PANDUAN
PEMAKAIAN TENS
A. DEFINISI
TENS atau Transcutaneus
Electrical Nerve Stimulasi adalah alat yang
Digunakan untuk merangsang saraf melalui kulit menggunakan arus listrik.
Namun
Yang
digunakan adalah listrik arus rendah sehingga arus yang dikeluarkan tidak
membahayakan pemakainya.
TENS
berfungsi untuk mengurangi nyeri.Seperti kita ketahui pengertian TENS ada
Lah
untuk menstimulasi saraf. Saraf yang distimulasi TENS adalah tipe saraf yang
bermielin tebal, yang menghambat saraf penghantar nyeri. Intinya dengan
menggunakan alat fisioterapi ini
maka saraf penghantar nyeri akan diblokir sehingga
pasien akan merasakan nyeri yang berkurang sesaat setelah diberikan alat
ini.
B. RUANG LINGKUP
Pemberian intervensi fisioterapi dengan TENS diberikan dengan
indikasi
Kasus nyeri otot/ gangguan
musculoskeletal, gangguan sendi,gangguan
saraf tepi
dan visera. Adapun TENS tidak diberikan pada anak dibawah umur 2
tahun
gangguan sensasi adanya luka terbuka ,neoplasma.
C.TATA LAKSANA
-
Pasien dilakukan pemeriksaan
di BP/KIA, petugas merujuk ke poli fisioterapi
-
Petugas fisioterapi melakukan
identifikasi atau assesmen fisioterapi
-
Fisioterapis memberikan
penjelasan tentang terapi yang akan diberikan
-
Fisioterapis melakukan
tindakan/intervensi fisioterapi
-dilakukan tes sensasi sebelum diberikan
tens
-cek alat,kabel,pad electrode
-daerah yang diterapi bebas dari pakaian
-waktu terapi 10-20 menit
-
Fisioterapis melakukan
evaluasi saat,sesudah terapi
-
Fisioterapis melakukan edukasi
kepada pasien
-
Pasien pulang dengan
menyelesaikan administrasi
D.
DOKUMENTASI
Setelah
dilakukan proses terapi, fisioterapi melakukan pendokumentasian dari
Proses pemeriksaan yang terdiri dari
anamnese, inspeksi, palpasi ,tes gerak khusus, serta hasil evaluasi dicatat
dalam lembar rekam medik pasien.
Setelah
dilakukan proses terapi, fisioterapi melakukan pendokumentasian dari
Proses asesmen,inspeksi,palpasi
,auskultasi,tes gerak khusus,intervensi pijat bayi
Serta evaluasi dicatat dalam lembar
status pasien.
No comments:
Post a Comment