MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP BARTOLINITIS

 

Puskesmas

Cangkringan

SPO

NO DOKUMEN         : SPO-BPU-91

TANGGAL TERBIT   : 01-04-2014

BARTOLINITIS

NOMOR REVISI       : 00

HALAMAN                : 1/1

Dibuat oleh

Koordinator

BP. Umum

 

 

 

dr. Fuad Sri N

 NIP. 19800921 201001 1 014

Disetujui Oleh­

Management Representative

 

 

 

dr. Dyah Arum R

NIP. 19860512 201101 2 002

Disahkan Oleh

Ka. Pusk Cangkringan

 

 

 

 

Maryadi, SKM

NIP. 19640209 198511 1 001

 

RUANG LINGKUP

Protap ini mencakup diagnosis dan tata laksana bartolinitis.

TUJUAN

Memberikan terapi rasional pada pasien bartolinitis.

KEBIJAKAN

Penanganan yang tepat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

PETUGAS

Dokter

PERALATAN

1.    Tensimeter

2.    Stetoskop

 

PROSEDUR

1.    Definisi

Sumbatan utama kelenjar bartolin nenyebabkan retensi sekresi dan dilatasi kistik.

2.    Diagnosis

2.1.      Keluhan biasanya adanya benjolan, nyeri, dan dispareunia.

2.2.      Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan merah, isi di dalam nya berupa nanah.

2.3.      Sering rekurens, akhirnya menahun dalam bentuk kiista bartolin.

2.4.      Kista tidak menyebabkan keluhan tapi dapat terasa berat dan menganggu koitus.

3.    Penatalaksanaan

3.1.      Diberikan antibiotik yang sesuai (umumnya terhadap clamidia, Gonokok, Bakteroides, dan E coli) bila belum terjadi abses. Jika sudah bernanah harus dikeluarkan dengan marsupialisasi.

3.2.      Jika terbentuk kista yang tidak besar dan tidak mengganggu, tidak perlu dilakukan apa-apa.

3.3.      Jika pada usila, harus dibiopsi.

 

REFERENSI

Kapita Selekta, Edisi ketiga, Jilid 1, hal 386-387, FKUI, 2000.

No comments:

Post a Comment