MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP ANEMIA DEFISIENSI BESI

 

90

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

ANEMIA DEFISIENSI BESI

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Anemia Defisiensi Besi (ADB) adalah anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi tubuh (depleted iron store) sehingga penyediaan besi untuk eritropoesis berkurang, yang pada akhirnya pembentukan hemoglobin (Hb) berkurang.

Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan jumlah massa eritrosit sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah cukup ke jaringan perifer. Anemia merupakan masalah medik yang paling sering dijumpai di klinik di seluruh dunia.

Diperkirakan >30% penduduk dunia menderita anemia dan sebagian besar di daerah tropis.

Oleh karena itu anemia seringkali tidak mendapat perhatian oleh para dokter di klinik.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan anemia defisiensi besi

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

1.    Petugas memperkenalkan diri kepada pasien

2.    Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga  tentang perjalanan penyakit dan tata laksananya, sehingga meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam nerobat serta meninggkatkan kualitas hidup.

3.    Menegakkan diagnose difinitif secara pasti

4.    Setelah menegakkan diagnose diberikan sulfat ferrosus 3 x 200mg ( 200mg  mengandung 66mg besi elemental)

5.    Pasien diberikan penjelasan mengenai cara minum, efek samping obat berupa mual, muntah, konstipasi, diare serta BAB kehitaman

6.    Bila terjadi efek samping obat maka segera ke pelayanan kesehatan.

7.    Rencana tindak lanjut

8.    Penegakkan diagnosis difinitif anemia defisiensi besi memerlukan pemeriksaan laboratorium di layanan skunder dan penatalaksanaan selanjutnya di layanan primer.  

F. Diagram Alir

Memberikan pengertian ke pasien dan keluarga

Menegakkan diagnosa

Memberikan obat sulfat ferosus 3x 200mg

Menjelaskan cara minumdan efek samping obat

Bila terjadi efek sampping hubungi petugas

Rencana Tindak lanjut dg pemeriksaan ke laborat seku nder

Petugas memperkenalkan diri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment