MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP OBESITAS

 

89

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

OBESITAS

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Obesitas merupakan keadaan dimana seseorang memiliki kelebihan lemak (body fat) sehingga orang tersebut memiliki risiko kesehatan. Riskesdas 2013, prevalensi penduduk laki-laki dewasa obesitas pada tahun 2013 sebanyak 19,7% lebih tinggi dari tahun 2007 (13,9%) dan tahun 2010 (7,8%).   Sedangkan pada perempuan di tahun 2013, prevalensi obesitas perempuan dewasa (>18 tahun) 32,9 persen, naik

18,1 persen dari tahun 2007 (13,9%) dan 17,5 persen dari tahun 2010 (15,5%). WHO, dalam data terbaru Mei 2014, obesitas merupakan faktor risiko utama untuk penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular (terutama penyakit jantung dan stroke), diabetes, gangguan muskuloskeletal, beberapa jenis kanker (endometrium, payudara,   dan   usus   besar).   Dari   data   tersebut,   peningkatan penduduk dengan obesitas, secara langsung akan meningkatkan penyakit akibat kegemukan.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan obeitas

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Penatalaksanaan Non- medikamentosa

·       Penatalaksanaan dimulai dengan kesadaran pasien bahwa kondisi sekarang adalah obesitas, dengan berbagai risikonya dan berniat untuk menjalankan program penurunan berat badan

·       Diskusikan dan sepakati target pencapaian dan cara yang akakn dipilih (target rasional adalah penurunan 10% dari BB sekarang)

·       Usulkan cara yang sesuai dengan factor resiko yang dimiliki pasien, dan jadwalkan pengukuran berkala untuk menilai keberhasilan program

·       Penatalaksanaan ini meliputi perubahan pola makan (makan dalam porsi keci; namun sering) dengan mengurangi konsumsi lemak dan kalori, meningkatkan latian fisik dan bergabung dengan kelompok yang bertujuan sama dalam pencapaian target penurunan berat badan ideal

·       Pengaturan pola makan dimulai dengan mengurangi asupan kalori sebesar 300-500 kkal/ hari dengan tujuan untuk menurunkan berat badan sebesar ½-1 kg per minggu

·       Latian fisik dimulai secara pelahan dan tingkatkan secara bertahap intensitasnya. Pasien dapat melalui dengan berjalan selama 30 menit dengan jangka waktu 5 kali seminggu dan dapat ditingkatkan intensitasnya selama 45 menit dengan jangka waktu 5 kali seminggu

Konseling dan edukasi

·       Perlu diingat bahwa penanganan obesitas dan kemungkinan besar seumur hidup. Adanya motivasi dari pasien dan keluarga untuk menurunkan berat badan hingga mencapai BB ideal sangat membantu keberhasilan terapi

·       Menjaga agar berat badan tetap normal dan mengevaluasi adanya penyakit penyerta

·       Membatasi asupan energy dari lemak dan gula

·       Meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, serta kacang-kacangan, dan biji-bijian

·       Terlibat dalam aktivasi fisik secara teratur (60 menit sehari untuk anak-anak dan 150menit per minggu untuk dewasa)

Kriteria rujukan

  • Konsultasi pada dokter spesialis dalam bila pasien merupakan obesitas dengan risiko tinggi dan risiko absolute
  • Jika sudah dipercaya melakukan modifikasi gaya hidup (diet yang telah diperbaiki, aktifitas fisik yang meningkatkan dan perubahan perilaku) selama 3 bulan, dan tidak memberikan respon terhadap penurunan berat badan, maka pasien dirujuk ke spesialis penyakit dalam untuk memperoleh obat-obatan penurun berat badan

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment