|
88 Dinkes Kab Defgh |
HIPERURISEMIA-GOUT
ARTHRITIS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Hiperurisemia adalah kondisi kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,0
mg/dl pada pria dan pada wanita 6
mg/dl. Hiperurisemia dapat terjadi akibat meningkatnya produksi
ataupun menurunnya pembuangan
asam urat, atau kombinasi dari keduanya. Gout adalah radang sendi yang diakibatkan deposisi kristal monosodium
urat pada jaringan sekitar sendi. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan Hiperurisemia |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
1. Petugas mempersiapkan alat pemeriksaan berupa
tensimeter, stetoskop, dan laboratorium Sederhana 2. Menanyakan
keluhan pasien. Keluhan yang sering ditemui adalah bengkak dan nyeri sendi
yang mendadak, biasanya timbul pada malam hari. Bengkak disertai rasa panas
dan kemerahan. Keluhan juga dapat disertai demam, menggigil, dan nyeri badan. Apabila serangan pertama, 90% kejadian
hanya pada 1 sendi dan keluhan dapat menghilang dalam 3-10 hari walau tanpa
pengobatan. 3. Mencari
faktor resiko yang berupa : a) Usia
& Jenis kelamin b) Obesitas c) Alkohol d) Hipertensi e) Gangguan
Fungsi Ginjal f) Penyakit-penyakit
metabolik g) Pola
diet h) Obat:
Aspirin dosis rendah, Diuretik, obat-obat TBC 4. Mencari
faktor pencetus timbulnya serangan nyeri sendi trauma lokal, diet tinggi
purin, minum alkohol, kelelahan fisik, stress, tindakan operasi, penggunaan
diuretik, penggunaan obat yang dapat meningkatkan kadar asam urat. 5. Melakukan
pemeriksaan fisik dasar. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan Keadaan umum:
Tampak sehat atau kesakitan akibat nyeri sendi. Arthritis monoartikuler dapat ditemukan,
biasanya melibatkan sendi MTP-1 atau sendi tarsal lainnya. Sendi yang mengalami
inflamasi tampak kemerahan dan bengkak. 6. Melakukan
pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan ini dapat ditemukan pembengkakan
asimetris pada sendi dan kista subkortikal tanpa erosi pada pemeriksaan
radiologis. Kadar asam urat dalam
darah > 7 mg/dl. 7. Menegakkan
diagnosis klinis yang berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan untuk
diagnosis definitifGout arthritis adalah ditemukannya kristal urat (MSU) di
cairan sendi atau tofus. 8. Menemukan
gambaran klinis hiperurisemia, yang berupa : a) Hiperurisemia
asimptomatis. Keadaan
hiperurisemia tanpa manifestasi klinis berarti. Serangan arthritis biasanya
muncul setelah 20 tahun fase ini. b) Gout
arthritis, terdiri dari 3 stadium, yaitu:
i.
Stadium akut
ii.
Stadium interkritikal
iii.
Stadium kronis c) Penyakit
Ginjal 9. Menentukan
diagnosis banding yang berupa : sepsis arthritis dan rheumatoid arthritis. 10. Menentukan
komplikasi hiperurisemia, yaitu bisa menimbulkan terbentuknya batu ginjal dan
keadaan terminal berupa gagal ginjal. 11. Memberikan
tatalaksana berupa : a) Mengatasi
serangan akut segera. Bisa dengan menggunakan :
i.
Kolkisin(Efektif
pada 24 jam pertama setelah serangan nyeri sendi timbul. Dosis oral 0.5-0.6
mg per hari dengan dosis maksimal 6 mg.
ii.
Kortikosteroid sistemik (bila NSAID dan Colchicine
tidak berespon baik) seperti prednison 2-3x5 mg/hari selama 3 hari
iii.
NSAID seperti Natrium Diklofenak 25-50 mg selama 3-5
hari b) Program
pengobatan unutk mencegah serangan berulang dengan obat : analgesik dan kolkisin
dosis rendah c) Mengelola
hiperurisemia (menurunkan kadar asam urat) & mencegah komplikasi lain
i.
Agen penurun asam urat (tidak digunakan selama
serangan akut).Pemberian Allupurinol dimulai dari dosis terendah, 100mg,
kemudian bertahap dinaikkan bila diperlukan, dengan dosis maksimal
800mg/hari. Target terapi adalah kadar asam urat < 6mg/dl.
ii.
Modifikasi gaya hidup, dengan minum cukup (8-10
gelas/hari), mengelola obesitas dan menjaga berat badan ideal, mengurangi
konsumsi alkohol, dan pola diet sehat (rendah purin) 12. Mempertimbangkan
rujukan apabila pasien mengalami komplikasi atau pasien memiliki penyakit
komorbid, perlu dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment