MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 13, 2026

SOP PENANGANAN LIKEN SIMPLEK KRONIS

 

 

Puskesmas

Kedungbanteng

PENANGANAN LIKEN SIMPLEK KRONIS

SPO

 

No. Kode

:

 

Ditetapkan oleh Kepala UPTD puskesmas karanggede

 

 

 

 

Witono Nur Wibowo

NIP 196808082006041010

Terbitan

:

 

No. Revisi

:

 

Tgl. Mulai Berlaku

:

 

Halaman

:

 

 

1.    Definisi

Liken simpleks kronik atau yang sering disebut juga dengan neurodermatitis sirkumkripta adalah kelainan kulit berupa peradangan kronis, sangat gatal berbentuk sirkumskrip dengan tanda berupa kulit tebal dan menonjol menyerupai kulit batang kayu akibat garukan dan gosokan yang berulang-ulang. Penyebab kelainan ini belum diketahui.

2.   Tujuan

1. Memberikan penatalaksanaan liken simplek kronis dengan benar

2. Menurunkan angka kejadian liken simplek kronis dengan memberikan penjelasan faktor resiko dari liken simplek kronis.

 

3.   Kebijakan

Langkah-langkah dalam penanganan liken simplek kronis menerapkan langkah SPO yang telah ditetapkan

4.   Referensi

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR HK.02.02/MENKES/514/2015

5.    Prosedur

1.    Memberikan penjelasan kepada pasien tentang liken simplek kronis dan cara pencegahannya dengan menghindari faktor resiko.

2.    Pasien disarankan agar tidak terus menerus menggaruk lesi saat gatal, serta mungkin perlu dilakukan konsultasi dengan psikiatri.

3.    Antipruritus: antihistamin dengan efek sedatif, seperti hidroksisin 10-50 mg setiap 4 jam, difenhidramin 25-50 mg setiap 4-6 jam (maksimal 300 mg/hari), atau klorfeniramin maleat (CTM) 4 mg setiap 4-6 jam (maksimal 24 mg/hari).

4.    Glukokortikoid topikal, antara lain: betametason dipropionat salep/krim 0,05% 1-3 kali sehari, metilprednisolon aseponat salep/krim 0,1% 1-2 kali sehari, atau mometason furoat salep/krim 0,1% 1 kali sehari. Glukokortikoid dapat dikombinasi dengan tar untuk efek antiinflamasi.

5.     Rujukan dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi penyebab lain yang mendasari penyakit dengan berkonsultasi kepada psikiatri atau dokter spesialis kulit.

6.    Ruang Lingkup

Puskesmas, Puskesmas Pembantu,  Poskesdes/ PKD, Posyandu

7.     7. Diagram Alir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


8.     7. Dokumen Terkait

-       Buku Rujukan

-       Form laporan insiden pada jam kerja

-       Buku register ruang tindakan

9.     8. Distribusi

Seluruh unit-unit pelayanan dan tindakan kesehatan

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER