|
96 Dinkes Kab Defgh |
ULKUS
PADA TUNGKAI |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Ulkus pada tungkai adalah penyakit arteri, vena,
kapiler dan pembuluh darah limfe yang dapat menyebabkan kelainan pada kulit. Trauma, higiene yang buruk, gizi buruk, gangguan
pada pembuluh darah dan kerusakan saraf perifer dianggap sebagai penyebab
yang paling sering. Kerusakan saraf perifer biasanya terjadi pada penderita
diabetes mellitus dan penderita kusta. Hipertensi juga dikaitkan sebagai
salah satu penyebab rusaknya pembuluh darah. Pembagian ulkus kruris dibagi ke
dalam empat golongan yaitu, ulkus tropikum, ulkus varikosus, ulkus arterial
dan ulkus neurotrofik. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan ulkus pada tungkai |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
E. Prosedur |
Hasil
Anamnesis (Subjective) Keluhan Pasien datang
dengan luka pada tungkai bawah. Luka bisa disertai dengan nyeri atau tanpa
nyeri. Terdapat penyakit penyerta lainnya yang mendukung kerusakan pembuluh
darah dan jaringan saraf perifer. Anamnesa: 1. Dapat
ditanyakan kapan luka pertama kali terjadi. Apakah pernah mengalami hal yang
sama di daerah yang lain. 2. Perlu
diketahui apakah pernah mengalami fraktur tungkai atau kaki. Pada tungkai
perlu diperhatikan apakah ada vena tungkai superfisial yang menonjol dengan
tanda inkompetensi katup. 3. Perlu diketahui apakah penderita mempunyai indikator adanya penyakit yang
dapat memperberat kerusakan pada pembuluh darah. Faktor Risiko : Usia penderita, berat badan, jenis pekerjaan, penderita gizi buruk,
mempunyai higiene yang buruk, penyakit penyerta yang bisa menimbulkan
kerusakan pembuluh darah. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik Gejala Klinis : Gejala klinis keempat tipe ulkus dapat di lihat pada tabel di bawah ini. Tabel. Gejala Klinis Ulkus pada Tungkai
Pemeriksaan penunjang : 1. Pemeriksaan
darah lengkap 2. Urinalisa
3. Pemeriksaan
kadar gula dan kolesterol 4. Biakan
kuman Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis klinis Dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
penunjang, Pemeriksaan biakan kuman pada ulkus sangat membantu dalam diagnosa
dan pemberian terapi. Tabel. Diagnosis Klinis Ulkus pada Tungkai
Diagnosis
Banding Keadaan
dan bentuk luka dari keempat jenis ulkus ini sulit di bedakan pada stadium
lanjut. Pada ulkus tropikum yang kronis dapat menyerupai ulkus varikosum atau
ulkus arteriosum. Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan
1. Non
medikamentosa a. Perbaiki
keadaan gizi dengan makanan yang mengandung kalori dan protein tinggi, serta
vitamin dan mineral. b. Hindari
suhu yang dingin c. Hindari
rokok d. Menjaga
berat badan e. Jangan
berdiri terlalu lama dalam melakukan pekerjaan 2. Medikamentosa
Pengobatan
yang akan dilakukan disesuaikan dengan tipe dari ulkus tersebut. a. Pada
ulkus varikosum lakukan terapi dengan meninggikan letak tungkai saat
berbaring untuk mengurangi hambatan aliran pada vena, sementara untuk varises
yang terletak di proksimal dari ulkus diberi bebat elastin agar dapat
membantu kerja otot tungkai bawah memompa darah ke jantung. b. Pada
ulkus arteriosum, pengobatan untuk penyebabnya dilakukan konsul ke bagian
bedah. Konseling dan
Edukasi 1. Edukasi
perawatan kaki 2. Olah
raga teratur dan menjaga berat badan ideal 3. Menghindari
trauma berulang, trauma dapat berupa fisik, kimia dan panas yang biasanya
berkaitan dengan aktivitas atau jenis pekerjaan. 4. Menghentikan
kebiasaan merokok. 5. Merawat
kaki secara teratur setiap hari, dengan cara : a. Selalu
menjaga kaki dalam keadaan bersih. b. Membersihkan
dan mencuci kaki setiap hari dengan air mengeringkan dengan sempurna dan
hati-hati terutama diantara jari-jari kaki. c. Memakai
krim kaki yang baik pada kulit yang kering atau tumit yang retak-retak. Tidak
memakai bedak, sebab ini akan menyebabkan kering dan retak-retak. d. Menggunting
kuku, lebih mudah dilakukan sesudah mandi, sewaktu kuku lembut. e. Menghindari
penggunaan air panas atau bantal panas. f.
Tidak boleh berjalan tanpa alas kaki, termasuk di
pasir. Tabel.
Penatalaksanaan Ulkus pada Tungkai
Komplikasi 1. Hematom
dan infeksi pada luka 2. Thromboembolisme
(resiko muncul akibat dilakukan pembedahan) 3. Terjadi
kelainan trofik dan oedem secara spontan 4. Resiko
amputasi jika keadaan luka memburuk Kriteria
Rujukan Respon
terhadap perawatan ulkus tungkai akan berbeda. Hal ini terkait lamanya ulkus,
luas dari ulkus dan penyebab utama. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
F. Diagram Alir |
menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment