KEGIATAN : PEMBINAAN PENANGGUNG JAWAB KIA KEPADA PELAKSANA
TANGGAL : MARET 2016
PEMBINA : Penanggung Jawab Program KIA
YANG DIBINA : 1. Pelaksana 1
2. Pelaksana 2
3. dst
ISI PEMBINAAN :
Tujuan
1.
Mengetahui
program KIA dan KB di Puskesmas Klaten Selatan
2.
Mengetahui
pelaksanaan program KIA dan KB di Puskesmas Klaten Selatan.
Definisi
Program KIA KB
Program Kesehatan Ibu dan
Anak ( KIA) merupakan salah satu dari enam program pokok Puskesmas yang
bertujuan untuk memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan KIA
secara efektif dan efisien meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas,
ibu dengan komplikasi kebidanan, keluarga berencana, neonatus, bayi baru lahir
dengan komplikasi, bayi, dan balita.
Program Pokok
pada Pelayanan KIA KB
Berdasarkan standar pelayanan
minimal bidang kesehatan di kabupaten/kota yang dikeluarkan oleh Kementrian
Kesehatan RI, maka program di puskesmas, khususnya KIA KB harus meliputi
sebagai berikut :
Pelayanan
Antenatal
Merupakan pelayanan kesehatan
yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama kehamilannya, yang
disesuaikan dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan dalam Standar
Pelayanan Antenatal, yang terdiri dari :
a)
Timbang
berat badan
b)
Ukur
tekanan darah
c)
Nilai
status gizi (LILA)
d)
Ukur
tinggi fundus uteri
e)
Tentukan
presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ).
f)
Pemberian
imunisasi TT lengkap
g)
Pemberian
Tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan.
h)
Test
laboratorium (rutin dan khusus)
i)
Tatalaksana
kasus
j)
Temu
wicara (konseling)
k) Frekuensi
pelayanan antenatal adalah minimal 4 kali selama kehamilan, yaitu 1 kali pada
triwulan pertama, 1 kali pada triwulan kedua, dan 2 kali pada triwulan ketiga.
Pertolongan
Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
Pertolongan persalinan oleh
tenaga kesehatan adalah pelayanan persalinan yang aman yang dilakukan oleh
tenaga kesehatan yang kompeten. Hal ini diutamakan untuk :
-
Mencegah
terjadinya infeksi
-
Menerapkan
metode persalinan yang sesuai dengan standar
-
Merujuk
kasus yang tidak dapat ditangani ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi
-
Melaksanakan
Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
-
Memberikan
injeksi vit K 1 dan salep mata pada bayi baru lahir
Deteksi Dini
Faktor Resiko dan Komplikasi Kebidanan
Deteksi dini kehamilan dengan
faktor resiko adalah kegiatan yang dilakukan untuk menemukan ibu hamil yang
mempunyai faktor resiko dan komplikasi kebidanan.
Faktor resiko pada ibu hamil
adalah :
-
Primigravida
< 20 tahun atau > 35 tahun
-
Anak
> 4 orang
-
Jarak
persalinan terakhir dan kehamilan sekarang < 2 tahun
-
Kurang
energi kronis (KEK) dengan LLA < 23,5 cm atau penambahan berat badan > 9
kg selama masa kehamilan
-
Anemia
dengan Hb < 11 g/dl
-
TB
< 145 cm atau dengan kelainan bentuk panggul dan tulang belakang
-
Riwayat
hipertensi pada kehamilan sebelumnya atau pada kehamilan sekarang.
-
Sedang
menderita penyakit kronis antaranya : TBC, kelainan jantung, ginjal, hati,
kelainan endokrin, tumor dan keganasan
-
Riwayat
kehamilan buruk (abortus berulang, mola hidatidosa, KPD, kehamilan ektopik,
bayi dengan cacat kongenital)
-
Riwayat
persalinan dengan komplikasi (sectio cesaria, ekstraksi vakum / forcep)
-
Kelainan
jumlah janin (kehamilan ganda)
-
Kelainan
besar janin
-
Kelainan
letak janin
Penanganan
Komplikasi Kebidanan
Penanganan komplikasi
kebidanan adalah pelayanan kepada ibu dengan komplikasi kebidanan untuk
mendapat penanganan definitif sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang
kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan.
Pelayanan obstetri :
-
Penanganan
pendarahan pada kehamilan, persalinan dan nifas
-
Pencegahan
dan penanganan hipertensi dalam kehamilan
-
Pencegahan
dan penanganan infeksi
-
Penanganan
partus lama / macet
-
Penanganan
abortus
-
Stabilisasi
komplikasi obstetrik untuk dirujuk dan transportasi rujukan
Pelayanan
neonatus :
-
Pencegahan
dan penanganan asfiksia
-
Pencegahan
dan penanganan hipotermi
-
Penanganan
BBLR
-
Pencegahan
dan penanganan infeksi neonatus, kejang neonatus, ikterus ringan – sedang
-
Pencegahan
dan penangan gangguan minum
Pelayanan
Kesehatan Ibu Nifas
Pelayanan kesehatan Ibu Nifas
merupakan pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai dari 6 jam sampai
42 hari pasca bersalin oleh tenaga kesehatan kunjungan nifas minimal sebanyak 3
kali dengan ketentuan waktu:
-
Kunjungan
nifas pertama (KF1) : 6 jam – 3 hari pasca persalinan
-
Kunjungan
nifas kedua (KF2) : 4 – 28 hari pasca persalinan
-
Kunjungan
nifas ketiga (KF3) : 29 – 42 hari pasca persalinan
Pelayanan yang diberikan
adalah :
-
Pemeriksaan
TD, nadi, respirasi dan suhu
-
Pemeriksaan
tinggi fundus uteri (involusi uteri)
-
Pemeriksaan
lokhia dan pengeluaran pervaginam lainnya
-
Pemeriksaan
payudara dan anjuran ASI ekslusif
-
Pemberian
kapsul vit A sebanyak 2 kali (segera setelah melahirkan dan 24 jam setelah
pemberian pertama)
-
Pelayanan
KB pasca persalinan
Pelayanan
Kesehatan Neonatus
Pelayanan kesehatan neonatus
adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan
yang kompeten kepada neonatus sedikitnya 3 kali, selama periode 0-28 hari
setelah lahir, yaitu:
-
Kunjungan
Neonatus ke-1 ( KN 1 ) : 6 - 48 jam setelah lahir
-
Kunjungan
Neonatus ke-2 ( KN 2 ) : hari ke 3 – 7 setelah lahir
-
Kunjungan
Neonatus ke-3 ( KN 3 ) : hari ke 8 – 28 setelah lahir
Pelayanan
Neonatus dengan Komplikasi
Pelayanan neonatus dengan
komplikasi adalah penanganan neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat
menyebabkan kesakitan, kecatatan dan kematian oleh tenaga kesehatan.
Tanda- tanda neonatus dengan
komplikasi :
-
Tidak
mau minum / menyusu atau memuntahkan semua yang masuk kemulutnya
-
Riwayat
kejang
-
Bergerak
jika hanya dirangsang
-
Frewensi
napas < 30 x / menit atau > 60 x / menit
-
Suhu
tubuh < 35,5 0C atau > 37,5 0C
-
Tarikan
dinding dada kedalam sangat kuat
-
Ada
pustul di kulit
-
Nanah
banyak di mata
-
Pusar
kemerahan meluas ke dinding perut
-
BBLR
atau ada masalah menyusu
-
Berat
menurut umur rendah
-
Adanya
kelainan kongenital
-
Prematuritas
-
Asfiksia
-
Infeksi
bakteri
-
Kejang
Tanda-
tanda neonatus dengan komplikasi :
-
Tidak
mau minum / menyusu atau memuntahkan semua yang masuk kemulutnya
-
Riwayat
kejang
-
Bergerak
jika hanya dirangsang
-
Frewensi
napas < 30 x / menit atau > 60 x / menit
-
Suhu
tubuh < 35,5 0C atau > 37,5 0C
-
Tarikan
dinding dada kedalam sangat kuat
-
Ada
pustul di kulit
-
Nanah
banyak di mata
-
Pusar
kemerahan meluas ke dinding perut
-
BBLR
atau ada masalah menyusu
-
Berat
menurut umur rendah
-
Adanya
kelainan kongenital
-
Prematuritas
-
Asfiksia
-
Infeksi
bakteri
-
Kejang
- Ikterus
- Diare
- Hipotermi
- Tetanus neonatorum
- Trauma lahir, sindrom gangguan pernapasan, dll.
Pelayanan
Kesehatan Bayi
Pelayanan kesehatan bayi
adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan
kepada bayi sedikitnya 4 kali, selama periode 29 hari sampai 11 bulan setelah
lahir.
Pelayanan kesehatan tersebut
meliputi :
-
Pemberian
imunisasi dasar lengkap (BCG, polio 1- 4, DPT / Hb, campak) sebelum usia 1
tahun
-
Stimulasi
deteksi intervensi dini tumbuh kembang bayi (SDIDTK)
-
Pemberian
vitamin A (6 – 11 bulan)
-
Konseling
ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, tanda – tanda sakit dan
perawatan kesehatan bayi di rumah menggunakan buku KIA.
-
Penanganan
dan rujukan kasus jika perlu
-
Penanganan
dengan metoda MTBS
Pelayanan
Kesehatan Anak Balita
Masa balita merupaka masa
keemasan atau golden periode dimana terbentuk dasar – dasar kemampuan
keindraan, berfikir, berbicara serta pertumbuhan mental intelektual yang
intensif dan awal pertumbuhan moral.
Pelayanan sesuai standar yang
diberikan meliputi :
-
Pelayanan
pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun
-
Stimulasi
deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK)
-
Pemberian
vitamin A dosis tinggi, 2 kali setahun.
-
Kepemilikan
dan pemamfaatan buku KIA oleh setiap anak balita
-
Pelayanan
anak balita sakit sesuai standar dengan menngunakan pendekatan MTBS (Manajemen
Terpadu Balita Sakit)
Pelayanan KB
Berkualitas
Pelayananan KB berkualitas
adalah pelayanan KB sesuai standar dengan menghormati hak individu dalam
merencanakan kehamilan sehingga diharapkan dapat berkonstribusi dalam
menurunkan angka kematian ibu dan menurunkan tingkat fertilitas bagi pasangan
yang telah cukup memiliki anak (2 anak lebih baik), serta meningkatkan
fertililitas bagi pasangan yang ingin mempunyai anak.
Metode kontrasepsi meliputi :
o
KB
alamiah (sistem kalender, coitus interuptus)
o Metode KB hormonal ( pil, suntik, susuk )
o Metode KB non hormonal (kondom, AKDR / IUD)
|
NO. |
PROGAM KIA |
INDIKATOR PEMANTAU |
|
1.
|
ANTENATAL CARE |
KI, K4 |
|
1.
|
PERTOLONGAN PERSALINAN |
Pn |
|
2.
|
PELAYANAN KESEHATAN IBU
NIFAS |
KF1, KF3 |
|
3.
|
PELAYANAN NEONATUS |
KN1, KN3 |
|
4.
|
PELAYANAN KOMPLIKASI
KEBIDANAN |
-
PEMERIKSAAN
ANC -
PEMERIKSAAN
PADA SAAT PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS |
|
5.
|
PELAYANAN NEONATUS DENGAN
NEONATUS |
PEMERIKSAAN WAKTU KUNJUNGAN
NEONATUS |
|
6.
|
PELAYANAN KESEHATAN BAYI |
-
PEMBERIAN
IMUNISASI LENGKAP -
PEMBERIAN
VITAMIN A(6-11 BULAN) -
ASI
EKLUSIF |
|
7.
|
PELAYANAN KESEHATAN ANAK
BALITA |
PEMBERIAN VITAMIN A (1-5
TAHUN) 2 X SETAHUN |
|
8.
|
PELAYANAN KB BERKUALITAS |
KB AKTIF |
Keterangan :
K 1 : Cakupan ibu hamil yang pertama
kali mendapat pelayanan antenatal oleh tenaga kesehatan pada trimester pertama
K 4 : Cakupan ibu hamil yang telah
memperoleh pelayanan antenatal sesuai standar (paling sedikit 4 kali selama
kehamilan)
Pn : Cakupan persalinan oleh tenaga
kesehatan
KF 1 : Kunjungan nifas 6 jam – 3 hari
setelah persalinan
KF 3 : Kunjungan nifas dari hari ke 29 –
42 hari pasca persalinan
KN 1 : Cakupan neonatus yang mendapatkan
pelayanan sesuai standar setelah 6 – 48 jam pasca persalinan
KN 3 : Cakupan neonatus yang mendapatkan
pelayanan sesuai standar setelah 8 – 28 hari pasca persalinan
TATALAKSANA PELAYANAN
Jenjang pelayanan KIA /
KB diwilayah kerja Puskesmas
|
Jenis Pelayanan |
Puskesmas |
Puskesmas Pembantu |
PKD |
Posyandu |
|
1) Pemeriksaan
antenata Identitas Riwayat Pemeriksaan umum Pemeriksaan kebidanan luar Pemeriksaan kebidanan dalam Pemeriksaan laboratoriun HB Yang lain 2) Pemberian
imunisasi TT 3) Pemberian
obat Fe Pengobatan sederhana 4) Penjaringan
dini kehamilan RISTI 5) Penyuluhan
|
˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ |
˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˗/+ ˅ ˅ ˅ ˅ |
˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ |
+ + + + - - + + ˅ + ˅ ˅ |
|
Jenis pelayanan |
Puskesmas |
Puskesmas pembantu |
Pkd |
Posyandu |
|
1) Pelayanan
KB Kondom
Pil
Suntik
Implant
IUD
2) Penyuluhan
kesehatan Imunisasi
UKTK
Kelas
ibu hamil Kelas
balita IVA Sadari
Pelacakan
kematian Posyandu
Lansia |
˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˗ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ - |
˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˗ ˅ ˅ ˗ ˅ ˅ ˗ |
˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˗ ˅ ˅ ˅ |
˅ ˅ ˅ ˅ ˗ ˗ ˅ ˅ ˗ ˅ ˅ ˗ ˅ ˅ ˅ |
Keterangan
˅ : bisa dilakukan
˗ : tidak bisa dilakukan
+ : bisa dilakukan bila hadir petugas KIA
PENGENDALIAN MUTU
Target indikator progam KIA pada tahun
2016:
1.
Akses
pelayanan antenatal (K1) : 100%
2.
Cakupan
pelayanan lengkap antenatal ( K4) : 95%
3.
Cakupan
persalinan oleh tenaga kesehatan (Pn): 90%
4.
Cakupan
pelayanan lengkap nifas ( KF) : 90%
5.
Cakupan
penjaringan ibu hamil dengan komplikasi dengan oleh tenaga kesehatan (DKN) :
100%
6.
Cakupan
penanganan komplikasi obstetri (PK) : 80%
7.
Cakupan
peserta KB aktif (CPR): 75%
8.
Cakupan
pelayanan pertama neonatus (KN1) : 90%
9.
Cakupan
pelayanan lengkap neonatus (KN lengkap): 90%
10. Cakupan pelayanan komplikasi
neonatal (PKn): 80%
11. Cakupan pelayanan bayi (Kby)
: 90%
12. Cakupan pelayanan anak balita
: 90%
13. Cakupan pelayanan anak balita
sakit : 80%
PENUTUP :
Pengelolaan
progam KIA-KB sebagai upaya penurunan angka kematian ibu dan anak perlu
peningkatan pelayanan dan pemeliharaan kesehatan sasaran ibu dan anak dalam
pengerian ini tercakup pula peningkatan pelayanan yang kompeten dari tenaga
kesehatan. Upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak secara efektif dan efisien
diperlukan koordinasi dengan beberapa lintas progam disemua fasilitas yang ada
dipukesmas.
No comments:
Post a Comment