MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP FRAKTUR TERTUTUP

 

http://1.bp.blogspot.com/-zRa--V-lROU/VESO-LaPHfI/AAAAAAAAFEQ/SoM9IOfWkl8/s1600/kabupaten%2Bbanyumas.jpeg

FRAKTUR TERTUTUP

http://dinkes.ciamiskab.go.id/wp-content/uploads/2015/11/lambangbarupkm-324x235.jpg

SOP

No. Dokumen  : SOP/VII/

                          UKP/     /16

No. Revisi        : -

Tanggal Terbit : 4 April 2016

Halaman          : 1/3

Puskesmas

..............

 

..........

1.      Pengertian

No. ICPC-2 : L76 fracture other

No. ICD-10 : T14 fracture of unspecified body

Tingkat Kemampuan 3B

MasalahKesehatan

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis baik yang bersifat total maupun parsial. Fraktur tertutup adalah suatu fraktur yang tidak berhubungan dengan lingkungan luar.

2.      Tujuan

Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur

3.      Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/01/16/006 tentang kebijakan pelayanan klinis Puskesmas Banyumas

4.      Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5.      Prosedur

Petugas Melakukan Anamnesis (Subjective)

Keluhan

1. Adanya riwayat trauma (terjatuh, kecelakaan, dll)

2. Nyeri

3. Sulit digerakkan

4. Deformitas

5. Bengkak

6. Perubahan warna

7. Gangguan sensibilitas

8. Kelemahan otot

 

Faktor Risiko:

Osteoporosis

Petugas Melakukan Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

1. Inspeksi (look)

Adanya deformitas dari jaringan tulang, namun tidak menembus kulit. Anggota tubuh tdak dapat digerakkan.

2. Palpasi (feel)

a. Teraba deformitas tulang jika dibandingkan dengan sisi yang sehat.

b. Nyeri tekan.

c. Bengkak.

d. Perbedaan panjang anggota gerak yang sakitdibandingkan dengan sisi yang sehat. 3. Gerak (move)

 

Umumnya tidak dapat digerakkan

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan radiologi berupa foto polos dilakukan pemeriksaan dalam proyeksi AP dan lateral.

 

Petugas Melakukan Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang.

Diagnosis Banding : -

Komplikasi : Compartemen syndrome

 

Petugas Melakukan Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Prinsip penatalaksanaan dilakukan dengan:

1. Semua fraktur dikelola secara emergensi dengan metode ATLS

2. Lakukan stabilisasi fraktur dengan bidai, waspadai adanya tanda-tanda compartemen syndrome seperti edema, kulit yang mengkilat dan adanya nyeri tekan.

3. Rujuk segera kelayanan sekunder

 

Kriteria Rujukan:

2/3

 
Pasien segera dirujuk setelah kondisi lebih stabil dengan tetap mengawasi tanda vital.

 

Peralatan

1. Bidai

2. Jarum kecil

 

Prognosis

Prognosis umumnya bonam, namun quo ad fungsionam adalah dubia ad bonam. Hal ini bergantung kepada kecepatan dan ketepatan tindakan yang dilakukan.

 

6.      Unit Terkait

Pemeriksaan Umum, Tindakan, KIA-KB-Imunisasi, Kesehatan Gigi dan Mulut, Promosi Kesehatan, Farmasi, Ruangan Persalinan, Laboratorium.

7.      Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment