|
|
PENANGANAN INFEKSI OPORTUNISTIK
PADA PASIEN DENGAN HIV/AIDS |
|||
|
Kode Nomor : 045/PPI |
No. Revisi : 00 |
Halaman
: 5/3 |
||
|
SPO Profesi
|
Tanggal Terbit : 27 /04 / 2013 |
Ditetapkan
: |
||
|
dr. Suharyoto, MM Direktur |
||||
|
PENGERTIAN |
|
|
TUJUAN |
|
|
KEBIJAKAN |
Keputusan Direktur Nomor 2674/SK-DIR/RSHT/VIII/2012 tentang Kebijakan
Penanggulangan Pasien HIV Dan AIDS (ODHA) bahwa RS Hermina Tangerang
Menangani Pasien Infeksi Oportunistik pada pasien dengan HIV/AIDS, SC dan
persalinan normal dengan HIV. |
|
PROSEDUR |
A. Penanganan infeksi oportunistik pasien
terpajan HIV 1.
Lakukan penilaian kemungkinan pasien
terinfeksi HIV. 2.
Lakukan anamnesis dan pemeriksaan
fisik serta evaluasi bila ada tanda dan gejala infeksi HIV atau infeksi
oportunistik “IO”. 3.
Lakukan pemeriksaan dan pengobatan
yang sesuai. 4.
Identifikasi kebutuhan untuk ARV (Anti
RetroViral). 5.
Lakukan uji diagnostik HIV. |
|
|
B. Penanganan infeksi oportunistik pasien
terpajan HIV 6.
Lakukan penilaian kemungkinan pasien
terinfeksi HIV. 7.
Lakukan anamnesis dan pemeriksaan
fisik serta evaluasi bila ada tanda dan gejala infeksi HIV atau infeksi
oportunistik “IO”. 8.
Lakukan pemeriksaan dan pengobatan
yang sesuai. 9.
Identifikasi kebutuhan untuk ARV (Anti
RetroViral). 10. Lakukan
uji diagnostik HIV. C. Penanganan infeksi oportunistik pasien
dengan penyakit berat tinggi HIV 1.
Identifikasi faktor resiko HIV. a.
Status penyakit HIV pada ibu (jika
pasien bayi/anak). b.
Pernah melakukan tranfusi darah. c.
Penularan seksual (pernah melakukan
seks bebas). d.
Pemakaian narkoba suntik. e.
Cara kelahiran dan laktasi (pada
bayi). 2.
Lakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik
serta evaluasi bila ada tanda dan gejala infeksi HIV atau infeksi
oportunistik. 3.
Lakukan pemeriksaan dan pengobatan
yang spesifik atau sesuai dengan penyakit yang ditemukan. 4.
Identifikasi faktor resiko atau gejaal
yang sesuai dengan infeksi HIV atau infeksi oportunistik. 5.
Lakukan uji diagnostik HIV. D. Hal-hal yang perlu diperhatikan: 1.
Manifestasi klinis HIV stadium lanjut
atau hitung CD4 + yang rendah pada ibu merupakan faktor resiko penularan HIV
dari ibu ke bayi selama kehamilan, persalinan dan laktasi. 2.
Pemberian ARV pada ibu dalam jangka
waktu lama mengurangi resiko transmisi HIV. 3.
Transmisi HIV dapat terjadi melalui
laktasi, anak tetap mempunyai resiko mendapat HIV selama mendapat ASI. 4.
Pada anak usia <18 bulan, uji
antibodi HIV harus dikerjakan. |
|
UNIT TERKAIT |
Tim PPI-RS/Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis/Bidang Penunjang
Medis/Bagian Rumah Tangga. |
|
PROSEDUR |
· Umur : pasien dewasa ukuran besar atau anak
ukuran kecil · Warna : pink / merah muda untuk perempuan dan
biru untuk pasien laki-laki
· Bayi baru lahir :
tuliskan nama ibu, nama ayah, nama dokter kebidanan, tanggal dan jam
kelahiran · Pasien Opname / rawat
inap : tuliskan nama pasien, nama suami atau nama ayah, tanggal masuk dan
nama Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP)
· Tulisan digelang pasien
harus menggunakan tinta hitam dengan tulisan huruf cetak / kapital · Pemasangan gelang
jangan terlalu kuat atau langgar · Gelang identitas harus
dipasang pada saat pasien masuk rawat inap · Gelang dipasang di
VK/OK dan IGD · Gelang pasien akan
dilepas pada saat pasien pulang Catatan: SPO Administrasi Pelayanan ini merupakan revisi dari
SOP Pemasangan Gelang Nama Pasien Rawat Inap, revisi 00, tahun 2009 |
|
UNIT TERKAIT |
Bidang Pelayanan Medis / Bidang Penunjang Medis |

No comments:
Post a Comment