|
Puskesmas Cangkringan |
SPO |
NO DOKUMEN : SPO-BPU-88 |
|
TANGGAL TERBIT
: 01-04-2014 |
||
|
TRIKOMONIASIS |
NOMOR
REVISI : 00 |
|
|
HALAMAN :
1/1 |
|
Dibuat oleh Koordinator BP. Umum dr. Fuad Sri N NIP. 19800921 201001 1 014 |
Disetujui Oleh Management Representative dr. Dyah Arum R NIP. 19860512 201101 2
002 |
Disahkan Oleh Ka. Pusk Cangkringan Maryadi, SKM NIP. 19640209 198511 1
001 |
|
|
RUANG LINGKUP |
Prosedur ini
mencakup diagnosis dan tata laksana trikomoniasis. |
||
|
TUJUAN |
Memberikan terapi
rasional pada pasien trikomoniasis. |
||
|
KEBIJAKAN |
Berlaku untuk semua pasien. |
||
|
PETUGAS |
Dokter |
||
PERALATAN
|
1. Tensimeter 2. Stetoskop |
||
PROSEDUR
|
1. Definisi : Infeksi saluran urogenital yang dapat bersifat akut maupun kronis yang
disebabkan Trichomonas vaginalis. 2. Gejala Klinis 2.1. Masa tunas 4 hari sampai 3 minggu. 2.2. Pada wanita: sekret vagina seropurulen kekuning-kuningan atau kuning
hijau berbau tidak enak dan berbusa. Dinding vagina merah dan sembab, kadang
terbentuk abses kecil yang tampak sebagai granulasi berwarna merah
(strawberry appearance). Dapat juga terjadi uretritis, bartolinitis, dan
sistitis. Pada kasus kronik gejala lebih ringan dan sekret biasanya tidak
berbusa. 2.3. Pada Laki-laki: mengenai uretra dan gejala lebih ringan. Pada kasus akut
gejalanya disuria, poliuria, sekret uretra mukopurulen, pada kasus kronik. 2.4. Pemeriksaan laboratorium berupa pemeriksaan mikroskopis, sediaan apus,
sediaan basah, dan biakan. 3. Penatalaksanaan 3.1. Topikal: irigasi dengan hidrogen peroksida 1-2% dan larutan asam laktat
4% 3.2. Sistemik: metronidazole dosis tunggal 1x2gram (4 tablet) atau 3x500mg
selama 7 hari. |
||
REFERENSI
|
Ilmu Penyakit Kulit Dan
Kelamin , Edisi Kelima, hal 384-385, FKUI, 2007 Kapita selekta, Edisi
Ketiga, Jilid 2, hal 148-149, FKUI, 2000. |
||
No comments:
Post a Comment