|
LOGO
PEMDA |
PEMBEDAHAN
MINOR |
|
||
|
SOP |
No.
Dokumen |
:
SOP/UKP/RJ/01 |
||
|
No.
Revisi |
: 00 |
|||
|
Tanggal
Terbit |
:
24/11/2019 |
|||
|
Halaman |
: 1/2 |
|||
|
Nama
Puskesmas |
₯ |
Nama Ka Puskesmas NIP |
||
|
Pengertian |
Tindakan pembedahan merupakan tahapan atau langkah-langkah dalam
melakukan tindakan operasi kecil/ringan yang dikerjakan dengan pemberian
anastesi lokal |
|
Tujuan |
Sebagai acuan
petugas dalam melakukan tindakan pembedahan |
|
Kebijakan |
SK Kepala Puskesmas No 188.4/UKP/VII/MAR/2015/11 tentang Jenis Pembedahan
Minor yang Dapat Dilakukan di Puskesmas |
|
Referensi |
1.
Kapita Selekta
Kedokteran Jilid 2 th 2000 2.
Buku Panduan Praktis
Pelayanan Kontrasepsi edisi 3, Jakarta 2014 |
|
Prosedur |
Abces 1.
Petugas menyiapkan alat
yang sudah disterilkan 2.
Petugas mencuci tangan 3.
Petugas melakukan
tindakan harus sesuai prinsip asepsis dan antisepsis 4.
Petugas menyiapkan
posisi pasien agar mudah melakukan tindakan 5.
Petugas membersihkan
bagian yang abces dengan lodin povidon 6.
Petugas menutup abces
dengan duk lobang 7.
Petugas menusukkan dan
membuat insisi lurus dengan mata skalpelke dalam abces di tempat yang
mempunyai fluktuasi maksimal 8.
Petugas mengeluarkan pus 9.
Petugas melakukan
tamponade bila perlu 10.
Petugas menutup luka dengan
balutan yang menyerap cairan sebagai kompres basah Eksisi Kuku 1.
Petugas melakukan
anastesi blok jari yang bersangkutan 2.
Petugas memasang
torniket bagian proksimal kuku dengan menggunakan guntig atau bisturi secara
hati-hati kemudian buang tepi kuku yang masuk ke dalam 3.
Petugas membuang kuku
yang rusak dengan forsep atau klem dengan menariknya secara perlahan dari
dasar kuku 4.
Petugas membersihkan
kotoran dari lekukan sisi kuku 5.
Petugas mengoleskan
salep anti biotik 6.
Petugas membalut kuku
dengan kassa kering Sirkumsisi 1. Persiapan a) Petugas memmpersiapkan pasien b) Petugas menyiapkan alat dan obat-obatan c) Petugas menyiapkan alat syok anafilaksis 2. Petugas memberikan anastesi lokal dengan menggunakan lidokain 2% dengan
cara : a) Petugas melakukan aspirasi sebelum memasukkan lidokain b) Petugas melakukan blok pada dorsalis penis dengan menusukkan jarum pada
garis medial dibawah simpisis bupis sampai menembus fascia buck( seperti
menembus kertas) suntikkan 1,5ml c) Petugas menarik kembali jarum sedikit, kemudian menusukkan kembali miring
ke kanan dan ke kiri menembus fascia masing-masing 0,5 ml 3. Petugas membersihkan glens penis 4. Petugas memeriksa efektifitas anastesi dengan melakukan penjepitan pada
daerah frenulum dengan kuku 5. Pengguntingan dan Penjahitan a) Petugas memasang klem pada prepusium di arah jam 6, 11 dan 1 dengan ujung
klem mencapai +/- 1,5cm dari sulkus korona penis b) Melakukan dorsumsisi dengan menggunting kulit dorsum penis di arah jam
12, menyusur dari distal ke proksimal sampai dengan 0,3-0,5cm dari corona c) Petugas menggunting secara melingkar (tindakan sirkumsisi) dimulai dari
dorsal pada titik jam 12 melingkari penis dan menyisakan mukosa sekitar 0cm d) Petugas menggunting membentuk huruf V dikiri dan kanan klem dan harus
simetris dan sama panjang antara kulit dan mukosa e) Petugas menjahit hemostasis dengan benang cutgut f) Petugas melakukan penjahitan aproksimasi kulit dengan mukosa dengan
penjahitan kiri dan kanan glans masing-masing 2-3 simpul g) Petugas memberi Iodin pada mukosa distal frenulum kemudian menjahitnya
dengan jahitan 8 au 0 kemudian diberi salep chlorampenikol 2% h) Petugas membalut penis dengan kassa Pemasangan Implant 1. Petugas melakukan anamnesa 2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, BB dan tekanan darah 3. Petugas memberikan konseling KB dan tindakan yang akan dilakukan 4. Petugas membuat persetujuan tindakan pemasangan implant 5. Petugas melakukan pemeriksaan pada lengan yang akan dipasang implant 6. Petugas menentukan daerah pemasangan implant pada bagian lengan atas
dengan mengukur 8cm diatas lipatan siku 7. Petugas mencuci tangan 8. Petugas memakai sarung tangan steril 9. Petugas mengusap lengan denganbethadin melingkar sekitar 8-13cm dan
biarkan kering (sekitar 2 menit) 10. Petugas memasang lengan duk lubang diatas tempat pemasangan 11. Petugas melakukan anastesi lokal 0,3cc pada kulit intradermal pada daerah
insisi yang ditentukan sampai kulit sedikit menggelembung 12. Petugas meneruskan penusukan jarum ke lapisan di bawqah kulit sub dermal
sepanjang 4cm dan suntikkan masing-masing 1cc pada jalur pemasangan kapsul 13. Petugas menguji efek anastesi sebelum melakukan insisi 14. Petugas membuat insisi selebar 2 mm hingga mencapai lapisan subdermal 15. Petugas memasukkan ujung trokkar dengan sudut 30 derajat dan bagian tajam
di bagian bawah hingga mencapai lapisan subdermal, kemudian luruskan trokar
sejajar dengan permukaan kulit 16. Petugas mengungkit kulit dan mendorong trokarsampai batas tanda 1 (pada
pangkal trokar) tepat pada luka insisi 17. Petugas memasukkan ujung pendorong ke lubang ujung trokar dan perhatikan
bahwa sirip/fin pada pendorongnya mengarah ke bawqah (agar dapat masuk dalam
celah dipangkal inserter) 18. Petugas mendorng pendorong hingga menyentuh pangkal kapsul kemudian tarik
trokar ke arah pendorong untuk menempatkan kapsul hingga sirip pada pendorong
masuk kecelah pangkal trokar 19. Petugas memastikan bahwa batang kapsul pada tempatnya di subdermal,
kemudian menahan kapsul 20. Petugas menarik trokar hingga tanda 2 (dekat ujung trokar) kemudian
pindahkan ujung kapsul ke samping kapsul pertama (tahan kapsul pertama)
dengan ujung jari telunjuk dan arahkan ke 1,5cm lateral dari ujung kapsul
pertama sehingga membentuk huruf V 21. Petugas mendorong trokar sampai tanda 1 mencapai luka insisi 22. Petugas memutar pendorong searah dengan jarum jam untuk mematahkan kedus
tangkai sirip pendorong(pada celah di pangkal trokar) sehingga trokar dapat
ditarik kearah pendorong 23. Petugas menahan p[endorong dan menarik trokar kearah pangkal pendorong
untuk menempatkan kapsul ke dua 24. Petugas menahan ujung kapsul kedua yang sudah terpasang, tarik trokar dan
pendorong hingga keluar dari luka insisi 25. Petugas meraba daerah inisisi untuk memastikan kedua kapsul implant telah
terpasang 26. Petugas menekan tempat insisi dengan kassa untuk menghentikan perdarahan 27. Petugas mendekatkan ujung-ujung insisi dan ditutup dengan plester/band
aid 28. Petugas memberi pembalut tekan untuk mencegah perdarahan bawah kulit /
memar pada kulit 29. Petugas memberitahukan kep[ada akseptor agar daerah insersi dibiarkan
tetap kering dan bersih selama 3 hari 30. Petugas memberi resep bila perlu 31. Petugas membereskan alat-alat 32. Petugas mencuci tangan 33. Petugas memberitahu untuk kunjungan ulang 34. Petugas melakukan pendokumentasian dalam rekam medis Pelepasan Implant 35. Petugas melakukan anamnesa 36. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, BB dan tekanan darah 37. Petugas memberikan konseling KB dan tindakan yang akan dilakukan 38. Petugas membuat persetujuan tindakan lepas implant 39. Petugas mencuci tangan 40. Petugas mempersilahakan pasien berbaring di tempat tidur dengan lengan disangga 41. Petugas meraba kapsul implant untuk menentukan lokasinya 42. Petugas memakai sarung tangan steril 43. Petugas mengusap lengan dengan kassa berantiseptik menggunakan klem
steril untuk memegang kassa tersebut, mulai mengusap dari tempat yang akan di
insisi kearah luar dengan gerakan melingkar dan biarkan kering 44. Petugas menutup lengan duk lubang 45. Petugas meraba lagi seluruh kapsul untuk menentukan lokasinya 46. Petugas melakukan anastei lokal pada daerah insisi dampai kulit sedikit
menggelembung 47. Petugas menguji efek anastesi sebelum melakukan insisi 48. Petugas menentukan lokasisi insisi yang mempunyai jarak yang sama dari
ujung bawah semua kapsul kira-kira 5mm dari ujung bawah kapsul, lakukan
insisi melintang kurang lebih 4mm 49. Petugas mendorong implant ke arah insisi sampai terlihat ujungnya 50. Petugas menjepit ujung kapsul dengan klem dan tarik 51. Bila kapsul sulit digerakkan ke arah insisi maka petugas menyisihkan
jaringan fibrotic sekitar dengan kassa atau pisau skapel 52. Petugas mengeluarkan implant sampai implant terangkat semua 53. Petugas menghitung untuk memastikan jumlah kapsul sudah dicabut semua dan
tunjukkan kepada psien 54. Petugas menutup luka insisi dengan kassa
dan siplester 55. Petugas memberitahu pasien untuk kontrol 3 hari 56. Petugas membereskan alat yang telah digunakan dan merendam alat alat
dengan klorin 0,5% selama 10 menit 57. Petugas mencuci sarung tangan dengan larutan klorin dan melepas sarung
tangan dalam keadaan terbalik dan rendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10
menit 58. Petugas mencuci tangan 59. Petugsa melakukan pendokumentasian dalam rekam medis 60. Petugas memberikan resep bila perlu |
|
Unit Terkait |
Ruang Tindakan, KIA-KB |
No comments:
Post a Comment