|
|
FRAKTUR TERTUTUP |
|
|||||||||
|
SOP |
No. Dokumen : SOP/VII/ UKP/ /16 |
||||||||||
|
No. Revisi : - |
|||||||||||
|
Tanggal Terbit : 4
April 2016 |
|||||||||||
|
Halaman : 1/3 |
|||||||||||
|
Puskesmas .............. |
|
.......... |
|||||||||
|
1.
Pengertian |
No. ICPC-2 : L76 fracture
other No. ICD-10 : T14 fracture
of unspecified body Tingkat Kemampuan 3B MasalahKesehatan
Fraktur adalah terputusnya
kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis baik yang bersifat
total maupun parsial. Fraktur tertutup adalah suatu fraktur yang tidak
berhubungan dengan lingkungan luar. |
||||||||||
|
2.
Tujuan |
Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas
mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur |
||||||||||
|
3.
Kebijakan |
Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor
068/C.VII/01/16/006 tentang kebijakan pelayanan klinis Puskesmas Banyumas |
||||||||||
|
4.
Referensi |
Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||||||
|
5.
Prosedur |
Petugas
Melakukan Anamnesis
(Subjective) Keluhan 1. Adanya riwayat trauma
(terjatuh, kecelakaan, dll) 2. Nyeri 3. Sulit digerakkan 4. Deformitas 5. Bengkak 6. Perubahan warna 7. Gangguan sensibilitas 8. Kelemahan otot Faktor Risiko: Osteoporosis Petugas
Melakukan Pemeriksaan
Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik 1. Inspeksi (look) Adanya deformitas dari
jaringan tulang, namun tidak menembus kulit. Anggota tubuh tdak dapat
digerakkan. 2. Palpasi (feel) a. Teraba deformitas tulang
jika dibandingkan dengan sisi yang sehat. b. Nyeri tekan. c. Bengkak. d. Perbedaan panjang
anggota gerak yang sakitdibandingkan dengan sisi yang sehat. 3. Gerak (move)
Umumnya tidak dapat
digerakkan Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan radiologi
berupa foto polos dilakukan pemeriksaan dalam proyeksi AP dan lateral. Petugas
Melakukan Penegakan
Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang. Diagnosis Banding : - Komplikasi : Compartemen
syndrome Petugas
Melakukan Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Prinsip penatalaksanaan
dilakukan dengan: 1. Semua fraktur dikelola
secara emergensi dengan metode ATLS 2. Lakukan stabilisasi
fraktur dengan bidai, waspadai adanya tanda-tanda compartemen syndrome seperti
edema, kulit yang mengkilat dan adanya nyeri tekan. 3. Rujuk segera kelayanan
sekunder Kriteria Rujukan:
2/3 Peralatan
1. Bidai 2. Jarum kecil Prognosis
Prognosis umumnya bonam,
namun quo ad fungsionam adalah dubia ad bonam. Hal ini
bergantung kepada kecepatan dan ketepatan tindakan yang dilakukan. |
||||||||||
|
6.
Unit Terkait |
Pemeriksaan
Umum, Tindakan, KIA-KB-Imunisasi, Kesehatan Gigi dan Mulut, Promosi
Kesehatan, Farmasi, Ruangan Persalinan, Laboratorium. |
||||||||||
|
7.
Rekaman Historis Perubahan |
|
||||||||||


No comments:
Post a Comment