MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 20, 2026

911h IDENTIFIKASI RESIKO UNIT PELAYANAN RAWAT INAP

 

IDENTIFIKASI RESIKO UNIT PELAYANAN RAWAT INAP

 

 

Tabel 1.Kemungkinan penyebab kegagalan di setiap alur proses pelayanan rawat inap

Proses

(Langkah)

Failure Mode

(Model Kesalahan)

Cause Failure

(PenyebabKesalahan)

Effect Failure

(Efek yang ditimbulkan)

Keparahan

Frekuensi

Kejadian

Kemungkinan dideteksi

1.   Penulisan Rekam Medis pasien

1. Kesalahan penulisan identitas

 

·    Penulisan identitas pasien hanya berdasar kata keluarga tanpa pengecekan KTP /tanda pengenal pasien (terjadi bila pasien tidak membawa tanda pengenal)

·    Kurangnya komunikasi antara petugas pelayanan dengan petugas rekam medis

·    Tidak adanya gelang Identitas

·  Tertukarnya identitas pasien

·  Kesalahan asuhan keperawatan dan terapi

 

Sedang

Sering terjadi

Mudah dideteksi

2. Penulisan S, O, A, P tidak lengkap

Kepatuhan petugas dalam mengisi S, O, A, P secara lengkap kurang

 

·  Catatan/ riwayat perkembangan pasien kurang lengkap

·  Pembuktian rekam medis secara medico legal lemah bila terjadi kasus hukum

Sedang

Sering terjadi

Mudah Dideteksi

2.   Pasien Jatuh dari tempat tidur

Kurangnya pengawasan dari petugas dan keluarga pasien

·    Tidak ada perbedaan pengawasan antara pasien resiko tinggi jatuh dengan yang tidak beresiko tinggi jatuh

·    25% Bed pasien tidak standart

·  Meningkatkan keparahan penyakit yang di derita pasien

·  Terjadinya Insiden keselamatan pasien

Sedang

Mungkin terjadi

Mudah

dideteksi

3.   Pasien Jatuh di Kamar mandi

1.    Kurangnya pengawasan dari petugas dan keluarga

·    Tidak ada perbedaan pengawasan antara pasien resiko tinggi jatuh dengan yang tidak beresiko tinggi jatuh

·    Tidak ada pendampingan di dalam kamar mandi oleh keluarga pasien

·    Tidak adanya pegangan di kamar mandi

·  Terjadinya Insiden keselamatan pasien

·  Keterlambatan penanganan Insiden karena tidak ada pendampingan keluarga maupun petugas

·  Meningkatkan keparahan penyakit yang di derita pasien

sedang

Mungkin terjadi

Mudah dideteksi

2.    Pembersihan kamar mandi kurang

·    Pembersihan kamar mandi oleh petugas kebersihan masih kurang bersih

·    Monitoring kebersihan kamar mandi masih kurang

·  Peningkatan Insiden keselamatan pasien karena lantai licin

 

sedang

Mungkin terjadi

Mudah dideteksi

4.   Resiko Infeksi sekunder Nosokomial pada pasien, petugas medis, maupun pengunjung

1.   Tidak memakai APD lengkap sesuai SOP

 

·    Kurangnya kesadaran pentingnya APD

 

·  Peningkatan resiko infeksi nosokomial baik petugas, pasien, maupun pengunjung

Sedang

Jarang Terjadi

Mudah dideteksi

2.   Kebiasaan cuci tangan dan menjaga higyeni tangan masih kurang

·    Air di westafel sering macet

·    Tidak semua ruangan ada westafelnya

·    Tidak adanya hand sanitizer

·  Peningkatan resiko infeksi nosokomial baik petugas, pasien, maupun pengunjung

sedang

Mungkin terjadi

Susah dideteksi

3.   Ruang Isolasi tidak digunakan seperti seharusnya

·    Kurangnya jumlah ruangan dan Bed Pasien

·    Tingginya Jumlah Pasien

·    Banyaknya pasien yang tidak mau dirujuk

·  Peningkatan resiko Infeksi Nosokomial

Berat

Sangat Sering

Susah Dideteksi

Probabilitas                 : Sangat jarang (1) : > 5thn/kali ; Jarang (2) : .2-<5 thn/ kali ; Mungkin (3) : 1-<2 thn/kali ; Sering (4) bbrp kali/tahun ; Sangat sering (5) tiap minggu/bulan

Dampak resiko            : Minimal (1) : tidak cidera ; Minor (2) : cidera ringan ; Moderat (3) : Cidera sedang ; Mayor (4) : Cidera luas ; Extrem (5) : Kematian

Tabel 2.Menetapkan kemungkinan tingkat keparahan dan efek kegagalan kepada pasien tersebut (critical index)

Tahapan Proses

Kegagalan

Occurrence

(OCC)

Sering Tidaknya Terjadi

Severity

(SV)

Kegawatan/ dampak resiko

Detectability

(DT)

Kemudahan terdeteksi

Risk Priority Number (RPN)

(OCC x SV x DT)

Prioritas

1.   Penulisan Rekam Medis pasien

a.   Kegagalan identifikasi pasien

b.   Kegagalan pembuktian rekam medis dalam medicolegal

4

3

2

24

2

2.   Pasien Jatuh dari tempat tidur

 

Kegagalan identifikasi pasien dengan resiko tinggi jatuh

3

4

2

24

3

3.   Pasien Jatuh di Kamar mandi

Kegagalan identifikasi pasien dengan resiko tinggi jatuh

3

4

2

24

4

4.   Resiko Infeksi sekunder Nosokomial pada pasien, petugas medis, maupun pengunjung

Kegagalan asuhan  keperawatan

 

4

4

2

32

1

 

Tabel 3.Penentuan Cut Off Point (Batasan)

Modus Kegagalan / kesalahan

RPN

Kumulatif

PresentaseKumulatif

 

Modus 1

24

24

23.07%

 

Modus 2

24

48

46.15%

Cut off : 24

Modus 3

24

72

69.23%

 

Modus 4

32

104

100%

 

 

DIAGRAM PARETO

DESIGN ACTION/ SOLUTION

Modus 1          :           Penulisan Rekam Medis pasien rawat inap

Solusi              :           -           Skreening Identitas pasien sesuai kartu identitas pasien yang diberikan.

-                Membedakan nama yang sama dengan mengisi data identitas pasien secara lengkap.

-                Penulisan S, O, A, P rekam medis secara lengkap.

Modus 2          :           Pasien Jatuh dari tempat tidur

Solusi              :           -           Scoring pasien resiko tinggi jatuh saat pasien masuk.

-           Pemakaian gelang Identitas warna Merah untuk pasien- pasien resiko tinggi jatuh.

-           Edukasi keluarga untuk memantau pasien, diingatkan untuk tetap harus ada yang terjaga untuk memantau pasien.

-           Pemantauan aktivitas pasien dengan gelang merah oleh petugas.

Modus 3          :           Pasien Jatuh di kamar mandi

Solusi              :           -           Skoring pasien resiko tinggi jatuh saat pasien masuk.

-           Pemakaian gelang Identitas warna Merah untuk pasien- pasien resiko tinggi jatuh.

-           Edukasi keluarga untuk mendampingi pasien di dalam kamar mandi.

-           Pemantauan aktivitas pasien dengan gelang merah oleh petugas.

Modus 4          :           Resiko Infeksi sekunder / Nosokomial pada pasien, petugas medis, maupun pengunjung

Solusi              :           -           Sosialisasi PPI pada petugas dan pelanggan

-           Penyediaan sarana- prasarana untuk menunjang PPI

-           Monitoring periaku petugas dalam melaksanakan PPI

-           evaluasi PPI

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER