MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Tuesday, March 31, 2026

SOP PENGELOLAAN LIMBAH HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM

 

UPTD KESEHATAN PUSKESMAS PEKKAE

 

https://pkmkraksaan.files.wordpress.com/2015/03/lambangbarupkm1.png

PENGELOLAAN LIMBAH HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

No. Dokumen    :

Ditetapkan oleh

Kepala UPTD Kesehatan Puskesmas Pekkae



H. Taswi, S.Farm,Apt

NIP.19700413 199103 1 006

No. Revisi           :

Tanggal Terbit   :

Halaman             :

 

Pengertian

Limbah medis adalah limbah yang terdiri dari limbah yang berupa limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotosik, limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah container bertekanan dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi.

Limbah medis di puskesmas berasal dari kegiatan pengobatan dan perawatan. Limbah yang dihasilkan antara lain limbah infeksius , limbah farmasi, limbah yang berasal dari laboratorium dan limbah benda tajam

Tujuan

1.       Mencegah terjadinya penularan penyakit akibat limbah medis

2.       Mencegah terjadinya kecelakaan kerja akibat limbahmedis

3.       Mencegah terjadinya infeksi nosokomial

Kebijakan

 

Referensi

 

Prosedur

1.       Menyediakan tempat untuk limbah medis (yang kuat, tahan bocor dan tertutup) di dekat sumber sampah

2.       Menyediakan safety box/tempat sampah khusus benda tajam (Spuit, jarum, ampul)

3.       Melapisi tempat sampah medis dengan kantong plastik

4.       Memasukkan sampah medis hasil kegiatan dibalai pengobatan, UGD, KIA-KB, Laboratorium dan bagian obat/farmasi ke dalam tempat sampah medis dan tertutup kembali

5.       Memasukkan ke tempat penampungan sampah medis sementara yang lebih besar (kuat, tahan air, tahan bocor, tertutup) atau disimpan di dalam tempat penyimpangan limbah medis dengan syarat :

a.       Lokasi penyimpanan bebas banjir

b.       Tidak rawan bencana

c.       Berada diluar kawasan lindung

d.       Sesuai dengan rencana tata ruang

6.       Mengirim limbah medis yang telah dikumpulkan di dalam tempat penampungan dengan alat angkut yang kuat, tahan air dan tertutup

Khusus Penanganan Limbah Laboratorium :

1.       Sebelum keluar dari laboratorium dilakukan dekontaminasi dengan hipoklorit

2.       Selanjutnya ditangani secara prosedur pembuangan limbah klinis

3.       Cara penanganan terbaik untuk limbah medis adalah dengan insenerasi

4.       Satu – satu cara lain adalah menguburnya dengan metode kapurisasi

Unit Terkait

Laboratorium, UGD, KIA-KB, Rawat Inap. Apotek

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER