|
89 Dinkes Kab Defgh |
OBESITAS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Obesitas merupakan keadaan dimana seseorang memiliki kelebihan lemak
(body fat) sehingga orang tersebut memiliki risiko kesehatan. Riskesdas 2013,
prevalensi penduduk laki-laki dewasa obesitas pada tahun 2013 sebanyak 19,7%
lebih tinggi dari tahun 2007 (13,9%) dan tahun 2010 (7,8%). Sedangkan pada perempuan di tahun 2013,
prevalensi obesitas perempuan dewasa (>18 tahun) 32,9 persen, naik 18,1 persen dari tahun 2007 (13,9%) dan 17,5 persen dari tahun 2010
(15,5%). WHO, dalam data terbaru Mei 2014, obesitas merupakan faktor risiko
utama untuk penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular (terutama
penyakit jantung dan stroke), diabetes, gangguan muskuloskeletal, beberapa
jenis kanker (endometrium, payudara,
dan usus besar).
Dari data tersebut,
peningkatan penduduk dengan obesitas, secara langsung akan
meningkatkan penyakit akibat kegemukan. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan obeitas |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Penatalaksanaan
Non- medikamentosa ·
Penatalaksanaan
dimulai dengan kesadaran pasien bahwa kondisi sekarang adalah obesitas,
dengan berbagai risikonya dan berniat untuk menjalankan program penurunan
berat badan ·
Diskusikan
dan sepakati target pencapaian dan cara yang akakn dipilih (target rasional
adalah penurunan 10% dari BB sekarang) ·
Usulkan
cara yang sesuai dengan factor resiko yang dimiliki pasien, dan jadwalkan
pengukuran berkala untuk menilai keberhasilan program ·
Penatalaksanaan
ini meliputi perubahan pola makan (makan dalam porsi keci; namun sering)
dengan mengurangi konsumsi lemak dan kalori, meningkatkan latian fisik dan
bergabung dengan kelompok yang bertujuan sama dalam pencapaian target
penurunan berat badan ideal ·
Pengaturan
pola makan dimulai dengan mengurangi asupan kalori sebesar 300-500 kkal/ hari
dengan tujuan untuk menurunkan berat badan sebesar ½-1 kg per minggu ·
Latian
fisik dimulai secara pelahan dan tingkatkan secara bertahap intensitasnya.
Pasien dapat melalui dengan berjalan selama 30 menit dengan jangka waktu 5
kali seminggu dan dapat ditingkatkan intensitasnya selama 45 menit dengan
jangka waktu 5 kali seminggu Konseling
dan edukasi ·
Perlu
diingat bahwa penanganan obesitas dan kemungkinan besar seumur hidup. Adanya
motivasi dari pasien dan keluarga untuk menurunkan berat badan hingga
mencapai BB ideal sangat membantu keberhasilan terapi ·
Menjaga
agar berat badan tetap normal dan mengevaluasi adanya penyakit penyerta ·
Membatasi
asupan energy dari lemak dan gula ·
Meningkatkan
konsumsi buah dan sayuran, serta kacang-kacangan, dan biji-bijian ·
Terlibat
dalam aktivasi fisik secara teratur (60 menit sehari untuk anak-anak dan
150menit per minggu untuk dewasa) Kriteria rujukan
|
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment