MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Monday, June 29, 2026

SOP Glaukoma Akut Terbaru 2026: Diagnosis, Tata Laksana Awal, dan Kriteria Rujukan

 

SOP Glaukoma Akut Terbaru 2026: Diagnosis, Tata Laksana Awal, dan Kriteria Rujukan

Kata Kunci SEO Utama: SOP Glaukoma Akut
Kata Kunci Turunan: SOP glaukoma sudut tertutup akut, tata laksana glaukoma akut, penanganan glaukoma akut di Puskesmas, peningkatan tekanan bola mata, kegawatdaruratan mata, SOP oftalmologi, acute angle-closure glaucoma.


SOP GLAUKOMA AKUT (ACUTE ANGLE-CLOSURE GLAUCOMA)

1. Pengertian

Glaukoma Akut atau Acute Angle-Closure Glaucoma (AACG) adalah keadaan kegawatdaruratan oftalmologi yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokular (TIO) secara mendadak akibat tertutupnya sudut bilik mata depan, sehingga menghambat aliran keluar humor akueus. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf optik dan kehilangan penglihatan apabila tidak ditangani segera.


2. Tujuan

Tujuan Umum

Memberikan penanganan awal yang cepat, tepat, aman, dan sesuai standar untuk mencegah kerusakan saraf optik dan kehilangan penglihatan permanen.

Tujuan Khusus

  • Mengenali gejala dan tanda glaukoma akut secara dini.
  • Menurunkan tekanan intraokular sesuai kewenangan dan fasilitas yang tersedia.
  • Mengurangi nyeri dan keluhan pasien.
  • Mengidentifikasi komplikasi.
  • Melakukan rujukan segera ke dokter spesialis mata atau rumah sakit.

3. Kebijakan

Pelaksanaan pelayanan mengacu pada:

  • Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran bidang Oftalmologi.
  • Pedoman American Academy of Ophthalmology tentang Primary Angle-Closure Disease.
  • Pedoman European Glaucoma Society.
  • Standar pelayanan kegawatdaruratan mata dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

4. Petugas Pelaksana

  • Dokter
  • Perawat
  • Petugas Instalasi Gawat Darurat
  • Dokter Spesialis Mata (di fasilitas rujukan)

5. Indikasi

SOP ini diterapkan pada pasien dengan dugaan glaukoma akut yang menunjukkan satu atau lebih kondisi berikut:

  • Nyeri mata hebat mendadak.
  • Mata merah.
  • Penglihatan kabur.
  • Melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu.
  • Sakit kepala hebat.
  • Mual dan/atau muntah.
  • Penurunan tajam penglihatan secara akut.

6. Alat dan Bahan

Alat

  • Snellen chart (bila memungkinkan)
  • Senter atau lampu pemeriksaan
  • Oftalmoskop (bila tersedia)
  • Tonometer (apabila tersedia)
  • Pulse oximeter dan alat pemantauan tanda vital

Bahan

  • Sarung tangan
  • Obat penurun tekanan intraokular sesuai indikasi dan kewenangan
  • Analgesik sesuai indikasi
  • Antiemetik sesuai indikasi
  • Formulir rekam medis dan rujukan

7. Prosedur Pelaksanaan

A. Anamnesis

Menanyakan:

  • Waktu mulai timbulnya keluhan.
  • Nyeri mata mendadak.
  • Penurunan penglihatan.
  • Mata merah.
  • Halo di sekitar cahaya.
  • Sakit kepala.
  • Mual atau muntah.
  • Riwayat glaukoma.
  • Riwayat penggunaan obat yang dapat memicu dilatasi pupil.
  • Riwayat penyakit mata sebelumnya.

B. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Umum

  • Keadaan umum.
  • Tingkat kesadaran.
  • Tanda vital.

Pemeriksaan Mata

Nilai:

  • Tajam penglihatan.
  • Mata merah (injeksi siliar).
  • Kornea keruh akibat edema.
  • Kedalaman bilik mata depan (bila dapat dinilai).
  • Ukuran dan reaksi pupil (sering ditemukan pupil mid-dilatasi dengan respons cahaya menurun).
  • Tekanan intraokular dengan tonometer bila tersedia.
  • Palpasi bola mata secara hati-hati hanya bila tonometer tidak tersedia dan dilakukan oleh tenaga yang kompeten.

8. Penegakan Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan:

Anamnesis

  • Nyeri mata hebat mendadak.
  • Penglihatan kabur.
  • Halo di sekitar cahaya.
  • Mual atau muntah.

Pemeriksaan Fisik

  • Mata merah.
  • Kornea edema.
  • Pupil mid-dilatasi.
  • Tekanan intraokular meningkat.
  • Penurunan tajam penglihatan.

9. Tata Laksana

A. Stabilisasi Awal

  • Nilai kondisi umum pasien.
  • Berikan analgesik bila diperlukan.
  • Berikan antiemetik bila terdapat mual atau muntah.
  • Hindari penekanan pada bola mata.
  • Pantau tanda vital.

B. Terapi Penurun Tekanan Intraokular

Apabila tersedia dan sesuai kompetensi serta kewenangan tenaga kesehatan, terapi penurun tekanan intraokular dapat diberikan mengikuti pedoman nasional atau rekomendasi dokter spesialis mata. Pemilihan obat harus mempertimbangkan kondisi klinis, kontraindikasi, dan ketersediaan fasilitas.


C. Edukasi

Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa:

  • Glaukoma akut merupakan keadaan darurat.
  • Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
  • Pasien harus segera dirujuk ke fasilitas dengan layanan dokter spesialis mata.

10. Monitoring dan Evaluasi

Pantau:

  • Tanda vital.
  • Tingkat nyeri.
  • Tajam penglihatan.
  • Respons terhadap terapi awal.
  • Mual dan muntah.
  • Tekanan intraokular (bila memungkinkan).

11. Kriteria Rujukan

Seluruh pasien dengan dugaan glaukoma akut harus dirujuk segera ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memiliki dokter spesialis mata.

Rujukan dilakukan setelah kondisi umum stabil, dengan menyertakan hasil pemeriksaan dan terapi awal yang telah diberikan.


12. Komplikasi

  • Kerusakan permanen saraf optik.
  • Kehilangan lapang pandang.
  • Penurunan tajam penglihatan permanen.
  • Kebutaan.
  • Nyeri mata kronis.
  • Glaukoma kronik.

13. Dokumentasi

Petugas wajib mencatat:

  • Identitas pasien.
  • Waktu onset gejala.
  • Keluhan utama.
  • Hasil anamnesis.
  • Hasil pemeriksaan mata.
  • Tekanan intraokular (bila diukur).
  • Diagnosis kerja.
  • Terapi awal yang diberikan.
  • Edukasi kepada pasien dan keluarga.
  • Waktu dan tujuan rujukan.

Indikator Mutu Pelayanan

  1. Identifikasi kasus glaukoma akut pada 100% pasien dengan gejala khas.
  2. Pemeriksaan tajam penglihatan terdokumentasi pada ≥ 95% pasien (bila kondisi memungkinkan).
  3. Terapi awal sesuai indikasi diberikan pada ≥ 95% pasien.
  4. Rujukan segera dilakukan pada 100% pasien dengan dugaan glaukoma akut.
  5. Kelengkapan dokumentasi rekam medis ≥ 100%.

Referensi

  • American Academy of Ophthalmology. Primary Angle Closure Disease. Edisi terbaru.
  • European Glaucoma Society. Terminology and Guidelines for Glaucoma.
  • World Health Organization. World Report on Vision.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Mata.
  • Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia. Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Glaukoma.

Meta Description SEO:
SOP Glaukoma Akut terbaru 2026 lengkap dengan pengertian, diagnosis, pemeriksaan, tata laksana awal, monitoring, komplikasi, indikator mutu, dan kriteria rujukan sesuai pedoman AAO, European Glaucoma Society, PERDAMI, dan Kementerian Kesehatan RI.

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER