MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 5, 2026

KUMPULAN SOP P2 TBC

 

 


      

SOSIALISASI PROGRAM P2 TB PARU

 

      

 

SOP

No. Dokumen

:

      /PKM.L/2020

Terbitan

:

01

No. Revisi

:

0

Tgl. Terbit  

:

02 Januari 2020

Halaman

:

1/1

PUSKESMAS

LENEK

 

 

 

 

 

Jalaludin Sayuti,SKM.MPH

NIP. 19751231 199803 1 013

 

1.   Pengertian

1.   Sosialisasi adalah proses yang membantu individu belajar dan menyesuiakan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berfikir kelompok, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.

2.   Sosialisasi Program TB Paru adalah proses yang membantu masyarakat, kelompok masyarakat dan individu menerima  kegiatan Program TB Paru.

2.   Tujuan

Sebagai acuan untuk menyampaikan informasi tentang kegiatan Program TB Paru kepada masyarakat, kelompok masyarakat dan individu.

3.   Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas  No. 001/PKM.L/I/2020 tentang Standar Pelayanan Publik Puskesmas Lenek

4.   Referensi

Pedoman Program Penanggulangan TB Paru Nasional

5.   Alat dan Bahan

1.     Sound System

2.     Laptop 

3.     LCD

4.     Media KIE

5.     Alat Tulis

6.   Prosedur

1.     Penangung jawab program menginventaris kegiatan-kegiatan berdasarkan anaslisi

2.     Peangunng jawab program mengkonsultasikan kegiatan-kegiatan yang sudah di inventariskan kepada kepala Puskesmas

3.     Penagung jawab Program dan Kepala Puskesmas membuat prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan

4.     Penagung jawab Program mencatat hasil konsultasi

5.     Penagung jawab Program menindak lanjuti rekomendasi dari Puskesmas dengan menyusun kegiatan-kegiatan yang sudah diperioritaskan

6.     Penagung jawab Program mensosialisasikan kegiatan-kegiatanyang akan dilaksanakan dengan cara mengumpulkan peserta dalam sebuah tempat/ruangan kemudian mensosialisasikan program pengendalaian TB Paru kepada masyarakat

7.     Penagung jawab Program mendokumentasikan semua kegiatan

7.  Unit Terkait

Toma, Toga, Kades, Kadus, Tokoh Pemuda, LSM, dan masyarakat

8.    Dokumen Terkait

Buku panduan Penagulangan Program TB Paru Nasional

Absensi

 

 

 

 

 

 

 

 

      

COMMUNITIY BASED APPROACH (CBA)

 

      

 

SOP

No. Dokumen

:

      /PKM.L/2020

Terbitan

:

01

No. Revisi

:

0

Tgl. Terbit 

:

02 Januari 2020

Halaman

:

1/1

PUSKESMAS

LENEK

 

 

 

 

Jalaludin Sayuti,SKM.MPH

NIP. 19751231 199803 1 013

 

1. Pengertian

Pendekatan kepada masyarakat guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya penemuan kasusu baru TB Paru dengan cara mengumpulkan masyarakat dan memberikan penyuluhan  sekaligus pengambilan dahak tersangka (suspek)

2. Tu.juan

1. Meningkatkan cakupan penjaringan suspek dan penemuan kasusu baru BTA positif

2. Meningkatkan  pengetahuan masyarakat tetang penyakit TB Paru

3. mengurangi angka kejadian TB Paru di masyarakat melalui penemuan kasus baru secara

    dini.

4. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penemuan kasusu baru TB Paru

5. membntuk partisipasi aktif ( Toma, Toga, Kader ) untuk mendukung upaya penemuan

    kasus  

3. Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas  No.001/PKM.L/I/2020 tentang Standar Pelayanan Publik Puskesmas Lenek

4. Referensi

Pedoman Program Penanggulangan TB Paru Nasional

5. Alat dan Bahan

  1. Sound System

  2. Laptop 

3. LCD

4. Media KIE

5. Alat Tulis

6. Tensi Meter dan Stetoscop

7. Timbangan Berat Badan

8. Pot dahak

6. Prosedur

1.     Tentukan sasaran , sasaran yang akan diundang pada kegiatan CBA diutamakan orang yang ditokohkan/memiliki Power seperti Toma, Toga, Kades, Kadus, LSM, Tokoh Pemuda dll.

2.     Tentukan Lokasi, pelaksanaan di Dusun atau sesuai kesepakatan peserta diutamakan lokasi yang dipilih adalah lokasi yang memiliki jarak agak jauh dari puskesmas atau sulit dijangkau (Terpencil)

3.     Waktu

-          Kegiatan dilakukan satu kali sebulan

-          Pelaksanaan disesuaikan dengan kesepakatan masyarakat bisa kumpul

-          Dilaksanakan dua har

4.     Tenaga pelaksana, petugas TB, Analis, Kader, Dokter Puskesmas dan petugas promosi kegiatan

5.     Peserta yang diundang

-          Toma, Toga, Kades, Kadus, Kaling, Rt, LSM, Karang Taruna

-          Masyarakat/ Populasi dengan resiko tinggi ( Keadaan rumah tidak sehat, jumlah  penderita tinggi)

-          Untuk efesiensi biasanya ( Transport dan konsumsi ) peserta dan tenaga pelaksana dibatasi maksimal 25 orang.

6. Unit Terkait

Toga, Toma, Kadus, Perangkat Desa dan masyarakat Potensial

7. Dokumen Terkait

Buku Register

 

 

 

      

ALUR PEMERIKSAAN SUSPEK TB PARU

 

      

 

SOP

No. Dokumen

:

      /PKM.L/2020

Terbitan

:

01

No. Revisi

:

0

Tgl. Terbit 

:

02 Januari 2020

Halaman

:

1/1

PUSKESMAS

LENEK

 

 

 

 

Jalaludin Sayuti,SKM.MPH

NIP. 19751231 199803 1 013

 

1. Pengertian

Seorang dengan batuk berdahak dalam 2-3 minggu atau lebih disertai rasa sakit didada, batuk darah, selera makan menurun, BB kurang dan demam lebih dari satu bulan, berkeringat pada malam hari.

2. Tujuan

Deteksi dini penemuan penderita TB Paru BTA +

3. Kebijakan

SK Kepala Puskesmas Lenek No: 001/PKM.L/2020 tentang Standar PelayananPublik Puskesmas Lenek

4. Referensi

Pedoman Program Penanggulangan TB Paru Nasional

5. Alat dan Bahan

1. Media KIE

2. Alat Tulis

3. Tensi Meter dan Stetoscop

4. Timbangan Berat Badan

5.  Pot dahak

6. Prosedur

Pemeriksaan dahak mikroskopis sewaktu pagi sewaktu (SPS)

Hasil  BTA

+ + +

Hasil  BTA

+ - -

Hasil  BTA

- - -

Antibiotic Non OAT

Tidak ada perbaikan

ada perbaikan

Pemeriksaan dahak mikroskopis

Foto torak dan Pertimbangan Doter 

Hasil BTA

+ + +

+ + -

+ - -

 

 

Hasil BTA

- - -

 

 

Foto torak dan pertimbangan dokter

 

 

Bukan TB Paru

 

 

TB Paru

Suspek TB Paru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


7. Unit Terkait

Masyarakat Potensial/orang yang dicurigai TB Paru ( suspek )

8. Dokumen

    terkait

Buku panduan penanggulangan TB Paru Nasional

Buku register

 

 

      

POSYANDU PARU SEHAT

 

      

 

SOP

No. Dokumen

:

      /PKM.L/2020

Terbitan

:

01

No. Revisi

:

0

Tgl. Terbit 

:

02 Januari 2020

Halaman

:

1/1

PUSKESMAS

LENEK

 

 

 

 

Jalaludin Sayuti,SKM.MPH

NIP. 19751231 199803 1 013

 

 

1. Pengertian

Wadah yang dibentuk oleh, dari dan untuk masyarakat yang ada diwilayah puskesmas untuk mendapatkan pelayanan ( Konseling dan pemeriksaan ) TB Paru secara periodic dan berkesinambungan baik bagi tersangka ( suspek ) yang telah positif menderita TB Paru maupun pasien paska pengobatan 

 

2. Tujuan

1. meningkatkan penjaringan suspek TB Paru

2. meningkatkan penemuan BTA +

3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB Paru melalui

    penyuluhan

4. meningkatkan peran serta masyarakat dalam penangulangan penyakit TB Baru

5. mendekatkan jangkauan masyarakat dalam penanggulangan TB Paru.

6. mengurangi biaya ( COST ) dalam pengumpulan sasaran

7. memudahkan petugas untuk evaluasi bagi paisen yang akan, sedang maupun

    paska pengobatan.

8. mengurangi angka drop out ( DO ) karna disiapkan OAT bagi pasien yang

   sedang dalam pengobatan.

 

3. Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas  No.001/PKM.L/I/2020 tentang Standar Pelayanan Publik Puskesmas Lenek

 

4. Referensi

Pedoman Program Penanggulangan TB Paru Nasional

 

5. Alat dan Bahan

1. kursi dan meja

2. alat tulis/KMS TB Paru

3. tensi meter

4. timbangan berat badan

5. pot dahak

6. obat simtomatis

7. media KIE

 

6. Prosedur

1. semua sasaran yang datang dicatat dibuku/folmuril pendaptaran yang telah disediakan sebelumnya

2. timbang sasaran untuk mengetahui berat badan saat pertama ditemukan/sebelum mendapatkan pengobatan

3. berikan konseling dan pemeriksaan fisik serta pengukuran tensi sasaran oelh perawat dan petugas TB

4. Pengamblan specimen dahak sasaran oleh analis

5. berikan obat simtomatis bagi sasaran yang bukan/tidak memenuhi keriteria suspek

6. bekali pot dahak bagi suspek untuk dahak pagi

 

7. Unit Terkait

Masyarakat kelompok potensial dan penderita TB Paru

 

8.  Dokumen Terkait

Buku Register PPS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

      

PENCATATAN DAN PELAPORAN TB PARU

 

      

 

SOP

No. Dokumen

:

      /PKM.L/2020

Terbitan

:

01

No. Revisi

:

0

Tgl. Terbit 

:

02 Januari 2020

Halaman

:

1/1

PUSKESMAS

LENEK

 

 

 

 

Jalaludin Sayuti,SKM.MPH

NIP. 19751231 199803 1 013

 

Pengertian

Suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk pencatatan dan pelaporan pasien TB yang disusun dan disajikan untuk  memantau secara kohort Perkembangan Pengobatan Pasien TB yang dilakukan pada setiap  unit Pelayanan Kesehatan sampai ke Kementerian Kesehatan.

 

 

Tujuan

1.     Memastikan petugas melakukan pencatatan dan pelaporan Pasien TB sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

2.     Memantau secara kohort Perkembangan Pengobatan Pasien TB.

 

 

Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas  No.001/PKML/I/2020 tentang Standar Pelayanan Publik Puskesmas Lenek

 

 

Referensi

1.        Kementerian Kesehatan RI (2012). Penemuan dan Pengobatan Pasien Tubeckulosis . Jakarta : Penerbit Buku Kementerian RI Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan

2.        Kementerian Kesehatan RI (2012). Panduan Pengelolaan Logistik Program Pengendalian Tuberkulosis . Jakarta : Penerbit Buku Kementerian RI Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan

 

 

Alat dan Bahan

-      Formulir, TB.06, TB 01

-      Leptop Program SITT 10, 03

 

 

Prosedur

1.     Pencatatan dan Pelaporan pada tingkat fasilitas pelayanan   kesehatan.

2.     Pencatatan dan pelaporan pada tingkat Dinas Kesehatan Kab/Kota.

3.     Pencatatan dan pelaporan pada tingkat Dinas Kesehatan Provinsi.

4.     Pencatatan dan pelaporan pada tingkat Pusat.

 

 

Unit terkait

P2PB TB Paru

 

 

Dokumen terkait

Buku panduan penanggulangan TB Paru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


      

PROSEDUR PENGGUNAAN LOGISTIK TB

 

      

 

SOP

No. Dokumen

:

      /PKM.L/2020

Terbitan

:

01

No. Revisi

:

0

Tgl. Terbit 

:

02 Januari 2020

Halaman

:

1/1

PUSKESMAS

LENEK

 

 

 

 

Jalaludin Sayuti,SKM.MPH

NIP. 19751231 199803 1 013

 

Pengertian

Penggunaan logistik merupakan pemanfaatan barang sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. Logistik program TB digunakan di semua jenjang untuk mendukung operasional program dimulai dari Unit Pelayanan Kesehatan sampai ke Kementerian Kesehatan.

Tujuan

Memastikan penggunaan logistik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas  No.001/PKML/I/2020 tentang Standar Pelayanan Publik Puskesmas Lenek

Referensi

1.     Kementerian Kesehatan RI (2012). Penemuan dan Pengobatan Pasien Tubeckulosis . Jakarta : Penerbit Buku Kementerian RI Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan

2.     Kementerian Kesehatan RI (2012). Panduan Pengelolaan Logistik Program Pengendalian Tuberkulosis . Jakarta : Penerbit Buku Kementerian RI Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan

Alat dan Bahan

1.     Surat Perjanjian Pemakaian Barang

2.     Surat Penyerahan barang rusak/kadaluarsa

3.     Berita Acara penghapusan dan pemusnaan Barang

Prosedur

 

a.       Perawat membuat surat pemakaian barang yang meliputi pemakaian dan sisa obat yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan OAT

b.      Mencatat dalam kartu stok dan kartu stok induk setiap obat yang dikeluarkan

c.       Mencatat jumlah, tanggal kadaluwarsa dan tanggal penerimaan masing –masing OAT kedalam kartu stok dan kartu stok induk.

Unit terkait

P2TB

Dokumen terkait

Buku panduan penanggulangan TB Paru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


      

PENEMUAN SUSPEK TB PARU

 

      

 

SOP

No. Dokumen

:

      /PKM.L/2020

Terbitan

:

01

No. Revisi

:

0

Tgl. Terbit 

:

02 Januari 2020

Halaman

:

1/2

PUSKESMAS

LENEK

 

 

 

 

Jalaludin Sayuti,SKM.MPH

NIP. 19751231 199803 1 013

 

Pengertian

Cara / metode menemukan secara cepat dan tepat kasus TB Paru dengan serangkaian kegiatan terdiri dari penjaringan suspek, diagnosa, penentuan klasifikasi penyakit dan tipe pasien.

 

 

Tujuan

Mendapatkan/menemukan kasus TB melalui serangkaian kegiatan sehingga segera dapat dilakukan pengobatan agar sembuh dan tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

 

 

Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas  No.001/PKML/I/2020 tentang Standar Pelayanan Publik Puskesmas Lenek

 

 

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI (2012). Penemuan dan Pengobatan Pasien Tubeckulosis . Jakarta : Penerbit Buku Kementerian RI Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan
  2. Kementerian Kesehatan RI (2012). Panduan Pengelolaan Logistik Program Pengendalian Tuberkulosis . Jakarta

 

 

Alat dan Bahan

1.      Ruang Pengelola.

2.      Pengelola P2 TB.

3.      Meja, kursi dan kipas angin.

4.      ATK dan buku register.

5.      Buku penderita TB.05 dan TB.06

6.      Pot dahak

 

 

Prosedur

 

1.     Penemuan pasien TB secara pasif, dengan penyuluhan aktif dengan melibatkan semua layanan dengan maksud untuk mempercepat penemuan dan mengurangi keterlambatan pengobatan.

2.     Penemuan secara aktif dapat dilakukan terhadap :

a.   Kelompok khusus tang rentan atau resiko tinggi sakit TB seperti pasien dengan HIV AIDS.

b.   Kelompok yang rentan tertular TB (rumah tahanan), daerah kumuh, keluarga atau kontak pasien TB, terutama mereka yang dengan TB BTA positif.

c.   Pemeriksaan anak < 5 tahun pada keluarga TB untuk menentukan tindak lanjut apakah perlu pengobatan TB / pengobatan pencegahan.

d.   Kontak dengan pasien TB resistan obat.

3.     Tahap awal penemuan dilakukan dengan menjaring mereka yang memiliki gejala utama pasien TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan.

4.     Pengelola melalukan anamese dan mencatat mengenai

-        Berapa lama batuk ?

-        Berdahak/tidak ?

-        Dahak bercampur darah/tidak ?

-        Sesak nafas /tidak ?

-        Nyeri dada / tidak ?

-        Kurang nafsu makan/tidak ?

-        Berat badan menurun / tidak ?

-        Riwayat kontak dengan penderita TBC ?... dan

-        Apakah pernah minum obat paru-paru selama kurang dari 1 bulan atau lebih dari 1 bulan ?

5.     Mengisi buku daftar suspek form. TB.06

6.     Pengelola memberi penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan dahak dan cara batuk yang benar untuk mendapatkan dahak yang kental dan purulen.

7.     Memberikan pot dahak sewaktu kunjungan pertama dan pengambilan dilakukan disamping Puskesmas.

8.     Memeriksa kekentalan, warna dan volume dahak. Dahak yang baik untuk pemeriksaan adalah berwarna kuning kehijau-hijauan (mukopurulen), kental, dengan volume 3-5ml. Bila volumennya kurang, pengelola harus meminta agar penderita batuk lagi sampai volumenya mencukupi.
Jika
tidak ada dahak keluar, pot dahak dianggap sudah terpakai dan harus
dimusnahkan
untuk menghindari kemungkinan terjadinya kontaminasi kuman TBC.

9.     Memberikan label pada dinding pot yang memuat  nomor identitas sediaan dahak sesuai dengan TB.06

10.  Memberikan pot dahak pagi yang sudah diberi label untuk diisi di rumah penderita dan disuruh datang besok pagi membawa dahak paginya dan kemudian petugas mengambil dahak sewaktu kunjungan kedua.

11.  Mengisi form. TB.05, mengirim sediaan ke laboratorium.

12.  Menerima jawaban dengan form TB 05, kemudian memasukkan hasil pemeriksaan ke TB 06.

13.  Bila hasil pemeriksaan BTA positif, memberikan pengobatan sesuai protap pengobatan TB.

14.  Bila hasil pemeriksaan negative, dilakukan pemeriksaan dahak ulang, bila hasilnya tetap negative diberikan pengobatan dengan antibiotic selama dua minggu.

15.  Bila masih tetap batuk dilakukan pemeriksaan rongsen thorax.

16.  Bila hasil positif diobati sesuai dengan protap TB.

17.  Pasien mendaftar di loket pendaftaran.

18.  Buku rawat jalan pasien dibawa ke ruang BP berdasarkan nomor urut
pendaftaran.

19.  Pasien disilahkan duduk sambil menunggu namanya di panggil.

20.  Penderita masuk di ruang BP.

 

 

Unit terkait

Penderita tersangka TB Paru ( Suspek )

 

 

Dokumen terkait

Buku Panduan Penangulangan TB Paru Nasional

Buku Register Paisien

 

 

 


      

PENGOBATAN TB PARU

 

      

 

SOP

No. Dokumen

:

      /PKM.L/2020

Terbitan

:

01

No. Revisi

:

0

Tgl. Terbit 

:

02 Januari 2020

Halaman

:

1/2

PUSKESMAS

LENEK

 

 

 

 

Jalaludin Sayuti,SKM.MPH

NIP. 19751231 199803 1 013

 

Pengertian

Tata cara memberikan pengobatan penderita TB Paru sesuai tata laksana pengobatan TB Nasional.

 

 

Tujuan

Untuk menyembuhkan pasien, mencegah kematian, mencegah kekambuhan, memutuskan rantai penularan dan mencegah terjadinya resistensi kuman terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT).

 

 

Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas  No.001/PKML/I/2020 tentang Standar Pelayanan Publik Puskesmas Lenek

 

 

Referensi

1.     Kementerian Kesehatan RI (2012). Penemuan dan Pengobatan Pasien Tubeckulosis . Jakarta : Penerbit Buku Kementerian RI Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan

 

 

Alat dan Bahan

1.     Register rawat jalan

2.     Register TB 05

3.     Register TB 06

4.     FORM TB 01

5.     Form TB 02

6.     Form TB 03

7.     Obat OAT

 

 

Prosedur

 

-        Pasien yang telah diperiksa dahaknya dipersilahkan masuk ke ruang BP.

-        Pasien diberi penjelasan sesuai dengan hasil pemeriksaan dahak di TB 05.

-        Untuk pasien dengan hasil BTA positif diberikan pengobatan dengan OAT kategori I,  dan untuk pasien dengan BTA negative dan rongsent mendukung diberikan pengobatan dengan kategori III sesuai berat badan pasien.

 

Dengan dosis pemberian sesuai tabel sebagai berikut :

Tabel  01. pemberian obat TB paru sesuai BB pasien                             

Berat Badan

Tahap intensif tiap hari selama 56 hari RHZE (150/75/400/275)

Tahap Lanjutan 3 kali seminggu selama 16 minggu RH (150 /150)

 

30-37 kg

38-54 kg

55-70 kg

>71 kg

 

2 tablet 4 KDT

3 tablet 4 KDT

4 tablet 4 KDT

5 tablet 4 KDT

 

2 tablet 2 KDT

3 tablet 2 KDT

4 tablet 2 KDT

5 tablet 2 KDT

 

Setelah pengobatan tahap intensif akhir bulan ke II, dilakukan pemeriksaan BTA, bila hasil negative dilanjutkan tahap lanjutan, dan bila hasil pemeriksaan BTA positif diberikan sisipan dengan dosis sesuai berat badan pasien.

Dengan dosis sesuai tabel sebagai berikut :

Tabel 02. Pemberian obat sisipan sesuai BB

Berat Badan

Tahap intensif (150/75/400/275)

30-37 kg

38-54 kg

55-70 kg

>71 kg

2 tablet 4 KDT

3 tablet 4 KDT

4 tablet 4 KDT

5 tablet 4 KDT

 

Dan bila hasil pemeriksaan pada akhir tahap intensif negative dilanjutkan tahap lanjutan, kemudian diperiksa dahak ulang pada akhir bulan ke V, bila hasil negative dilanjutkan pengobatannya, dan dilakukan pemeriksaan ulang pada akhir bulan ke VI atau akhir pengobatan.

Bila hasil pemeriksaan pada bulan ke VI negative dan pada awal pengobatan positif pasien dinyatakan sembuh.

Dan bila pada akhir pengobatan hasil negative dan pada awal pengobatan negative dengan rongsent positif pasien dikatakan pengobatan lengkap.

 

 

Unit terkait

P2TB Paru

 

 

Dokumen Terkait

Buku Panduan Penangulangan TB Paru Nasional

Register TB 01 dan TB 06

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


      

PENGAWASAN MENELAN OBAT (PMO)

 

      

 

SOP

No. Dokumen

:

      /PKM.L/2020

Terbitan

:

01

No. Revisi

:

0

Tgl. Terbit 

:

02 Januari 2020

Halaman

:

1/1

PUSKESMAS

LENEK

 

 

 

 

 

Jalaludin Sayuti,SKM.MPH

NIP. 19751231 199803 1 013

1. Pengertian

1. Seseorang yang dikenal, dipercaya dan disetujui, baik oleh petugas kesehatan      maupun pasien, selain itu harus disegani dan di hormati oeleh pasien

2. seseorang yang dekat dengan pasien

3. bersedia membantu pasien dengan suka rela

4. bersedia dilatih dan atau mendapat penyuluhan besama-sama dengan pasien

2.Tujuan

1. agar mencegah terjadinya putus obat

2. agar mencegah terjadinya  resistensi obat

3. Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas  No.001/PKM.L/I/2020 tentang Standar Pelayanan Publik Puskesmas Lenek

4. Referensi

Pedoman Program Penanggulangan TB Paru Nasional

5. Alat dan Bahan

1.     OAT Katagor I atau II

  1. Timbangan berat badan
  2. Lembar Kuning pengambilan obat
  3. Alat Tulis

6. Prosedur

1. Mebuat perjanjian dengan pasien, siapa yang dipercaya/ ditunjuk untuk menjadi    PMO

2. mengisi kartu kuning pengambilan OAT

3. menjelaskan tehnis pemberian OAT tepat waktu, tepat dosis, tepat obat

4. menejlaskan efek samping dari OAT

5. Menjelaskan waktu Follow Up dahak  

7. Unit Terkait

Pasien TB Paru PMO, kontak serumah

8. Dokumen Terkait

Lembar TB 01, TB 06.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


      

PEMERIKSAAN KONTAK SERUMAH

 

      

 

SOP

No. Dokumen

:

      /PKM.L/2020

Terbitan

:

01

No. Revisi

:

0

Tgl. Terbit 

:

02 Januari 2020

Halaman

:

1/1

PUSKESMAS

LENEK

 

 

 

 

 

Jalaludin Sayuti,SKM.MPH

NIP. 19751231 199803 1 013

1. Pengertian

Semua anggota keluarga yang tempat tingganya satu rumah dan berintraksi sama lainnya.

2.Tujuan

Penemuan Kontak serumah suspek TB 

3. Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas  No.001/PKM.L/I/2020 tentang Standar Pelayanan Publik Puskesmas Lenek

4. Referensi

Pedoman Program Penanggulangan TB Paru Nasional

5. Alat dan Bahan

1.     Lembar Anamnese

  1. Pot dahak

6. Prosedur

1.     Anggota keluarga yang memiliki keluhan batuk lebih dari 2 minggu

2.     Pemeriksaan Vital Sigen

3.     Pengambilan dahak sewaktu

4.     Membekali pot dahak pagi sewaktu

7. Unit Terkait

Laboratorium Microscopik, Puskesmas

8. Dokumen Terkait

Lembar permintaan pemeriksaan dahak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER