MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP LIMFADENITIS

 

91

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

LIMFADENITIS

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Limfadenitis adalah peradangan pada satu atau beberapa kelenjar getah bening. Limfadenitis bisa disebabkan oleh infeksi dari berbagai organisme, yaitu bakteri, virus, protozoa, riketsia atau jamur. Secara khusus, infeksi menyebar ke kelenjar getah bening dari infeksi kulit, telinga, hidung atau mata.

Bakteri   Streptokokus,   Stafilokokus,   dan   Tuberkulosis   adalah penyebab paling umum dari Limfadenitis, meskipun virus, protozoa, riketsia, jamur juga dapat menginfeksi kelenjar getah bening.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan limfadenitis

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesa Ditemukan :

 

  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Keringat berlebihan
  • Nadi cepat
  • Kelemahan
  • Nyeri tenggorokan dan batuk bila disebakkan oleh infeksi saluran pernafasan bagian atas
  • Nyeri sendi bila disebabkan oleh penyakit kolagen atau penyakit serum

 

Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang sederhana :

  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Nyeri tekan bila disebabkan oleh bakteri
  • Kemerahan dan hangat pada perabaan mengarah kepada infeksi bakteri
  • Fluktuasi menandakan terjadinya abses
  • Pada tanda keganasan tidak ditemukan peradangan
  • Pada infeksi oleh mikrobakterium pembesaran kelenjar berjalan mingguan-bulanan, kulit diatasnya menjadi tipis dan pecah
  • Adanya tenggorokan yang merah, bercak-bercak putih pada tonsil, bintik-bintik merah pada langit-langit mengarah infeksi oleh steptokokus
  • Adanya selaput pada dinding tenggorokan, tonsil, langit-langit yang sulit dilepas dan bisa dilepas berdarah, pembengkakan pada jaringan lunak leher mengarah infeksi oleh difteri
  • Faringitis, ruam-ruam dan pembesaran limfa mengah pada infeksi epstein barr virus
  • Radang selaput mata dan bercak koplik mengarah ke campak
  • Bintik-bintik perdarahan, pucat, merah tidak jelas penyebabnya diserati pembesaran hati mengarah ke leukemia

 

Pemeriksaan penunjang : 

  • Skrining TB : BTA, Sputum, LED, Mantoux tes
  • Laboratorium : Darah perifer lengkap

 

Penatalaksanan :

  • Pencegahan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan badan
  • Beri kompers hangat untuk membantu mengurangi sakit
  • Tata laksanan pembesaran kelenjar getah bening tergantung penyebab :

a.    Virus : Sembuh sendiri tanpa pengobatan

b.    Pengobatan infeksi dengan antibiotik oral 10 hari, pemantauan selama 2 hari pertama

c.     Mykrobakterium tuberkulosis : diberikan obat anti tuberkulosis

d.    Jika infeksi telah diobati, kelenjar akan mengecil secara perlahan dan rasa sakit akan hilang.

  • Konseling dan Edukasi

a.    Keluarga turut menjaga kesehatan dan kebersihan sehingga mencegah terjadinya berbagai infeksi dan penularan

b.    Keluarga turut mendukung dengan memotivasi pasien dalam pengobatan

  • Rencana Follow up

Pasein kontrol untuk mengevaluasi Kelenjar getah bening dan terapi yang diberikan

  • Kriteria Rujukan

a.    Kegagalan untuk mengecil setelah 4-6 minggu dirujuk untuk mencari penyebab

b.    Biopsi dilakukan bila terlihat tanda keganasan, pembesaran menetap atau bertambah besar dengan pengobatan yang tepat atau diagnosis belum bisa ditegakkan

 

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment