|
|
FRAKTUR TERBUKA |
|
|||||||||
|
SOP |
No. Dokumen : SOP/VII/ UKP/ /16 |
||||||||||
|
No. Revisi : - |
|||||||||||
|
Tanggal Terbit : 4
April 2016 |
|||||||||||
|
Halaman :1/5 |
|||||||||||
|
Puskesmas . |
|
. |
|||||||||
|
1.
Pengertian |
No. ICPC-2 : L76 fracture
other No. ICD-10 : T14 fracture
of unspecified body Tingkat Kemampuan 3B Masalah
Kesehatan Fraktur adalah terputusnya
kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis baik yang
bersifat total maupun parsial. Fraktur terbuka adalah
suatu fraktur yang terdapathubungan dengan lingkungan luar melalui kulit
sehingga terjadi kontaminasi bakteri dan dapat menimbulkan komplikasi
infeksi. |
||||||||||
|
2.
Tujuan |
Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan
prosedur |
||||||||||
|
3.
Kebijakan |
Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor
068/C.VII/01/16/006 tentang kebijakan pelayanan klinis Puskesmas Banyumas |
||||||||||
|
4.
Referensi |
Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||||||
|
5.
Prosedur |
Petugas
Melakukan Anamnesis
(Subjective) Keluhan 1. Adanya patah tulang
terbuka setelah terjadinya trauma 2. Nyeri 3. Sulit digerakkan 4. Deformitas 5. Bengkak 6. Perubahan warna 7. Gangguan sensibilitas 8. Kelemahan otot Faktor Risiko: - Petugas
Melakukan Pemeriksaan
Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik 1. Inspeksi (look) Adanya luka terbuka pada
kulit yang dapat berupa tusukan tulang yang tajam keluar menembus kulit atau
dari luar oleh karena tertembus, misalnya oleh peluru atau trauma langsung
dengan fraktur yang terpapar dengan dunia luar. 2. Palpasi (feel) a. Robekan kulit yang
terpapar dunia luar b. Nyeri tekan c. Terabanya jaringan
tulang yang menonjol keluar d. Adanya deformitas e. Panjang anggota gerak
berkurang dibandingkan sisi yang sehat 3. Gerak (move) Umumnya tidak dapat
digerakkan Penegakan
Diagnostik (Assessment) Diagnosis klinis Diagnosis ditegakkan
berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang. Klasifikasi Fraktur terbuka dibagi
menjadi tiga kelompok: 1. Grade I a. Fraktur terbuka dengan
luka kulit kurang dari 1 cm dan bersih b. Kerusakan jaringan
minimal, frakturnya simple atau oblique dan sedikit kominutif . 2. Grade II a. Fraktur
terbuka dengan luka robek lebih dari 1 cm, tanpa ada kerusakan jaringan
lunak, b. Flap kontusio avulsi
yang luas serta fraktur kominutif sedang dan kontaminasi sedang. 2/5 Fraktur terbuka segmental
atau kerusakan jaringan lunak yang luas atau amputasi traumatic, derajad
kontaminasi yang berat dan trauma dengan kecepatan tinggi. Fraktur
grade III dibagi menjadi tiga, yaitu: a.
Grade IIIa: Fraktur
segmental atau sangat kominutif penutupan tulang dengan jaringan lunak cukup
adekuat. b.
Grade IIIb: Trauma
sangat berat atau kehilangan jaringan lunak yang cukup luas, terkelupasnya
daerah periosteum dan tulang tampak terbuka,serta adanya kontaminasi
yang cukup berat. c.
Grade IIIc: Fraktur
dengan kerusakan pembuluh darah. Diagnosis Banding: - Komplikasi Perdarahan, syok septik
sampai kematian, septikemia, toksemia oleh karena infeksi piogenik, tetanus,
gangrene, perdarahan sekunder, osteomielitis kronik, delayed union, nonunion
dan malunion, kekakuan sendi, komplikasi lain oleh karena perawatan yang lama
Petugas
Melakukan Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Prinsip penanganan fraktur
terbuka 1. Semua fraktur terbuka
dikelola secara emergensi dengan metode ATLS 2. Lakukan irigasi luka 3. Lakukan imobilisasi
fraktur 4. Pasang cairan dan
berikan antibiotika intra vena yang sesuai dan adekuat kemudian segera rujuk
kelayanan sekunder. Penatalaksanaan 1. Pembersihan terhadap
luka fraktur, dengan cara irigasi dengan NaCl fisiologis secara mekanis untuk
mengeluarkan benda asing yang melekat. 3/5 3. Fraktur grade II dan III
sebaiknya difiksasi dengan fiksasi eksterna. 4. Pemberian antibiotika:
merupakan cara efektif mencegah terjadinya infeksi pada fraktur terbuka.
Antibiotika yang diberikan sebaiknya dengan dosis yang besar. Untuk fraktur
terbuka antibiotika yang dianjurkan adalah golongan cephalosporin, dan
dikombinasi dengan golongan aminoglikosida. 5. Pencegahan tetanus:
semua penderita dengan fraktur terbuka perlu diberikan pencegahan tetanus.
Pada penderita yang telah mendapat imunisasi aktif cukup dengan pemberian
tetanus toksoid tapi bagi yang belum, dapat diberikan 250 unit tetanus
imunoglobulin. Kriteria Rujukan Pasien segera dirujuk
setelah kondisi lebih stabil dengan tetap mengawasi tanda vital. Peralatan
Bidai, set bedah minor Prognosis
Prognosis quo ad
fungsionam adalah dubia ad bonam, tergantung pada kecepatan dan
ketepatan tindakan yang dilakukan. |
||||||||||
|
6.
Unit Terkait |
4/5 |
||||||||||
|
7.
Rekaman Historis Perubahan |
|
||||||||||
5/5
No comments:
Post a Comment