MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 11, 2026

SOP HIPOGLIKEMI RINGAN

 

83

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

HIPOGLIKEMI RINGAN

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Hipoglikemia adalah keadaan dimana kadar glukosa darah <60 mg/dl, atau kadar glukosa darah <80 mg/dl dengan gejal klinis. Dapat terjadi karena :

1.     Kelebihan dosis obat, terutama insulin atau obat hipoglikemia oral yaitu sulfonilurea.

2.     Kebutuhan tubuh akan insulin yang relatif menurun; gagal ginjal kronik, dan paska persalinan.

3.     Asupan makan tidak adekuat: jumlah kalori atau waktu makan tidak tepat

4.     Kegiatan jasmani berlebihan.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan hipoglikemi ringan

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

1.    Rasa gemetar

2.    Perasaan lapar

3.    Pusing

4.    Keringat dingin

5.    Jantung berdebar

6.    Gelisah

7.    Penurunan kesadaran bahkan sampai koma dengan atau tanpa kejang.

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

·       Pucat

·       Diaphoresis/keringat dingin

·       Tekanan darah menurun

·       Frekuensi denyut jantung meningkat

·       Penurunan kesadaran

·       Defisit neurologik fokal (reflek patologis positif pada satu sisi tubuh) sesaat.

 

Pemeriksaan Penunjang : kadar glukosa darah sewaktu

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

-       Trias whipple untuk hipoglikemia:

1.    Gejala yang konsisten dengan hipoglikemia

2.    Kadar glukosa plasma rendah

3.    Gejala mereda setelah kadar glukosa plasma meningkat.

Diagnosis Banding : syncope vagal, stroke/TIA

 

Komplikasi : kerusakan otak, koma, kematian

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

Stadium permulaan (sadar)

1.    Berikan gula murni 30 gram (2 sendok makan) atau sirop/permen atau gula murni (bukan pemais pengganti gula atau gula diet/gula diabetes) dan makanan yang mengandung karbohidrat.

2.    Hentikan obat hipoglikemik sementara. Pantau glukosa darah sewaktu tiap 1-2 jam.

3.    Pertahankan GD sekitar 200 mgdL (bila sebelumnya tidak sadar).

4.    Cari penyebab hipoglikemia dengan anamnesis baik auto maupun allo anamnesis.

 

Stadium lanjut (koma hipoglikemia atau tidak sadar dan curiga hipoglikemia) :

1.    Diberikan larutan dekstrose 40% sebanyak 2 flakon (=50 mL) bolus intravena.

2.    Diberikan cairan dekstrose 10% perinfus 6 jam perkolf.

3.    Periksa GDS setiap satu jam setelah pemberian dekstrose 40%

a.    Bila GDS <50 mg/dl à bolus dkstrose 40% 50 ml IV.

b.    Bila GDS <100 mg/dl à bolus dekstrose 40% 25 ml IV.

c.     Bila GDS 100-200 mg/dl à tanpa bolus dekstrose 40 %.

d.    Bila GDS > 200mg/dl à pertimbangan menurunkan kecepatan drip dekstrose 10%.

4.    Bila GDS > 100mg/dl sebanyak 3 kali berturut-turut, pemantauan GDS setiap 2 jam, dengan protokol sesuai diatas, bila GDS > 200mg/dl – pertimbangkan mengganti infus dengan dekstrose 5% atau Nacl 0,9%.

5.    Bila GDS > 100mg/dl sebanyak 3 kali berturut-turut, protokol hipoglikemia dihentikan.

 

Konseling dan Edukasi

      Seseorang yang sering mengalami hipoglikemia (terutama penderita diabetes), hendaknya selalu membawa tablet glukosa karena efeknya cepat timbul dan memberikan sejumlah gula yang konsisten.

 

Kriteria Rujukan :

1.    Pasien hipoglikemia dengan penurunan kesadaran harus dirujuk ke layanan sekunder (spesialis penyakit dalam) setelah diberikan dekstrose 40% bolus dan infus dekstrose 10% dengan tetesan 6 jam per kolf.

2.    Bila hipoglikemia tidak teratasi setelah 2 jam tahap pertama protokol penganan.

 

Peralatan

1.    Laboratorium untuk pemeriksaan kadar glukosa darah.

2.    Cairan dekstrose 40% dan dekstrose 10%.

Prognosis

Prognosis pada umumnya baik bila penanganan cepat dan tepat.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment