MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 25, 2026

SOP TINDAKAN PEMBEDAHAN

 

 

 

 

 

 

DINAS KESEHATAN

KOTA SURAKARTA

TINDAKAN PEMBEDAHAN

SPO

No. Kode

:UKP/7.7.2/02

No. Revisi

: 00

Tgl. Terbit

:24 Februari 2016

Halaman

:1/2

Ditetapkan

 

dr. Suci Wuryanti

NIP. 196112011988032004

1. Pengertian

1.   Tindakan pembedahan adalah tindakan pengobatan yang dilakukan dengan cara menyayat untuk membuka atau menampilkan bagian tubuh yang sakit

2.    Bedah minor adalah pembedahan yang dilakukan secara sederhana, tidak memiliki resiko terhadap nyawa pasien dan tidak memerlukan bantuan asisten untuk melakukannya, contohnya membuka abses superficial, pembersihan luka, inokuasi, superfisial neuroktomi dan tenotomi,

3.    Bedah mayor adalah pembedahan yang relatif lebih sulit daripada pembedahan minor, membutuhkan waktu, melibatkan resiko terhadap nyawa pasien, dan memerlukan bantuan asisten, contohnya bedah caesar, mamektomi, bedah torak, bedah otak,

4.    Tindakan pembedahan yang dilakukan di Puskesmas Jayengan adalah tindakan bedah minor.

 

2. Tujuan

Sebagai Pedoman dalam Tindakan pembedahan dilakukan dengan aman baik bagi pasien maupun bagi petugas

3. Kebijakan

SK Kepala Puskesmas Jayengan Nomor …..tentang Jenis-Jenis Bedah Minor yang dilakukan di Puskesmas Jayengan

4. Referensi

 

5. Prosedur

1.   Petugas yang diberi kewenangan melakukan tindakan pembedahan merencanakan tindakan pembedahan sesuai dengan masalah kesehatan yang dialami pasien,

2.   Petugas yang berwenang melakukan tindakan pembedahan menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga mengenai rencana tindakan pembedahan, prosedur tindakan, manfaat, resiko dan komplikasi terhadap tindakan serta akibat jika tindakan tidak dilakukan,

3.   Petugas memastikan pasien atau keluarga paham mengenai tindakan yang akan dilakukan,

4.   Petugas melengkapi inform consent tindakan pembedahan yang ditandatangani pasien, saksi dan Petugas yang bersangkutan,

5.   Petugas menyiapkan alat – alat yang dibutuhkan untuk tindakan pembedahan,

6.   Petugas memposisikan pasien sesuai dengan bagian tubuh yang akan dilakukan pembedahan dengan memperhatikan kenyamanan pasien,

7.   Petugas mencuci tangan dan menggunakan handscoone steril,

8.   Petugas menjelaskan kepada pasien kalau tindakan akan dimulai,

9.   Petugas mendesinfektan daerah yang akan di incisi dengan larutan betadin,

10. Petugas memasangkan duk steril di daerah yang akan di incisi,

11. Petugas menganestesi bagian yang akan di incise dengan memberikan injeksi lidokain sesuai kebutuhan,

12. Petugas memastikan bahwa daerah yang dianestesi sudah tidak terasa sakit,

13. Jika pasien masih terasa sakit, Petugas menunggu beberapa saat sampai daerah tersebut tidak terasa sakit,

14. Petugas mulai menyayat bagian yang sudah ditentukan dengan prinsip steril,

15. Petugas selalu memperhatikan respon pasien selama tindakan pembedahan berlangsung,

16. Petugas melakukan pembedahan sesuai kebutuhan pasien,

17. Petugas membersihkan daerah pembedahan dengan kassa steril,

18. Petugas menjahit daerah yang di incisi,

19. Petugas membersihkan daerah yang dijahit dengan cairan NaCl o,9%,

20. Petugas mengoleskan betadin di daerah yang dijahit,

21. Petugas menutup luka dengan kassa steril,

22. Petugas memplester balutan,

23. Petugas menjelaskan kepada pasien bahwa tindakan telah selesai,

24. Petugas membereskan peralatan,

25. Petugas melepas handscoone dan mencuci tangan,

26. Petugas menjelaskan mengenai tindakan perawatan di rumah dan waktu untuk control,

27. Petugas memberikan resep kepada pasien dan menjelaskan untuk mengambilnya di apotek,

28. Petugas mencatat kegiatan yang dilakukan, respon klien, terapi dan rencana control dalam rekam medis pasien.

6. Unit Terkait

1.       Pendaftaran

2.       Poli Umum

3.       Poli Gigi

4.       Poli KIA

5.       Poli KB

6.       Poli imunisasi

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER