MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG
SOP DEFISIENSI MINERAL DEFISIENSI BESI
|
86
Dinkes Kab Defgh
|
DEFISIENSI
MINERAL
DEFISIENSI
BESI
|
Puskesmas Abcde
|
|
SOP
|
Nomor
|
:
|
|
Terbit ke
|
: 01
|
|
No.Revisi
|
: 00
|
|
Tgl.Diberlakukan
|
: 2-01-2018
|
|
Halaman
|
: 1 / 2
|
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde
|
|
Kapus
NIP. nipkapus
|
|
|
|
|
|
|
|
A. Pengertian
|
Defisiensi Besi (ADB) adalah kosongnya cadangan besi tubuh (depleted
iron store) sehingga penyediaan besi untuk eritropoesis
berkurang, yang pada akhirnya pembentukan hemoglobin (Hb) berkurang sehingga
dapat menyebabkan anemia
|
|
B. Tujuan
|
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan defisiens besi
|
|
C. Kebijakan
|
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde
|
|
D. Referensi
|
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
|
|
E. Prosedur
|
- Petugas memperkenalkan diri kepada pasien
- Memberikan penjelasan kepada pasien dan
keluarga tentang perjalanan
penyakit dan tata laksananya, sehingga meningkatkan kesadaran dan
kepatuhan dalam nerobat serta meninggkatkan kualitas hidup.
- Menegakkan diagnose difinitif secara pasti
- Setelah menegakkan diagnose diberikan sulfat
ferrosus 3 x 200mg ( 200mg
mengandung 66mg besi elemental)
- Pasien diberikan penjelasan mengenai cara
minum, efek samping obat berupa mual, muntah, konstipasi, diare serta
BAB kehitaman
- Bila terjadi efek samping obat maka segera ke
pelayanan kesehatan.
Rencana
tindak lanjut
- Penegakkan diagnosis difinitif anemia
defisiensi besi memerlukan pemeriksaan laboratorium di layanan skunder
dan penatalaksanaan selanjutnya di layanan primer.
|
|
F. Diagram Alir
|
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan
|
menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic
|
menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan
|
melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik
|
Melakukan anamnesis pada pasien
|
menulis
diagnose pasien ke buku register.
|
|
G. Unit Terkait
|
Ruang Pemeriksaan Umum
|
G. Rekaman Historis:
|
No
|
Halaman
|
Yang dirubah
|
Perubahan
|
Diberlakukan Tanggal
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
POSTINGAN POPULER
-
-
1. Pengertian Skrining Hipotiroid Kongenital adalahpengambilan sampel darah bayi usia 48-72 jam di daerah tmit bayi. 2. Tujuan Seba...
-
Standar : 1.1. Analisis Kebutuhan Masyarakat dan Perencanaan Puskesmas Berikut adalah dokumen File Word akreditasi puskesmas Lengkap ( Klik ...
-
KLASTER 1 MANAJEMEN Berikut adalah dokumen File Word ILP Sesuai Standar Akreditasi Puskesmas ( Klik pada bagian warna JUDUL WARNA MERAH un...
-
BERIKUT ADALAH DAFTAR PERUBAHAN INSTRUMEN AKREDITASI PUSKESMAS KE DALAM ERA ILP ( INTEGRASI LAYANAN PRIMER ) ( Klik pada bagian warna MERAH...
-
1. Pengertian Pelayanan rekam medis elektronik adalah suatu usaha melayani kebutuhan dokumen rekam medis pasien untuk kebutuhan pelayan...
-
1. Pengertian Penyimpanan rekam medis elektronik adalah penyimpanan rekam medis di dalam sistem informasi puskesmas (SIMPUS) 2. Tuju...
-
PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL DINAS KESEHATAN PUSKESMAS PLANTUNGAN Jl Suratman No 21, Tirtomulyo Plantungan, Telp (0294)3652...
-
PEDOMAN MANAJEMEN RISIKO PUSKESMAS BERBAH TAHUN 2015 I.PENDAHULUAN A .LATAR BELAKANG. K eselamat...
-
Standar: 3.1. Perbaikan mutu dan kinerja Puskesmas konsisten dg tata nilai, visi, misi dan tujuan Puskesmas, dipahami dan dilaksanakan oleh ...
No comments:
Post a Comment