|
|
TAKIKARDIA |
|
|||||||||
|
SOP |
No. Dokumen : SOP/PU.VII/UKP/ /16 |
||||||||||
|
No. Revisi : |
|||||||||||
|
Tanggal Terbit :4 April 2016 |
|||||||||||
|
Halaman :1/4 |
|||||||||||
|
Puskesmas . |
|
. |
|||||||||
|
1.
Pengertian |
No. ICPC-2 : K79 Paroxysmal Tachicardy No. ICD-10 : R00.0 Tachicardy Unspecified I47.1 Supraventicular Tachicardy I47.2 Ventricular Tachicardy Takikardi adalah suatu kondisi dimana denyut jantung
istirahat seseorang secara abnormal lebih dari 100 kali per menit. Sedangkan
supraventikular takikardi (SVT) adalah takikardi yang berasal dari sumber di
atas ventrikel (atrium atau AV junction), dengan ciri gelombang QRS sempit
(< 0,12ms) dan frekuensi lebih dari 150 kali per menit. Ventrikular Takikardi (VT) adalah takikardi yang berasal
dari ventrikel, dengan ciri gelombang QRS lebar (> 0,12ms) dan frekuensi
biasanya lebih dari 150 kali per menit. VT ini bisa menimbulkan gangguan
hemodinamik yang memerlukan tindakan resusitasi. |
||||||||||
|
2.
Tujuan |
Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas
mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur |
||||||||||
|
3.
Kebijakan |
Keputusan
Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/04/16/006 tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Banyumas |
||||||||||
|
4.
Referensi |
Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||||||
|
5.
Prosedur |
Petugas
Melakukan Anamnesis (Subjective) Keluhan Gejala utama meliputi: 1. Palpitasi
2. Sesak
napas 3. Mudah
lelah 4. Nyeri
atau rasa tidak nyaman di dada 5. Denyut
jantung istirahat lebih dari 100 kali per menit 6. Penurunan
tekanan darah dapat terjadi pada kondisi yang tidak stabil 7. Pusing
8. Sinkop
9. Berkeringat
10. Penurunan
kesadaran bila terjadi gangguan hemodinamik Faktor Risiko 1. Penyakit
Jantung Koroner 2. Kelainan
Jantung 3. Stress
dan gangguan kecemasan 4. Gangguan
elektrolit 5. Hipertiroid
Petugas Melakukan Pemeriksaan Fisik dan Penunjang (Objective)
Pemeriksaan Fisik Patognomonis 1. Denyut
jantung melebihi 100 kali per menit dan bisa menjadi sangat cepat dengan
frekuensi > 150 kali per menit pada keadaan SVT dan VT 2. Takipnea
3. Hipotensi
4. Sering
disertai gelisah hingga penurunan kesadaran pada kondisi yang tidak stabil Pemeriksaan Penunjang EKG 1. SVT:
kompleks QRS sempit (< 0,12ms) dengan frekuensi > 150 kali per menit.
Gelombang P bisa ada atau terkubur dalam kompleks QRS. 2. VT:
terdapat kompleks QRS lebar (>0,12ms), tiga kali atau lebih secara
berurutan. Frekuensi nadi biasanya > 150 kali per menit Petugas
Melakukan Penegakan Diagnostik(Assessment)
2/4 Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan
fisik, dan penunjang. Diagnosis Banding: - Komplikasi Dapat menyebabkan kematian Petugas
Melakukan Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan Tata Laksana
Takikardia Tidak Stabil Keadaan ini merupakan keadaan yang mengancam jiwa
terutama bila disertai hemodinamik yang tidak stabil. Bila hemodinamik tidak
stabil (tekanan darah sistolik < 90 mmHg) dengan nadi melemah, apalagi
disertai penurunan kesadaran bahkan pasien menjadi tidak responsif harus
dilakukan kardioversi baik dengan obat maupun elektrik. Kondisi ini harus
segera dirujuk dengan terpasang infus dan resusitasi jantung paru bila tidak
responsif. Oksigen diberikan dengan sungkup O2 10-15 liter per menit. Pada kondisi stabil, SVT dapat diatasi dengan dilakukan
vagal manuver (memijat arteri karotis atau bola mata selama 10-15 menit).
Bila tidak respon, dilanjutkan dengan pemberian adenosin 6 mg bolus cepat.
Bila tidak respon boleh diulang dengan 12 mg sebanyak dua kali. Bila tidak
respon atau adenosin tidak tersedia, segera rujuk ke layanan sekunder. Pada
VT, segera rujuk dengan terpasang infus dan oksigen O2 nasal 4 liter per
menit. Takikardia Stabil Tatalaksana tergantung penyebab, bila sinus takikardia,
istirahatkan pasien, dan berikan oksigen, evaluasi penyebab (kardiak atau
ekstrakardiak seperti nyeri, masalah paru, cemas) bila tidak ada perubahan
maka dapat dirujuk. Konseling dan Edukasi Edukasi kepada keluarga bahwa keadaan ini dapat mengancam
jiwa dan perlu dilakukan rujukan karena membutuhkan penanganan yang cepat dan
tepat.
3/4 Segera rujuk setelah pertolongan pertama dengan
pemasangan infus dan oksigen. Peralatan 1. EKG 2. Bag valve mask Prognosis Prognosis dalam kondisi ini umumnya dubia, tergantung
dari penatalaksanaan selanjutnya. |
||||||||||
|
6.
Unit Terkait |
Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi |
||||||||||
|
7.
Rekaman Historis Perubahan |
|
||||||||||
4/4


No comments:
Post a Comment