MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 25, 2026

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR IMUNISASI MENINGITIS MENINGOKOKUS

 


Dinas Kesehatan Kota Surakarta

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

IMUNISASI MENINGITIS MENINGOKOKUS


 

UPTD Puskesmas Gajahan

No. Dokumen

:

No. Revisi

: 00

Tgl. MulaiBerlaku

:    Januari 2016

Halaman

: 1 / 1

DitetapkanOleh :

Plt. Kepala UPTD Puskesmas Gajahan

 

dr. Tutik Asmi

NIP. 19730812 200501 2 013

1. Pengertian

Memberikan vaksin meningitis meningokokus pada calon jemaah haji untuk kekebalan aktif terhadap penyakit meningitis.

2. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk memberikan imunisasi meningitis.

3. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Gajahan No ......

4. Referensi

Pusat Kesehatan Haji Kementrian Kesehatan RI. 2016. Petunjuk Teknis Imunisasi Meningitis Meningokokus. Kementrian Kesehatan RI : Jakarta

5. Prosedur

1.    Melakukan Anamnesa.

2.    Melakukan informed consent.

3.    Petugas membersihkan tangan.

4.    Petugas memakai APD.

5.    Mengamati vial dan ampul, serbuk harus berwarna putih dan larutan harus tampak jernih.

6.    Menyiapkan syringe needle 26 G, ganti needle dengan 23 G.

7.    Membuka ampul lalu mengambil seluruh larutan menggunakan jarum dan spuit yang tersedia.

8.    Memasukkan seluruh larutan ke dalam vial yang berisi serbuk.

9.    Kocok vial sehingga vaksin benar-benar larut menyeluruh. ( jarum dan spuit masih melekat pada vial)

10. Larutan harus terlihat jernih, tidak berwarna, dan tidak terlihat adanya partikel- partikel dalam larutan. Bila larutan tidak memenuhi kondisi ini maka vaksin tidak boleh disuntikkan.

11. Mengambil larutan vaksin yang sudah tercampur homogen.

12. Mengganti jarum dengan ukuran 26 G.

13. Mengeluarkan udara bila ada.

14. Membersihkan lokasi suntikan dengan alcohol swab.

15. Menyuntikkan pada lengan atas kiri secara sub kutan.

16. Menekan bekas suntikan dengan kapas DTT kering, kemudian membuang jarum ke dalam safety box .

17. Alat-alat dibersihkan sambil melihat reaksi KIPI pada imunisasi campak.

18. Melakukan penanganan reaksi KIPI apabila ditemukan.

19. Petugas membersihkan tangan.

20. Melakukan pencatatan dan dokumentasi pelayanan.

6. Unit Terkait

Semua Unit Layanan

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER