IDENTIFIKASI
RESIKO UNIT PELAYANAN RAWAT INAP
Tabel 1.Kemungkinan
penyebab kegagalan di setiap alur proses pelayanan rawat inap
|
Proses (Langkah) |
Failure Mode (Model Kesalahan) |
Cause Failure (PenyebabKesalahan) |
Effect Failure (Efek yang ditimbulkan) |
Keparahan |
Frekuensi Kejadian |
Kemungkinan dideteksi |
|
1. Penulisan
Rekam Medis pasien |
1. Kesalahan
penulisan identitas |
·
Penulisan identitas
pasien hanya berdasar kata keluarga tanpa pengecekan KTP /tanda pengenal
pasien (terjadi bila pasien tidak membawa tanda pengenal) ·
Kurangnya komunikasi
antara petugas pelayanan dengan petugas rekam medis ·
Tidak adanya gelang
Identitas |
· Tertukarnya
identitas pasien · Kesalahan
asuhan keperawatan dan terapi |
Sedang |
Sering terjadi |
Mudah dideteksi |
|
2. Penulisan
S, O, A, P tidak lengkap |
Kepatuhan petugas dalam mengisi S, O, A, P
secara lengkap kurang |
· Catatan/
riwayat perkembangan pasien kurang lengkap · Pembuktian
rekam medis secara medico legal lemah bila terjadi kasus hukum |
Sedang |
Sering terjadi |
Mudah Dideteksi |
|
|
2. Pasien
Jatuh dari tempat tidur |
Kurangnya pengawasan dari petugas
dan keluarga pasien |
·
Tidak ada perbedaan
pengawasan antara pasien resiko tinggi jatuh dengan yang tidak beresiko
tinggi jatuh ·
25% Bed pasien tidak
standart |
· Meningkatkan
keparahan penyakit yang di derita pasien · Terjadinya
Insiden keselamatan pasien |
Sedang |
Mungkin terjadi |
Mudah dideteksi |
|
3. Pasien
Jatuh di Kamar mandi |
1. Kurangnya
pengawasan dari petugas dan keluarga |
·
Tidak ada perbedaan
pengawasan antara pasien resiko tinggi jatuh dengan yang tidak beresiko
tinggi jatuh ·
Tidak ada pendampingan
di dalam kamar mandi oleh keluarga pasien ·
Tidak adanya pegangan
di kamar mandi |
· Terjadinya
Insiden keselamatan pasien · Keterlambatan
penanganan Insiden karena tidak ada pendampingan keluarga maupun petugas · Meningkatkan
keparahan penyakit yang di derita pasien |
sedang |
Mungkin terjadi |
Mudah dideteksi |
|
2. Pembersihan
kamar mandi kurang |
·
Pembersihan kamar mandi
oleh petugas kebersihan masih kurang bersih ·
Monitoring kebersihan
kamar mandi masih kurang |
· Peningkatan
Insiden keselamatan pasien karena lantai licin |
sedang |
Mungkin terjadi |
Mudah dideteksi |
|
|
4. Resiko
Infeksi sekunder Nosokomial pada pasien, petugas medis, maupun pengunjung |
1. Tidak
memakai APD lengkap sesuai SOP |
·
Kurangnya kesadaran
pentingnya APD |
· Peningkatan
resiko infeksi nosokomial baik petugas, pasien, maupun pengunjung |
Sedang |
Jarang Terjadi |
Mudah dideteksi |
|
2. Kebiasaan
cuci tangan dan menjaga higyeni tangan masih kurang |
·
Air di westafel sering
macet ·
Tidak semua ruangan ada
westafelnya ·
Tidak adanya hand
sanitizer |
· Peningkatan
resiko infeksi nosokomial baik petugas, pasien, maupun pengunjung |
sedang |
Mungkin terjadi |
Susah dideteksi |
|
|
3. Ruang
Isolasi tidak digunakan seperti seharusnya |
·
Kurangnya jumlah
ruangan dan Bed Pasien ·
Tingginya Jumlah Pasien ·
Banyaknya pasien yang
tidak mau dirujuk |
· Peningkatan
resiko Infeksi Nosokomial |
Berat |
Sangat Sering |
Susah Dideteksi |
Probabilitas
: Sangat jarang (1) : >
5thn/kali ; Jarang (2) : .2-<5 thn/ kali ; Mungkin (3) : 1-<2
thn/kali ; Sering (4) bbrp kali/tahun ; Sangat sering (5) tiap minggu/bulan
Dampak
resiko : Minimal (1) : tidak
cidera ; Minor (2) : cidera ringan ; Moderat (3) : Cidera sedang ; Mayor (4) :
Cidera luas ; Extrem (5) : Kematian
Tabel 2.Menetapkan
kemungkinan tingkat keparahan dan efek kegagalan kepada pasien tersebut (critical index)
|
Tahapan Proses |
Kegagalan |
Occurrence (OCC) Sering Tidaknya Terjadi |
Severity (SV) Kegawatan/ dampak resiko |
Detectability (DT) Kemudahan terdeteksi |
Risk Priority Number (RPN) (OCC x SV x DT) |
Prioritas |
|
1. Penulisan
Rekam Medis pasien |
a. Kegagalan
identifikasi pasien b. Kegagalan
pembuktian rekam medis dalam medicolegal |
4 |
3 |
2 |
24 |
2 |
|
2. Pasien
Jatuh dari tempat tidur |
Kegagalan
identifikasi pasien dengan resiko tinggi jatuh |
3 |
4 |
2 |
24 |
3 |
|
3. Pasien
Jatuh di Kamar mandi |
Kegagalan
identifikasi pasien dengan resiko tinggi jatuh |
3 |
4 |
2 |
24 |
4 |
|
4. Resiko
Infeksi sekunder Nosokomial pada pasien, petugas medis, maupun pengunjung |
Kegagalan asuhan keperawatan |
4 |
4 |
2 |
32 |
1 |
Tabel 3.Penentuan
Cut Off Point (Batasan)
|
RPN |
Kumulatif |
PresentaseKumulatif |
|
|
|
Modus 1 |
24 |
24 |
23.07% |
|
|
Modus 2 |
24 |
48 |
46.15% |
Cut off : 24 |
|
Modus 3 |
24 |
72 |
69.23% |
|
|
Modus 4 |
32 |
104 |
100% |
|
DIAGRAM PARETO
DESIGN ACTION/ SOLUTION
Modus
1 : Penulisan Rekam Medis pasien rawat inap
Solusi : - Skreening Identitas pasien sesuai
kartu identitas pasien yang diberikan.
-
Membedakan nama yang sama
dengan mengisi data identitas pasien secara lengkap.
-
Penulisan S, O, A, P
rekam medis secara lengkap.
Modus
2 : Pasien Jatuh dari tempat tidur
Solusi : - Scoring pasien resiko tinggi jatuh
saat pasien masuk.
- Pemakaian gelang Identitas warna
Merah untuk pasien- pasien resiko tinggi jatuh.
- Edukasi keluarga untuk memantau
pasien, diingatkan untuk tetap harus ada yang terjaga untuk memantau pasien.
- Pemantauan aktivitas pasien dengan
gelang merah oleh petugas.
Modus
3 : Pasien Jatuh di kamar mandi
Solusi : - Skoring pasien resiko tinggi jatuh
saat pasien masuk.
- Pemakaian gelang Identitas warna
Merah untuk pasien- pasien resiko tinggi jatuh.
- Edukasi keluarga untuk mendampingi
pasien di dalam kamar mandi.
- Pemantauan aktivitas pasien dengan
gelang merah oleh petugas.
Modus
4 : Resiko Infeksi sekunder / Nosokomial pada pasien, petugas
medis, maupun pengunjung
Solusi : - Sosialisasi PPI pada petugas dan
pelanggan
- Penyediaan sarana- prasarana untuk
menunjang PPI
- Monitoring periaku petugas dalam
melaksanakan PPI
- evaluasi PPI
No comments:
Post a Comment