|
55 Dinkes Kab Defgh |
STRONGILOIDIASIS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Strongiloidiasis adalah penyakit kecacingan yang disebabkan oleh
Strongyloides stercoralis, cacing
yang biasanya hidup
di kawasan tropik dan
subtropik. Sekitar 100 juta orang diperkirakan terkena penyakit ini di
seluruh dunia. Infeksi cacing ini bisa menjadi sangat berat dan berbahaya
pada mereka yang dengan status imun menurun seperti pada pasien HIV/AIDS,
transplantasi organ serta pada pasien yang mendapatkan pengobatan
kortikosteroid jangka panjang. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan strongiloidiasis |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan Pada infestasi ringan
Strongyloides pada umumnya tidak menimbulkan gejala khas. Gejala klinis : 1.
Rasa gatal pada kulit 2.
Pada infeksi sedang dapat
menimbulkan gejala seperti ditusuk-tusuk di daerah epigastrium dan tidak
menjalar. 3.
Mual, muntah 4.
Diare dan konstipasi saling
bergantian. Faktor Risiko 1.
Kurangnya penggunaan jamban 2.
Tanah yang terkontaminasi
dengan tinja yang mengandung larva Strongyloides stercoralis. 3.
Penggunaan tinja sebagai pupuk. 4. Tidak menggunakan alas kaki saat bersentuhan dengan
tanah. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik ·
Timbul kelainan pada kulit “creeping eruption” berupa papul
eritema yang menjalar dan tersusun linear atau berkelok-kelok menyerupai
benang dengan kecepatan 2 cm perhari. Predileksi penyakit ini terutama pada
daerah telapak kaki, bokong, genital dan tangan. ·
Pemeriksaan generalis : nyeri
epigastrium. Pemeriksaan Penunjang 1.
Pemeriksaan laboratorium
mikroskopik dengan menemukan larva rabditiform dalam tinja segar, atau
menemukan cacing dewas Strongyloides
stercoralis. 2. Pemeriksaan laboratorium darah : dapat ditemukan
eosinofilia atau hipereosinofilia, walaupun pada banyak kasus jumlah sel
eosinofilia normal Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis ·
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan ditemukannya larva cacing
dalam tinja. Diagnosis Banding : - Komplikasi : - Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1.
Menjaga kebersihan diri
dan lingkungan antara lain : a.
Menggunakan jamban
keluarga b.
Mencuci tangan sebelum
dan sesudah melakukan aktifitas. c.
Menggunakan alas kaki. d.
Hindari penggunaan pupuk
dengan tinja. 2.
Farmakologi a.
Pemberian albendazol
menjadi terapi pilihan saat ini dengan dosis 400 mg 1-2 X sehari, selama 3
hari berturut-turut atau, b.
Mebendazol 100 mg 3 X
sehari, selama 2 atau 4 minggu. Konseling dan Edukasi 1.
Sebaiknya setiap keluarga
memiliki jamban keluarga 2.
Menghindari kontak dengan
tanah yang tercemar oleh tinja manusia. 3.
Menggunakan sarung tangan
jika ingin mengelola limbah/sampah. 4.
Mencuci tangan sebelum
dan setelah melakukan aktifitas dengan menggunakan sabun. 5.
Menggunakan alas kaki. Kriteria Rujukan : - Peralatan Peralatan laboratorium sederhana untuk pemeriksaan
darah dan feses. Prognosis Prognosis pada umumnya bonam karena jarang menimbulkan
kondisi klinis yang berat. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment