|
90 Dinkes Kab Defgh |
ANEMIA
DEFISIENSI BESI |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Anemia Defisiensi Besi (ADB) adalah anemia yang timbul akibat kosongnya
cadangan besi tubuh (depleted iron store)
sehingga penyediaan besi untuk eritropoesis berkurang,
yang pada akhirnya pembentukan hemoglobin (Hb) berkurang. Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan jumlah massa
eritrosit sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam
jumlah cukup ke jaringan perifer. Anemia merupakan masalah medik yang paling
sering dijumpai di klinik di seluruh dunia. Diperkirakan >30% penduduk dunia menderita anemia dan sebagian besar
di daerah tropis. Oleh karena itu anemia seringkali tidak mendapat perhatian oleh para
dokter di klinik. |
|||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan anemia defisiensi besi |
|||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
|||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
|||||||
|
E. Prosedur |
1. Petugas
memperkenalkan diri kepada pasien 2. Memberikan
penjelasan kepada pasien dan keluarga
tentang perjalanan penyakit dan tata laksananya, sehingga meningkatkan
kesadaran dan kepatuhan dalam nerobat serta meninggkatkan kualitas hidup. 3. Menegakkan
diagnose difinitif secara pasti 4. Setelah
menegakkan diagnose diberikan sulfat ferrosus 3 x 200mg ( 200mg mengandung 66mg besi elemental) 5. Pasien
diberikan penjelasan mengenai cara minum, efek samping obat berupa mual,
muntah, konstipasi, diare serta BAB kehitaman 6. Bila
terjadi efek samping obat maka segera ke pelayanan kesehatan. 7. Rencana
tindak lanjut 8. Penegakkan
diagnosis difinitif anemia defisiensi besi memerlukan pemeriksaan
laboratorium di layanan skunder dan penatalaksanaan selanjutnya di layanan
primer. |
|||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan pengertian ke pasien dan keluarga Menegakkan diagnosa Memberikan obat sulfat ferosus 3x 200mg Menjelaskan cara minumdan efek samping obat Bila terjadi efek sampping hubungi petugas Rencana Tindak lanjut dg pemeriksaan ke laborat
seku nder Petugas memperkenalkan diri |
|||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment