|
98 Dinkes Kab Defgh |
VERUKA
VULGARIS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Veruka vulgaris
merupakan hiperplasia epidermis yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus
(HPV) tipe tertentu. Sinonim penyakit ini adalah kutil atau common wart.
Penularan melalui kontak langsung dengan agen penyebab. Veruka ini sering
dijumpai pada anak-anak dan remaja. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan Veruka vulgaris |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis
(Subjective) Keluhan Adanya kutil pada kulit
dan mukosa. Faktor Risiko 1. Biasanya terjadi pada anak-anak dan orang
dewasa sehat. 2. Pekerjaan yang berhubungan dengan daging
mentah. 3. Imunodefisiensi. Hasil Pemeriksaan Fisik
dan Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik Tanda Patognomonis Papul berwarna kulit
sampai keabuan dengan permukaan verukosa. Papul ini dapat dijumpai pada
kulit, mukosa dan kuku. Apabila permukaannya rata, disebut dengan veruka
Plana. Dengan goresan dapat timbul autoinokulasi sepanjang goresan (fenomena
Koebner). Pemeriksaan Penunjang Tidak diperlukan Penegakan Diagnosis
(Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis klinis dapat
ditambahkan sesuai dengan bentuk klinis atau lokasi, yaitu: 1. Veruka vulgaris 2. Veruka Plana 3. Veruka Plantaris Diagnosis Banding Kalus, Komedo, Liken
planus, Kondiloma akuminatum, Karsinoma sel skuamosa Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Tatalaksana 1. Pasien harus menjaga kebersihan kulit. 2. Pengobatan topikal dilakukan dengan
pemberian bahan kaustik, misalnya
dengan larutan AgNO3
25%, asam trikloroasetat 50% atau asam salisilat 20% - 40%. Komplikasi Efek samping dari
penggunaan bahan kaustik dapat menyebabkan ulkus. Konseling dan Edukasi Edukasi pasien bahwa
penyakit ini seringkali residif walaupun diberi pengobatan yang adekuat. Kriteria Rujukan Rujukan sebaiknya
dilakukan apabila: 1. Diagnosis belum dapat ditegakkan. 2. Tindakan memerlukan anestesi/sedasi. Peralatan Tidak diperlukan
peralatan khusus untuk
mendiagnosis penyakit veruka
vulgaris. Prognosis Pada 90% kasus sembuh
spontan dalam 5 tahun sehingga prognosis umumnya bonam. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment