|
87 Dinkes Kab Defgh |
DISLIPIDEMIA |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan
peningkatan maupun penurunanfraksi lipid dalam darah. Beberapa kelainan
fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol
LDL, dan atau trigliserida, serta penurunan kolesterol HDL. Dislipidemia
merupakan faktor risiko terjadinya aterosklerosis sehingga dapat menyebabkan
stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK), Peripheral Arterial Disease (PAD),
Sindroma Koroner Akut (SKA). |
|||||||||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan Dislipidemia |
|||||||||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
|||||||||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
|||||||||||||
|
E. Prosedur |
1. Petugas menerima pasien 2. Petugas mengidentifikasi pasien 3. Petugas menganamnesa pasien,apakah petugas merasa
sering pusing,merasa badannya linu-linu,pasien merasa kegemukan,pasien merasa
cepat lelah 4. Petugas mencuci tangan 7 langkah 5. Petugas memeriksa tanda-tanda vital pasien, tensi,
suhu, nadi, pernafasan 6. Petugas melakukan pemeriksaan fisik
pasien,pemeriksaan antropometri (
lngkar perut dan IMT/Indeks Massa Tubuh) dan tekanan darah. Cara pengukuran IMT (kg/m2)=BB (kg) / TB2 (m) 7. Petugas mengirimkan permintaan laboratorium pasien
untuk dilakukan pemeriksaan kadar cholesterol total,kadar cholesterol
LDL,kadar cholesterol HDL,dan Trigliserida 8. Petugas membaca hasil laboratorium dimana terdapat
semua atau salah satu hasil pemeriksaan yang tidak normal 9. Petugas menegakkan diagnosa dengan
anamnesa,pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang 10. Petugas melakukan terapi pada pasien - non farmakologis Modifikasi diet, latihan
jasmani,pengelolaan berat badan Latihan fisik dilakukan selama 150
menit per minggu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pasien -farmakologis Terapi cairan, diberikan cairan RL/asering/D5 sesuai kebutuhan pasien Hipertrigliserida ,diberikan asam
fibrat (gemfibrozil 2x 600
mg/hr,fenofibrat 1x 160 mg/hr Hipercholesterolemia ,diberikan dengan golongan statin (simvastatin 10 mg
,1x1/hari malam hari) 11. Petugas memberikan resep kepada keluarga pasien
untuk mengambil obat di apotek puskesmas 12. Petugas mencuci tangan 7 langkah 13. Petugas mendokumentasikan tindakan |
|||||||||||||
|
F. Diagram Alir |
Petugas
mencuci tangan 7 langkah Petugas
memeriksa tanda-tanda vital pasien Petugas
melakukan pemeriksaan fisik pasien Petugas
mengirimkan permintaan laboratorium pasien Petugas
menegakkan diagnosa dengan anamnesa,pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang Petugas
melakukan terapi pada pasien Petugas
memberikan resep kepada keluarga pasien untuk mengambil obat di apotek
puskesmas Petugas
membaca hasil laboratorium Petugas
mencuci tangan 7 langkah Petugas
menganamnesa pasien Petugas
mengidentifikasi pasien Petugas
menerima pasien Petugas
mendokumentasikan tindakan |
|||||||||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment