|
83 Dinkes Kab Defgh |
HIPOGLIKEMI
RINGAN |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Hipoglikemia adalah keadaan dimana kadar
glukosa darah <60 mg/dl, atau kadar glukosa darah <80 mg/dl dengan
gejal klinis. Dapat terjadi karena : 1.
Kelebihan dosis obat, terutama insulin atau
obat hipoglikemia oral yaitu sulfonilurea. 2.
Kebutuhan tubuh akan insulin yang relatif
menurun; gagal ginjal kronik, dan paska persalinan. 3.
Asupan makan tidak adekuat: jumlah kalori atau
waktu makan tidak tepat 4.
Kegiatan jasmani berlebihan. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan hipoglikemi ringan |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan 1. Rasa gemetar 2. Perasaan lapar 3. Pusing 4. Keringat dingin 5. Jantung berdebar 6. Gelisah 7. Penurunan kesadaran bahkan sampai koma dengan atau
tanpa kejang. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik ·
Pucat ·
Diaphoresis/keringat dingin ·
Tekanan darah menurun ·
Frekuensi denyut jantung
meningkat ·
Penurunan kesadaran ·
Defisit neurologik fokal
(reflek patologis positif pada satu sisi tubuh) sesaat. Pemeriksaan Penunjang : kadar glukosa darah sewaktu Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis - Trias whipple untuk hipoglikemia: 1. Gejala yang konsisten dengan hipoglikemia 2. Kadar glukosa plasma rendah 3. Gejala mereda setelah kadar glukosa plasma
meningkat. Diagnosis Banding : syncope vagal, stroke/TIA Komplikasi : kerusakan otak, koma, kematian Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan Stadium permulaan (sadar) 1.
Berikan gula murni 30
gram (2 sendok makan) atau sirop/permen atau gula murni (bukan pemais
pengganti gula atau gula diet/gula diabetes) dan makanan yang mengandung
karbohidrat. 2.
Hentikan obat
hipoglikemik sementara. Pantau glukosa darah sewaktu tiap 1-2 jam. 3.
Pertahankan GD sekitar
200 mgdL (bila sebelumnya tidak sadar). 4.
Cari penyebab
hipoglikemia dengan anamnesis baik auto maupun allo anamnesis. Stadium lanjut (koma hipoglikemia atau tidak sadar
dan curiga hipoglikemia) : 1.
Diberikan larutan
dekstrose 40% sebanyak 2 flakon (=50 mL) bolus intravena. 2.
Diberikan cairan
dekstrose 10% perinfus 6 jam perkolf. 3.
Periksa GDS setiap satu
jam setelah pemberian dekstrose 40% a.
Bila GDS <50 mg/dl à bolus dkstrose 40% 50 ml IV. b.
Bila GDS <100 mg/dl à bolus dekstrose 40% 25 ml IV. c.
Bila GDS 100-200 mg/dl à tanpa bolus dekstrose 40 %. d.
Bila GDS > 200mg/dl à pertimbangan menurunkan kecepatan drip dekstrose
10%. 4.
Bila GDS > 100mg/dl
sebanyak 3 kali berturut-turut, pemantauan GDS setiap 2 jam, dengan protokol
sesuai diatas, bila GDS > 200mg/dl – pertimbangkan mengganti infus dengan
dekstrose 5% atau Nacl 0,9%. 5.
Bila GDS > 100mg/dl
sebanyak 3 kali berturut-turut, protokol hipoglikemia dihentikan. Konseling dan Edukasi
Seseorang yang sering mengalami hipoglikemia (terutama penderita
diabetes), hendaknya selalu membawa tablet glukosa karena efeknya cepat
timbul dan memberikan sejumlah gula yang konsisten. Kriteria Rujukan : 1.
Pasien hipoglikemia
dengan penurunan kesadaran harus dirujuk ke layanan sekunder (spesialis
penyakit dalam) setelah diberikan dekstrose 40% bolus dan infus dekstrose 10%
dengan tetesan 6 jam per kolf. 2.
Bila hipoglikemia tidak
teratasi setelah 2 jam tahap pertama protokol penganan. Peralatan 1.
Laboratorium untuk
pemeriksaan kadar glukosa darah. 2.
Cairan dekstrose 40% dan
dekstrose 10%. Prognosis Prognosis pada umumnya
baik bila penanganan cepat dan tepat. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment