|
|
PENANGANAN VAKSIN JIKA
LISTRIK PADAM |
|
|||
|
SOP |
No. Dokumen |
: |
…………. |
||
|
No. Revisi |
: |
…………. |
|||
|
Tanggal Terbit |
: |
………… |
|||
|
Halaman |
: |
……….. |
|||
|
PUSKESMAS KLATEN SELATAN |
|
drg. E Dwi Atmanti Nuswantari NIP. 19630717 199303 2 002 |
|||
|
1. |
Pengertian |
mengatur penanganan vaksin jika listrik padam |
||||||||
|
2. |
Tujuan |
Suhu vaksin dapat dipertahankan antara 2°C – 8°C |
||||||||
|
3. |
Kebijakan |
|
||||||||
|
4. |
Referensi |
1. Modul
pelatihan tenaga pelaksana imunisasi puskesmas tahun 2006 2. Pelatihan
safe injection departemen kesehatan RI dan PATH tahun 2005 3. Peraturan
Menteri Kesehatan RI no 42 tahun 2013 tentang Penyelenggarakan Imunisasi |
||||||||
|
5. |
Alat
dan Bahan |
1. Alat
f. Lemari Es Kompresi 2.
Bahan |
||||||||
|
6. |
Langkah-langkah |
Penanganan Listrik Padam < 24 jam : A. Dengan Generator : 1. Jangan membuka lemari es 2. Cari informasi ke PLN berapa lama listrik kembali normal. 3. Hidupkan generator sesuai protap penggunaan generator. 4. Amati suhu lemari es, pastikan suhu berada antara 2°C – 8°C 5. Jika suhu tidak dapat dipertahankan antara 2°C – 8°C, maka vaksin
ditangani sesuai prosedur penanganan vaksin tanpa generator. B. Tanpa Generator 1. Jangan membuka lemari es 2. Cari informasi ke PLN berapa lama listrik kembali normal. 3. Siapkan Cold Pack/batu es secukupnya 4. Apabila Suhu mendekati 8°C , masukkan coldpack/batu es ke dalam lemari es/freezer. Lemari es pada saat itu berfungsi sebagai Cold Box. Penanganan Listrik Padam > 24 jam : C. Dengan Generator : 1. Jangan membuka lemari es 2. Cari informasi ke PLN berapa lama listrik kembali normal. 3. Hidupkan generator sesuai SPO penggunaan generator 4. Amati suhu lemari es, pastikan suhu berada antara 2°C – 8°C
5. Jika suhu tidak dapat dipertahankan antara 2°C – 8°C, maka vaksin
ditangani sesuai prosedur penanganan vaksin listrik padam > 24 jam tanpa
generator. D. Tanpa Generator : 1. Jangan membuka lemari es 2. Cari informasi ke PLN berapa lama listrik kembali normal. 3. Siapkan Cold Box. 4. Siapkan Cold Pack ukuran sebanyak 12 buah. 5. Tempatkan Cold Pack ke semua sisi
dalam ,bagian bawah dan atas cold box. 6. Masukkan vaksin viral terlebih dahulu di bagian bawah dan sekeliling
dalam cold box ( untuk penahan dingin ). 7. Tempatkan vaksin Hepatitis B, DPT-HB, DPT-HB-HiB, TT dan DT ditengahnya. 8. Letakkan termometer diantara vaksin. 9. Tutup Cold Box dan berikan penguat dengan perekat isolasi untuk mencegah
suhu dingin keluar. Dengan cara ini suhu maksimal 8°C dapat dipertahankan selama 72 jam ( 3
Hari ) pada suhu udara 30 – 34 °C. |
||||||||
|
7. |
Bagan
Alir |
|
||||||||
8. |
Hal-hal
Yang Perlu Diperhatikan |
a.
Menperhatikan suhu
lemari es pada suhu 2- 8 0C |
||||||||
|
9. |
Unit
Terkait |
a. Penangguang jawab
imunisasi |
||||||||
|
10. |
Dokumen
Terkait |
Daftar
tilik monitor mingguan |
||||||||
|
11. |
Rekaman
Histori Perubahan |
|

No comments:
Post a Comment