|
63 Dinkes Kab Defgh |
GONORE |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Gonore adalah semua penyakit yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae.
Penyakit ini termasuk Penyakit Menular Seksual (PMS) yang memiliki
insidensi tinggi.Cara penularan
gonore terutama melalui
genitor-genital, orogenital dan ano-genital, namun dapat pula melalui alat
mandi, termometer dan sebagainya (gonore genital dan ekstragenital). Daerah
yang paling mudah terinfeksi adalah mukosa vagina wanita sebelum pubertas. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan gonore |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis
(Subjective) Keluhan Keluhan utama
berhubungan erat dengan infeksi pada organ genital yang terkena. Pada pria, keluhan
tersering adalah kencing nanah. Gejala diawali oleh rasa panas dan gatal di
distal uretra, disusul dengan disuria, polakisuria dan keluarnya nanah dari
ujung uretra yang kadang disertai darah.Selain itu, terdapat perasaan nyeri
saat terjadi ereksi.Gejala terjadi pada 2-7 hari setelah kontak seksual. Apabila terjadi
prostatitis, keluhan disertai perasaan tidak enak di perineum dan suprapubis,
malaise, demam, nyeri kencing hingga hematuri, serta retensi urin, dan
obstipasi. Pada wanita,
gejala subyektif jarang ditemukan dan hampir tidak pernah didapati kelainan
obyektif. Wanita umumnya datang setelah terjadi komplikasi atau pada saat
pemeriksaan antenatal atau Keluarga Berencana (KB). Keluhan yang
sering menyebabkan wanita datang ke dokter adalah keluarnya cairan hijau
kekuningan dari vagina, disertai dengan disuria, dan nyeri abdomen bawah. Keluhan selain di
daerah genital yaitu : rasa terbakar di daerah anus (proktitis), mata merah
pada neonatus dan dapat terjadi keluhan sistemik (endokarditis, meningitis,
dan sebagainya pada gonore diseminata – 1% dari kasus gonore). Faktor Risiko 1. Berganti-ganti pasangan seksual. 2. Homoseksual dan Pekerja Seks Komersial (PSK). 3. Wanita usia pra pubertas dan menopause lebih rentan
terkena gonore. 4. Bayi dengan ibu menderita gonore. 5. Hubungan seksual dengan penderita tanpa proteksi
(kondom). Hasil Pemeriksaan
Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik Tampak eritem,
edema dan ektropion pada orifisium uretra eksterna, terdapat duh tubuh
mukopurulen, serta pembesaran KGB inguinal uni atau bilateral. Apabila terjadi
proktitis, tampak daerah anus eritem, edem dantertutup pus mukopurulen. Pada pria: Pemeriksaan rectal
toucher dilakukan untuk memeriksa prostat: pembesaran prostat
dengan konsistensi kenyal, nyeri tekan dan bila terdapat abses akan teraba
fluktuasi. Pada wanita: Pemeriksaan in
speculo dilakukan apabila wanita tesebut sudah menikah. Pada pemeriksaan
tampak serviks merah, erosi dan terdapat secret mukopurulen. Pemeriksaan
Penunjang Pemeriksaan
mikroskopis sediaan langsung duh tubuh dengan pewarnaan gram untuk menemukan
kuman gonokokus gram negarif, intra atau ekstraseluler. Pada pria sediaan
diambil dari daerah fossa navikularis, dan wanita dari uretra, muara kelenjar
bartolin, serviks dan rektum. Pemeriksaan lain
bila diperlukan: kultur, tes oksidasi dan fermentasi, tes beta-laktamase, tes
thomson dengan sediaan urin Penegakan
Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis
ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
penunjang. Klasifikasi Berdasarkan
susunan anatomi genitalia pria dan wanita:
Diagnosis Banding Infeksi saluran
kemih, Faringitis, Uretritis herpes simpleks, Arthritis inflamasi dan septik,
Konjungtivitis, endokarditis, meningitis dan uretritis non gonokokal Komplikasi Pada pria Lokal : tynositis,
parauretritis, litritis, kowperitis. Asendens :
prostatitis, vesikulitis, funikulitis, vasdeferentitis,epididimitis,
trigonitis. Pada wanita Lokal :
parauretritis, bartolinitis. Asendens :
salfingitis, Pelvic Inflammatory Diseases (PID). Disseminata : Arthritis, miokarditis,
endokarditis, perkarditis,meningitis, dermatitis. Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan
Tiamfenikol,
ofloksasin dan siprofloksasin merupakan kontraindikasi pada kehamilan dan
tidak dianjurkan pada anak dan dewasa muda. Rencana Tindak
Lanjut :- Konseling dan
Edukasi :- Kriteria Rujukan
|
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment