|
Dinas
Kesehatan Kota Surakarta |
KAK |
SKRINING ANEMIA |
UPTD Puskesmas Pajang |
|
|
No.
Dokumen |
: KA.PJ.UKM.GIZI. |
|||
|
No.
Revisi |
:
00 |
|||
|
Tgl.
Terbit |
: |
|||
|
Halaman
|
: 1 / 4 |
|||
|
Ditetapkan Oleh |
Kepala UPTD Puskesmas Pajang
dr. Wahyu
Indianto NIP.
19681118 200003 1 004 |
|||
A. Pendahuluan
Aset paling berharga milik
bangsa Indonesia adalah sumber daya manusia yang besar. Dengan populasi sebesar
237 juta jiwa, bangsa Indonesia seharusnya menatap masa depan dengan sangat
optimis, khususnya bila seluruh warga Negara, terutama generasi mudanya atau
remaja telah menjadi Manusia Indonesia Prima, antara lain ditandai dengan
sehat, cerdas, dan produktif. Warga yang sehat ditunjukkan antara lain oleh
daya tahan tubuh yang kuat, tidak sering sakit, dan mampu bergaul di masyarakat
sesuai norma social yang dianut. Cerdas ditunjukkan dengan kemampuan menyerap
ilmu pengetahuan secara baik dan mampu menerapkannya untuk keperlua hidup.
Produktif adalah kemampuan bekerja secara baik untuk menghasilkan barang atau
jasa yang bernilai ekonomis guna mencukupi kebutuhan hidup. Untuk mewujudkan
warga yang sehat, cerdas, dan produktif diperlukan status gizi yang optimal,
dengan cara melakukan perbaikan gizi secara terus menerus melalui berbagai
pendekatan yang semakin inovatif.
Kendala yang dihadapi adalah
remaja sangat beresiko menderita anemia khususnya kurang zat besi. Diperkirakan
25% remaja Indonesia mengalami anemia. Meski tidak menular namun anemia sangat
berbahaya karena bisa mempengaruhi derajat kesehatan calon bayinya kelak. “Bila
sejak remaja anemia, saat hamil dan melahirkan bayinya juga akan ikut anemia.
Padahal zat besi sangat penting untuk perkembangan otak. Akibatnya akan lahir
bayi-bayi denga kecerdasan di bawah rata-rata” papar dr. Soedjatmiko, Sp.A (K),
dalam sebuah seminar mengenai kesehatan remaja di Jakarta. Anemia terjadi bila
jumlah sel darah merah berkurang. Dengan berkurangnya hemoglobin atau sel darah
merah tadi, tentu kemampuan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh
tubuh berkurang, akibatnya tubuh akan menjadi cepat lelah dan lemas karena
suplai oksigennya kurang. Anemia defisiensi besi dapat terjadi karena sejak
bayi sudah anemia. Infeksi cacing tambang, kurangnya asupan zat besi karena
makanan yang kurang mengandung protein hewani, serta proses menstruasi pada
remaja putri. “ Anemia harus dihilangkan supaya tidak terus-menerus menjadi
lingkaran setan” kata Soedjatmiko. Selain pemberian tablet zat besi, orang yang
anemia dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang tinggi zat besi seperti daging.
Pada anemia yang lebih berat, tindakan yang diambil bisa berupa transfuse darah
atau pemberian obat yang dapat merangsang produksi sel darah merah.
B. Latar
Belakang
Anemia adalah suatu keadaan yang
menggambarkan kadar hemoglobin (Hgb) atau jumlah eritrosit (sel darah merah)
dalam darah yang kurang dari nilai normal. Seseorang menderita anemia bila Hgb
pada pria kurang dari 13,5 dan pada wanita kurang dari 12,0, serta Hematokrit
(Hct) pada pria kurang dari 41 dan pada wanita kurang dari 36.
Tantangan yang besar untuk
memperbaiki gizi masyarakat Indonesia umumnya, dan masyarakat Surakarta
khususnya menuntut penanganan yang lebih inovatif sekaligus terpadu. Penanganan
yang inovatif perlu didukung dengan tindakan nyata, seperti penanganan anemia
pada remaja dan ibu hamil harus didukung dengan kepastian data yang akurat.
Yang tidak kalah pentingnya
yaitu deteksi dini terhadap anemia. Dengan kemampuan mengenali,
mengidentifikasi terjadinya anemia pada diri seseorang, maka akan lebih mudah
penanganan secara dini. Sehingga akibat yang lebih berat karena anemia bisa
dicegah secara baik. Pada akhirnya akan menjadi kebiasaan dalam mengenali
masalah kesehatan dan mampu mencegah sedini mungkin.
Dalam mengupayakan deteksi
dini terhadap anemia bagi remaja maka UPTD Puskesmas Pajang melaksanakan
program skrining anemi pada remaja di kelas 6 SD, Siswa kelas I SMP dan kelas I
SMA.
C. Tujuan
Umum dan Tujuan Khusus.
1.
Tujuan Umum
Untuk melakukan deteksi dini
pada remaja putri
2.
Tujuan Khusus
a.
Menemukan remaja putri yang memiliki gejala anemi
b. Melakukan pemeriksaan Hemoglobin pada siswa
kelas 6 SD, siswi SMP dan Siswi SMA khusunya yang diindikasikan mengalami anemi
c. Memberikan konseling tentang pencegahan dan
penanganan anemi pada remaja putri di sekolah.
D. Tata
Nilai Program
Dalam
melakukan kegiatan pada program kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana maka
harus berpegang pada nilai-nilai yang disepakati di UPTD Puskesmas Pajang :
1. Santun
2. Empati
3. Handal
4. Adil
5. Terpercaya
E. Tata
hubungan kerja/Pembagian peran LP/LS
F. Kegiatan
Pokok dan Rincian Kegiatan.
Kegiatan skrining anemia, sedangkan kegiatan
pokoknya adalah pemeriksaan hemoglobin pada remaja putri.
G. Cara
melaksanakan kegiatan.
Melalui skrining untuk mengetahui remaja putri
yang mengalami gejala-gejala anemi dan melakukan pemeriksaan Hemoglobin.
H. Sasaran
Siswi Sekolah dasar kelas VI, penerima PMT
Anak Sekolah dan SIswi SLTP dan SLTA
I. Jadwal
pelaksanaan kegiatan
Kegiatan akan dilaksanakan pada Bulan
Agustus 2015
J. Evaluasi
pelaksanaan kegiatan dan pelaporan
Evaluasi
terhadap ketepatan pelaksanaan kegiatan dengan jadual yang sudah disusun dalam
POA dilakukan setiap bulan sekali. Sehingga bisa segera diperbaiki jika terjadi
pergeseran jadual. Evaluasi ini dilakukan oleh coordinator masing-masing
Program UKM.
Koordinator program kemudian
melaporkan kepada penanggung jawab UKM dalam bentuk laporan tertulis yang
berisi alasan terjadinya pergeseran jadual dan kapan kegiatan tersebut akan
dilakukan
K. Pencatatan,
pelaporan dan evaluasi kegiatan
Catatan
dari tiap kegiatan meliputi : daftar hadir, laporan hasil kegiatan dan bila
perlu dokumentasi kegiatan
Laporan
hasil kegiatan yang terdiri dari daftar hadir, laporan hasil kegiatan dan
dokumentasi kegiatan serta bukti penerimaan konsumi atau transport dilaporkan
kepada kepala Puskesmas. Dalam waktu maksimal 1 mingu setelah pelaksanaan
kegiatan.
Berkas
laporan yang sudah di tanda tangani oleh kepala puskesmas akan di jadikan satu
oleh bagian bendahara sesuai dengan program masing-masing.
No comments:
Post a Comment