MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Tuesday, April 14, 2026

5141 KEGIATAN : PEMBINAAN PENANGGUNG JAWAB KIA KEPADA PELAKSANA KIA

 

KEGIATAN : PEMBINAAN PENANGGUNG JAWAB KIA KEPADA PELAKSANA

TANGGAL : MARET 2016

PEMBINA : Penanggung Jawab Program KIA

YANG DIBINA :       1. Pelaksana 1

                     2. Pelaksana 2

                     3. dst

 

ISI PEMBINAAN :

Tujuan

1.   Mengetahui program KIA dan KB di Puskesmas Klaten Selatan

2.   Mengetahui pelaksanaan program KIA dan KB di Puskesmas Klaten Selatan.

Definisi Program KIA KB

Program Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA) merupakan salah satu dari enam program pokok Puskesmas yang bertujuan untuk memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara efektif dan efisien meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu dengan komplikasi kebidanan, keluarga berencana, neonatus, bayi baru lahir dengan komplikasi, bayi, dan balita.

Program Pokok pada Pelayanan KIA KB

Berdasarkan standar pelayanan minimal bidang kesehatan di kabupaten/kota yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan RI, maka program di puskesmas, khususnya KIA KB harus meliputi sebagai berikut :

Pelayanan Antenatal

Merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama kehamilannya, yang disesuaikan dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Antenatal, yang terdiri dari :

 

a)      Timbang berat badan

b)      Ukur tekanan darah

c)      Nilai status gizi (LILA)

d)      Ukur tinggi fundus uteri

e)      Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ).

f)       Pemberian imunisasi TT lengkap

g)      Pemberian Tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan.

h)      Test laboratorium (rutin dan khusus)

i)        Tatalaksana kasus

j)        Temu wicara (konseling)

k)      Frekuensi pelayanan antenatal adalah minimal 4 kali selama kehamilan, yaitu 1 kali pada triwulan pertama, 1 kali pada triwulan kedua, dan 2 kali pada triwulan ketiga.

Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan

Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pelayanan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten. Hal ini diutamakan untuk :

-       Mencegah terjadinya infeksi

-       Menerapkan metode persalinan yang sesuai dengan standar

-       Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi

-       Melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

-       Memberikan injeksi vit K 1 dan salep mata pada bayi baru lahir

 

Deteksi Dini Faktor Resiko dan Komplikasi Kebidanan

Deteksi dini kehamilan dengan faktor resiko adalah kegiatan yang dilakukan untuk menemukan ibu hamil yang mempunyai faktor resiko dan komplikasi kebidanan.

Faktor resiko pada ibu hamil adalah :

-       Primigravida < 20 tahun atau > 35 tahun

-       Anak > 4 orang

-       Jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang < 2 tahun

-       Kurang energi kronis (KEK) dengan LLA < 23,5 cm atau penambahan berat badan > 9 kg selama masa kehamilan

-       Anemia dengan Hb < 11 g/dl

-       TB < 145 cm atau dengan kelainan bentuk panggul dan tulang belakang

-       Riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya atau pada kehamilan sekarang.

-       Sedang menderita penyakit kronis antaranya : TBC, kelainan jantung, ginjal, hati, kelainan endokrin, tumor dan keganasan

-       Riwayat kehamilan buruk (abortus berulang, mola hidatidosa, KPD, kehamilan ektopik, bayi dengan cacat kongenital)

-       Riwayat persalinan dengan komplikasi (sectio cesaria, ekstraksi vakum / forcep)

-       Kelainan jumlah janin (kehamilan ganda)

-       Kelainan besar janin     

-       Kelainan letak janin

 

Penanganan Komplikasi Kebidanan

Penanganan komplikasi kebidanan adalah pelayanan kepada ibu dengan komplikasi kebidanan untuk mendapat penanganan definitif sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan.

Pelayanan obstetri :

-       Penanganan pendarahan pada kehamilan, persalinan dan nifas

-       Pencegahan dan penanganan hipertensi dalam kehamilan

-       Pencegahan dan penanganan infeksi

-       Penanganan partus lama / macet

-       Penanganan abortus

-       Stabilisasi komplikasi obstetrik untuk dirujuk dan transportasi rujukan

 

Pelayanan neonatus :

-       Pencegahan dan penanganan asfiksia

-       Pencegahan dan penanganan hipotermi

-       Penanganan BBLR

-       Pencegahan dan penanganan infeksi neonatus, kejang neonatus, ikterus ringan – sedang

-       Pencegahan dan penangan gangguan minum

Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas

Pelayanan kesehatan Ibu Nifas merupakan pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai dari 6 jam sampai 42 hari pasca bersalin oleh tenaga kesehatan kunjungan nifas minimal sebanyak 3 kali dengan ketentuan waktu:

-       Kunjungan nifas pertama (KF1) : 6 jam – 3 hari pasca persalinan

-       Kunjungan nifas kedua (KF2) : 4 – 28 hari pasca persalinan

-       Kunjungan nifas ketiga (KF3) : 29 – 42 hari pasca persalinan

Pelayanan yang diberikan adalah :

-       Pemeriksaan TD, nadi, respirasi dan suhu

-       Pemeriksaan tinggi fundus uteri (involusi uteri)

-       Pemeriksaan lokhia dan pengeluaran pervaginam lainnya

-       Pemeriksaan payudara dan anjuran ASI ekslusif

-       Pemberian kapsul vit A sebanyak 2 kali (segera setelah melahirkan dan 24 jam setelah pemberian pertama)

-       Pelayanan KB pasca persalinan

Pelayanan Kesehatan Neonatus

Pelayanan kesehatan neonatus adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang kompeten kepada neonatus sedikitnya 3 kali, selama periode 0-28 hari setelah lahir, yaitu:

-       Kunjungan Neonatus ke-1 ( KN 1 ) : 6 - 48 jam setelah lahir

-       Kunjungan Neonatus ke-2 ( KN 2 ) : hari ke 3 – 7 setelah lahir

-       Kunjungan Neonatus ke-3 ( KN 3 ) : hari ke 8 – 28 setelah lahir

                                                                             

Pelayanan Neonatus dengan Komplikasi

Pelayanan neonatus dengan komplikasi adalah penanganan neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan, kecatatan dan kematian oleh tenaga kesehatan.

Tanda- tanda neonatus dengan komplikasi :

-       Tidak mau minum / menyusu atau memuntahkan semua yang masuk kemulutnya

-       Riwayat kejang

-       Bergerak jika hanya dirangsang

-       Frewensi napas < 30 x / menit atau > 60 x / menit

-       Suhu tubuh < 35,5 0C atau > 37,5 0C

-       Tarikan dinding dada kedalam sangat kuat

-       Ada pustul di kulit

-       Nanah banyak di mata

-       Pusar kemerahan meluas ke dinding perut

-       BBLR atau ada masalah menyusu

-       Berat menurut umur rendah

-       Adanya kelainan kongenital

-       Prematuritas

-       Asfiksia

-       Infeksi bakteri

-       Kejang

 

Tanda- tanda neonatus dengan komplikasi :

-       Tidak mau minum / menyusu atau memuntahkan semua yang masuk kemulutnya

-       Riwayat kejang

-       Bergerak jika hanya dirangsang

-       Frewensi napas < 30 x / menit atau > 60 x / menit

-       Suhu tubuh < 35,5 0C atau > 37,5 0C

-       Tarikan dinding dada kedalam sangat kuat

-       Ada pustul di kulit

-       Nanah banyak di mata

-       Pusar kemerahan meluas ke dinding perut

-       BBLR atau ada masalah menyusu

-       Berat menurut umur rendah

-       Adanya kelainan kongenital

-       Prematuritas

-       Asfiksia

-       Infeksi bakteri

-       Kejang

-       Ikterus

-       Diare

-       Hipotermi

-       Tetanus neonatorum

-       Trauma lahir, sindrom gangguan pernapasan, dll.

Pelayanan Kesehatan Bayi

Pelayanan kesehatan bayi adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada bayi sedikitnya 4 kali, selama periode 29 hari sampai 11 bulan setelah lahir.

Pelayanan kesehatan tersebut meliputi :

-       Pemberian imunisasi dasar lengkap (BCG, polio 1- 4, DPT / Hb, campak) sebelum usia 1 tahun

-       Stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang bayi (SDIDTK)

-       Pemberian vitamin A (6 – 11 bulan)

-       Konseling ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, tanda – tanda sakit dan perawatan kesehatan bayi di rumah menggunakan buku KIA.

-       Penanganan dan rujukan kasus jika perlu

-       Penanganan dengan metoda MTBS

Pelayanan Kesehatan Anak Balita

Masa balita merupaka masa keemasan atau golden periode dimana terbentuk dasar – dasar kemampuan keindraan, berfikir, berbicara serta pertumbuhan mental intelektual yang intensif dan awal pertumbuhan moral.

Pelayanan sesuai standar yang diberikan meliputi :

-       Pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun

-       Stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK)

-       Pemberian vitamin A dosis tinggi, 2 kali setahun.

-       Kepemilikan dan pemamfaatan buku KIA oleh setiap anak balita

-       Pelayanan anak balita sakit sesuai standar dengan menngunakan pendekatan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit)

Pelayanan KB Berkualitas

Pelayananan KB berkualitas adalah pelayanan KB sesuai standar dengan menghormati hak individu dalam merencanakan kehamilan sehingga diharapkan dapat berkonstribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan menurunkan tingkat fertilitas bagi pasangan yang telah cukup memiliki anak (2 anak lebih baik), serta meningkatkan fertililitas bagi pasangan yang ingin mempunyai anak.

Metode kontrasepsi meliputi :

o   KB alamiah (sistem kalender, coitus interuptus)

o   Metode KB hormonal ( pil, suntik, susuk )

o   Metode KB non hormonal (kondom, AKDR / IUD)

 

NO.

PROGAM KIA

INDIKATOR PEMANTAU

1.     

ANTENATAL CARE

KI, K4

1.     

PERTOLONGAN PERSALINAN

Pn

2.     

PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS

KF1, KF3

3.     

PELAYANAN NEONATUS

KN1, KN3

4.     

PELAYANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN

-        PEMERIKSAAN ANC

-        PEMERIKSAAN PADA SAAT PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS

5.     

PELAYANAN NEONATUS DENGAN NEONATUS

PEMERIKSAAN WAKTU KUNJUNGAN NEONATUS

6.     

PELAYANAN KESEHATAN BAYI

-       PEMBERIAN IMUNISASI LENGKAP

-       PEMBERIAN VITAMIN A(6-11 BULAN)

-       ASI EKLUSIF

7.     

PELAYANAN KESEHATAN ANAK BALITA

PEMBERIAN VITAMIN A (1-5 TAHUN) 2 X SETAHUN

8.     

PELAYANAN KB BERKUALITAS

KB AKTIF

 

Keterangan :

K 1 : Cakupan ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan antenatal oleh tenaga kesehatan pada trimester pertama

K 4 : Cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai standar (paling sedikit 4 kali selama kehamilan)

Pn : Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan

KF 1 : Kunjungan nifas 6 jam – 3 hari setelah persalinan

KF 3 : Kunjungan nifas dari hari ke 29 – 42 hari pasca persalinan

KN 1 : Cakupan neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar setelah 6 – 48 jam pasca persalinan

KN 3 : Cakupan neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar setelah 8 – 28 hari pasca persalinan

 

TATALAKSANA PELAYANAN

Jenjang pelayanan KIA / KB diwilayah kerja Puskesmas

Jenis Pelayanan

Puskesmas

Puskesmas Pembantu

PKD

Posyandu

1)    Pemeriksaan antenata

Identitas

Riwayat

Pemeriksaan umum

Pemeriksaan kebidanan luar

Pemeriksaan kebidanan dalam

Pemeriksaan laboratoriun

HB

Yang lain

2)    Pemberian imunisasi TT

3)    Pemberian obat Fe

Pengobatan sederhana

4)    Penjaringan dini kehamilan RISTI

5)    Penyuluhan

 

˅

˅

˅

˅

˅

 

˅

˅

˅

 

˅

˅

˅

˅

 

˅

˅

˅

˅

˅

 

˅

˅

˗/+

 

˅

˅

˅

˅

 

˅

˅

˅

˅

˅

 

˅

˅

˅

 

˅

˅

˅

˅

 

+

+

+

+

-

 

-

+

+

 

˅

+

˅

˅

 

 

Jenis pelayanan

Puskesmas

Puskesmas pembantu

Pkd

Posyandu

1)    Pelayanan KB

Kondom

Pil

Suntik

Implant

IUD

2)    Penyuluhan kesehatan

Imunisasi

UKTK

Kelas ibu hamil

Kelas balita

IVA

Sadari

Pelacakan kematian

Posyandu Lansia

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˗

˅

˅

˅

˅

˅

-

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˗

˅

˅

˗

˅

˅

˗

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˗

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˅

˗

˗

˅

˅

˗

˅

˅

˗

˅

˅

˅

 

Keterangan

˅ : bisa dilakukan

˗   : tidak bisa dilakukan

+ : bisa dilakukan bila hadir petugas KIA

PENGENDALIAN MUTU

Target indikator progam KIA pada tahun 2016:

1.    Akses pelayanan antenatal (K1) : 100%

2.    Cakupan pelayanan lengkap antenatal ( K4) : 95%

3.    Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (Pn): 90%

4.    Cakupan pelayanan lengkap  nifas ( KF) : 90%

5.    Cakupan penjaringan ibu hamil dengan komplikasi dengan oleh tenaga kesehatan (DKN) : 100%

6.    Cakupan penanganan komplikasi obstetri (PK) : 80%

7.    Cakupan peserta KB aktif (CPR): 75%

8.    Cakupan pelayanan pertama neonatus (KN1) : 90%

9.    Cakupan pelayanan lengkap neonatus (KN lengkap): 90%

10. Cakupan pelayanan komplikasi neonatal (PKn): 80%

11. Cakupan pelayanan bayi (Kby) : 90%

12. Cakupan pelayanan anak balita : 90%

13. Cakupan pelayanan anak balita sakit : 80%

 

PENUTUP :

Pengelolaan progam KIA-KB sebagai upaya penurunan angka kematian ibu dan anak perlu peningkatan pelayanan dan pemeliharaan kesehatan sasaran ibu dan anak dalam pengerian ini tercakup pula peningkatan pelayanan yang kompeten dari tenaga kesehatan. Upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak secara efektif dan efisien diperlukan koordinasi dengan beberapa lintas progam disemua fasilitas yang ada dipukesmas.

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER