MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP FRAKTUR TERBUKA

 

FRAKTUR TERBUKA

SOP

No. Dokumen  : SOP/VII/

                          UKP/      /16

No. Revisi        : -

Tanggal Terbit : 4 April 2016

Halaman          :1/5

Puskesmas

.

 

.

1.      Pengertian

No. ICPC-2 : L76 fracture other

No. ICD-10 : T14 fracture of unspecified body

Tingkat Kemampuan 3B

Masalah Kesehatan

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis baik yang bersifat total maupun parsial.

Fraktur terbuka adalah suatu fraktur yang terdapathubungan dengan lingkungan luar melalui kulit sehingga terjadi kontaminasi bakteri dan dapat menimbulkan komplikasi infeksi.

2.      Tujuan

Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas  mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur

3.      Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/01/16/006 tentang kebijakan pelayanan klinis Puskesmas Banyumas

4.      Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5.      Prosedur

Petugas Melakukan Anamnesis (Subjective)

Keluhan

1. Adanya patah tulang terbuka setelah terjadinya trauma

2. Nyeri

3. Sulit digerakkan

4. Deformitas

5. Bengkak

6. Perubahan warna

7. Gangguan sensibilitas

8. Kelemahan otot

 

Faktor Risiko: -

Petugas Melakukan Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

1. Inspeksi (look)

 

Adanya luka terbuka pada kulit yang dapat berupa tusukan tulang yang tajam keluar menembus kulit atau dari luar oleh karena tertembus, misalnya oleh peluru atau trauma langsung dengan fraktur yang terpapar dengan dunia luar.

2. Palpasi (feel)

a. Robekan kulit yang terpapar dunia luar

b. Nyeri tekan

c. Terabanya jaringan tulang yang menonjol keluar

d. Adanya deformitas

e. Panjang anggota gerak berkurang dibandingkan sisi yang sehat

3. Gerak (move)

Umumnya tidak dapat digerakkan

 

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis klinis

Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang.

Klasifikasi

Fraktur terbuka dibagi menjadi tiga kelompok:

1. Grade I

a. Fraktur terbuka dengan luka kulit kurang dari 1 cm dan bersih

b. Kerusakan jaringan minimal, frakturnya simple atau oblique dan sedikit kominutif .

2. Grade II a. Fraktur terbuka dengan luka robek lebih dari 1 cm, tanpa ada kerusakan jaringan lunak,

b. Flap kontusio avulsi yang luas serta fraktur kominutif sedang dan kontaminasi sedang.

2/5

3. Grade III

Fraktur terbuka segmental atau kerusakan jaringan lunak yang luas atau amputasi traumatic, derajad kontaminasi yang berat dan trauma dengan kecepatan tinggi.

Fraktur grade III dibagi menjadi tiga, yaitu:

a. Grade IIIa: Fraktur segmental atau sangat kominutif penutupan tulang dengan jaringan lunak cukup adekuat.

b. Grade IIIb: Trauma sangat berat atau kehilangan jaringan lunak yang cukup luas, terkelupasnya daerah periosteum dan tulang tampak terbuka,serta adanya kontaminasi yang cukup berat.

c. Grade IIIc: Fraktur dengan kerusakan pembuluh darah.

 

Diagnosis Banding: -

 

Komplikasi

Perdarahan, syok septik sampai kematian, septikemia, toksemia oleh karena infeksi piogenik, tetanus, gangrene, perdarahan sekunder, osteomielitis kronik, delayed union, nonunion dan malunion, kekakuan sendi, komplikasi lain oleh karena perawatan yang lama

 

Petugas Melakukan Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Prinsip penanganan fraktur terbuka

1. Semua fraktur terbuka dikelola secara emergensi dengan metode ATLS

2. Lakukan irigasi luka

3. Lakukan imobilisasi fraktur

4. Pasang cairan dan berikan antibiotika intra vena yang sesuai dan adekuat kemudian segera rujuk kelayanan sekunder.

 

Penatalaksanaan

1. Pembersihan terhadap luka fraktur, dengan cara irigasi dengan NaCl fisiologis secara mekanis untuk mengeluarkan benda asing yang melekat.

3/5

2. Balut luka untuk menghentikan perdarahan, pada fraktur dengan tulang menonjol keluarsedapat mungkin dihindari memasukkan komponen tulang tersebut kembali kedalam luka.

3. Fraktur grade II dan III sebaiknya difiksasi dengan fiksasi eksterna.

4. Pemberian antibiotika: merupakan cara efektif mencegah terjadinya infeksi pada fraktur terbuka. Antibiotika yang diberikan sebaiknya dengan dosis yang besar. Untuk fraktur terbuka antibiotika yang dianjurkan adalah golongan cephalosporin, dan dikombinasi dengan golongan aminoglikosida.

5. Pencegahan tetanus: semua penderita dengan fraktur terbuka perlu diberikan pencegahan tetanus. Pada penderita yang telah mendapat imunisasi aktif cukup dengan pemberian tetanus toksoid tapi bagi yang belum, dapat diberikan 250 unit tetanus imunoglobulin.

 

Kriteria Rujukan

Pasien segera dirujuk setelah kondisi lebih stabil dengan tetap mengawasi tanda vital.

 

Peralatan

Bidai, set bedah minor

 

Prognosis

Prognosis quo ad fungsionam adalah dubia ad bonam, tergantung pada kecepatan dan ketepatan tindakan yang dilakukan.

 

6.      Unit Terkait

4/5

Pemeriksaan Umum, Tindakan, KIA-KB-Imunisasi, Kesehatan Gigi dan Mulut, Promosi Kesehatan, Farmasi, Ruangan Persalinan, Laboratorium.

7.      Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5/5

No comments:

Post a Comment