|
121 Dinkes Kab Defgh |
PITIRIASIS
VERSIKOLOR |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Pitiriasis versikoloratau Tinea versikolor adalah penyakit infeksi pada superfisial kulit dan
berlangsung kronis yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Prevalensi
penyakit ini tinggi pada daerah tropis yang bersuhu hangat dan lembab. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan Pitiriasis versikolor |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan Pasien pada umumnya datang berobat karena tampak
bercak putih pada kulitnya. Keluhan
gatal ringan muncul
terutama saat berkeringat,
namun sebagian besar pasien asimptomatik. Faktor Risiko 1. Sering
dijumpai pada dewasa muda (kelenjar sebasea lebih aktif bekerja). 2. Cuaca yang
panas dan lembab. 3. Tubuh yang
berkeringat. 4.
Imunodefisiensi Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective) Pemeriksaan Fisik Tanda patognomonis Lesi berupa makula hipopigmentasi atau
berwarna-warni, berskuama halus, berbentuk bulat atau tidak beraturan dengan
batas tegas atau tidak tegas. Skuama
biasanya tipis seperti
sisik dan kadangkala hanya dapat tampak dengan
menggores kulit (finger nail sign). Predileksi di bagian atas dada, lengan, leher,
perut, kaki, ketiak, lipat paha,
muka dan kepala.
Penyakit ini terutama
ditemukan pada daerah yang
tertutup pakaian dan bersifat lembab. Pemeriksaan Penunjang 1.
Pemeriksaan lampu Wood menampakkan pendaran (fluoresensi) kuning keemasan pada lesi yang bersisik. 2.
Pemeriksaan mikroskopis sediaan
kerokan skuama lesi
dengan KOH. Pemeriksaan ini akan tampak campuran hifa pendek dan
spora-spora bulat yang dapat berkelompok (spaghetti and meatball appearance). Penegakan Diagnosis (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik. Diagnosis Banding Vitiligo, Dermatitis seboroik, Pitiriasis alba,
Morbus hansen, Eritrasma Komplikasi Jarang terjadi. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1. Pasien
disarankan untuk tidak menggunakan
pakaian yang lembab dan
tidak berbagi penggunaan
barang pribadi dengan orang lain. 2. Pengobatan
terhadap keluhannya dengan: a. Pengobatan
topikal • Suspensi
selenium sulfida 1,8%,
dalam bentuk shampo yang digunakan 2-3 kali seminggu.
Obat ini digosokkan pada lesi dan didiamkan selama 15-30 menit sebelum mandi. • Derivat azol topikal, antara lain mikonazol dan
klotrimazol. b. Pengobatan
sistemik diberikan apabila penyakit ini terdapat pada daerah yang luas atau jika penggunaan obat
topikal tidak berhasil. Obat tersebut, yaitu: •
Ketokonazol per oral dengan dosis 1x200 mg sehari selama10 hari, atau •
Itrakonazol per oral dengan dosis 1 x 200 mg sehari selama5-7 hari
(pada kasus kambuhan
atau tidak responsif dengan terapi lainnya). Konseling dan Edukasi Edukasi pasien dan keluarga bahwa pengobatan harus
dilakukan secara menyeluruh, tekun dan konsisten, karena angka kekambuhan
tinggi (± 50%
pasien). Infeksi jamur
dapat dibunuh dengan
cepat tetapi membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengembalikan
pigmentasi ke normal. Untuk
pencegahan, diusahakan agar pakaian tidak lembab dan tidak berbagi dengan
orang lain untuk penggunaan barang pribadi. Kriteria Rujukan Sebagian besar kasus tidak memerlukan rujukan. Peralatan 1. Lup 2. Peralatan
laboratorium untuk pemeriksaan KOH Prognosis Prognosis umumnya bonam. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment