|
84 Dinkes Kab Defgh |
MALNUTRISI
ENERGI PROTEIN |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Malnutrisi
Energi Protein (MEP) adalah
penyakit akibat kekurangan energi dan protein umumnya disertai defisiensi
nutrisi lain. Klasifikasi
dari MEP adalah : 1. Kwashiorkor
2. Marasmus
3. Marasmus
Kwashiorkor |
|||||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan Malnutrisi Energi Protein |
|||||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
|||||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
|||||||||
|
E. Prosedur |
Hasil
Anamnesis (Subjective) Keluhan 1. Kwashiorkor,
dengan keluhan: a. Edema
b. Wajah
sembab c. Pandangan
sayu d. Rambut
tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa sakit,
rontok e. Anak
rewel, apatis 2. Marasmus,
dengan keluhan: a. Sangat
kurus b. Cengeng
c. Rewel
d. Kulit
keriput 3. Marasmus
Kwashiorkor, dengan keluhan kombinasi dari ke-2 penyakit tersebut diatas. Faktor Risiko Berat badan
lahir rendah, HIV, Infeksi TB, pola asuh yang salah Hasil
Pemeriksaan Fisik dan penunjang sederhana (Objective) Pemeriksaan
Fisik Patognomonis 1. BB/TB
< 70% atau < -3SD 2. Marasmus:
tampak sangat kurus, tidak ada jaringan lemak bawah kulit, anak tampak tua, baggy
pants appearance. 3. Kwashiorkor:
edema, rambut kuning mudah rontok, crazy pavement dermatosa 4. Tanda
dehidrasi 5. Demam
6. Frekuensi
dan tipe pernapasan: pneumonia atau gagal jantung 7. Sangat
pucat 8. Pembesaran
hati, ikterus 9. Tanda
defisiensi vitamin A pada mata: konjungtiva kering, ulkus kornea,
keratomalasia 10. Ulkus
pada mulut 11. LILA
< 11,5 cm untuk anak 6-59 bulan Pemeriksaan
Penunjang 1. Laboratorium:
gula darah, Hb, Ht, preparat apusan darah, urin rutin, feses 2. Antropometri
3. Foto
toraks 4. Uji
tuberkulin Penegakan
Diagnosis (Assessment) Diagnosis
Klinis Diagnosis
ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala klinis serta pengukuran antropometri.
Anak didiagnosis dengan gizi buruk, apabila: 1. BB/TB
< -3SD atau 70% dari median (marasmus). 2. Edema
pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh (kwashiorkor: BB/TB>-3SD
atau marasmik-kwashiorkor BB/TB<-3SD). Tabel
KlasifikasiMalnutrisi Energi Protein (MEP)
Diagnosis
Banding: - Komplikasi Anoreksia,
Pneumonia berat, Anemia berat, Infeksi, Dehidrasi berat, Gangguan elektrolit,
Hipoglikemi, Hipotermi, Hiperpireksia, Penurunan kesadaran Penatalaksanaan
komprehensif (Plan) Penatalaksanaan
dan Target Terapi Penanganan
pasien dengan MEP, yaitu: a. Vitamin A dosis tinggi diberikan pada
anak gizi buruk dengan dosis sesuai umur pada saat pertama kali ditemukan b. Makanan untuk pemulihan gizi dapat
berupa makanan lokal atau pabrikan.
i. Jenis pemberian ada 3 pilihan: makanan
therapeutic atau gizi siap saji, F100 atau makanan lokal dengan densitas
energi yg sama terutama dari lemak (minyak/santan/margarin).
ii.
Pemberian
jenis makanan untuk pemulihan gizi disesuaikan masa pemulihan (rehabilitasi):
1. 1 minggu pertama pemberian F100. 2. Minggu berikutnya jumlah dan frekuensi
F100 dikurangi seiring dengan penambahan makanan keluarga. Kunjungan
Rumah Ø Tenaga kesehatan atau kader melakukan
kunjungan rumah pada anak gizi buruk rawat jalan, bila: § Berat badan anak sampai pada minggu
ketiga tidaknaik atau turun dibandingkan dengan berat badanpada saat masuk
(kecuali anak dengan edema). § Anak yang 2 kali berturut-turut tidak
datang tanpa pemberitahuan Ø Kunjungan rumah bertujuan untuk menggali
permasalahan yang dihadapi keluarga termasuk kepatuhan mengonsumsi makanan
untuk pemulihan gizi dan memberikan nasihat sesuai dengan masalah yang
dihadapi. Ø Dalam melakukan kunjungan, tenaga
kesehatan membawa kartu status, cheklist kunjungan rumah, formulir rujukan,
makanan untuk pemulihan gizi dan bahan penyuluhan. Ø Hasil kunjungan dicatat pada checklist
kunjungan dan kartu status. Bagi anak yang harus dirujuk, tenaga kesehatan
mengisi formulir rujukan. Konseling dan
Edukasi •
Menyampaikan
informasi kepada ibu/pengasuhtentang hasil penilaian pertumbuhan anak. •
Mewawancarai
ibu untuk mencari penyebab kurang gizi. •
Memberi
nasihat sesuai penyebab kurang gizi. •
Memberikan
anjuran pemberian makan sesuai umur dan kondisi anak dan cara menyiapkan
makan formula, melaksanakan anjuran makan dan memilih atau mengganti makanan.
Kriteria
Rujukan
Peralatan
Prognosis Prognosis umumnya dubia ad bonam untuk
ad vitam, sedangkan untuk quo ad fungsionam dan sanationam umumnya
dubia ad malam. |
|||||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
|||||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment