Dinas Kesehatan Kota Surakarta |
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
IMUNISASI DT |
UPTD Puskesmas Gajahan |
|||||||
No. Dokumen
|
:
SOP-GJH-UKP-0032
|
||||||||
|
No. Revisi |
:
00 |
||||||||
|
Tgl. MulaiBerlaku |
:
Januari 2016 |
||||||||
|
Halaman |
:
1 / 1 |
||||||||
|
DitetapkanOleh : Plt. Kepala UPTD Puskesmas Gajahan
dr. Tutik Asmi NIP. 19730812 200501 2 013 |
|||||||||
|
1. Pengertian |
Memberikan vaksin DT kepada anak sekolah usia 7
tahun ke atas untuk kekebalan terhadap penyakit tetanus dan dipteri. |
|
2. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan imunisasi DT |
|
3. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Gajahan No ...... |
|
4. Referensi |
Direktorat
Jenderal PP & PL dan Pusdiklat SDM Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
2006. Modul Pelatihan Tenaga Pelaksana
Imunisasi Puskesmas. Departemen Kesehatan RI : Jakarta |
|
5. Prosedur |
1.
Melakukan anamnesa. 2.
Melakukan inform concent. 3.
Membersihkan tangan. 4.
Petugas memakai APD (Alat Pelindung Diri). 5.
Mengambil vaksin DT pada vacsin carrier. 6.
Menuliskan tanggal dan jam vaksin mulai dipakai
pada label vaksin. 7.
Menyedot vaksin DT menggunakan spuit ADS 0,5 ml. 8.
Menyiapkan klien pada posisi yang aman 9.
Membersihkan daerah penyuntikan dengan kapas DTT
basah. 10.
Melakukan penyuntikan pada lengan kiri atas
secara intramuskular atau subcutan dalam, lakukan aspirasi,
secara perlahan dorong spuit sehingga vaksin masuk semua. 11.
Menekan bekas tempat penyuntikan dengan kapas DTT
kering. 12.
Memasukkan jarum dalam safety box. 13.
Mengamati kemungkinan terjadi reaksi KIPI syok
anafilaksis. 14.
Petugas membersihkan tangan. 15.
Melakukan pencatatan hasil pelayanan. |
|
6. Unit Terkait |
Semua Unit Pelayanan. |


No comments:
Post a Comment