MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 6, 2026

PANDUAN PEMAKAIAN TENS

 

PANDUAN PEMAKAIAN TENS

 

A. DEFINISI

              TENS atau Transcutaneus Electrical Nerve Stimulasi adalah alat yang

     Digunakan untuk merangsang saraf melalui kulit menggunakan arus listrik. Namun

     Yang digunakan adalah listrik arus rendah sehingga arus yang dikeluarkan  tidak

     membahayakan  pemakainya.

    TENS berfungsi untuk mengurangi nyeri.Seperti kita ketahui pengertian TENS ada

    Lah untuk menstimulasi saraf. Saraf yang distimulasi TENS adalah tipe saraf yang

     bermielin tebal, yang menghambat saraf penghantar  nyeri. Intinya dengan

     menggunakan alat  fisioterapi ini maka saraf penghantar nyeri akan diblokir sehingga

     pasien akan merasakan nyeri yang berkurang sesaat setelah diberikan alat ini.

 

B. RUANG LINGKUP

               Pemberian intervensi fisioterapi dengan TENS diberikan dengan indikasi            

     Kasus nyeri otot/ gangguan musculoskeletal, gangguan sendi,gangguan  saraf tepi

     dan visera. Adapun  TENS tidak diberikan pada anak dibawah umur 2 tahun

     gangguan sensasi  adanya luka terbuka ,neoplasma.

 

C.TATA LAKSANA

-       Pasien dilakukan pemeriksaan di BP/KIA, petugas merujuk ke poli fisioterapi

-       Petugas fisioterapi melakukan identifikasi atau assesmen fisioterapi

-       Fisioterapis memberikan penjelasan tentang terapi yang akan diberikan

-       Fisioterapis melakukan tindakan/intervensi fisioterapi

    -dilakukan tes sensasi sebelum diberikan tens

    -cek alat,kabel,pad electrode

    -daerah yang diterapi bebas dari pakaian

    -waktu terapi 10-20 menit

-       Fisioterapis melakukan evaluasi saat,sesudah terapi

-       Fisioterapis melakukan edukasi kepada pasien

-       Pasien pulang dengan menyelesaikan administrasi

 

D. DOKUMENTASI

                Setelah dilakukan proses terapi, fisioterapi melakukan pendokumentasian dari

         Proses pemeriksaan yang terdiri dari anamnese, inspeksi, palpasi ,tes gerak khusus, serta hasil evaluasi dicatat dalam lembar rekam medik pasien.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah dilakukan proses terapi, fisioterapi melakukan pendokumentasian dari

         Proses asesmen,inspeksi,palpasi ,auskultasi,tes gerak khusus,intervensi pijat bayi

        Serta evaluasi dicatat dalam lembar status pasien.

 

 

      

 

No comments:

Post a Comment