Thursday, June 19, 2025

772bceg SOP PEMBEDAHAN MINOR

 

 

 

LOGO PEMDA

PEMBEDAHAN MINOR

 

 

 

SOP

No. Dokumen

: SOP/UKP/RJ/01

No. Revisi

: 00

Tanggal Terbit

: 24/11/2019

Halaman

: 1/2

Nama Puskesmas

Nama Ka Puskesmas

NIP

Pengertian

 

Tindakan pembedahan merupakan tahapan atau langkah-langkah dalam melakukan tindakan operasi kecil/ringan yang dikerjakan dengan pemberian anastesi lokal

Tujuan

Sebagai acuan petugas dalam melakukan tindakan pembedahan

Kebijakan

SK Kepala Puskesmas No 188.4/UKP/VII/MAR/2015/11 tentang Jenis Pembedahan Minor yang Dapat Dilakukan di Puskesmas

Referensi

1.    Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2 th 2000

2.    Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi edisi 3, Jakarta 2014

Prosedur

 

 

 

 

 

Abces

1.    Petugas menyiapkan alat yang sudah disterilkan

2.   Petugas mencuci tangan

3.   Petugas melakukan tindakan harus sesuai prinsip asepsis dan antisepsis

4.   Petugas menyiapkan posisi pasien agar mudah melakukan tindakan

5.   Petugas membersihkan bagian yang abces dengan lodin povidon

6.   Petugas menutup abces dengan duk lobang

7.   Petugas menusukkan dan membuat insisi lurus dengan mata skalpelke dalam abces di tempat yang mempunyai fluktuasi maksimal

8.   Petugas mengeluarkan pus

9.   Petugas melakukan tamponade bila perlu

10. Petugas menutup luka dengan balutan yang menyerap cairan sebagai kompres basah

 

Eksisi Kuku

1.    Petugas melakukan anastesi blok jari yang bersangkutan

2.    Petugas memasang torniket bagian proksimal kuku dengan menggunakan guntig atau bisturi secara hati-hati kemudian buang tepi kuku yang masuk ke dalam

3.    Petugas membuang kuku yang rusak dengan forsep atau klem dengan menariknya secara perlahan dari dasar kuku

4.    Petugas membersihkan kotoran dari lekukan sisi kuku

5.    Petugas mengoleskan salep anti biotik

6.    Petugas membalut kuku dengan kassa kering

 

Sirkumsisi

1.    Persiapan

a)    Petugas memmpersiapkan pasien

b)    Petugas menyiapkan alat dan obat-obatan

c)    Petugas menyiapkan alat syok anafilaksis

2.    Petugas memberikan anastesi lokal dengan menggunakan lidokain 2% dengan cara :

a)    Petugas melakukan aspirasi sebelum memasukkan lidokain

b)    Petugas melakukan blok pada dorsalis penis dengan menusukkan jarum pada garis medial dibawah simpisis bupis sampai menembus fascia buck( seperti menembus kertas) suntikkan 1,5ml

c)    Petugas menarik kembali jarum sedikit, kemudian menusukkan kembali miring ke kanan dan ke kiri menembus fascia masing-masing 0,5 ml

3.    Petugas membersihkan glens penis

4.    Petugas memeriksa efektifitas anastesi dengan melakukan penjepitan pada daerah frenulum dengan kuku

5.    Pengguntingan dan Penjahitan

a)    Petugas memasang klem pada prepusium di arah jam 6, 11 dan 1 dengan ujung klem mencapai +/- 1,5cm dari sulkus korona penis

b)    Melakukan dorsumsisi dengan menggunting kulit dorsum penis di arah jam 12, menyusur dari distal ke proksimal sampai dengan 0,3-0,5cm dari corona

c)    Petugas menggunting secara melingkar (tindakan sirkumsisi) dimulai dari dorsal pada titik jam 12 melingkari penis dan menyisakan mukosa sekitar 0cm

d)    Petugas menggunting membentuk huruf V dikiri dan kanan klem dan harus simetris dan sama panjang antara kulit dan mukosa

e)    Petugas menjahit hemostasis dengan benang cutgut

f)      Petugas melakukan penjahitan aproksimasi kulit dengan mukosa dengan penjahitan kiri dan kanan glans masing-masing 2-3 simpul

g)    Petugas memberi Iodin pada mukosa distal frenulum kemudian menjahitnya dengan jahitan 8 au 0 kemudian diberi salep chlorampenikol 2%

h)    Petugas membalut penis dengan kassa

 

Pemasangan Implant

1.    Petugas melakukan anamnesa

2.    Petugas melakukan pemeriksaan fisik, BB dan tekanan darah

3.    Petugas memberikan konseling KB dan tindakan yang akan dilakukan

4.    Petugas membuat persetujuan tindakan pemasangan implant

5.    Petugas melakukan pemeriksaan pada lengan yang akan dipasang implant

6.    Petugas menentukan daerah pemasangan implant pada bagian lengan atas dengan mengukur 8cm diatas lipatan siku

7.    Petugas mencuci tangan

8.    Petugas memakai sarung tangan steril

9.    Petugas mengusap lengan denganbethadin melingkar sekitar 8-13cm dan biarkan kering (sekitar 2 menit)

10. Petugas memasang lengan duk lubang diatas tempat pemasangan

11. Petugas melakukan anastesi lokal 0,3cc pada kulit intradermal pada daerah insisi yang ditentukan sampai kulit sedikit menggelembung

12. Petugas meneruskan penusukan jarum ke lapisan di bawqah kulit sub dermal sepanjang 4cm dan suntikkan masing-masing 1cc pada jalur pemasangan kapsul

13. Petugas menguji efek anastesi sebelum melakukan insisi

14. Petugas membuat insisi selebar 2 mm hingga mencapai lapisan subdermal

15. Petugas memasukkan ujung trokkar dengan sudut 30 derajat dan bagian tajam di bagian bawah hingga mencapai lapisan subdermal, kemudian luruskan trokar sejajar dengan permukaan kulit

16. Petugas mengungkit kulit dan mendorong trokarsampai batas tanda 1 (pada pangkal trokar) tepat pada luka insisi

17. Petugas memasukkan ujung pendorong ke lubang ujung trokar dan perhatikan bahwa sirip/fin pada pendorongnya mengarah ke bawqah (agar dapat masuk dalam celah dipangkal inserter)

18. Petugas mendorng pendorong hingga menyentuh pangkal kapsul kemudian tarik trokar ke arah pendorong untuk menempatkan kapsul hingga sirip pada pendorong masuk kecelah pangkal trokar

19. Petugas memastikan bahwa batang kapsul pada tempatnya di subdermal, kemudian menahan kapsul

20. Petugas menarik trokar hingga tanda 2 (dekat ujung trokar) kemudian pindahkan ujung kapsul ke samping kapsul pertama (tahan kapsul pertama) dengan ujung jari telunjuk dan arahkan ke 1,5cm lateral dari ujung kapsul pertama sehingga membentuk huruf V

21. Petugas mendorong trokar sampai tanda 1 mencapai luka insisi

22. Petugas memutar pendorong searah dengan jarum jam untuk mematahkan kedus tangkai sirip pendorong(pada celah di pangkal trokar) sehingga trokar dapat ditarik kearah pendorong

23. Petugas menahan p[endorong dan menarik trokar kearah pangkal pendorong untuk menempatkan kapsul ke dua

24. Petugas menahan ujung kapsul kedua yang sudah terpasang, tarik trokar dan pendorong hingga keluar dari luka insisi

25. Petugas meraba daerah inisisi untuk memastikan kedua kapsul implant telah terpasang

26. Petugas menekan tempat insisi dengan kassa untuk menghentikan perdarahan

27. Petugas mendekatkan ujung-ujung insisi dan ditutup dengan plester/band aid

28. Petugas memberi pembalut tekan untuk mencegah perdarahan bawah kulit / memar pada kulit

29. Petugas memberitahukan kep[ada akseptor agar daerah insersi dibiarkan tetap kering dan bersih selama 3 hari

30. Petugas memberi resep bila perlu

31. Petugas membereskan alat-alat

32. Petugas mencuci tangan

33. Petugas memberitahu untuk kunjungan ulang

34. Petugas melakukan pendokumentasian dalam rekam medis

Pelepasan Implant

35. Petugas melakukan anamnesa

36. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, BB dan tekanan darah

37. Petugas memberikan konseling KB dan tindakan yang akan dilakukan

38. Petugas membuat persetujuan tindakan lepas implant

39. Petugas mencuci tangan

40. Petugas mempersilahakan pasien berbaring di tempat tidur dengan lengan disangga

41. Petugas meraba kapsul implant untuk menentukan lokasinya

42. Petugas memakai sarung tangan steril

43. Petugas mengusap lengan dengan kassa berantiseptik menggunakan klem steril untuk memegang kassa tersebut, mulai mengusap dari tempat yang akan di insisi kearah luar dengan gerakan melingkar dan biarkan kering

44. Petugas menutup lengan duk lubang

45. Petugas meraba lagi seluruh kapsul untuk menentukan lokasinya

46. Petugas melakukan anastei lokal pada daerah insisi dampai kulit sedikit menggelembung

47. Petugas menguji efek anastesi sebelum melakukan insisi

48. Petugas menentukan lokasisi insisi yang mempunyai jarak yang sama dari ujung bawah semua kapsul kira-kira 5mm dari ujung bawah kapsul, lakukan insisi melintang kurang lebih 4mm

49. Petugas mendorong implant ke arah insisi sampai terlihat ujungnya

50. Petugas menjepit ujung kapsul dengan klem dan tarik

51. Bila kapsul sulit digerakkan ke arah insisi maka petugas menyisihkan jaringan fibrotic sekitar dengan kassa atau pisau skapel

52. Petugas mengeluarkan implant sampai implant terangkat semua

53. Petugas menghitung untuk memastikan jumlah kapsul sudah dicabut semua dan tunjukkan kepada psien

54. Petugas menutup luka insisi dengan kassa  dan siplester

55. Petugas memberitahu pasien untuk kontrol 3 hari

56. Petugas membereskan alat yang telah digunakan dan merendam alat alat dengan klorin 0,5% selama 10 menit

57. Petugas mencuci sarung tangan dengan larutan klorin dan melepas sarung tangan dalam keadaan terbalik dan rendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit

58. Petugas mencuci tangan

59. Petugsa melakukan pendokumentasian dalam rekam medis

60. Petugas memberikan resep bila perlu

 

Unit Terkait

 Ruang Tindakan, KIA-KB

 

No comments:

Post a Comment