MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 13, 2026

SOP TAKIKARDIA

 


TAKIKARDIA

http://dinkes.ciamiskab.go.id/wp-content/uploads/2015/11/lambangbarupkm-324x235.jpg

SOP

No. Dokumen   :

SOP/PU.VII/UKP/     /16

No. Revisi         :

Tanggal Terbit  :4 April 2016

Halaman           :1/4

Puskesmas

.

 

.

1.      Pengertian

No. ICPC-2 : K79 Paroxysmal Tachicardy

No. ICD-10 : R00.0 Tachicardy Unspecified

I47.1 Supraventicular Tachicardy

I47.2 Ventricular Tachicardy

 

Takikardi adalah suatu kondisi dimana denyut jantung istirahat seseorang secara abnormal lebih dari 100 kali per menit. Sedangkan supraventikular takikardi (SVT) adalah takikardi yang berasal dari sumber di atas ventrikel (atrium atau AV junction), dengan ciri gelombang QRS sempit (< 0,12ms) dan frekuensi lebih dari 150 kali per menit.

Ventrikular Takikardi (VT) adalah takikardi yang berasal dari ventrikel, dengan ciri gelombang QRS lebar (> 0,12ms) dan frekuensi biasanya lebih dari 150 kali per menit. VT ini bisa menimbulkan gangguan hemodinamik yang memerlukan tindakan resusitasi.

2.      Tujuan

Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur

3.      Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/04/16/006 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Banyumas

4.      Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5.      Prosedur

Petugas Melakukan Anamnesis (Subjective)   

Keluhan

Gejala utama meliputi:

1.    Palpitasi

2.    Sesak napas

3.    Mudah lelah

4.    Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada

5.    Denyut jantung istirahat lebih dari 100 kali per menit

6.    Penurunan tekanan darah dapat terjadi pada kondisi yang tidak stabil

7.    Pusing

8.    Sinkop

9.    Berkeringat

10. Penurunan kesadaran bila terjadi gangguan hemodinamik

 

Faktor Risiko

1.    Penyakit Jantung Koroner

2.    Kelainan Jantung

3.    Stress dan gangguan kecemasan

4.    Gangguan elektrolit

5.    Hipertiroid

 

Petugas Melakukan Pemeriksaan Fisik dan Penunjang (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik Patognomonis

1.    Denyut jantung melebihi 100 kali per menit dan bisa menjadi sangat cepat dengan frekuensi > 150 kali per menit pada keadaan SVT dan VT

2.    Takipnea

3.    Hipotensi

4.    Sering disertai gelisah hingga penurunan kesadaran pada kondisi yang tidak stabil

Pemeriksaan Penunjang

EKG

1.    SVT: kompleks QRS sempit (< 0,12ms) dengan frekuensi > 150 kali per menit. Gelombang P bisa ada atau terkubur dalam kompleks QRS.

2.    VT: terdapat kompleks QRS lebar (>0,12ms), tiga kali atau lebih secara berurutan. Frekuensi nadi biasanya > 150 kali per menit

 

 

Petugas Melakukan Penegakan Diagnostik(Assessment)

2/4

 
Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang.

Diagnosis Banding: -

Komplikasi

Dapat menyebabkan kematian

 

Petugas Melakukan Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

Tata Laksana Takikardia Tidak Stabil

Keadaan ini merupakan keadaan yang mengancam jiwa terutama bila disertai hemodinamik yang tidak stabil. Bila hemodinamik tidak stabil (tekanan darah sistolik < 90 mmHg) dengan nadi melemah, apalagi disertai penurunan kesadaran bahkan pasien menjadi tidak responsif harus dilakukan kardioversi baik dengan obat maupun elektrik. Kondisi ini harus segera dirujuk dengan terpasang infus dan resusitasi jantung paru bila tidak responsif. Oksigen diberikan dengan sungkup O2 10-15 liter per menit.

Pada kondisi stabil, SVT dapat diatasi dengan dilakukan vagal manuver (memijat arteri karotis atau bola mata selama 10-15 menit). Bila tidak respon, dilanjutkan dengan pemberian adenosin 6 mg bolus cepat. Bila tidak respon boleh diulang dengan 12 mg sebanyak dua kali. Bila tidak respon atau adenosin tidak tersedia, segera rujuk ke layanan sekunder. Pada VT, segera rujuk dengan terpasang infus dan oksigen O2 nasal 4 liter per menit.

 

Takikardia Stabil

Tatalaksana tergantung penyebab, bila sinus takikardia, istirahatkan pasien, dan berikan oksigen, evaluasi penyebab (kardiak atau ekstrakardiak seperti nyeri, masalah paru, cemas) bila tidak ada perubahan maka dapat dirujuk.

 

Konseling dan Edukasi

Edukasi kepada keluarga bahwa keadaan ini dapat mengancam jiwa dan perlu dilakukan rujukan karena membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat.

 

3/4

 
Kriteria Rujukan

Segera rujuk setelah pertolongan pertama dengan pemasangan infus dan oksigen.

 

Peralatan

1. EKG

2. Bag valve mask

 

Prognosis

Prognosis dalam kondisi ini umumnya dubia, tergantung dari penatalaksanaan selanjutnya.

 

6.      Unit Terkait

Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi

7.      Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4/4

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment