MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 25, 2026

SOP ANESTESI LOKAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Dinkes Kab.

Pekalongan

ANESTESI LOKAL

 

 

 

 

 

 

Puskesmas

Tirto I

 

 

SOP

Nomor

:440/C/VII/SOP/7/2016/00..

 

Terbit ke

:01

 

No.Revisi

:00

 

Tgl.Terbit

:01/07/2016

 

Halaman

: 1-1

 

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Tirto I

 

 

dr.Endah Winarti, M.Kes.

NIP. 19670102 2002 12 2002

 

1.Pengertian

Anestesi  lokal adalah  tindakan  menghilangkan nyeri/sakit secara lokal tanpa disertai hilangnya kesadaran.

2.Tujuan

Sebagai  acuan  petugas untuk  melakukan tindakan anestesi lokal.

3.Kebijakan

Surat Keputusan Puskesmas Nomor .... tentang Jenis-Jenis Pembedahan Minor Yang Dapat Dilakukan Di Puskesmas.

4.Referensi

1.Chirs Tanto et all. Kapita Selekta Kedokteran, Edisi            Keempat,Jilid Kedua.Penerbit Media Aesculapius.FKUI.Jakarta. 2014.

2.Siregar M.B, Bachsinar B. Atlas Berwarna dan Dasar-Dasar Bedah Minor. Edisi 1 (Revisi).Widya Medika Jakarta. 1995.

3.William De Jong et all. Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi 3 EGC. Jakarta. 2005

5.Alat dan Bahan

1.Lidocain 2%  

2.Spuit 1ml atau 3 ml

3.Kapas alkohol  70 % / alkohol swarb

4.Larutan Iodin Povidon 10 %

5.Sarung tangan

6.Kasa steril

7.Kartu  rekam  medis

8.Alat  tulis

9.Blangko informed consent

6.Prosedur

1.Petugas  mempersiapkan  identitas pasien.

2.Petugas memberitahukan pasien / keluarga atas tindakan yang akan dilakukan  dengan pengisian  lembar  persetujuan tindakan medis ( informed consent ).

3.Petugas mempersilahkan pasien  untuk  posisi berbaring yang nyaman.

4.Petugas membersihkan sekitar luka dengan antiseptik.

5.Petugas memasukkanlidokain ke dalam  spuit jarum suntik.

6.Petugas memasukkan jarum suntik menyusur kulit secara subkutan.

7.Petugas melakukan aspirasi.

8.Petugas menyuntikkan perlahan-lahan sambil mencabut jarum ,bila tidak masuk pembuluh darah.

9.Petugas saat mencabut jarum pada jarak tertentu, dilakukan aspirasi kembali dan penyuntikkan , demikian seterusnya sampai daerah yang dimaksud selesai di anestesi.

10.Petugas melakukan pengurutan pada tempat yang telah dianestesi agar zat anestetik merata sambil menunggu kerja obat.

7.Diagram Alir

 

8.Hal-hal yang perlu diperhatikan

1.Observasi pasien

2.lokasi anestesi

3.efek samping obat

9.Unit Terkait

1.Ruang Pemeriksaan Umum

2.Ruang Pemeriksaan Gigi

3.Ruang KIA-KB

10.Dokumentasi Terkait

1.Kartu rekam medis

2.Buku register

3.Simpus data

 

 

11. Rekaman Historis perubahan

 

No

 

Halaman

 

Yang dirubah

 

Perubahan

Diberlakukan Tgl.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER