|
91 Dinkes Kab Defgh |
LIMFADENITIS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Limfadenitis adalah peradangan pada satu atau beberapa kelenjar getah
bening. Limfadenitis bisa disebabkan oleh infeksi dari berbagai organisme,
yaitu bakteri, virus, protozoa, riketsia atau jamur. Secara khusus, infeksi
menyebar ke kelenjar getah bening dari infeksi kulit, telinga, hidung atau
mata. Bakteri Streptokokus, Stafilokokus, dan
Tuberkulosis adalah penyebab
paling umum dari Limfadenitis, meskipun virus, protozoa, riketsia, jamur juga
dapat menginfeksi kelenjar getah bening. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan limfadenitis |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesa Ditemukan :
Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang sederhana :
Pemeriksaan penunjang :
Penatalaksanan :
a.
Virus
: Sembuh sendiri tanpa pengobatan b.
Pengobatan
infeksi dengan antibiotik oral 10 hari, pemantauan selama 2 hari pertama c.
Mykrobakterium
tuberkulosis : diberikan obat anti tuberkulosis d.
Jika
infeksi telah diobati, kelenjar akan mengecil secara perlahan dan rasa sakit
akan hilang.
a.
Keluarga
turut menjaga kesehatan dan kebersihan sehingga mencegah terjadinya berbagai
infeksi dan penularan b.
Keluarga
turut mendukung dengan memotivasi pasien dalam pengobatan
Pasein kontrol untuk
mengevaluasi Kelenjar getah bening dan terapi yang diberikan
a.
Kegagalan
untuk mengecil setelah 4-6 minggu dirujuk untuk mencari penyebab b.
Biopsi
dilakukan bila terlihat tanda keganasan, pembesaran menetap atau bertambah
besar dengan pengobatan yang tepat atau diagnosis belum bisa ditegakkan |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment