MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 11, 2026

SOP MALNUTRISI ENERGI PROTEIN

 

84

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

MALNUTRISI ENERGI PROTEIN

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Malnutrisi Energi Protein (MEP) adalah penyakit akibat kekurangan energi dan protein umumnya disertai defisiensi nutrisi lain.

Klasifikasi dari MEP adalah :

1.    Kwashiorkor

2.    Marasmus

3.    Marasmus Kwashiorkor

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan Malnutrisi Energi Protein

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

1.    Kwashiorkor, dengan keluhan:

a.    Edema

b.    Wajah sembab

c.     Pandangan sayu

d.    Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa sakit, rontok

e.    Anak rewel, apatis

2.    Marasmus, dengan keluhan:

a.    Sangat kurus

b.    Cengeng

c.     Rewel

d.    Kulit keriput

3.    Marasmus Kwashiorkor, dengan keluhan kombinasi dari ke-2 penyakit tersebut diatas.

 

Faktor Risiko

Berat badan lahir rendah, HIV, Infeksi TB, pola asuh yang salah

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan penunjang sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik Patognomonis

1.    BB/TB < 70% atau < -3SD

2.    Marasmus: tampak sangat kurus, tidak ada jaringan lemak bawah kulit, anak tampak tua, baggy pants appearance.

3.    Kwashiorkor: edema, rambut kuning mudah rontok, crazy pavement dermatosa

4.    Tanda dehidrasi

5.    Demam

6.    Frekuensi dan tipe pernapasan: pneumonia atau gagal jantung

7.    Sangat pucat

8.    Pembesaran hati, ikterus

9.    Tanda defisiensi vitamin A pada mata: konjungtiva kering, ulkus kornea, keratomalasia

10. Ulkus pada mulut

11. LILA < 11,5 cm untuk anak 6-59 bulan

 

Pemeriksaan Penunjang

1.    Laboratorium: gula darah, Hb, Ht, preparat apusan darah, urin rutin, feses

2.    Antropometri

3.    Foto toraks

4.    Uji tuberkulin

 

Penegakan Diagnosis (Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala klinis serta pengukuran antropometri. Anak didiagnosis dengan gizi buruk, apabila:

1.    BB/TB < -3SD atau 70% dari median (marasmus).

2.    Edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh (kwashiorkor: BB/TB>-3SD atau marasmik-kwashiorkor BB/TB<-3SD).

 

Tabel KlasifikasiMalnutrisi Energi Protein (MEP)

Kriteria

Klinis

Antropometri (BB/TB-PB)

Gizi buruk

Tampak sangat kurus dan atau edema pada kedua punggung kaki atau seluruh tubuh

<-3SD

Gizi kurang

Tampak kurus

-3SD < -2SD

 

Diagnosis Banding: -

Komplikasi

Anoreksia, Pneumonia berat, Anemia berat, Infeksi, Dehidrasi berat, Gangguan elektrolit, Hipoglikemi, Hipotermi, Hiperpireksia, Penurunan kesadaran

 

Penatalaksanaan komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan dan Target Terapi

 

Penanganan pasien dengan MEP, yaitu:

a.    Vitamin A dosis tinggi diberikan pada anak gizi buruk dengan dosis sesuai umur pada saat pertama kali ditemukan

b.    Makanan untuk pemulihan gizi dapat berupa makanan lokal atau pabrikan.

                        i.     Jenis pemberian ada 3 pilihan: makanan therapeutic atau gizi siap saji, F100 atau makanan lokal dengan densitas energi yg sama terutama dari lemak (minyak/santan/margarin).

                       ii.     Pemberian jenis makanan untuk pemulihan gizi disesuaikan masa pemulihan (rehabilitasi):

1.    1 minggu pertama pemberian F100.

2.    Minggu berikutnya jumlah dan frekuensi F100 dikurangi seiring dengan penambahan makanan keluarga.

 

Kunjungan Rumah

Ø  Tenaga kesehatan atau kader melakukan kunjungan rumah pada anak gizi buruk rawat jalan, bila:

§  Berat badan anak sampai pada minggu ketiga tidaknaik atau turun dibandingkan dengan berat badanpada saat masuk (kecuali anak dengan edema).

§  Anak yang 2 kali berturut-turut tidak datang tanpa pemberitahuan

Ø  Kunjungan rumah bertujuan untuk menggali permasalahan yang dihadapi keluarga termasuk kepatuhan mengonsumsi makanan untuk pemulihan gizi dan memberikan nasihat sesuai dengan masalah yang dihadapi.

Ø  Dalam melakukan kunjungan, tenaga kesehatan membawa kartu status, cheklist kunjungan rumah, formulir rujukan, makanan untuk pemulihan gizi dan bahan penyuluhan.

Ø  Hasil kunjungan dicatat pada checklist kunjungan dan kartu status. Bagi anak yang harus dirujuk, tenaga kesehatan mengisi formulir rujukan.

 

Konseling dan Edukasi

     Menyampaikan informasi kepada ibu/pengasuhtentang hasil penilaian pertumbuhan anak.

     Mewawancarai ibu untuk mencari penyebab kurang gizi.

     Memberi nasihat sesuai penyebab kurang gizi.

     Memberikan anjuran pemberian makan sesuai umur dan kondisi anak dan cara menyiapkan makan formula, melaksanakan anjuran makan dan memilih atau mengganti makanan.

 

Kriteria Rujukan

  1. Bila terjadi komplikasi, seperti: sepsis, dehidrasi berat, anemia berat, penurunan kesadaran
  2. Bila terdapat penyakit komorbid, seperti: pneumonia berat

 

Peralatan

  1. Alat pemeriksaan gula darah sederhana
  2. Alat pengukur berat dan tinggi badan anak serta dewasa
  3. Skala antropometri

 

Prognosis

Prognosis umumnya dubia ad bonam untuk ad vitam, sedangkan untuk quo ad fungsionam dan sanationam umumnya dubia ad malam.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment