MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Tuesday, March 10, 2026

SOP TAENIASIS

 

58

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

TAENIASIS

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Taeniasis adalah penyakit zoonosis parasiter yang disebabkan oleh cacing  pita  yang  tergolong  dalam  genus  Taenia  (Taenia  saginata, Taenia solium, dan Taenia asiatica) pada manusia.

Taenia saginata adalah cacing yang sering ditemukan di negara yang penduduknya  banyak  makan  daging  sapi/kerbau.  Infeksi  lebih mudah terjadi bila cara memasak daging setengah matang.

Taenia solium adalah cacing pita yang ditemukan di daging babi. Penyakit ini ditemukan pada orang yang biasa memakan daging babi khususnya yang diolah tidak matang. Ternak babi yang tidak dipelihara kebersihannya, dapat berperan penting dalam penularan cacing Taenia solium. Untuk T. solium terdapat komplikasi berbahaya yakni sistiserkosis. Sistiserkosis adalah kista T.solium yang bisa ditemukan  di  seluruh  organ,  namun  yang  paling  berbahaya  jika terjadi di otak.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan taeniasis

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

1.    Rasa tidak enak pada lambung

2.    Mual

3.    Nafsu makan dan berat badan turun

4.    Sakit kepala

5.    Konstipasi

6.    Pruritus ani

7.    Diare

 

Faktor Risiko

1.    Mengkonsumsi daging yang dimasak setengah matang/mentah dan mengandung larva sistiserkosis.

2.    Higiene yang rendah dalam pengolahan makanan bersumber daging.

3.    Ternak yang tidak dijaga kebersihan kandang dan makannya

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

·       Pemeriksaan tanda vital

·       Pemeriksaan generalis : nyeri ulu hati, ileus juga dapat terjadi jika cacing membuat obstruksi usus

Pemeriksaan Penunjang

1.    Pemeriksaan laboratorium mikroskopik dengan menemukan telur dalam spesimen tinja segar.

2.    Secara makroskopik dengan menemukan proglotid pada tinja

3.    Pemeriksaan laboratorium darah tepi : dapat ditemukan eosinofilia, leukositosis, LED meningkat.

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

·       Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

 

Diagnosis Banding : -

Komplikasi : Sistiserkosis

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

1.    Menjaga kebersihan diri dan lingkungan antara lain :

a.    Mengolah daging sampai matang dan menjaga kebersihan hewan ternak

b.    Menggunakan jamban keluarga

2.    Farmakologi

a.    Pemberian albendazol menjadi terapi pilihan saat ini dengan dosis 400 mg 1 X sehari, selama 3 hari berturut-turut atau,

b.    Mebendazol 100 mg 3 X sehari, selama 2 atau 4 minggu.

 

Konseling dan Edukasi

1.    Mengolah daging sampai matang dan menjaga kebersihan hewan ternak.

2.    Sebaiknya setiap keluarga memiliki jamban.

 

Kriteria Rujukan : bila ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada sisterkosis.

 

Peralatan

Peralatan laboratorium sederhana untuk pemeriksaan darah dan feses.

 

Prognosis

Prognosis pada umumnya bonam kecuali jika terdapat komplikasi berupa sisterkosis

F. Diagram Alir

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment