MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 25, 2026

SOP BENDA ASING

 

Puskesmas

Cangkringan

SPO

NO DOKUMEN   : SPO-TND-12

TGL TERBIT        : 01-04-2014

BENDA ASING

NOMOR REVISI  : 00

HALAMAN          : 1/2

Dibuat oleh

Koordinator

R.Tindakan

 

 

 

Iwan Susanto,AMK

NIP. 19880617 201101 1 003

Disetujui Oleh

Management Representative

 

 

 

dr. Dyah Arum R

NIP. 19860512 201101 2 002

Disahkan Oleh

Ka. Pusk Cangkringan

 

 

 

 

Maryadi, SKM

NIP. 19640209 198511 1 001

 

RUANG LINGKUP

Protap ini mencakup manifestasi klinis benda asing di liang telinga, hidung dan mata serta penatalaksanaan.

TUJUAN

Mampu mengeluarkan benda asing di hidung dan liang telinga bila pasien kooperatif, benda asing terlihat/ mudah terjangkau. Benda asing di mata harus dirujuk.

KEBIJAKAN

Benda asing di mata harus dirujuk agar tidak terjadi kerusakan pada bola mata.

PETUGAS

Dokter, Perawat

PERALATAN

 

1.    Tensimeter

2.    Stetoskop

3.    Senter

4.    Pinset

5.    Pengait

6.    Otoskop

PROSEDUR

1.    Benda asing di liang telinga

1.1.     Manifestasi klinis:

1.1.1.   Rasa tidak enak di telinga, tersumbat dan pendengaran terganggu.

1.1.2.   Pada inspeksi telinga akan tampak benda asing.

1.2.     Penatalaksanaan:

1.2.1.   Usaha pengeluaran harus dengan hati-hati. Biasanya dijepit dengan pinset dan ditarik keluar.

1.2.2.   Bila benda asing adalah serangga yang masih hidup harus dimatikan lebih dulu dengan meneteskan minyak atau alkohol baru kemudian dikeluarkan.

1.2.3.   Bila pasien tidak kooperatif atau anak-anak rujuk ke rumah sakit atau ahli THT.

 

2.    Benda asing di hidung

2.1.     Manifestasi klinik:

2.1.1.   Pada inspeksi tampak benda asing dalam kavum nasi.

2.1.2.   Kadang disertai rasa nyeri, demam, epistaksis, bersin, tersumbat sekret mukopurulen dan atau berbau busuk.

2.2.     Penatalaksanaan:

2.2.1.   Benda asing dengan permukaan kasar dapat dikeluarkan memakai forcep.

Benda asing yang bulat dan licin dipergunakan pengait yang ujungnya tumpul.

 

Puskesmas

Cangkringan

SPO

NO DOKUMEN   : SPO-TND-12

TGL TERBIT        : 01-04-2014

BENDA ASING

NOMOR REVISI  : 00

HALAMAN          :  2 / 2

 

PROSEDUR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.2.2.   Pemberian antibiotik sistemik selama 5 – 7 hari hanya bila ada infeksi hidung dan sinus.

2.2.3.   Tidak dianjurkan mendorong ke nasofaring dengan tujuan agar masuk ke mulut karena dapat terus masuk ke laring dan saluran nafas, sehingga timbul sesak nafas dan kegawatan.

2.2.4.   Bila pasien tidak kooperatif dan alat tidak memadai, rujuk ke rumah sakit atau ahli THT.

 

3.    Benda asing di mata

Semua pasien dengan benda asing di mata dirujuk ke rumah sakit atau spesialis mata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REFERENSI

Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga  Jilid 1 hal 92 dan 116, Media Aesculapius FKUI, 2001

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER