MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Monday, March 30, 2026

SOP PENANGANAN INFEKSI OPORTUNISTIK PADA PASIEN DENGAN HIV/AIDS


PENANGANAN INFEKSI OPORTUNISTIK PADA PASIEN DENGAN HIV/AIDS

Kode Nomor    : 045/PPI

No. Revisi             :  00

Halaman :  5/3

SPO

Profesi

 

Tanggal Terbit :  27 /04 / 2013

Ditetapkan :

 

 

 

 

dr. Suharyoto, MM

Direktur

PENGERTIAN

 

  1. Infeksi oportunistik adalah infeksi yang timbul karena penurunan kekebalan tubuh, dimana pada orang normal infeksi tersebut dapat dikendalikan oleh kekebalan tubuh, contoh infeksi oportunistik adalah kandidiasis (infeksi jamur kandida), infeksi Cytomegalovirus (CMV), virus Herpes simpleks, Toksoplasmosis dam Tuberkulosis (TBC).
  2. Pasien dengan HIV adalah pasien yang terinfeksi virus HIV (Human Immuno-deficiency Virus) yang dapat menyebabkan AIDS (Acquired Immuno-deficiency Syndrome).
  3. Pasien dengan AIDS adalah pasien yang menderita suatu gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diri yang disebabkan oleh masuknya virus HIV ke dalam tubuh.
  4. CD4 (Cluster of Differentiation 4) adalah suatu petanda pada permukaan sel imunitas tubuh, terutama sel limfosit T yang berfungsi mengirimkan sinyal/tanda kepada CD8 killer cell (Cluster of Differentiation 8 killer cell) untuk membunuh dan menghancurkan infeksi atau virus.

TUJUAN

  1. Menurunkan angka kesakitan infeksi oportunistik pada pasien dengan risiko tinggi HIV/AIDS melalui peningkatan mutu pelayanan konseling dan testing HIV.
  2. Memperbaiki keadaan umum pasien ODHA yang mengalami infeksi oportunistik.

KEBIJAKAN

Keputusan Direktur Nomor 2674/SK-DIR/RSHT/VIII/2012 tentang Kebijakan Penanggulangan Pasien HIV Dan AIDS (ODHA) bahwa RS Hermina Tangerang Menangani Pasien Infeksi Oportunistik pada pasien dengan HIV/AIDS, SC dan persalinan normal dengan HIV.

PROSEDUR

A.    Penanganan infeksi oportunistik pasien terpajan HIV

1.     Lakukan penilaian kemungkinan pasien terinfeksi HIV.

2.     Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta evaluasi bila ada tanda dan gejala infeksi HIV atau infeksi oportunistik “IO”.

3.     Lakukan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai.

4.     Identifikasi kebutuhan untuk ARV (Anti RetroViral).

5.     Lakukan uji diagnostik HIV.

 

 

B.    Penanganan infeksi oportunistik pasien terpajan HIV

6.     Lakukan penilaian kemungkinan pasien terinfeksi HIV.

7.     Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta evaluasi bila ada tanda dan gejala infeksi HIV atau infeksi oportunistik “IO”.

8.     Lakukan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai.

9.     Identifikasi kebutuhan untuk ARV (Anti RetroViral).

10.  Lakukan uji diagnostik HIV.

C.    Penanganan infeksi oportunistik pasien dengan penyakit berat tinggi HIV

1.     Identifikasi faktor resiko HIV.

a.      Status penyakit HIV pada ibu (jika pasien bayi/anak).

b.     Pernah melakukan tranfusi darah.

c.      Penularan seksual (pernah melakukan seks bebas).

d.     Pemakaian narkoba suntik.

e.      Cara kelahiran dan laktasi (pada bayi).

2.     Lakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik serta evaluasi bila ada tanda dan gejala infeksi HIV atau infeksi oportunistik.

3.     Lakukan pemeriksaan dan pengobatan yang spesifik atau sesuai dengan penyakit yang ditemukan.

4.     Identifikasi faktor resiko atau gejaal yang sesuai dengan infeksi HIV atau infeksi oportunistik.

5.     Lakukan uji diagnostik HIV.

D.    Hal-hal yang perlu diperhatikan:

1.     Manifestasi klinis HIV stadium lanjut atau hitung CD4 + yang rendah pada ibu merupakan faktor resiko penularan HIV dari ibu ke bayi selama kehamilan, persalinan dan laktasi.

2.     Pemberian ARV pada ibu dalam jangka waktu lama mengurangi resiko transmisi HIV.

3.     Transmisi HIV dapat terjadi melalui laktasi, anak tetap mempunyai resiko mendapat HIV selama mendapat ASI.

4.     Pada anak usia <18 bulan, uji antibodi HIV harus dikerjakan.

 

UNIT TERKAIT

Tim PPI-RS/Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis/Bidang Penunjang Medis/Bagian Rumah Tangga.

PROSEDUR

  1. Lakukan anamnesa pada semua pasien baru
  2. Siapkan dan dekatkan gelang pasien dengan ketentuan sebagai berikut:

·       Umur  : pasien dewasa ukuran besar atau anak ukuran kecil

·       Warna : pink / merah muda untuk perempuan dan biru untuk pasien laki-laki

  1.  Selanjutnya tuliskan identitas pasien di gelang dengan cara :

·       Bayi baru lahir : tuliskan nama ibu, nama ayah, nama dokter kebidanan, tanggal dan jam kelahiran

·       Pasien Opname / rawat inap : tuliskan nama pasien, nama suami atau nama ayah, tanggal masuk dan nama Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP)

  1. Setelah ditulis, tunjukkan gelang tersebut pada pasien / keluarga, apakah tulisannya sudah benar
  2. Pasangkan gelang ditangan kiri untuk pasien anak dan tangan kanan untuk pasien ibu dengan arah tulisan kearah kepala pasien sehingga dapat memudahkan untuk dibaca
  3. Informasikan pada pasien bahwa gelang akan dipakai selama masa perawatan
  4. Hal-hal yang harus diperhatikan :

·       Tulisan digelang pasien harus menggunakan tinta hitam dengan tulisan huruf cetak / kapital

·       Pemasangan gelang jangan terlalu kuat atau langgar

·       Gelang identitas harus dipasang pada saat pasien masuk rawat inap

·       Gelang dipasang di VK/OK dan IGD

·       Gelang pasien akan dilepas pada saat pasien pulang

 

Catatan:

SPO Administrasi Pelayanan ini merupakan revisi dari SOP Pemasangan Gelang Nama Pasien Rawat Inap, revisi 00, tahun 2009

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UNIT TERKAIT

Bidang Pelayanan Medis / Bidang Penunjang Medis

 


No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER