|
Puskesmas Cangkringan |
SPO |
NO DOKUMEN : SPO-BPU-91 |
|
TANGGAL TERBIT
: 01-04-2014 |
||
|
BARTOLINITIS |
NOMOR
REVISI : 00 |
|
|
HALAMAN :
1/1 |
|
Dibuat oleh Koordinator BP. Umum dr. Fuad Sri N NIP. 19800921 201001 1 014 |
Disetujui Oleh Management Representative dr. Dyah Arum R NIP. 19860512 201101 2
002 |
Disahkan Oleh Ka. Pusk Cangkringan Maryadi, SKM NIP. 19640209 198511 1
001 |
|
|
RUANG LINGKUP |
Protap ini
mencakup diagnosis dan tata laksana bartolinitis. |
||
|
TUJUAN |
Memberikan terapi rasional pada pasien bartolinitis. |
||
|
KEBIJAKAN |
Penanganan yang
tepat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. |
||
|
PETUGAS |
Dokter |
||
PERALATAN
|
1. Tensimeter 2. Stetoskop |
||
|
PROSEDUR |
1. Definisi Sumbatan utama kelenjar bartolin nenyebabkan
retensi sekresi dan dilatasi kistik. 2. Diagnosis 2.1. Keluhan
biasanya adanya benjolan, nyeri, dan dispareunia. 2.2.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan merah,
isi di dalam nya berupa nanah. 2.3.
Sering rekurens, akhirnya menahun dalam bentuk
kiista bartolin. 2.4.
Kista tidak menyebabkan keluhan tapi dapat terasa
berat dan menganggu koitus. 3. Penatalaksanaan 3.1.
Diberikan antibiotik yang sesuai (umumnya
terhadap clamidia, Gonokok, Bakteroides, dan E coli) bila belum terjadi
abses. Jika sudah bernanah harus dikeluarkan dengan marsupialisasi. 3.2.
Jika terbentuk kista yang tidak besar dan tidak
mengganggu, tidak perlu dilakukan apa-apa. 3.3.
Jika pada usila, harus dibiopsi. |
||
|
REFERENSI |
Kapita Selekta,
Edisi ketiga, Jilid 1, hal 386-387, FKUI, 2000. |
||
No comments:
Post a Comment