baru) atau
larutan nistatin 100.000 – 200.000 IU/ml yang dioleskan 2 – 3 kali
sehari selama 3 hari Rencana Tindak Lanjut 1.
Dilakukan skrining pada
keluarga dan perbaikan
lingkungan keluarga untuk menjaga tetap bersih dan kering. 2. Pasien
kontrol kembali apabila dalam 3 hari tidak ada perbaikan dengan obat anti jamur. Kriteria Rujukan Bila kandidiasis merupakan akibat dari penyakit
lainnya, seperti HIV. Peralatan Peralatan laboratorium untuk pemeriksaan KOH Prognosis Prognosis pada pasien dengan imunokompeten umumnya
bonam. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment